chansky69
Nov 30 2008, 10:38 AM
Anda tahu Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo? Dalam sejarah Republik Indonesia, SM Kartosoewirjo (atau ada juga yang menyingkatnya sebagai SMK) dikenal sebagai pemberontak negara karena memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) pada 7 Agustus 1949. Akhir hidupnya juga tragis, mati di hadapan regu tembak. Oleh karena itu, sampai saat ini orang lebih mengenalnya sebagai pemberontak. Padahal pada masa perjuangan kemerdekaan Kartosoewirjo adalah seorang aktivis, jurnalis, sekaligus ulama kharismatik. Ia juga merupakan anak didik sekaligus sekretaris Haji Oemar Said Tjokroaminoto, pentolan Sjarikat Islam.
Kartosoewirjo lahir di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada 7 Januari 1907. Ayahnya, Kartosoewirjo, berkedudukan sebagai Mantri candu di Pamotan, sebuah kota kecil di Rembang. Sebuah kedudukan penting bagi seorang pribumi di masa itu. Jabatan ayahnya ini membuat Kartosoewirjo kecil berkesempatan mengenyam pendidikan di HIS (Hollandsch-Inlandsche School) dan kemudian melanjutkan ke ELS (Europeesche Lagere School), dua sekolah elit khusus bagi anak Eropa dan indo-Eropa. Setamat dari ELS pada tahun 1923, Kartosoewirjo melanjutkan pendidikannya di Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS), sekolah kedokteran Belanda untuk pribumi di Surabaya.
Semasa kuliah di Surabaya inilah Kartosoewirjo banyak terlibat dalam organisasi pergerakan nasional seperti Jong Java dan Jong Islamieten Bond (JIB), dua organisasi pemuda yang berperan penting dalam Sumpah Pemuda 1928. Selain itu ia juga masuk Sjarikat Islam (SI) dan banyak dipengaruhi oleh pemikiran politik HOS Tjokroaminoto yang sangat mengangan-angankan berdirinya sebuah baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur (negeri yang makmur dan diridhoi Allah SWT). Ketika Sjarikat Islam berubah menjadi Partai Sjarikat Islam Hindia Timur (PSIHT), Kartosoewirjo dipercaya memegang jabatan sekretaris jenderal. Saat itu usianya masih sangat muda, baru 22 tahun.
Kartosoewirjo amat kritis. Ia banyak menulis kritikan baik bagi penguasa pribumi maupun pemerintah kolonial di Harian Fadjar Asia, surat kabar tempatnya bekerja sebagai wartawan dan beberapa saat kemudian diangkat sebagai redaktur. Ketika Jepang menguasai Hindia Timur, seluruh organisasi pergerakan dibubarkan. Jepang hanya memperbolehkan beberapa organisasi yang dianggap tidak membahayakan kedudukan Jepang. Oleh karena itu PSIHT dibubarkan dan berganti menjadi Madjlis Islam 'Alaa Indonesia (MIAI) pimpinan Wondoamiseno. Kala itu Kartosoewirjo menjabat sebagai sektretaris Majelis Baitul-Mal, organisasi di bawah MIAI.
Ketika Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, sebuah sumber menyatakan bahwa sebenarnya Kartosoewirjo sudah terlebih dahulu memproklamirkan kemerdekaan sebuah negara Islam. Namun atas pertimbangan kebangsaan dan kesatuan ia mencabut kembali proklamasi tersebut dan bersedia turut menegakkan Republik Indonesia dengan syarat umat Islam Indonesia diberi kesempatan untuk menjalankan syariat Islam. Hal ini sebagaimana tercantum dalam sila pertama Piagam Jakarta yang kemudian dihapus sehingga hanya menyisakan kalimat "Ketuhanan yang Maha Esa" saja.
Penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta tersebut merupakan awal retaknya hubungan Kartosoewirjo dan Soekarno, teman seperguruannya semasa masih dididik oleh HOS Tjokroaminoto. Keduanya memang menunjukkan sikap dan prinsip politik berbeda. Kartosoewirjo adalah seorang muslim taat yang mencita-citakan berdirinya negara berdasarkan syariat Islam, sedangkan Soekarno nasionalis sekuler yang lebih mementingkan persatuan dan kesatuan Indonesia dengan Pancasila-nya. Hal ini membuat Kartosoewirjo selalu berseberangan dengan pemerintah RI. Ia bahkan menolak jabatan menteri yang ditawarkan Perdana Menteri Amir Sjarifuddin.
Ketika wilayah Republik Indonesia hanya tinggal Yogyakarta dan beberapa karesidenan di Jawa Tengah sebagai hasil kesepakatan dalam Perjanjian Renville, Kartosoewirjo melihat peluang untuk mendirikan negara Islam yang dicita-citakannya. Maka iapun memprokamasikan Negara Islam Indonesia (NII) di Malangbong, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 7 Agustus 1949. Jawa Barat waktu itu merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Belanda, sehingga klaim sejarah yang menyatakan bahwa Kartosoewirjo merupakan pemberontak Republik Indonesia seharusnya dipelajari kembali.
27 Desember 1949 pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS) dibentuk sebagai hasil dari Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Dalam negara federasi yang diakui kedaulatannya oleh Kerajaan Belanda itu, Republik Indonesia di Yogyakarta merupakan salah satu dari 16 negara federal anggota RIS. Soekarno terpilih sebagai presiden RIS, sedangkan jabatan presiden RI diserahkan pada Mr. Asa'at. Terbentuknya RIS secara otomatis membenturkan NII dengan RIS karena Negara Pasundan bentukan Belanda yang menguasai wilayah Jawa Barat merupakan anggota federasi RIS. Konfrontasi memperebutkan Jawa Baratpun meletus. RIS merasa berhak atas Jawa Barat berdasarkan hasil KMB, sedangkan NII bersikeras mereka lebih berhak karena telah lebih dulu memproklamasikan diri sebelum dibentuknya Negara Pasundan dan RIS.
Perang NII-RIS berlangsung selama 13 tahun. Dalam masa 13 tahun itu RIS berubah bentuk menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Negara Pasundan menjadi provinsi Jawa Barat. Hal ini membuat NII semakin terpojok karena dengan bentuk baru RIS tersebut NII seperti negara dalam negara. Pada akhirnya tentara NKRI berhasil menghabisi perlawanan NII, ditandai dengan tertangkapnya SM Kartosoewirjo selaku Imam Besar (presiden) NII di wilayah Gunung Geber pada 4 Juni 1962. Mahkamah militer menyatakan Kartosoewirjo bersalah dan menjatuhkan hukuman mati. Mantan aktivis, jurnalis, sekaligus ulama kharismatik itupun menghembuskan napas terakhirnya di depan regu tembak NKRI pada September 1962.
Matinya Kartosoewirjo tidak membuat pemikiran politiknya ikut mati. Sampai saat ini masih banyak pengikut ideologi Kartosoewirjo yang bercita-cita kembali mewujudkan NII menggantikan RI, serta menegakkan syariat Islam di bumi Indonesia.
sumber:
jejak jihad sm kartosoewiryo (buku yang sempat/telah menghilang di peredaran)
penulis irfan s awwas
ghetooman
Nov 30 2008, 12:46 PM
Good story bro, at least bisa melihat sosok SM Kartosoewirjo dari sudut pandang lain.
