Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Amphibious Ship
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Academia > Science and Technology > Human Engineering
jojo8228
LCAC (Landing Craft, Air Cushioned)


Designation: LCAC (Landing Craft, Air Cushioned)
Classification Type: Air Cushioned Landing Craft / Hovercraft
Ship Class: LCAC
Country of Origin: United States
Initial Year of Service: 1986
Number in Class: 91




Landing Craft, Air Cushioned (LCAC) adalah kelas kapal hovercraft/kapal bantalan udara yang digunakan sebagai kapal pendaratan oleh AL AS dan Pasukan Pertahanan-Diri Maritim Jepang (JMSDF). Kapal ini mengangkut sistem senjata, peralatan, kargo dan personel elemen serang Pasukan Marinir dan Darat baik dari kapal ke pantai dan menyeberangi pantai.

Desain dan Pengembengan

Konsep dan desain LCAC dimulai pada awal 1970an dengan dibuatnya kapal uji AALC (Amphibious Assault Landing Craft) skala penuh. Selama masa pengembangan lanjut, dua purwarupa dibuat. JEFF A didesain dan dibuat oleh Aero Jet General di California, dengan empat propeller. JEFF B dikembangkan oleh Bell Aerospace di New Orleans, Louisiana, dengan dua propeller di bagian belakang yang sama seperti milik hovercraft SK-10. Kedua purwarupa ini menunjukkan keberhasilan desain dan akhirnya memungkinkan untuk diproduksi. JEFF B akhirnya dipilih untuk produksi masal.

LCAC pertama dikirim untuk AL AS pada 1984 dan Kemampuan Operasi Awal (IOC) di capai pada 1986. Persetujuan untuk produksi penuh diputuskan pada 1987. Setelah 15 produksi awal, kontrak kompetitif diberikan untuk dua perusahaan, Textron Marine & Land Systems (TMLS) (New Orleans) dan Avondale Gulfport Marine. TMLS akhirnya dipilih untuk memperoduksi sisa LCAC. Total 91 LCAC telah dibuat hingga saat ini. LCAC terakhir dikirim ke AL AS pada 2001. Kapal ini beroperasi di bawah program Program Service Life Extension.

Kapal ini dioperasikan dengan lima awak. Sebagai tambahan untuk pendaratan pantai, LCAC dapat digunakan untuk transport personel, pendukung evakuasi, pembuka jalur, operasi penyapuan ranjau, dan pengiriman peralatan perang Marinir dan Persenjataan Khusus. Empat mesin utama semuanya digunakan untuk mengangkat dan untuk propulsi utama. LCAC model pengangkut dapat mengangkut 180 pasukan bersenjata lengkap. Kapasitas kargonya 1.809 kaki persegi. Level kebisingan dan debu sangat tinggi dalam pengoperasian LCAC.




LCAC Jepang

Enam LCAC digunakan oleh Pasukan Pertahanan-Diri Maritim Jepang. Persetujuan penjualan diberikan oleh Pemerintah AS pada 8 April 1994. Kapal-kapal ini dibuat oleh Textron Marine & Land Systems.

LCAC Korea Selatan

LCAC Solgae secara umum identik dengan LCAC milik AS, tetapi dikembangkan tanpa konsultasi. Kecepatan tanpa beban sekitar 65 knot. Daya angkut maksimalnya 120 ton. Kapal pertama (611 Solgae) diluncurkan pada Oktober 1989 di Masan.

Specifications: LCAC (Landing Craft, Air Cushioned)

Dimensions:
Length: 87.9ft (26.79m)
Beam: 47ft (14.33m)
Draught: 0ft (0.00m)

Performance:
Surface Speed: 40kts (46mph)
Range: 370miles (595km)

Structure:
Complement: 5
Suface Displacement: 87tons

Power:
Engine(s): 4 x Allied-Signal TF-40B gasoline turbines developing 16,000hp; 4 x Vericor Power Systems ETF-40B gasoline turbines.

