Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Sultan Hamengku Buwono IX
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Sejarah
fidel_castro
Sultan Hamengku Buwono IX




Suatu hari terjadi hiruk pikuk kehebohan di depan pasar Kranggan tahun tahun selelah Indonesia merdeka. Saat itu ada seorang wanita pedagang beras yang jatuh pingsan. Usut punya usut, wanita tua itu baru mengalami kejadian yang hanya terjadi seumur hidupnya. Sebelumnya wanita ini sedang menunggu kendaraan di tepi jalan, tiba tiba muncul kendaraan jeep dari arah utara menuju selatan. Wanita ini memang biasa nunut nunut kendaraan yang lewat, dan membayar satu rupiah untuk sekali jalan.
Jeep Willys itu berhenti dan wanita itu menyuruh si ‘ supir ‘ untuk membantu mengangkat karung berasnya. Entah berapa karung, dan supir itu menurutinya.

Setibanya di pasar Kranggan, supir itu juga menurunkan beras berasnya dan menolak ketika dibayar oleh si wanita itu. Tentu saja wanita tua itu marah marah karena mengira si supir meminta uang lebih. Di tengah kemarahannya, si supir lalu pergi begitu saja.
Belum selesai marah marah, seorang polisi menghampiri dan memberitahu siapa sosok supir yang menolak uang tadi.
Tak heran kemudian ia jatuh pingsan. Supir itu adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Sang Raja Jogja.

Sultan selalu tersenyum kalau ditanya tentang kejadian ini. Ia seorang raja yang demokratis dan menghargai rakyatnya. Ia memang tak suka formalitas, dan senang menyupir sendiri mobilnya. Seorang wartawan Jogja yang hendak menyembahnya saat mewancara Rajanya, diminta untuk bersikap biasa saja. Bersalaman.
Dalam perjalanan dari Jakarta menuju Jogja, karena udara panas. Di daerah Cirebon Sultan melepas bajunya dan ia menyetir telanjang dada. Seorang polisi sempat menyetopnya dan memeriksa SIM. Polisi itu kalang kabut mengetahui bahwa sosok di dalam mobil itu seorang Raja dan Menteri Pertahananan RI.

“ Walaupun saya mengenyam pendidikan barat, namun pertama tama saya adalah dan tetap orang Jawa. Maka selama tak menghambat kemajuan, adat akan tetap menduduki tempat yang utama dalam Keraton yang kaya akan tradisi ini “
Demikian petikan pidato pelantikannya sebagai Raja Jawa di Bangsal Kencana pada tanggal 18 Maret 1940.

Sejak kecil Dorodjatun – nama kecilnya –oleh ayahandanya dititipkan pada sebuah keluarga Belanda. Ini agar ia mendapat pendidikan secara barat dan bisa memahami jalan pikiran orang orang Belanda. Ia selanjutnya meneruskan kuliah di jurusan Indologi Universitas Leiden yang terkenal di negeri Belanda.
Dorodjatun tak menyelesaikan karena ia dipanggil pulang ayahnya yang sakit keras.
Di pelabuhan Batavia, ia merasa heran ketika adik adiknya menyambut dengan bahasa Jawa halus. Bukan bahasa Jawa sehari hari yang biasa mereka pergunakan. Ia baru mengerti semua ini saat sang ayah yang menunggu di Hotel Des Indes, memberikan keris Kiai Jaka Piturun. Konon menurut kepercayaan di Kasultanan Jogjakarta, pemberian keris pusaka itu sebagai tanda pewarisan tahta kerajaan.

Raja muda itu sama sekali tidak merasa sangsi terhadap masa depan kerajaannya saat proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Sehari setelah kemerdekaan ia mengirim kawat ucapan selamat kepada Soekarno – Hatta, dan dr. Rajiman Wediodiningrat, sebagai ketua BPUPKI.
Ia yang sebelumnya tak begitu mengenal Soekarno – Hatta, percaya dengan hari depan Republik baru ini.
Dua hari kemudian pada tanggal 20 Agustus 1945, Sultan mengirimkan kawat lagi yang dengan spontan ia mengatakan “ sanggup berdiri di belakang pimpinan mereka “. Kedua kawar itu diikuti oleh pernyataan yang sama dengan jalan yang sama dari Paku Alam.