QUOTE
Matinya Kartosoewirjo tidak membuat pemikiran politiknya ikut mati. Sampai saat ini masih banyak pengikut ideologi Kartosoewirjo yang bercita-cita kembali mewujudkan NII menggantikan RI, serta menegakkan syariat Islam di bumi Indonesia.
idealisme or cita2 boleh2 aja di perjuangkan asal dalam pelaksanaan perjuangan nya tersebut masih dalam batas2 humanisme. Jangan sampai meng-halal kan segala cara
ken_the_12
Nov 30 2008, 01:06 PM
numpang komen mas bos...
kalo aku pribadi, terlepas baik buruknya, beliau adalah salah satu anak pertiwi yang berusaha memberikan yang terbaik untuk tanah dan airnya.
nb: cuman sedikit menambahkan, kalo misalkan.... misalkan lho ini! seorang sukarno kongkalikong dengan seorang karto soewiryo untuk mendapatkan senjata bagi TNI. Sukarno kerjasama dengan USA. Karto soewiryo kerja sama dengan Soviet.... bagaimana mas bos??
ini misalkan lho... peace aja deh.
rijs
Nov 30 2008, 09:35 PM
menarik sekali kalau bisa dikupas lebih dalam mengenai latar belakang & strategi perjuangan yang dilaksanakan.
menurut gw, nii (or di/tii) memiliki momentum saat euforia 98, namun tdk ada satu tokoh yang (berani) konfrontasi langsung dgn pemerintah, hingga saat ini.
yg ada hanya komentar2 & demo2 sporadis & tidak terarah. itupun responsif terhadap satu isu (misal: 9/11, perang irak dll.) disinyalir partai2 yg semula mengklaim "pure" memperjuangkan cita2 ybs, satu per satu "digembosi" oleh partai2 lawas yg berkuasa.
anyways, angkat topi untuk perjuangan beliau, meski gw di pihak yg berseberangan ide.
nationalist-socialist..anyone?
(even my ol' buddy from kl called me "indon-chauvinist"

)
sang pemimpi
Dec 2 2008, 09:01 PM
aduu bingung . gue kira ntu profilnya mbah marijan . ckkc
jamboelz
Dec 3 2008, 09:41 AM
gw sealiran dgn elu brow, Socualistche Nation. he.he.he mang bangsa ini plg gampang di brain storming ye,kw.kw.kw.kw
Al Farabi
Dec 3 2008, 02:51 PM
menarik banget ya sebenarnya sejarah..selalu ada cerita dibalik peristiwa
benar dan salahnya lebih pada dari sudut mana kita memandang
hormat buat Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, seseorang yang dengan caranya sendiri berusaha membuat bangsa ini lebih baik lagi. tentang benar dan salahnya, biar Allah yang menilai
dapet info tambahan dari Guru sejarah gw dulu.
HOS Tjokroaminoto sebenarnya punya satu orang murid lagi, namaya MUSO, tokoh gerakan sayap kiri komunis di Indonesia.
jadi, murid 2 HOS Tjokroaminoto, satu jadi sayap kanan radikal, satu ada di garis tengah nasionalis, satu lagi beroperasi disayap kiri, radikal juga.
keongracun77
Dec 3 2008, 06:37 PM
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo itu setau gw keponakannnya dari tokoh komunis kawakan....namanya Mas Marco Kartodikromo...dia seorang jurnalis kiri...seorang marxist...
ridwanx
Dec 4 2008, 12:26 AM
Sangat disayangkan.... dia mati. seandainya dia bisa legowo aja mungkin banyak karya yang diterbitkan. tapi dia terlalu prinsipil dan keras... sehingga mati tragis.
ridwanx
Dec 4 2008, 12:37 AM
Sangat disayangkan.... dia mati. seandainya dia bisa legowo aja mungkin banyak karya yang diterbitkan. tapi dia terlalu prinsipil dan keras... sehingga mati tragis.
mondrian_em
Dec 7 2008, 12:13 AM
Seorang tokoh yang berani melawan kezhaliman pemerintahan sat itu...
art
Dec 22 2008, 07:39 PM
misal kartosuwiryo jadi temen che ernesto.g.pasti tambah seru tuh........................
rio_midnight
Dec 22 2008, 10:45 PM
iyaaaa kirain mbah maridjann..
hihihihihihi
anyway thx for share bro
ordinary man
Dec 25 2008, 06:42 PM
iya tuh ceritanya sama kaya cerita aki gw..
walaupun ga punya hubungan apa2 dengan Kartosuwiryo, beliau lebih suka menyebut Kartosuwiryo sebagai ulama ketimbang pemberontak.
tapi yg hebat H.O.S. Cokroaminoto, murid2 nya jadi org yg berpengaruh semua.
stupid newbie
Dec 25 2008, 08:52 PM
wah musti di pengadilan militer tu banyak anak buahnya belanda yah makanya isa ngejatuhin hukuman gitu
Lee Oskar
Dec 26 2008, 09:36 PM
yah bagitulah sejarah...
disebut pahlawan karena ikut melawan penjajah
disebut pemberontak karena melawan penguasa
so... tergantung dari sisi mana mau diliat
nice post bro... keep psoting dude
4mpat4mpat2dua
Jan 16 2009, 11:51 PM
one of the founding fathers
sangatcerdas
Jan 30 2009, 09:04 PM
ckckckck, katanya pemberontak tapi g ad buktiny, paling2 cm katanya(katanya buku sejarah itu juga katanya, kan bisa rekayasa). tapi yang paliing penting kelen tahu aj, NKRI, negara kafir republik indonesia. bukan negara islam kan, g isalm=kafir, berarti negara kafir, hukumnya hukum kafir, sapa yang rela taat=kafir. mau PKS kek ato ap, kiblatnya juga pancasila, bukan hukum islam. secara hukum, tindakan karto sah2 aj dengan proklamasiny(7/8/49). jelas2 pasukan RI lari meninggalkan wilayah jawa barat setelah renville. hanya pasukan karto yang mempertahankannya dan tidak dapat dikuasai belanda. kecewa dengan masa amir?jelas. juga karena perubahan pancasila butir pertama. klo melihat sejarah indonesia, sangat menyedihkan, perang g pernah menang, KMB itu penyerahan kekuasaan, berarti otomatis kemerdekaan indonesia pemberian belanda. meskipun ada PDRI di wilayah bukit tinggi, indonesia telah mengibarkan bendera putih di yogyakarta, presiden soekrarno telah ditangkap belanda, berarti kemerdekaan 17/8/45 telah tiada dan indonesia sekarang adalah indonesia KMB. KMB ada setelah proklamasi NII, secara legalitas setelah belanda mengakui kedaulatan indonesia indonesia menempati seluruh wilayah indonesia menurut KMB. Nah, pada saat itulah indonesia menduduki wilayah NII. pantaskah? pantaskah menduduki wilayah yang rakyatnya telah ditinggalkannya? dan yang terpenting telah menduduki negara NII yang sah dengan perjuangannya. soal perampokan,pembunuhan, bisa aj tentara indonesia memakai seragam TII dan melakukan fitnah. Netral aj bro. asli NKRi ni cacat.. diperoleh dengan mencuri, rekayasa, tanpa kemenangan. Soal NII, masih ada orang2nya g y . . . . BTW, yang dapat proklamasi tuh darimana?jgn2 loe TII y? Gw hack, trus laporin ahh...
