Himbau Warga Kendalikan Hawa NafsuHalal Bihalal di SH Winongo TertibMADIUN - Pengasuh Perguruan Setia Hati (SH) Tunas Muda Winongo R. Djimad Hendro (RDH) Suwarno mengingatkan agar warga SH dapat mengendalikan hawa nafsu sebagai proses menjadi hamba Allah SWT yang patuh dan berbakti. "Manusia SH adalah manusia yang bisa mengendalikan hawa nafsu. Karena hawa nafsu adalah musuh terbesar manusia," ujar Mbah Warno panggilan akrab RDH Suwarno saat acara Halal Bihalal yang digelar di Padepokan SH Tunas Muda Winongo, kemarin.
Di hadapan ribuan warga SH Winongo, Mbah Warno menyatakan bahwa kemampuan mengendalikan hawa nafsu akan membawa manusia terlepas dari dosa dan kerugian di muka bumi. Karena itu, warga SH dihimbau untuk berusaha mengendalikan hawa nafsu dan berbuat kebaikan untuk mencapai kebahagian di dunia dan akhirat. "Kita hendaknya bisa memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat. Semata-mata untuk mendapat ridha dari Allah SWT," tegasnya.
Acara Halal Bihalal yang rutin di gelar setiap tahun ini menjadi ajang silaturahim sekaligus kesempatan bertemu dengan pengasuh dan pengurus SH Winongo. Bahkan Ketua Umum Pusat SH Winongo Budi Aji Santosa juga hadir dalam acara tersebut. Putra RDH Suwarno tersebut juga didaulat memperagakan jurus-jurus silat di atas panggung.
Selain itu juga terlihat hadir pejabat di lingkungan Pemkab dan Pemkot Madiun serta jajaran kepolisian. Antara lain, Wakil Bupati (Wabup) Muhtarom, Wakil Wali Kota Gandhi Yoeninta, Ketua DPRD Kabupaten Madiun Tomo Budi Harsojo, Kapolres Madiun AKBP Eky Hari F, Kapolresta Madiun AKPB Tabana Bangun dan Kapolwil Madiun Kombes Ibnu Hadi P.
Meski dibayangi kekhawatiran terjadi bentrokan seperti tahun sebelumnya, kegiatan Halal Bihalal di Padepokan SH Winongo berlangsung tertib. Bahkan saat acara selesai, para peserta halal bihalal pulang dengan rombongannya masing-maisng dengan pengawalan ketat petugas. "Kami berterima kasih kepada jajaran kepolisian untuk pengamanan acara ini," ujar Suwarno Ketua Panitia Pelaksana Hala Bihalal.
Secara umum perhelatan halal bihalal keluarga besar SH Tunas Muda Winongo kemarin, berjalan sukses, tertib dan aman, namun masih saja ada oknum warganya yang membandel. "Kami merasa lega dan bersykur atas situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Madiun," kata Kapolwil Ibnu Hadi.
Berdasarkan pantauan koran ini, sebelum, pada saat, dan setelah pelaksanaan halal bihalal yang digelar di padepokan Jalan Doho, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun tersebut, masih ada beberap oknum warga SH Winongo yang tidak mengindahkan instruksi pengasuhnya, RDH Soewarno. Padahal, instruksi itu menjadi kesepakatan bersama dengan Persaudaraan SH Terate yang ditandatangani di Mapolwil Madiun beberapa hari berselang.
Larangan mengenakan seragam atau atribut sakral lainnya, masih banyak dilanggar. Demikian juga konvoi sepeda motor juga masih dilaksanakan. Hanya saja dalam jumlah terbatas. Itu pun dikawal ketat pertugas bersenjata lengkap. Kendati demikian aparat tidak serta merta menindaknya. "Kami diperintahkan untuk melakukan tindakan persuasif," kata seorang polisi berpangkat brigadir di perbatasan Kota dan Kabupaten Madiun bagian utara, kemarin.
Seakan tidak mau kecolongan, pengamanan yang dilakukan jajaran kepolisian boleh dibilang sangat ketat. Jajaran Polwil Madiun plus TNI, POM, Dinhub dan Satpol PP tidak hanya mengerahkan pasukan hingga 3.500 personel, namun mereka juga dilengkapi dengan peralatan anti huru-hara. Pamandangan seperti ini terlihat sangat mencolok, utamanya di dalam kota. Sedangkan di wilayah kabupaten hanya terlihat petugas gabungan yang siaga di titik-titik tertentu yang dianggap rawan.
Rombongan peserta halal bihalal, seakan tidak diberi kesempatan untuk memasuki kota. Peserta dari wilayah utara langsung digiring masuk melalui Jalan Yos Sudarso belok ke Jalan Prambanan masuk ke lokasi Jalan Doho. Dari barat kota, langsung diarahkan ke Jalan A Yani-Jalan Pahlawan-Jalan Prambanan-Jalan Doho. Dari arah timur diputar ke arah Tek’an-Jalan Soekarno-Hatta- perempatan Sleko-Jalan Mayjen Sungkono-Jalan A Yani-Jalan Pahlawan-Jalan Prambanan-Jalan Doho. Demikian juga rombongan dari arah selatan.
Demikian juga saat buyaran acara ini. Jalan Prambanan menjadi pintu keluar masuk. Hanya saja saat buyaran, jumlah rombongan yang konvoi menjadi lebih besar dibandingkan dengan saat mereka berangkat. Bahkan, jumlah rombongan ke arah timur dan selatan mencapai ratusan sepeda motor. Sehingga pengawalan pun semakin diperketat. Sedangkan ke arah utara dan barat hanya rombogan sporadis yang juga tetap dikawal.
Sementara itu kondisi sosial ekonomi utamanya di pusat-pusat perbelanjaan Kota Madiun relatif normal. Hanya saja, situasi jalanan di kota cenderung lengang. Toko-toko yang biasanya tetap buka pada hari Minggu, beberapa diantaranya memilih tutup. "Tidak tutup total kok, kalau aman ya buka lagi," kata seorang pemilik toko di kawasan Sleko yang memilih duduk-duduk di depan tokonya sambil melihat rombongan peserta halal bihalal dan pengamanan yang dilakukan aparat. (yup/sad)
Jawa Pos - 13/11/06Syukur Halal Bihalal yang dilaksanakan PSHT Tunas Muda Winongo dapat berjalan lancar.....
Semoga aja situasi terjaga dan aman selalu di Madiun!