Pada tanggal 5 September 1945, Sultan mengeluarkan amanat yang intinya Nyayogkarta Hadiningrat berbentuk kerajaan yang merupakan bagian dari Republik Indonesia dan memiliki hubungannya bersifat langsung dengan Pemerintah pusat serta bertanggung jawab terhadap Presiden RI.

Pemerintah Pusat juga mengirimkan piagam mengenai kedudukan Yogjakarta,
Kami Presiden Republik Indonesia menetapkan :

Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah ingkang kaping IX ing Ngayogyakarta Hadiningrat,pada kedudukannya dengan kepercayaan bahwa Sri Paduka Kanjeng Sultan akan mencurahkan segala pikiran,tenaga,jiwa dan raga untuk keselamatan daerah Yogyakarta sebagai bagian Republik Indonesia.

Jakarta 19 Agustus 1945
Presiden Republik Indonesia

Suatu keputusan yang tepat ketika Republik muda ini menghadapi ancaman musuh, ternyata Sultan danYogja menampilkan diri sebagai pendukung yang tangguh.
Pada tanggal 4 Januari 1946, di Stasiun Tugu Sultan sendiri menyambut pimpinan Republik yang mengungsi dan memindahkan ibu kota Pemerintahannya di Jogjakarta. Sejak itu Jogja menjadi kota revolusioner dengan gegap gempita perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Dukungan ini tidak setengah setengah. Ada beberapa bulan Sultan harus mengambil peti peti kerajaan yang berisi uang perak dan gulden untuk membayar gaji pegawai Pemerintahan. Juga menyediakan gedung gedung untuk administrasi pemerintahan negara muda ini.
Bung Hatta pernah mengatakan jumlah uang yang dikeluarkan Sultan mencapai 5 juta gulden, dan ia pernah menanyakan kepada Sultan, apakah perlu diganti. Sultan tak pernah menjawabnya sampai akhir hayatnya.

Apa jadinya Republik ini tanpa dukungan Kesultanan Jogja ? Sultan selalu menolak ajakan kerja sama dari Belanda saat pendudukan Agresi Militer. Kolonel Van Langen – Penguasa Militer Jogjakarta – selalu berhadapan dengan Raja Jawa yang cerdas, berwibawa dan tak mau berkompromi.
Tawaran untuk menjadikan Wali Super atau Raja atas wilayah seluruh Pulau Jawa dan Madura ditolaknya. Sama sekali tak ada keraguan untuk menyambut proklamasi dan menyatakan diri sebagai bagian dari Republik Indonesia.

Sultan seorang yang rendah hati bahkan ketika penguasa orde baru ingin meminggirkan perannya dalam proses Serangan umum 1 Maret 1949.
Waktu itu Pak Harto menginginkan posisi yang seimbang dalam Film “ Janur Kuning “, sewaktu pertemuan mereka di Prabuningratan sebelum serangan umum. Dengan memakai kursi yang sama. Padahal dalam situasi sebenarnya, dalam ruangan itu hanya satu kursi yang memiliki dua lengan disampingnya dan kursi kursi biasa tanpa lengan.
Kursi dengan lengan hanya untuk Raja. Sementara posisi Pak Harto dengan memakai pakaian abdi dalam harus duduk di kursi biasa.

“ Sudah biarkan jika itu maunya dia “ Sultan mengatakan kepada Sutradara filmnya ketika datang berkonsultasi.

Sultan sangat paham bahwa tradisi Jawa bisa seiring dengan dunia modern, sehingga ia berpendidikan barat masih nglakoni budaya tradisinya. Seperti bertemu Ratu Pantai Selatan yang ia panggil Eyang Rara Kidul.
“ Setelah menjalani ketentuan seperti puasa, saya bisa menemuinya. Pada jam 12 malam wajahnya cantik, tetapi semakin larut pagi, wajahnya semakin tua “.

Sultan juga seorang seniman yang menciptakan tarian Bedhaya Manten. Bahkan tarian Golek Menak ada campuran unsur Minangkabau dan Sunda. Ia memang seorang pluralis dan menghargai keanekaragaman bangsanya. Tak berlebihan, masa revolusi Jogja menampung pejuang pejuang dari seluruh negeri. Sahabat sahabat Sultan sendiri dari berbagai kalangan suku bangsa.

