http://kompas.com/read/xml/2008/10/11/1456...mancingan.tewas
Usai Ribut di Kafe, Pengelola Pemancingan Tewas

ilustrasi
QUOTE
BEKASI, SABTU — Nur Rohim (48) alias Encang, pengelola pemancingan ikan mas di Tambun Selatan, Sabtu (11/10) pagi, ditemukan tewas. Jenazah Nur ditemukan di belakang warung di pinggir Jalan Inspeksi Kalimalang, Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Polisi mendapati luka robek di kening kiri dan kepala belakang Nur. Luka itu diduga akibat hantaman benda tumpul. Polisi menyita sebatang balok kayu yang diduga adalah alat yang digunakan untuk membunuh Nur.
Dari keterangan dua rekan Nur yang ditemui di Kepolisian Sektor Tambun, pembunuhan Nur diduga berkaitan dengan keributan yang terjadi antara Nur dan rekan-rekannya dengan beberapa pemuda di LB, sebuah kafe di tepi Jalan Inspeksi Kalimalang, sekitar 300 meter dari lokasi penemuan jenazah Nur, Jumat malam.
Polisi juga mendapat keterangan Maryati, pemilik warung, yang mengaku mendengar suara pertengkaran di belakang warungnya, Sabtu sekitar pukul 03.00.
Dihubungi terpisah, Kepala Polsek Tambun AKP Shinto Silitonga mengatakan, kasus pembunuhan pengelola pemancingan ikan itu masih diselidiki. "Kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang," kata Shinto melalui telepon.
COK
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
Polisi mendapati luka robek di kening kiri dan kepala belakang Nur. Luka itu diduga akibat hantaman benda tumpul. Polisi menyita sebatang balok kayu yang diduga adalah alat yang digunakan untuk membunuh Nur.
Dari keterangan dua rekan Nur yang ditemui di Kepolisian Sektor Tambun, pembunuhan Nur diduga berkaitan dengan keributan yang terjadi antara Nur dan rekan-rekannya dengan beberapa pemuda di LB, sebuah kafe di tepi Jalan Inspeksi Kalimalang, sekitar 300 meter dari lokasi penemuan jenazah Nur, Jumat malam.
Polisi juga mendapat keterangan Maryati, pemilik warung, yang mengaku mendengar suara pertengkaran di belakang warungnya, Sabtu sekitar pukul 03.00.
Dihubungi terpisah, Kepala Polsek Tambun AKP Shinto Silitonga mengatakan, kasus pembunuhan pengelola pemancingan ikan itu masih diselidiki. "Kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang," kata Shinto melalui telepon.
COK
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network