Cerita gw keren kan =))
sangatcerdas
Jan 30 2009, 09:07 PM
ckckckck, katanya pemberontak tapi g ad buktiny, paling2 cm katanya(katanya buku sejarah itu juga katanya, kan bisa rekayasa). tapi yang paliing penting kelen tahu aj, NKRI, negara kafir republik indonesia. bukan negara islam kan, g isalm=kafir, berarti negara kafir, hukumnya hukum kafir, sapa yang rela taat=kafir. mau PKS kek ato ap, kiblatnya juga pancasila, bukan hukum islam. secara hukum, tindakan karto sah2 aj dengan proklamasiny(7/8/49). jelas2 pasukan RI lari meninggalkan wilayah jawa barat setelah renville. hanya pasukan karto yang mempertahankannya dan tidak dapat dikuasai belanda. kecewa dengan masa amir?jelas. juga karena perubahan pancasila butir pertama. klo melihat sejarah indonesia, sangat menyedihkan, perang g pernah menang, KMB itu penyerahan kekuasaan, berarti otomatis kemerdekaan indonesia pemberian belanda. meskipun ada PDRI di wilayah bukit tinggi, indonesia telah mengibarkan bendera putih di yogyakarta, presiden soekrarno telah ditangkap belanda, berarti kemerdekaan 17/8/45 telah tiada dan indonesia sekarang adalah indonesia KMB. KMB ada setelah proklamasi NII, secara legalitas setelah belanda mengakui kedaulatan indonesia indonesia menempati seluruh wilayah indonesia menurut KMB. Nah, pada saat itulah indonesia menduduki wilayah NII. pantaskah? pantaskah menduduki wilayah yang rakyatnya telah ditinggalkannya? dan yang terpenting telah menduduki negara NII yang sah dengan perjuangannya. soal perampokan,pembunuhan, bisa aj tentara indonesia memakai seragam TII dan melakukan fitnah. Netral aj bro. asli NKRi ni cacat.. diperoleh dengan mencuri, rekayasa, tanpa kemenangan. Soal NII, masih ada orang2nya g y . . . . BTW, yang dapat proklamasi tuh darimana?jgn2 loe TII y? Gw hack, trus laporin ahh...
Cerita gw keren kan =))
adjadtea
Feb 1 2009, 01:01 AM
kakek Kartosuwiryo...kakak ipar dari kakek (.alm) gw...
ada yg lainnya ga bro...kayak cerita ttg zaenal abidin (tangan kanan kartosuwiryo, masih sepupu kakek gw), proses penangkapan Kartosuwiryo, orang-orang di militer masa itu yg masih satu keluarga dengan Kartosuwiryo.
kalo lo teliti lagi, pasti bingung (teori konspirasi layak dikedepankan nih).
kata bokap (.alm) gw, markas divisi siliwangi dulu di tasikmalaya bukan di bandung.
divisi siliwangi markasnya di Tasikmalaya...
Kartosuwiryo membentuk DI/TII di Tasikmalaya juga.
kenapa ada pemberontakan di deket markas sendiri ga bisa ditumpas dengan cepat? malah sampe lebih dari 10thn.
ntar itu semua ada hubungannya dengan kenapa namanya divisi Siliwangi?
siapa yg ngasih nama Siliwangi?
Siapa yg menyatukan berbagai divisi di Jabar&jakarta menjadi satu Divisi Siliwangi?
kenapa markas pertamanya di Tasikmalaya?
jangan lupa satu faktor lagi, pada saat itu pergesekan tentara ex-KNIL, ex-Peta, ex-laskar hisbulloh di divisi siliwangi gede bgt.
kalo pada tahu pasti lo semua kaget...salah satu penyebab susah ditangkapnya kartosuwiryo karena byk sodara-sodara Kartosuwiryo yg ada di militer. mereka ingin menghentikan, tapi tanpa kekerasan. tapi kenyataanya ga bisa bro...
sayang gw ga bisa cerita (versi keluarga gw) semua...byk yg gw dah lupa dan gw pikir ga boleh diceritakan, menyangkut nama baik org2 militer semasa kakek gw, yg sekarang nama-namanya ditulis di buku.
byk bgt cerita yg ga bener yg ditulis ahli sejarah ttg DI/TII (termasuk penyusupan orang-orang jahat dan merah ke DI/TII), pdhl ga sedikit pengorbanan dan hal-hal yg udah mereka lakukan selama masa penjajahan Jepang & revolusi 45.
tapi yg jelas smuanya hanyalah politik, termasuk sejarah adalah politik...tergantung dari sisi mana kita melihatnya, gimana cara menulisnya dan siapa penguasanya.
thanx bro...atas artikelnya...gw seneng bgt ada yg bisa melihat dari sisi yg berbeda...
wongjowo87
Feb 6 2009, 12:54 AM
Ikut ngasih komen yaw
Bener2 kontroversial bgt sejarah kita. Tapi dari smua yg diuraikan disini, saya jadi sedikit buruk sangka (maaf) pada pemerintahan Soekarno.
1. Kenapa tidak tercatat adanya campur tangan bangsa asing dlm masalah ini?
2. Apakah ini politik belanda u/ memecah belah bangsa guna menghancurkan DI/TII karena belanda sendiri tak sanggup melawan DI/TII?
3. TNI ada sekitar th. 1940 an (maaf krn tdk tau sejarah). Trus yg berjuang sebelum TNI siapa? (Di buku sih ditulis rakyat yg bertempur, tapi apa mungkin rakyat biasa bisa berperang tanpa adanya badan organisasi yang mengatur)
4. Apa mungkin org2 DI/TII sekarang masih ada? Kalo masih ada, apa masih lurus seperti waktu masih ada SMK? kan kita tau kalo masa tanpa pemimpin seperti ayam kehilangan induk.
Sekian, mohon dijelasin atas ketidak pahaman saya, maklum ga tau sejarah. Waktu sekolah aja tidur mulu di jam sejarah.
threecom
Mar 10 2009, 10:28 PM
SEKARMADJI MARIJAN KARTO SOEWIRYO
Tokoh yang satu ini, menurut berbagai pandangan masyarakat bangsa Indonesia saat ini adalah seorang pemberontak. Citranya sebagai "pemberontak", terlihat ketika dirinya berusaha menjadikan negara Indonesia menjadi sebuah Negara Islam. Namun sangatlah aneh, perjuangan yang dilakukannya itu justru mendapat sambutan yang luar biasa dari daerah-daerah lain di Indonesia, seperti di Jawa Tengah, di Sulawesi Selatan, di Kalimantan, dan di Aceh.
Timbul satu pertanyaan, benarkah dia itu penjahat perang sebagaimana yang dinyatakan oleh pemerintah? Atau mungkin ini sebuah penilaian yang sangat subjektif dari pemerintah yang ingin berusaha melanggengkan kekuasaan tiraninya terhadap rakyat Indonesia. Sehingga diketahui, pemerintah sendiri ketika selesai menjatuhkan vonis hukuman mati terhadapnya, tidak memberitahukan sedikit pun keterangan kepada pihak keluarganya di mana pusaranya berada.
