Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Pelacur Wajah Baru Serbu Jakarta
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Fresh News
sea_man
Senin 13 Oktober 2008, Jam: 10:02:00
JAKARTA (Pos Kota) – Usai liburan Lebaran, bisnis esek-esek di Jakarta kembali menggeliat. Pelacur wajah baru kini menyerbu Jakarta baik di tempat pelacuran kelas teri maupun hiburan malam papan atas seperti diskotek, karoke, bar, dan pinta pijat.

Pelacur wajah baru siap bersaing dengan pemain lama menangguk kocek dari pria ‘hidung belang’. Pendatang baru apalagi yang masih Anak Baru Gede (ABG) sebagai primadona dunia prostitusi karena dianggap sebagai lalapan ijo alias daun muda.

Amel, 18, pelacur baru asal Pemalang, mengaku ke Jakarta pekan lalu karena diajak sepupu yang bernama Mira. Sepupunya menggeluti dunia yang sama lebih dahulu dan sukses. “Saudara saya malah bisa membangun rumah di kampung. Saya kelak juga pengin bangun rumah di kampung,” katanya, malam Minggu (11/10).

Perempuan cantik berusia 18 tahun ini, memberkan sebelum berangkat ke Jakarta orangtuanya diberi uang sebesar Rp5 juta dari seorang laki-laki germo teman Mira. “Saya terpaksa menjadi seperti ini, karena bapak di kampung menganggur,” tutur Amel yang mengaku sudah tidak perawan lagi lantaran sudah pernah kawin.

Di Pemalang, Jawa Tengah, ayah Amel biasanya menjadi petani. Tetapi sejak pupuk mahal ayahnya memilih menganggur. “Bapak tahu saya kerja di tempat hiburan panti pijat, tapi ibu tahunya kerja di salon,” ucapnya.

Saat ini ia tinggal di ruko penampungan Mangga Besar, Jakarta Barat, bersama dengan 20 orang cewek yang seprofesi. Ia setiap pukul 21:00 dijemput Panther dan pulang pukul 01.

Jerih payah dari menjajakan cinta, bisa mengantongi uang Rp300 ribu dari dua kali kencan. “Ya sudahlah, kita mau main tidak, kok ngobrol terus,” sambungnya.

TERTARIK KE BATAM
Hingga saat ini wanita pendatang baru yang hijrah ke gemerlap malam megapolitan sebenarnya jumlahnya lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Pasalnya, banyak bos sindikat pemasok wanita penghibur kini lebih tertarik mengirim wanita muda dan cantik ke Batam. “Di sana tarif kencan, baik short-time maupun long-time lebih mahal daripada Jakarta,” ujar wanita germo di salah satu pusat hiburan Jalan Pangeran Jayakarta, Jakarta.

Meski demikian, wanita penghibur yang menyemarakkan hiburan malam Jakarta, jumlahnya masih sangat banyak. Dari sejumlah pusat hiburan yang tersebar di kawasan Mangga Besar dan Pangeran Jayakarta saja diperkirakan mencapai ribuan wanita penghibur yang bekerja tetap maupun free-lance. Bila hal ini digabungkan dengan pusat hiburan lainnya seperti Blok M, Kelapa Gading, Kota, Pluit, Tanjung Priok, Kemang, Tubagus Angke, Sunter, dan lainnya, jumlahnya tentu berlipat. Sebagian besar wanita malam ini dapat diajak kencan seks baik di hotel maupun kamar yang disediakan pengelola tempat hiburan.

Jumlah wanita yang bertebaran di lokasi hiburan saat ini jauh lebih besar dibandingkan sebelum memasuki Ramadhan hingga Lebaran. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis hiburan malam yang identik dengan industri esek-esek sudah mulai menggeliat menawarkan jasa pijat plus, pemandu karaoke plus, maupun menemami pria mabuk-mabukan.

LaLAPAN IJO
Salah satu pusat hiburan malam yakni di kompleks ruko Jalan Pangeran Jayakarta, terdapat lebih dari seribu wanita penghibur, termasuk kelompok pendatang baru. Ketika memasuki kawasan ini terlihat bisnis prostitusi berkedok usaha panti pijat, sauna, maupun bar.