Weapons Suite:
2 x 12.7mm M2HB machine guns OR 2 x 40mm Mk-19 Mod3 automatic grenade launchers OR 2 x M60 general purpose machine guns.


Akan ada update lagi.....
Yok berpartisipasi posting... tapi cintai bahasa nasional ya...weheheheh

Peace All smile.gifsmile.gif
jojo8228
PACV (Patrol Air Cushion Vehicle) / PAC VEE / Monster

Designation: PACV (Patrol Air Cushion Vehicle) / PAC VEE / Monster
Classification Type: Air Cushioned Patrol Boat / Hovercraft
Ship Class: PACV
Country of Origin: United States
Initial Year of Service: 1965
Number in Class: 6




PACV adalah singkatan untuk Patrol Air Cushion Vehicle milik AL AS, biasanya disebut “PAC-V” atau hovercraft.

PACV milik AL AS didasarkan pada SRN.5 / SK-5 yang didesain Inggris, diadaptasikan untuk keperluan militer pada 1965. SRN.6 adalah versi yang lebih besar, juga digunakan di negara lain untuk keperluan militer. Tiga dibeli AL AS untuk operasi darurat di Perang Vietnam. Setelah satu periode awak AL AS menggunakan PACV keluar markasnya di Coronado, California, keputusan diambil untuk memakainya di laut San Diego.

PACV pertama kali digunakan pada 1966 ke Vietnam. Kadang disebut dengan “Pac Vees”, mereka dilengkapi dengan sebuah senapan mesin kaliber 50 yang terpasang di platform yang dapat diputar di bagian depan, senapan mesin M60 yang terpasang di samping, dan sering kali senapan mesin M60 yang beroperasi dengan remote control atau launcher granat di bagian belakangnya. Sebagai tambahan, awak dan seringnya Baret Hijau dan ARVN Ranger AD AS, yang mengendarai di panel samping dipersenjatai dengan persenjataan ringan seperti M16, launcher granat M79, berbagai jenis senapan, pistol 45, M60, “claymore” (semacam pedang) dan granat. Selama operasi pertama PACV di Vietnam beberapa lapis baja ringan dipasang di hovercraft untuk menambah proteksi terhadap kapal dari tembakan musuh.

PACV sukses dalam banyak misi di Delta Mekong, Cat Lo, Plain of Reeds di luar Moc Hoa, dalam operasi awal mereka.

AL AS menarik PACV mereka untuk pemeriksaan pada Desember 1976-Januari 1967 dan dioperasikan ulang ke Vietnam pada akhir 1967. Angkatan bersenjata AS membuat versi PACVnya sendiri pada 1967 dengan beberapa modifikasi AL dari fase eksperimental pada 1966, disebut sebagai ACV (Air Cushion Vehicle). Selama seluruh Perang Vietnam, hanya tiga PACV AL dan 3 PACV AD AS yang dioperasikan.

PACV terlalu berisik untuk patroli dan misi pencegatan di garis pantai dan saluran air. Akan tetapi, setelah "Operation Quai Vat" (dalam bahasa Vietnam berarti monster, julukan untuk PACV dari Vietkong), PACV menunjukkan kekuatan besar dan kemampuannya di daerah berawa seperti Plain of Reeds di sepanjang perbatasan Vietnam-Kamboja.




Peace All smile.gifsmile.gif
jojo8228
Amphibious assault ship






Sebuah kapal serang amfibi (juga disebut sebagai kapal induk serang amfibi atau kapal induk komando) adalah jenis kapal induk pengangkut helikopter, yang digunakan untuk mendaratkan dan mendukung pasukan darat di wilayah musuh.

Meskipun sering menyerupai kapal induk, peran sebuah kapal serang amfibi berbeda secara fundamental: fasilitas penerbangannya memiliki peranan utama untuk pengoperasian helikopter sebagai pendukung pasukan darat, daripada untuk pesawat tempur. Namun, mereka mampu beroperasi dengan peran sebagai kontrol-laut, mengoperasikan pesawat tempur seperti Harrier dan helikopter ASW. Sebagian besar kapal ini juga dapat membawa atau mendukung kapal; seperti air-cushioned landing craft atau LCU.