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo demikian nama lengkap dari Kartosoewirjo, dilahirkan 7 Januari 1907 di Cepu, sebuah kota kecil antara Blora dan Bojonegoro yang menjadi daerah perbatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah. Kota Cepu ini menjadi tempat di mana budaya Jawa bagian timur dan bagian tengah bertemu dalam suatu garis budaya yang unik.
Ayahnya, yang bernama Kartosoewirjo, bekerja sebagai mantri pada kantor yang mengkoordinasikan para penjual candu di kota kecil Pamotan, dekat Rembang. Pada masa itu mantri candu sederajat dengan jabatan Sekretaris Distrik. Dalam posisi inilah, ayah Kartosoewirjo mempunyai kedudukan yang cukup penting sebagai seorang pribumi saat itu, menimbulkan pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan garis sejarah anaknya. Kartosoewirjo pun kemudian mengikuti tali pengaruh ini hingga pada usia remajanya.
Dengan kedudukan istimewa orang tuanya serta makin mapannya "gerakan pencerahan Indonesia" ketika itu, Kartosoewirjo dibesarkan dan berkembang. Ia terasuh di bawah sistem rasional Barat yang mulai dicangkokkan Belanda di tanah jajahan Hindia. Suasana politis ini juga mewarnai pola asuh orang tuanya yang berusaha menghidupkan suasana kehidupan keluarga yang liberal. Masing-masing anggota keluarganya mengembangkan visi dan arah pemikirannya ke berbagai orientasi. Ia mempunyai seorang kakak perempuan yang tinggal di Surakarta pada tahun 50-an yang hidup dengan penuh keguyuban, dan seorang kakak laki-laki yang memimpin Serikat Buruh Kereta Api pada tahun 20-an, ketika di Indonesia terbentuk berbagai Serikat Buruh.
Pada tahun 1911, saat para aktivis ramai-ramai mendirikan organisasi, saat itu Kartosoewirjo berusia enam tahun dan masuk Sekolah ISTK (Inlandsche School der Tweede Klasse) atau Sekolah "kelas dua" untuk kaum Bumiputra di Pamotan. Empat tahun kemudian, ia melanjutkan sekolah ke HIS (Hollandsch-Inlandsche School) di Rembang. Tahun 1919 ketika orang tuanya pindah ke Bojonegoro, mereka memasukkan Kartosoewirjo ke sekolah ELS (Europeesche Lagere School). Bagi seorang putra "pribumi", HIS dan ELS merupakan sekolah elite. Hanya dengan kecerdasan dan bakat yang khusus yang dimiliki Kartosoewirjo maka dia bisa masuk sekolah yang direncanakan sebagai lembaga pendidikan untuk orang Eropa dan kalangan masyarakat Indo-Eropa.
Semasa remajanya di Bojonegoro inilah Kartosoewirjo mendapatkan pendidikan agama dari seorang tokoh bernama Notodihardjo yang menjadi "guru" agamanya. Dia adalah tokoh Islam modern yang mengikuti Muhammadiyah. Tidak berlebihan ketika itu, Notodihardjo sendiri kemudian menanamkan banyak aspek kemodernan Islam ke dalam alam pikir Kartosoewirjo. Pemikiran-pemikirannya sangat mempengaruhi bagaimana Kartosoewirjo bersikap dalam merespon ajaran-ajaran agama Islam. Dalam masa-masa yang bisa kita sebut sebagai the formative age-nya.
Pada tahun 1923, setelah menamatkan sekolah di ELS, Kartosoewirjo pergi ke Surabaya melanjutkan studinya pada Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS), Sekolah Kedokteran Belanda untuk Pribumi. Pada saat kuliah inilah (l926) ia terlibat dengan banyak aktivitas organisasi pergerakan nasionalisme Indonesia di Surabaya.
Selama kuliah Kartosoewirjo mulai berkenalan dengan pemikiran-pemikiran Islam. Ia mulai "mengaji" secara serius. Saking seriusnya, ia kemudian begitu "terasuki" oleh shibghatullah sehingga ia kemudian menjadi Islam minded. Semua aktivitasnya kemudian hanya untuk mempelajari Islam semata dan berbuat untuk Islam saja. Dia pun kemudian sering meninggalkan aktivitas kuliah dan menjadi tidak begitu peduli dengan ilmu-ilmu yang diajarkan oleh sekolah Belanda, tentunya setelah ia mengkaji dan membaca banyak buku-buku dari berbagai disiplin ilmu, dari kedokteran hingga ilmu-ilmu sosial dan politik.
Dengan modal ilmu-ilmu pengetahuan yang tidak sedikit itu, ditambah ia juga memasuki organisasi politik Sjarikat Islam di bawah pimpinan Haji Oemar Said Tjokroaminoto. Pemikiran-pemikiran Tjokroaminoto banyak mempengaruhi sikap, tindakan dan orientasi Kartosuwirjo. Maka setahun kemudian, dia dikeluarkan dari sekolah karena dituduh menjadi aktivis politik, dan didapati memiliki sejumlah buku sosialis dan komunis yang diperoleh dari pamannya yaitu Marko Kartodikromo, seorang wartawan dan sastrawan yang cukup terkenal pada zamannya. Sekolah tempat ia menimba ilmu tidak berani menuduhnya karena "terasuki" ilmu-ilmu Islam, melainkan dituduh "komunis" karena memang ideologi ini sering dipandang sebagai ideologi yang akan membahayakan. Padahal ideologi Islamlah yang sangat berbahaya bagi penguasa yang zhalim. Tidaklah mengherankan, kalau Kartosuwirjo nantinya tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kesadaran politik sekaligus memiliki integritas keislaman yang tinggi. Ia adalah seorang ulama besar, bahkan kalau kita baca tulisan-tulisannya, kita pasti akan mengakuinya sebagai seorang ulama terbesar di Asia Tenggara.
Aktivitas Kartosoewirjo
Semenjak tahun 1923, dia sudah aktif dalam gerakan kepemudaan, di antaranya gerakan pemuda Jong Java. Kemudian pada tahun 1925, ketika anggota-anggota Jong Java yang lebih mengutamakan cita-cita keislamannya mendirikan Jong Islamieten Bond (JIB). Kartosoewirjo pun pindah ke organisasi ini karena sikap pemihakannya kepada agamanya. Melalui dua organisasi inilah kemudian membawa dia menjadi salah satu pelaku sejarah gerakan pemuda yang sangat terkenal, "Sumpah Pemuda".
Selain bertugas sebagai sekretaris umum PSIHT (Partij Sjarikat Islam Hindia Timur), Kartosoewirjo pun bekerja sebagai wartawan di koran harian Fadjar Asia. Semula ia sebagai korektor, kemudian diangkat menjadi reporter. Pada tahun 1929, dalam usianya yang relatif muda sekitar 22 tahun, Kartosoewirjo telah menjadi redaktur harian Fadjar Asia. Dalam kapasitasnya sebagai redaktur, mulailah dia menerbitkan berbagai artikel yang isinya banyak sekali kritikan-kritikan, baik kepada penguasa pribumi maupun penjajah Belanda.
