http://kompas.com/read/xml/2008/10/06/1546...lah.diceramahin
KPK Kasih Buku Taubat ke Koruptor, Malah Diceramahin
JAKARTA, SENIN - Bulan Ramadan merupakan umat Islam memperbanyak amal perbuatannya, tak terkecuali bagi lembaga negara seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pada pertengahan puasa lalu, KPK membagikan buku kepada 44 tahanan yang tersebar di sejumlah rumah tahanan. Ada dua buku yang dibagikan saat itu, yaitu buku yang isinya mengajak para tahanan untuk bertaubat dan La Tahzan agar keluarga tahanan.
Namun, usaha kebaikan itu ternyata mendapat sambutan negatif dari sejumlah tahanan, seperti mantan bupati Garut, Agus Supriyadi dan mantan dirjen di Depnakertrans, MSN Manihuruk.
Pada saat itu, Agus justru curhat tentang perasaannya setelah menjalani proses hukumnya. Dia mengaku tidak terima dengan apa yang ditimpakan kepada dirinya. Oleh karena itu, dia melakukan banding.
"Tapi kita bilang, kalau itu ada proses hukumnya, silakan jalani saja. Itu terjadi saat kita memberikan buku kepada tahanan-tahanan KPK. Namun, akhirnya diambil juga oleh dia, setelah panjang lebar kita diceramahi. Tadinya kita mau beri masukan, eh malah akhirnya dicerami panjang lebar," ujar Ketua Badan Amal Islam KPK, Asep Chaerulah, ketika bertemu wartawan di auditorium utama KPK, Senin (6/10).
Hal yang unik juga diperlihatkan oleh MSN Manihuruk ketika diberi buku pertaubatan tersebut. Seusai mengomel tentang ketidakpuasannya terhadap vonis hakim, dia malah menunjukkan buku-buku karangan dan koleksinya.
Namun, ini tidak berlaku bagi terdakwa kasus suap jaksa penyelidik Bantuan Likuiditas Bank Indonesia-Bank Dagang Negara Indonesia, Urip Tri Gunawan. Jika kedua koruptor di atas tidak terima atas bantuan buku taubat dan hukumannya, Urip justru protes karena tidak mendapat bagian buku-buku itu.
"Pak Urip itu tidak dikasih sama kita, tapi saat kita melewati dia, Pak Urip malah minta, 'Kok saya tidak dibagi?' Lalu saya tanya balik, 'Loh, memang bapak mau?' Akhirnya kita dekati dan Pak Urip bilang, 'Istri saya muslim dan menginginkan buku itu," kutip Asep. (BOB)