Apa yang membuat kedudukan Jogjakarta menjadi Istimewa selain kontribusinya dalam revolusi Kemerdekaan ? Pada dasarnya sesuai penjelasan pasal 18 UUD 45 di wilayah Indonesia terdapat 250 zelfbesturende land schappen seperti desa di Jawa, Bali, nagari di Minangkabau, dusun dan marga di Palembang, termasuk keraton.
Negara Republik Indonesia menghormati kedudukan kedudukan daerah Istimewa tersebut dan ingin menjaga keseimbangan politik atas wilayah yang dulu bernama Hindia Belanda.
Namun bahwa arus revolusi ternyata menggilas semua swapraja kecuali Kesultanan dan Pakualaman yang segera setelah proklamasi Kemerdekaan menyambut dan menyatakan diri sebagai bagian dari Republik Indonesia.

Selama revolusi fisik memang ada usaha untuk menghapus Kesultanan dan Pakualaman, tetapi tak pernah berhasil. Ini karena kedua pemegang kekuasaan swapraja sangat tanggap terhadap perubahan politik yang ditimbulkan oleh proklamasi Kemerdekaan. Kedua raja ini telah menempatkan sebagai ahli waris dari kerajaan terhormat yang sejak dahulu selalu mengadakan perlawanan terhadap penjajah.

Jadi apakah kita masih harus memperdebatkan status Daerah Istimewa yang dimiliki Yogjakarta ?



obama
Hebat memang Sri Sultan HB IX ini...tidak haus kekuasaan dan low profile. Hebatnya lagi beliau kan raja dan punya 'negara' sendiri lah yang udah bertahun-tahun berdiri, masih mau bergabung dengan RI dan menjadi bagian RI. Otomatis kewenangan beliau sebagai kepala negara hilang, cuma jadi kepala daerah istimewa, dan beliau ikhlas.
svnhvn
thanks bgt bro fidel.. gw aja baru tahu sejarahnya HB IX nih..
ken_the_12
tokoh yang patut diteladani...

tokoh yang memberi tanpa mau meminta

hanya satu kata... salut.
kaca negara
raja yang bersahabat dengan rakyatnya, kayak putranya yang sekarang juga merakyat banget, kadang-kadang muncul di angkringan di malioboro dan nongkrong bareng ama rakyatnya. saluut bwt raja jogja
badrunpki
keren2.. baru tau sayahh... spertinya pilkada di jogja ga bisa deh.. biarlah keraton yang urus jogja.. wong itu wilayahnya dari dulu.. rakyatnya pun spretinya setuju..
mondrian_em
Sri Sultan Seorang Yang Fenomenal dan Karismatik...
bulcomb
Thanks banget atas kisahnya...
lebih bagus lagi baca ini sambil dengar lagunya Kla...suasana Jogja.....
hamvee
bener-bener patut di teladani nih tokoh yang satu ini....

salut banget buat tokoh panutan kita yang ini.........
indonesianegaraku
Beliau sangat layak menjadi President RI

Karena beliau adalah orang yang meletakan kepentinga negara di atas kepentingan pribadi.
Kerelaan beliau untuk menjadi " bawahan" 2 orang president menjadi bukt
petoran17
Semoga didengarkan dan dipelajari oleh mereka yang bakal jadi pemimpin bangsa ini, yang kayaknya sementara ini terlupakan oleh bisingnya suara politik.
Semoga !
yudosyaf
sedikit sumbang cerita tentang HB IX.

bulan kemarin saya & istri jalan-jalan ke Jogja.
waktu kita jalan ke benteng vredeburg, kita dapat cerita dari guide tentang HB IX.....

waktu itu, peristiwa pertemputan SO 1 Maret.
Belanda menyerang jogja dari udara dengan bertubi-tubi.
Sultan HB IX saat itu sedang berdiri di ujung perempatan antara malioboro-alun-alun, di gedung BNI sekarang.
beliau dengan tenang memperhatikan pesawat belanda yang membormbardir areal itu. kemudian Pesawat itu memuntahkan sebuah bom.... Sultan yang sangat memnyayangi rakyatnya itu kemudian menuding bom yang jatuh dari pesawata dan mengarahkannya ke alun-alun utara kraton jogja.....

alhasil, bom jatuh di alun-alun...dan... tidak meledak......

waktu itu banyak rakyat yang menjadi saksi.
namun, sultan mengeluarkan titahnya "apa yang kalian lihat saat ini, hendaknya hanya menjadi cerita bagi anak cucu kalian, jangan pernah tertulis dalam sejarah...."


bukti kearifan seorang HB IX......