Di setiap ruko empat lantai terdapat ratusan ABG sampai dengan Setengah Tua (STW) siap melayani kencan seks dengan tarif sekitar Rp250.000.

“Om, mampir sini. Saya punya banyak ‘lalapan ijo’, murah lagi,” bujuk wanita yang dipanggil dengan nama Mami Ana. Yang dimaksud ‘lalapan ijo’ adalah wanita ABG yang masih bau kencur alias bulu jarang (bujar) berasal dari Jawa Tengah atau Jawa Timur. “Kalau pengin lalapan Sunda juga ada, amoy juga silakan. Di sini komplet, tarifnya murah-meriah dibandingkan di Batam,” tambah Mami sambil mempersilakan tamu melihat ruang kaca yang dipenuhi wanita berdandan seksi. Mereka semua tarifnya sama, baik ABG maupun STW,” ujarnya.

Sesaat kemudian mami lainnya juga berdatangan bersaing memasarkan anak buahnya. “Saya punya banyak pendatang baru. Masih muda,” timpalnya sambil menggandeng beberapa anak asuh.

Para germo yang bekerja di satu tempat hiburan pun saling bersaing mendapatkan pelanggan. “Kalau cuma nememin minum juga boleh, mumpung tamu lagi sepi. Asal dikasih uang tips saja,” papar germo berbadan gempal.

Menurut Mami Ana, pendatang baru di Jakarta tidak sebanyak yang dikirim ke Batam. “Bos saya lebih tertarik bisnis barang baru di Batam. Katanya di sana tarifnya lebih dari Rp500.000/jam. Bahkan bisa sampai jutaan rupiah,” ungakpnya.

Selain itu, untuk mengambil ‘anak asuh’ dari daerah, biayanya makin mahal. “Untuk mengambil satu anak yang lumayan bagus butuh biaya sekitar Rp20 juta, antara lain untuk diberikan kepada orangtua, calo, transportasi, pakaian, alat kosmetik, makan, dan penampungan,” ungkap Mami yang sering berhubungan dengan calo besar dari Indramayu dan wilayah Jawa Barat.

Sementara itu, Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Hiburan Indonesia (Aspehindo), Hasanuddin Harahap, mengaku kini bisnis tempat hiburan mulai ramai, meski masih ada sebagian pekerja yang pulang kampung. Usaha yang menjadi mata pencarian ratusan ribu orang ini mulai buka dengan jenis usaha masing-masing seperti diskotek, karaoke, bar, singing hal, pijat kebugaran, dan lainnya.

RAWAMALANG
Seperti halnya di tempat hiburan kelas menengah dan atas, tempat prostitusi kelas teri seperti Rawamalang, Jakarta Utara, juga kebanjiran pelacur wajah baru. Wanita bulu jarang (bujar) datang dari sejumlah daerah dan tinggal bersama dengan mucikari.

“Mas, minumnya di sini saja dan bisa istirahat ditemani barang masih baru,” sapa satu germo berpromosi sambil memanggil wanita muda anak asuhnya, untuk menemani minum-minuman bir. “Tini, ini baru datang kemarin sore dari Cilamaya, Ciasem, Subang.”

Saat menemani kencan, Tini mulai membeberkan seputar kedatangannya di dunia hitam. “Kalau saya, sih, baru datang ke tempat ini karena ingin balas dendam kepada mantan suami,” katanya.

Suami sebelumnya menjadi tukang ojek motor dan meminta izin membuka rumah bordil. “Saya mengizinkan, tapi lama-lama suami saya malah gendakan (pacaran-red) dengan anak buahnya. Makanya untuk membalas dendam, saya terjun menjadi seperti ini,” ucapnya.

Berbeda dengan pengakuan Dede, 24, pelacur asal Haurgelis, Karangsinom, Indramayu. Ia , yang menjadi idola di Rawamalang itu, mengaku datang ke Jakarta karena tempat biasa ia mangkal di kawasan Cilege Indah (CI), Gantar, Losarang, saat ini lagi sepi pengunjung.