Armada terbesar kapal jenis ini dioperasikan oleh AL Amerika Serikat, termasuk kelas Tarawa dari 1970-an dan kapal yang lebih baru dan besar kapal kelas Wasp yang mulai beroperasi pada tahun 1989. Kapal serang amfibi juga dioperasikan oleh Marinir Nasional Perancis, AL Republik Korea, Armada española Spanyol, dan AL Royal Inggris.


Sejarah

Dua bangsa yang telah membuat pengembangan jauh di depan selama abad terakhir adalah Amerika Serikat dan Inggris. Dari serangan besar Perang Dunia II sampai serangan baru di Semenanjung Al-Faw di Irak, kedua negara telah berada di garis terdepan pengembangan kapal serang amfibi.


World War II

Pada Perang Dunia II di, kapal induk pengawal sering mengawal kapal yang mendarat dan kapal pembawa tentara selama penyerangan suatu pulau. Dalam perannya ini, mereka akan memberikan perlindungan udara untuk pasukan di permukaan yang secara bersamaan menjadi penyerang awal di daerah pantai dalam operasi pendaratan peralatan tempur amfibi. Kadang-kadang mereka bahkan menjadi pengawal kapal induk yang besar, berperan sebagai airstrips darurat dan memberikan perlindungan bagi kapal induk besar ketika kapal induk besar ini sedang sibuk menyiapkan atau melakukan pengisian bahan bakar ulang bagi pesawat-pesawatnya. Selain itu, mereka juga mengirimkan pesawat terbang dan suku cadangnya dari Amerika Serikat ke pulau-pulau terpencil.


Post-World War II

Walaupun semua kemajuan yang telah terlihat selama Perang Dunia II, masih ada keterbatasan mendasar dalam jenis pantai yang cocok untuk penyerangan. Pantai harus relatif bebas hambatan, dan memiliki pasang surut dan lerengan yang cocok. Namun, perkembangan helikopter mengubah perhitungan dan kekurangan secara fundamental. Penggunaan helikopter pertama untuk kapal serang amfibi dilakukan selama invasi Anglo-Perancis-Israel dari Mesir pada tahun 1956 (Suez War). Dua armada kapal induk kecil Inggris, HM Ocean dan Theseus, telah diubah dengan cepat untuk membawa pasukan dan helikopter, dan digunakan untuk melakukan serangan udara seukuran-batalyon.

Teknik tersebut dikembangkan lebih lanjut oleh pasukan Amerika selama Perang Vietnam dan selama pengembangan pelatihan tempur. Serangan amfibi modern dapat dilakukan di hampir setiap sudut pantai, yang membuat pertahanan terhadap serangan mereka menjadi sulit.

Kapal serang amfibi paling awal dikonversi dari kapal induk kecil. Dua kapal induk kecil kelas Colossus dimodifikasi untuk digunakan dalam Perang Suez, AL Royal Inggris memedifikasi kapal induk kelas centaur, Albion dan Bulwark menjadi "Kapal Induk Komando" selama tahun 1950-an. Kapal sekelasnya HMS Hermes juga dikonversi menjadi Kapal Induk Komando pada awal tahun 1970-an, tetapi dikembalikan lagi menjadi kapal induk sebelum akhir tahun 1970-an. AL Amerika Serikat menggunakan tiga kapal induk kelas Essex; USS Boxer, Princeton, dan Valley Forge, dan kapal induk pengawal kelas Casablanca; USS Thetis Bay sebagai dasar armada kapal serang amfibi, sebelum membuat lima kapal kelas Iwo jima kapal khusus untuk peran Helikopter Platform Pendaratan (Landing Platform Helikopter).

Selanjutnya kapal serang amfibi dibuat untuk peran tersebut. Amerika Serikat Navy membuat kelas Tarawa yang terdiri dari lima kapal Landing Helicopter Assault yang mulai beroperasi dari akhir tahun 1970-an, dan kelas Wasp yang terdiri dari delapan kapal Landing Helicopter Dock, yang mulai beroperasi pada tahun 1989. AL Amerika Serikat juga merancang kelas kapal serang baru: kapal kelas America pertama diperkirakan akan mulai beroperasi pada tahun 2013.