Ketika dalam perjalanan tugasnya itu dia pergi ke Malangbong. Di sana bertemu dengan pemimpin PSIHT setempat yang terkenal bernama Ajengan Ardiwisastera. Di sana pulalah dia berkenalan dengan Siti Dewi Kalsum putri Ajengan Ardiwisastera, yang kemudian dinikahinya pada bulan April tahun 1929. Perkawinan yang sakinah ini kemudian dikarunia dua belas anak, tiga yang terakhir lahir di hutan-hutan belantara Jawa Barat. Begitu banyaknya pengalaman telah menghantarkan dirinya sebagai aktor intelektual dalam kancah pergerakan nasional.
Pada tahun 1943, ketika Jepang berkuasa di Indonesia, Kartosoewirjo kembali aktif di bidang politik, yang sempat terhenti. Dia masuk sebuah organisasi kesejahteraan dari MIAI (Madjlis Islam 'Alaa Indonesia) di bawah pimpinan Wondoamiseno, sekaligus menjadi sekretaris dalam Majelis Baitul-Mal pada organisasi tersebut.
Dalam masa pendudukan Jepang ini, dia pun memfungsikan kembali lembaga Suffah yang pernah dia bentuk. Namun kali ini lebih banyak memberikan pendidikan kemiliteran karena saat itu Jepang telah membuka pendidikan militernya. Kemudian siswa yang menerima latihan kemiliteran di Institut Suffah itu akhirnya memasuki salah satu organisasi gerilya Islam yang utama sesudah perang, Hizbullah dan Sabilillah, yang nantinya menjadi inti Tentara Islam Indonesia di Jawa Barat.
Pada bulan Agustus 1945 menjelang berakhirnya kekuasaan Jepang di Indonesia, Kartosoewirjo yang disertai tentara Hizbullah berada di Jakarta. Dia juga telah mengetahui kekalahan Jepang dari sekutu, bahkan dia mempunyai rencana: kinilah saatnya rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, merebut kemerdekaannya dari tangan penjajah. Sesungguhnya dia telah memproklamasikan kemerdekaan pada bulan Agustus 1945. Tetapi proklamasinya ditarik kembali sesudah ada pernyataan kemerdekaan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta. Untuk sementara waktu dia tetap loyal kepada Republik dan menerima dasar "sekuler"-nya.
Namun sejak kemerdekaan RI diproklamasikan (17 Agustus 1945), kaum nasionalis sekulerlah yang memegang tampuk kekuasaan negara dan berusaha menerapkan prinsip-prinsip kenegaraan modern yang sekuler. Semenjak itu kalangan nasionalis Islam tersingkir secara sistematis dan hingga akhir 70-an kalangan Islam berada di luar negara. Dari sinilah dimulainya pertentangan serius antara kalangan Islam dan kaum nasionalis sekuler. Karena kaum nasionalis sekuler mulai secara efektif memegang kekuasaan negara, maka pertentangan ini untuk selanjutnya dapat disebut sebagai pertentangan antara Islam dan negara.
Situasi yang kacau akibat agresi militer kedua Belanda, apalagi dengan ditandatanganinya perjanjian Renville antara pemerintah Republik dengan Belanda. Di mana pada perjanjian tersebut berisi antara lain gencatan senjata dan pengakuan garis demarkasi van Mook. Sementara pemerintah RI harus mengakui kedaulatan Belanda atas Indonesia, maka menjadi pil pahit bagi Republik. Tempat-tempat penting yang strategis bagi pasukannya di daerah-daerah yang dikuasai pasukan Belanda harus dikosongkan, dan semua pasukan harus ditarik mundur --atau "kabur" dalam istilah orang-orang DI-- ke Jawa Tengah. Karena persetujuan ini, Tentara Republik resmi dalam Jawa Barat, Divisi Siliwangi, mematuhi ketentuan-ketentuannya. Soekarno menyebut "kaburnya" TNI ini dengan memakai istilah Islam, "hijrah". Dengan sebutan ini dia menipu jutaan rakyat Muslim. Namun berbeda dengan pasukan gerilyawan Hizbullah dan Sabilillah, bagian yang cukup besar dari kedua organisasi gerilya Jawa Barat, menolak untuk mematuhinya. Hizbullah dan Sabilillah lebih tahu apa makna "hijrah" itu.
Pada tahun 1949 Indonesia mengalami suatu perubahan politik besar-besaran. Pada saat Jawa Barat mengalami kekosongan kekuasaan, maka ketika itu terjadilah sebuah proklamasi Negara Islam di Nusantara, sebuah negeri al-Jumhuriyah Indonesia yang kelak kemudian dikenal sebagai ad-Daulatul Islamiyah atau Darul Islam atau Negara Islam Indonesia yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai DI/TII. DI/TII di dalam sejarah Indonesia sering disebut para pengamat yang fobi dengan Negara Islam sebagai "Islam muncul dalam wajah yang tegang." Bahkan, peristiwa ini dimanipulasi sebagai sebuah "pemberontakan". Kalaupun peristiwa ini disebut sebagai sebuah "pemberontakan", maka ia bukanlah sebuah pemberontakan biasa. Ia merupakan sebuah perjuangan suci anti-kezhaliman yang terbesar di dunia di awal abad ke-20 ini. "Pemberontakan" bersenjata yang sempat menguras habis logistik angkatan perang Republik Indonesia ini bukanlah pemberontakan kecil, bukan pula pemberontakan yang bersifat regional, bukan "pemberontakan" yang muncul karena sakit hati atau kekecewaan politik lainnya, melainkan karena sebuah "cita-cita", sebuah "mimpi" yang diilhami oleh ajaran-ajaran Islam yang lurus.
Akhirnya, perjuangan panjang Kartosoewirjo selama 13 tahun pupus setelah Kartosoewirjo sendiri tertangkap. Pengadilan Mahadper, 16 Agustur l962, menyatakan bahwa perjuangan suci Kartosoewirjo dalam menegakkan Negara Islam Indonesia itu adalah sebuah "pemberontakan". Hukuman mati kemudian diberikan kepada mujahid Kartosoewirjo.
Tentang kisah wafatnya Kartosoewirjo, ternyata Soekarno dan A.H. Nasution cukup menyadari bahwa Kartosoewirjo adalah tokoh besar yang bahkan jika wafat pun akan terus dirindukan umat. Maka mereka dengan segala konspirasinya, didukung Umar Wirahadikusuma, berusaha menyembunyikan rencana jahat mereka ketika mengeksekusi Imam Negara Islam ini.
Sekalipun jasad beliau telah tiada dan tidak diketahui di mana pusaranya berada karena alasan-alasan tertentu dari pemerintahan Soekarno, tapi jiwa dan perjuangannya akan tetap hidup sepanjang masa. Sejarah Indonesia telah mencatat walaupun dimanipulasi dan sekarang bertambah lagi dengan darah mujahid Asy-syahid S.M. Kartosoewirjo. HARI INI KAMI MENGHORMATIMU, HARI INI JUGA KAMI MENAPAKI JEJAK-JEJAKMU! Insya Allah. Itulah makna dari firman Allah: "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu mati); bahkan sebenarnya mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya". (QS. 2:154).
jaka_horny
Mar 11 2009, 02:50 PM
orang2 NII, yang lurus, sampe sekarang masih ada dan tetap eksis di bawah tanah...
tapi bukan KW IX punya Abu Toto yah... itu mah bentukan intel dan partai berkuasa masa ORBA untuk memecah belah umat dan menjelekkan citra NII...