FYI :
kalau bluefamers jalan2 ke jogja, mampirlah ke museum benteng vredeburg.
minta ditemani guide, namanya pak Seno. orangnya gemuk agak pendek....
saya banyak diskusi sejarah dengan beliau & banyak kisah yang dapat bluefamers dapatkan....
aikbj
My sultan...my king...my hero....love u full SUltan IX
tanabang
Sri Sultan yang rendah hati, benar benar "Tahta Untuk Rakyat". coba pemimpin sekarang berkaca kepada kepemimpinan beliau, pasti kita akan lebih baik keadaannya saat ini.
The Legend
QUOTE (yudosyaf @ Dec 9 2008, 12:40 PM) *
FYI :
kalau bluefamers jalan2 ke jogja, mampirlah ke museum benteng vredeburg.
minta ditemani guide, namanya pak Seno. orangnya gemuk agak pendek....
saya banyak diskusi sejarah dengan beliau & banyak kisah yang dapat bluefamers dapatkan....

Thanks infonya bro, lama di jogja tp blm pernah mampir ke situ Tounge.gif

@TS
Nice Post, jd lbh tau tentang Sultan HB IX
kloeloer
thanks infonya bro....
Kehidupan sultan HB IX memang fenomenal, beliau memang tidak suka menonjolkan gelar Raja nya, ini yang patut di tiru untuk pemimpin dan anggota dewan kita yang terhormat. wink.gif wink.gif
badjob
yg aku denger sri sultan juga sering menjadi rakyat jelata guna mendengar apa saja keluhan2 yang ada di masyarakat yang di pimpinnya
masguruh
jarang skale ada raja yg kayak gini ya, bro...
ogodoto
Benar pemimpin yang patut dibanggakan rakyatnya, tidak akan lekang namanya. Dulu waktu prosesi pemakaman beliau, di skul gue banyak yang bilang ada bentuk kereta putih di langit seperti mengiringi prosesi pemakaman. Ada yang pernah dengar cerita sama?
Allelujah Haptism
QUOTE (The Legend @ Sep 4 2009, 02:50 AM) *
QUOTE (yudosyaf @ Dec 9 2008, 12:40 PM) *
FYI :
kalau bluefamers jalan2 ke jogja, mampirlah ke museum benteng vredeburg.
minta ditemani guide, namanya pak Seno. orangnya gemuk agak pendek....
saya banyak diskusi sejarah dengan beliau & banyak kisah yang dapat bluefamers dapatkan....

Thanks infonya bro, lama di jogja tp blm pernah mampir ke situ Tounge.gif

@TS
Nice Post, jd lbh tau tentang Sultan HB IX


Terus mau mampir kita? HeHe.gif Confused.gif

By The Way

Ini seharusnya menjadi refleksi untuk pemerintah kita yang sangat plin plan dan seperti undur undur ketika harus menetapkan keistimewaan Yogya BigGrin.gif

lah wong sudah jelas rakyat Yogya ini maunya apa... Pemerintah masi aja ngeyel... Heran, Mungkin semua yang di pusat sana sudah buta BigGrin.gif
Segho_Lover
wow..ternyata sangat luar biasa yah Sri Susuhunan ini...teladan yang sangat baik, mudah2an pemimpin n pejabat negeri ini bisa meniru apa yang dicontohkan sultan. yakinlah negara ini akan menjadi negara yang solid..
aangxxx
setuju sama TS, yg perlu diingat adalah " Pada tanggal 5 September 1945, Sultan mengeluarkan amanat yang intinya Nyayogkarta Hadiningrat berbentuk kerajaan yang merupakan bagian dari Republik Indonesia dan memiliki hubungannya bersifat langsung dengan Pemerintah pusat serta bertanggung jawab terhadap Presiden RI." artinya seluruh rakyat Yogya atas amanat pemimpinya (Sultan) setuju menyerahkan tidak hanya uang , tenaga, buat NKRI tetapi "SELURUHNYA" sewilayah wilayahnya bergabung, hal ini bisa dibayangkan "hebohnya" kaya kalau sekarang BRUNEI menyatakan bergabung dengan NKRI.
nah dari dahulu hingga sekarang rakyat yogya tidak keberatan karena mereka mengahargai dan menjaga amanat Sultan, kok sekarang "orang orang jakarta" mau utak atik.
a.fosha
Nice post brur! Raja Jogja, contoh pemimpin masa depan
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.