Kapal pertama Inggris yang dibuat khusus untuk peran kapal serang amfibi adalah HMS Ocean, yang beroperasi untuk AL Royal Inggris mulai tahun 1998. Negara-negara lain telah membuat kapal serang amfibi; Perancis: kelas Mistral, Korea Selatan: ROKS Dokdo, dan Spanyol: Juan Carlos I (L61); semuanya masih aktif, sedangkan Australia berencana untuk membuat dua kapal kelas Canberrra berdasarkan desain Spanyol



Design

Karena berasal warisan kapal induk, semua desain kapal serang amfibi menyerupai desain kapal induk. Dek penerbangan digunakan untuk operasi helikopter mendaratkan pasukan dan perlengkapan, dan untuk operasi “Jump Jet” Harrier untuk memberikan dukungan operasi pendaratan. Pesawat STOL (Short Take-Off and Landing) seperti OV-10 kadang-kadang dapat beroperasi di kapal jenis ini dan mampu melakukan STOL (Lepas Landas dan Mendarat dengan jarak Pendek) di dek kapal amfibi besar tanpa memerlukan ketapel atau kawat “penangkap”, walaupun untuk alasan keselamatan pengoperasian pesawat ini tidak diperbolehkan. Kapal ini juga membawa davits (semacam derek/katrol) yang terpasang di dek atau sebuah Landing juga dilakukan, baik pada deck-mount davits, atau well-deck internal (semacam hangar).




List of types
•Landing Helicopter Assault (LHA)
oTarawa class
oAmerica class
•Landing Helicopter Dock (LHD)
oWasp class
oMistral class
oDokdo class
oJuan Carlos I
•Landing Platform Helicopter (LPH)
oIwo Jima class
oHMS Ocean

Navies currently operating
France
•Marine Nationale
oMistral class - LHD
Mistral (L9013)
Tonnerre (L9014)
Republic of Korea
•Republic of Korea Navy
oDokdo class - ROKS Dokdo - LHD
Spain
•Spanish Navy
oJuan Carlos I (L61) - LHD
United Kingdom
•Royal Navy
oHMS Ocean (L12) - LPH
United States
•United States Navy
oWasp class - LHD
USS Wasp (LHD-1)
USS Essex (LHD-2)
USS Kearsarge (LHD-3)
USS Boxer (LHD-4)
USS Bataan (LHD-5)
USS Bonhomme Richard (LHD-6)
USS Iwo Jima (LHD-7)
USS Makin Island (LHD-8)
oTarawa class - LHA
USS Tarawa (LHA-1)
USS Nassau (LHA-4)
USS Peleliu (LHA-5)
oAmerica class - LHA
USS America (LHA-6) (under construction)

Peace All smile.gifsmile.gif
jojo8228
Mistral class amphibious assault ship



Kapal kelas Mistral merupakan kelas untuk dua kapal serang amfibi milik Perancis Navy. Disebut sebagai "kapal proyeksi dan komando" (bâtiments de projection et de commandement or BPC), sebuah kapal berkelas Mistral mampu membawa dan meluncurkan 16 NH90 atau Helikopter Tigre, empat kapal tongkang pendaratan, hingga 70 kendaraan termasuk 13 tank Leclerc, atau 40 batalyon tank Leclerc, dan 450 prajurit. Kapalnya dilengkapi dengan 69 tempat tidur rumah sakit, dan mampu beroperasi sebagai bagian dari NATO Response Force, atau dengan PBB dan Uni Eropa untuk memelihara perdamaian.

Dua kapal dari kelas ini beroperasi untuk AL Perancis: Mistral dan Tonnerre. Kapal ketiga akan dipesan pada tahun 2009 dan kapal keempat mungkin juga akan dibangun.