NII semenjak peninggalan SMK terpecah menjadi beberapa faksi, salah satunya adalah Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba'asyir, yang kemudian membentuk MMI...
jadi, NII yang istiqomah dan ikhlas masih ada... tapi yang terkenal justru NII 'rampok' yang dipimpin Abu Toto, tanpa pernah tersentuh oleh hukum... why???
jaka_horny
Mar 11 2009, 02:51 PM
1. ESTAPETA PERJUANGAN NEGARA ISLAM INDONESIA HINGGA SAAT INI
Tanggal 12 dan 13 Pebruari 1948 merupakan tonggak perjuangan penegakan kekhalifahan (kedaulatan) kerajaan allah di mukabumi pasca tumbangnya kekhalifaan turki utsmani,dengan berkumpulnya kurang lebih 362 orang ulama di cisayong yang di kenal dengan “ KONGRES CISAYONG” dan memutuskan 7 program perjuangan (TAHAPAN JIHAD) di Indonesia :
1) Mendidik rakyat agar cocok menjadi warga negara islam
2) Memberikan penerangan bahwa Islam tidak bisa di menangkan dengan Flebisit.
3) Membentuk daerah basis.
4) Memproklamasikan berdirinya NII .
5) Memperkuat NII kedalam dan keluar, kedalam: Memberlakukan Hukum Islam dengan
seluas-luasnya dan sesempurna-sempurnanya. keluar: Meneguhkan identitas
internasionalnya,sehingga mampu berdiri swejajar dengan negara lain.
6) Membanntu perjuangan muslim dinegara negara lain,sehingga mereka segera bisa
melaksanakaan wajib sucinya,sebagai hamba Allah yang menegakan hukum Alloh di bumi
Alloh.
7) Bersama negarag–negara Islam yang lain,membentuk Dewan Imamah Dunia untuk
memilih seorang kholifah,dan tegaklah KHILAFAH di muka bumi.
2. ESTAPETA KEPEMIMPINAN NEGARA ISLAM INDONESIA HINGGA SAAT INI
Mengingat kondisi riil NII dalam keadaan sebagaimana termaktub diatas maka perjalanan estafeta kepemimpinan NII guna meng-estafetakan perjuangan (Qs. 3:144) sehingga mencapai sasaran ideal berdasarkan penjelasan proklamasi No.5 poin a,b,c,d disesuaikan dengan 4 parameter (landasan) yang ada, guna menghindari timbulnya perpecahan dan penafsiran yang salah terhadap kondisi Negara yang ada. 4 landasan tersebut adalah :
1. Landasan Idiil (syar’i)
1). Berdasarkan Al Qur’an
Menurut Al Qur’an bahwa syarat orang boleh diangkat menjadi wali/amir/imam/kholifah adalah harus memenuhi syarat umum dan syarat khusus.
a. Syarat umum, berdasarkan QS.Al Maidah : 55 “Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)”.
b. Syarat khusus, berdasarkan QS.An Nisa : 89 “Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong (Wali) kamu hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong”
Jadi syarat khususnya adalah orang tersebut telah hijrah. Orang yang telah hijrah akan mempunyai beberapa sikap dalam perbuatannya, antara lain:
- Furqon (QS.8/41)
- Asyidda u ‘alal kuffar (QS.48/29)
- Jangan cenderung Terhadap mereka (QS.13/113)
- Jangan duduk bersama mereka (QS.4/140)
- Teliti terhadap mereka (QS.49/7)
- Perangilah mereka (QS.9/16)
- Ruhama-u Bainahum (QS.48/29)
jaka_horny
Mar 11 2009, 02:52 PM
2) Berdasarkan Hadits Shoheh
Nabi bersabda :
Artinya: “Apabila satu amanah diserahkan kepada bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya”.
2. Landasan Konstitusional
Landasan konstitusional tentang kepemimpinan didalam Negara Islam Indonesia adalah Qonun Asasy
Legalitas pengangkatan Imam dalam Negara Islam Indonesia ada dua cara yaitu :
1. Dengan jalan musyawarah Majelis Syuro, apabila dalam keadaan de facto. Perhatikan
Qonun Azasy Bab 14 pasal 12 ayat 2 yang berbunyi: Imam dipilih oleh majelis syuro dengan suara paling sedikit 2/3 dari seluruh anggota.
Yang dimaksud dengan majelis syuro ialah majelis syuro yang riil, bukan hanya sekedar pengakuan sebagai majelis syuro dan Negaranya pun sudah menguasai wilayah secara de facto. Sedangkan dalam Darurat Perang saat ini belum ada majelis syuro atau parlemen, sebab sidang parlement itu harus jelas bukan sembunyi-sembunyi. Melainkan harus diketahui oleh semua kalangan sehingga kemudian hari tidak ada lagi yang bisa mengadakan Majelis syuro tandingan. Berbeda dengan keadaan wilayah yang belum dikuasai NII maka banyak yang mengatasnamakan Majelis Syuro dengan anggota yang sembarangan anggota, yakni yang pengangkatannya tidak bersumber dari Qonun Asazy.
Adapun pada waktu Imam awal (SM Kartosoewirjo) diangkat oleh syuro (musyawarah), maka syuro itu sebelum proklamasi NII atau sebelum adanya Qonun Asasy?. Lebih dari 400 ulama pada waktu itu melakukan syura dalam wilayah yang dikuasai. Selanjutnya dibuatlah Qonun Asazy, disitu dikatakan dalam bab dua pasal 4 ayat 1 : Majelis Syuro terdiri atas wakil-wakil rakyat ditambah dengan utusan-utusan golongan menurut ditetapkan dengan undang-undang.
Jadi, yang dimaksud Majelis Syuro dalam hal itu ialah wakil rakyat ditambah dengan utusan golongan yang siap membela tegaknya NII dengan bukti secara idzhar (terus terang). Sebab, bila sekedar dalam pengakuan, maka semua pun bisa menjadi anggota Majelis Syuro, dan kaum thoghut juga bisa mengaku sebagai anggotanya. Kalau Majelis Syuro boleh sekedar mengaku sedangkan NII-nya belum de facto maka akan kacau, nanti akan ada lagi yang membentuk Majelis Syuro dengan dalih belum ada Majelis Syuro atau belum ada Imam, sehingga bisa terjadi berkali-kali musyawarah mengangkat Imam menurut masing-masing kelompoknya. Hal demikian sudah terjadi berulang kali, karena tidak memiliki nilai perundang-undangan dari NII, sehingga terus saja mereka berkata bersatu. Ya, bagaimana bisa mempersatukan mujahid dalam NII, jika alat pemersatunya (Undang-undang NII) ditinggalkan. Sedangkan yang disebut Negara itu tidak lepas dari Undang-undangnya. Harus dicamkan bahwa Negara stabil, artinya tidak pecah karena memiliki Undang-undang . Sedangkan pemerintah labil, karena sebagian figurnya menyeleweng dari perundang-undangnya. Jadi, yang pecah itu ialah orang-orangnya, bukan negaranya.