(joko/aris/st/j)


source: Poskota.co.id



cabrola
inilah potret kemiskinan indonesia,kenapa ga ada lapangan pekerjaan yang memadai
JustTry
lapangan kerja banyak..

SDA berlimpah..

tenaga kerja meluap"...


tapi kenapa bangsa kita cuma bisa berpenghasilan besar dari bisnis esek" ya??

bukannya ga seneng sama yang nyerempet", cuma gw sedih aja.. kepikiran jg kasian kan tu cwe" yang masi ijo n lugu" tiba" terpaksa jadi psk..


kadang" gw jadi ga tegaan

serius lho..
kingmerah
demand dan supply saling bergerak untuk mencapai equilibrium baru, nga sepenuhnya salah "penjual" lha wong pembelinya ada kok, lebih baik di lokalisir-kan dari pada bertebaran tak kenal tempat, lagian controlnya dapat lebih baik juga
Dark Purple
kalo yang korupsi digantung dan uang hasil jarahan BLBI dll dikumpulkan untuk menambal anggaran pendidikan, mungkin ceritanya akan lain. masalahnya banyak orang indonesia belum bangga kalo belum korupsi.
aa_kami
QUOTE (Bank_Ben @ Oct 14 2008, 07:46 AM) *
Jerih payah dari menjajakan cinta, bisa mengantongi uang Rp300 ribu dari dua kali kencan. “Ya sudahlah, kita mau main tidak, kok ngobrol terus,” sambungnya.


buseet.. dah gatel dy hehehe
koteng
qiqiqiqiqiqi.....tambah rame lagi jakarta...ini bisnis ga ada matinya dari zaman baheula...
stylincode21
wah..jadi banyak pilihan donk....wekekekekeke..Tounge.gif
fidelio
yah emang nih....
pada diskon lagi smile.gif
bloobood
Barang baru ditempat baru ...ini salah satu akibat dari banyaknya perempuan dari pada laki-laki
EmPeRoR_H**k
waaa wajah baru....berarti ke jakarta datang ngadu hidup dengan cara seperti itu....
gak banget deh...bikin ibukota kita ini semakin sesak aja......hehehehe
Ayam Jago
banyak yg baru nih... ada yg uda survey?
cobus
Lapangan kerja yang aneh ....
Gampang kerjannya ...
Gampang dapet duitnya ...
PUSINGGGGGGG .....
Ni moral anak bangsa mau di bawa kemana
SHORT MINDED
Butuh apa doyan ..
bergaya
contoh wajah baru nya mana ??
VoltusX
akakakak.. pendatang baru tapi wajah desa dunk Tounge.gif

QUOTE (Bank_Ben @ Oct 14 2008, 07:46 AM) *
TERTARIK KE BATAM
Hingga saat ini wanita pendatang baru yang hijrah ke gemerlap malam megapolitan sebenarnya jumlahnya lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Pasalnya, banyak bos sindikat pemasok wanita penghibur kini lebih tertarik mengirim wanita muda dan cantik ke Batam. “Di sana tarif kencan, baik short-time maupun long-time lebih mahal daripada Jakarta,” ujar wanita germo di salah satu pusat hiburan Jalan Pangeran Jayakarta, Jakarta.


Hmmm.. beneran nih? berarti ga cuma makanan yg mahal disana... Hypnotized.gif (sori OOT dikid om)

Parah, jakarta ku tambah parah, atut ah.. ntar dijungkir balikin malaikat kayak negeri Sodom... crying_anim.gif
itoh
Om fidel gitu doang tanggapannya
halah
ko jadi bingung nanggepinnya ya?
mo sedih mereka emang maunya kerja gituan, mo seneng juga ga ada alasannya...

menurut gw ni gara2 kurangnya pendidikan moral di masyarakat nih...
anak2 kecil mulai SD sampe SMA cuma diajarin tentang sesuatu yg sifatnya materi doang, akhirnya semua2nya diukur pake uang, ga peduli caranya gimana...


This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.