2. Pengangkatan Imam itu dilakukan oleh Dewan Imamah, bila masih dalam Darurat Perang. Jadi, dalam NII ini bahwa pengangkatan Imam tidak mutlak oleh Majelis Syuro, melainkan tergantung situasi dan kondisinya, sesuai dengan Maklumat Komandeman Tertinggi No.11 tahun 1959 dalam PDB (Pedoman Darma Bakti). Sebelum dikemukakan bunyi maklumat tersebut, terlebih dulu perhatikan contoh dari Rosul SAW sewaktu menghadapi Perang Mu’tah yang pertama. Rosulullah SAW mengumumkan pengangkatan Zaid bin Haritsah sebagai Panglima Perang. Kemudian juga sederetan nama calon pengganti Panglima Perang sebagai estafetanya, sehingga apabila pimpinan itu syahid tidak perlu musyawarah calon yang tercantum dalam maklumat itu masih ada. Dalam maklumat itu disebutkan, bahwa apabila Zaid bin haritsah gugur, maka tampilah Ja’far bin Abi Thalib memegang komando. Jika Ja’far bin Abi Thalib gugur maka diganti Abdullah bin Rawahah. Jika Abdullah bin Rawahah gugur maka pimpinan diserahkan kepada ummat (musyawarah). Kenyataannya terjadi, selagi Abdullah bin rawahah yakni orang yang tercantum dalam maklummat itu masih ada, maka tidak diadakan musyawarah. Jika para mujahid NII bertafakur mengapa hal ini terjadi, tentu sebagai sunnah bisa terjadi pada NII, beda dalam versi; sama dalam substansi. Dari itu sungguh ironis bila ada mujahid yang menyepelekan MKT No.11 1959 mengenai estafeta Imam. Memang, ada yang berkata, itukan untuk Panglima Perang, bukan untuk pusat. Tetapi, perhatikan bahwa Panglima Perang pusat pada waktu itu adalah Rosululloh SAW, masa ia mengangkat lagi Panglima Perang pusat sedangkan Nabi itu masih ada. Dengan demikian yang merupakan sunnah dalam hal pengangkatan pemimpin itu bukan dari soal pusat atau bukan, tetapi dari hal nilai legalitasnya.
Selanjutnya perhatikan Bab XV Perubahan Qonun Asazy Pasal 34 dalam hal cara berputarnya roda Pemerintahan. Ayat 1; Pada umumnya roda pemerintahan NII berjalan menurut dasar yang ditetapkan dalam Qonun Asazy, dan sesuai dengan pasal 3 dari Qonun Asazy, sementara belum ada parlement(Majelis Syuro), segala undang-undang ditetapkan oleh Dewan Imamah dalam bentuk maklummat-maklummat yang ditandai oleh Imam. Dari bunyi Undang-undang tersebut itu dapat dipahami bahwa dalam Qonun Asazy ada istilah Majelis Syuro bukan berarti Majelis Syuro harus selalu ada, melainkan tergantung situasi dan kondisi. Dengan demikian musyawarah pangangkatan imam bisa dilakukan oleh Dewan Imamah, sehingga para anggota yang bermusyawarahnya pun bisa sedikit dan jelas tidak mesti dari semua wilayah Indonesia, melainkan bisa mengikuti situasi dan kondisi NII. Hal demikian tidak bertentangan dengan sunnah Nabi SAW dan sunnah Khulafaur Rasyidin. Sabda Nabi SAW: “Hendaklah kamu sekalian berpegang teguh sunnahku dan sunnah khalifah-khalifah yang sama mengikuti petunjuk yang benar.” (H.R.Abu Daud)
jaka_horny
Mar 11 2009, 02:53 PM
3. Landasan Oprasional
1) PDB (Pedoman Darma Bakti)
Salah satu Undang-undang yang ditetapkan oleh Dewan Imamah dalam bentuk maklummat yang ditandatangani oleh Imam yaitu yang tercantum dalam MKT No.11, tahun 1959 mengenai estafeta Imam NII dalam Darurat Perang ialah :
“K.P.S.I. dipimpin langsung Imam –Plim. T.APNII. Jika satu dan hal lain, ia berhalangan menunaikan tugasnya, maka ditunjuk dan diangkatnyalah seorang Panglima Perang selaku penggantinya, dengan purbawisesa penuh.”
“Calon pengganti Panglima Perang Pusat ini diambil dari dan diantara Anggota-anggota KT termasuk dalamnya KSU dan KUKT atau dari dan diantara Panglima Perang yang kedudukannya setaraf dengan kedudukan anggota-anggota KT, termasuk didalamnya KSU dan KUKT, yang kedudukannya dianggap setaraf dengan kedudukan anggota-anggota KT.”
Bila diperhatikan bahwa Anggota Komandemen Tertinggi (AKT) sebelum tahun 1962 adalah tidak banyak. Atau setaraf dengan AKT seperti halnya KUKT, itu hanya satu. Juga KSU hanya satu. Bahkan sejak tertawannya Imam S.M. Kartosoewirjo tahun 1962 keadaannya semrawut sehingga pada waktu itu banyak Mujahid yang kebingungan, apakah ada kelanjutannya. Sebab, pada waktu itu secara keseluruhan NII, banyak yang menganggapnya hancur lebur, tampak diantara yang sebelumnya sebagai AKT sudah banyak yang berganti baju, menyerahkan senjata kepada musuh, kemudian menandatangani pertanyaan menyesal, dan mencaci maki NII serta menyatakan setia kepada Pemerintah RI dengan pancasilanya. Terlepas dari soal hati mereka, hal demikian telah menimbulkan kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap sebagian bekas Panglima TII. Dan lumrah bila sebagian Mujahid putus hubungan.
Hal ini dikuatkan dengan amanat Assyahid Imam S.M Karrtosoewiryo dalam Penjelasan 3 : Ancer-ancer MKT No.11 tahun 1959 “Ikutilah zaman, yang beredar secepat kilat kejarlah waktu, dan janganlah biarkan waktu mengejar-ngejar kita! Gunakanlah setiap saat dan detik untuk menunaikan perang mentegakkan Kalimatillah, dalam bentuk dan sifat apa dan manapun! Ketahuilah! Sekali lampau, ia tidak berulang kembali! Songsonglah kedatangan kembali Imam Plm.T.dengan realisasi M.K.T Nomor 11 ini! Tunjukkanlah bukti patuh setiamu kepada Allah! Kepada Rosululloh SAW.! Dan kepada ulil amrimu, Ulil Amri Islam, tegasnya : Imam-Plm.T.! Itulah jalan Jihad Fi Sabilillah, satu-satunya Sirathal-Mustaqim!”.
ghilman
Mar 13 2009, 08:49 PM
RM Kartosuwiryo adalah sosok yang dimanipulasi. GUa inget pelajaran SMP dulu. RM Kartosuwiryo katanya orangnya suka menghasut hingga didukung oleh seluruh provinsi yang dihasudnya. Jelas pernyataan itu GAK MASUK AKAL. Bayangin aja. Masa' sih seluru Indonesia mendukung dia kecuali hanya TNI dan Soekarno cs. Bahkan BUng Hatta pun tidak mau ikut campur tangan dan tidak mendukung sebelah pihak. Kalau Bung Hatta saat itu bukan mantan presiden, dia pasti udah dukung RMK. Makanya, salah satu faktor perpecahan Hatta dan SUkarno ya itu dia si RMK.
Lagi pula Islam sejak zaman dahulu telah mengukir dalam-dalam perjuangan. Perang Jihad Diponegoro karena mendukung keyakinan Islamnya. Teuku Umar dan Cut Nyak DIen yang terkenal pembelaannya atas MAsjid Aceh. Jendral SUdirman seorang santri Muhammadiyah yang sangat merepotkan Belanda. Bung Tomo yang terkenal pidatonya "Allahuakbar" dan mendirikan organisasi Jihad.
Sudah begitu besarnya jasa Ummat Muslim, wajarlah kalau ummat Muslim ingin mendirikan Negara Islam Indonesia. Bayangin kalau sejak dulu Indonesia Republik Islam, budaya barat yang kini telah menghancurkan moral bangsa pasti gak ada dan gak pernah ada. Dan ekonomi negara pun sudah tentu membaik karena tak ada sistem bunga bank dan ada ajaran Zakat. Duh.. Andaikan saja...
udinputrakelana
Jul 10 2009, 04:32 PM
biarkan dia meninggal dengan idealismenya dan keyakinan yang dianutnya tapi sejara harus dijabarkan jelas siapa itu Smk{kartosuwiryo} kebenar sejara indonesia masih kabur..........
metalhead
Oct 4 2009, 12:27 AM
wallahu alam
nice_peeniz
Oct 6 2009, 03:53 PM
Ahhhh... gwa percaya Republik Indonesia sekarang adalah yg paling ideal, emang yg hidup d tanah Indonesia ini cuman orang Islam, lha yg non muslim gmn??apa mau dilempar ke laut semua, justru orang2 pendukung Katroksuwiryo itu yang sekarang jd antek2 teroris yang mau2nya dibodohin ama teroris dr malingsia!!
puspadua
Oct 7 2009, 09:45 AM
salut BOS .. cerita bapak gua ... anak buahnya Kartosuwiryo itu ... sering datang kekampung-kampung dan nyiksa BANGSA-NYA sendiri ....... kakek gue juga katanya pernah di ganggu ma Anak buahnya SMK ..... Bokap gua lebih menenalnya GOROMBOLAN .........
Azeir Lonewolf
Oct 7 2009, 11:23 AM
cerita yang menabjubkan... namun mana yg benar dan mana yang salah kita tidak tahu, karena aku tidak ada saat SMK masih hidup....
Segho_Lover
Oct 11 2009, 08:52 AM
hmm..sebenarnya apapun tujuan sebuah politik/gerakan, asal tidak merugikan rakyat!
kita ga usah munafik, kalo kehidupan kita terganggu dari segi ekonomi, keamanan dan kenyamanan pasti kita gerah juga kan? jadi memang kita (gw) sebagai rakyat taunya cuma makan, dapet duit, hidup aman, and 1 lg bisa buka Bluefame
aangxxx
Oct 15 2009, 08:56 AM
@bro : adjadtea padahal mah tulis ajah sesuai dengan cerita yg anda tangkap, kadang2 sejarah khan frame2 yg terpisah2 dan berusah disatukan, nanti khan ketahuan susunan yg benarnya. (bahasa Parto OVJ : benang merah)
@sangat cerdas : kalau mengikuti logika anda DI/TII berhak menduduki tanah pasunndan karena sudah ditinggalkan TNI , harusnya lebih berhak Belanda karena secara teritory lebih luas dari DI/TII penguasaanya, lebih punya pemerintahan yg terstruktur.dan juga supaya sesuai dengan alasan karena menguasai tanah pasundan namanya jangan DI/TII tapi DI/TIP (masa hanya menguasai pasundan namanya pake Indonesia).
nah ketika belanda mengakui kemerdekaan Indonesia, Belanda mengakui TNI bukan DI/TII karena pemerintahan yg diakui pemerintahan yg memegang kekuasaan TNI. itu saja bro
@rijs : great bro gw juga bersebarangan idealisme dengan Pak Maridjan cs, tetapi sifat anti penjajahannya tetap bagus, satu lagi saya juga bersebrangan dengan idelisme anda
Amphithe4ter
Oct 18 2009, 07:36 PM
QUOTE (puspadua @ Oct 7 2009, 09:45 AM)

salut BOS .. cerita bapak gua ... anak buahnya Kartosuwiryo itu ... sering datang kekampung-kampung dan nyiksa BANGSA-NYA sendiri ....... kakek gue juga katanya pernah di ganggu ma Anak buahnya SMK ..... Bokap gua lebih menenalnya GOROMBOLAN .........
Menurut pengamatan gw, kelompok yang sering menyiksa itu bukan dari kelompok SMK.
Boleh jadi kelompok perusuh ini adalah kelompok "lain" yang dikirimkan sengaja untuk merusak citra pasukannya SMK.
Hal ini gw simpulkan setelah menyimak uraian panjang dari Bang jaka_horny tentang konsep, idealisme, pergerakannya SMK
Spunkers
Oct 24 2009, 01:02 PM
Logis jug Gan paparan-nya,cuma bukti2 realnya perlu dicari tau lagi tuch...
kayak Bung Tomo yg juga kontra dg Soekarno Cs
Sampe Skrg pun makam-nya gk jelas...
kalo dilihat dari ideologi perjuanganya sama juga dgn Beliau (Karto -red)
merchanto
Oct 24 2009, 02:03 PM
memang pantas untuk hukuman itu karena asas tunggal kita pancasila titik.
sxl
Oct 24 2009, 02:52 PM
gw baru tau Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo tnyata 1 kmpung ma nyokap gw..hehehe
financebbs
Oct 24 2009, 02:55 PM
info yang menarik, kalo ga salah sisa idealisme-nya masih ada
yudha_nugrah
Oct 24 2009, 03:52 PM
guy's yang jelas di dunia ini sejarah itu bisa ditulis oleh pemenang perang....penguasa....titik.
yang jelas pasukan hizbullah indonesia sudah sangat berjasa dalam perang melawan penjajah.
banyangin aja klo pasukan darul islam ga ada pada masa itu mana ada pasukan EX KNIL sama EX PETA bisa menang lawan penjajah?
lah wong KNIL ma PETA kan bentukan penjajah...
jaman sukarno pasukan muslim darul islam diberangus dengan cara licik lewat konspirasi dibilang pemberontak harus ditumpas,
Tuhan adil, makanya jg diganjar dengan kondisi serupa. pemerintahannya tumbang jg dgn di kospirasi...
dan seterusnya bakal seperti itu cba aja lihat sekarang negara ko amburadul kaya gni...
hanya bsa berharap suatu saat nanti indonesia bisa di pimpin oleh ulil amri yg taat sama Allah, bisa bimbing umat nya. jd negara aman ga banyak musibah bencana.. amin
ndazeapik
Oct 26 2009, 11:41 PM
Kalo di teliti lagi dari awal banyak sejarah negara kita ini diselewengken tapi itu semua kan menurut cerita dari banyak sumber?Sedangkan belum tentu sumber tersebut dapat dipercaya serta melihat sendiri kejadian itu.......???
Sekedar saran yang penting kita mengerti serta mengetahui sejarah negara kita sendiri itu juga cerita buat anak cucu kita nanti agar jangan sampai terjadi di generasi berikut ok Bro...???
jammilla
Oct 27 2009, 03:55 PM
memang umat islam adalah umat yg bisa mengalah, tapi disalah artikan dan selanjutnya ditindas dari masa ke masa wajarlah orang2 yg lurus adalah sorga balasannya dari pada orang yg menjual akhiratnya untuk kepentingan dunia.
fharezio
Oct 29 2009, 11:32 PM

nice post....