Sejarah

French doctrine of amphibious operations in 1997

Pada tahun 1997, DCN mulai studi untuk kapal intervensi polyvalent (bâtiment d’intervention polyvalent atau BIP). Pada saat yang sama, doktrin Perancis untuk operasi amfibi sedang berkembang dan ditetapkan sebagai CNOA CNOA (Concept national des opérations amphibies, "Desain Nasional untuk Operasi Amfibi").. BIP bertujuan untuk memperbaharui dan meningkatkan kemampuan amfibi AL Perancis, yang pada saat itu terdiri dari dua kapal kelas Foudre dan dua kapal kelas Ouragan,kapal platform pendaratan.

CNOA bertujuan untuk menegaskan AL Perancis agar memiliki kemampuan untuk melakukan serangan amphibious, penarikan pasukan, demonstrasi, dan penggerebegan. Hal ini akan memungkinkan AL Perancis untuk berintegrasi dalam kerangka doktrin yang telah ditetapkan oleh NATO, Allied Tactical Publication n° 8B (ATP8) dan Inisiatif amfibi Eropa. Sementara CNOA memprioritaskan pada kemampuan aviasi, selain itu juga dianjurkan untuk meningkatan jumlah kendaraan dan personil yang dapat diangkut dan diluncurkan; diharapkan dengan kekuatan pasukan yang terdiri dari empat grup tempur (1.400 personil, 280 kendaraan, dan 30 helikopter), yang dapat beroperasi secara otomatis selama 10 hari, hingga 100 kilometer (62 mil) ke dalam wilayah musuh dari pantai, di mana saja di dunia. Seperti halnya operasi gabungan dengan pasukan NATO dan Uni Eropa, setiap kapal usulan harus mampu untuk melakukan operasi gabungan dengan brigade Troupes de Marine (Pasukan Marinir Perancis) dari AD Perancis.


Evolusi Konsep

Studi untuk Kapal Intervensi Polyvalent ((Bâtiment d’intervention polyvalent, BIP) dimulai selama waktu dimana industri pertahanan telah mempersiapkan untuk menjalani restrukturisasi dan integrasi. BIP dimaksudkan untuk menjadi modular, desain yang dapat diskala yang dapat tersedia untuk berbagai negara Uni Eropa dan dibangun secara bersama-sama, tetapi isu-isu politik yang berkaitan dengan pengerjaan dan repartisi kontrak menyebabkan integrasi bangsa Eropa dengan para ahli kelautan gagal, dan proyek BIP kembali hanya menjadi kekhawatiran Perancis.

Pada tahun 1997, sejumlah desain kapal umum yang disebut Nouveau transport de chalands de débarquement (NTCD), yang berdasarkan pada desain Kapal Induk Nuklir Helikopter PH 75 yang dibatalkan. Desain terbesarnya yaitu BIP-19, yang kemudian menjadi dasar bagi desain kelas Mistral. Desain BIP-19 mempunyai panjang dek 190 meter (620 kaki), dengan beam 26,5 meter (87 kaki), draught 6,5 meter (21 kaki), dan berat 19.000 ton; dimensi yang memenuhi persyaratan dari konsep NTCD. Tiga desain kapal yang lebih kecil jugadiungkapkan, berdasarkan versi skala-lebih kecil dari BIP-19 dan dengan beam 23 meter (75 kaki): BIP-13 (13.000 ton, 151 meter (500 ft)), BIP - 10 (10000 ton, 125 meter (410 ft)), dan BIP-8 (8.000 ton, 102 meter (330 ft)). BIP-8 menggabungkan fitur dari kapal transport amfibi Italia kelas San Giorgio, tetapi memiliki hangar helikopter.

Pada tahap desain, konsep NTCD memiliki sebuah lift pesawat di bagian kiri (seperti kelas Tarawa), satu di samping kanan, satu di pusat dek penerbangan, dan satu lagi di depan struktur “island”. Lift-lift ini kemudian dikurangi jumlahnya dan dipindahkan lokasinya: lift utama yang tadinya berada di bagian kanan kemudian dipindahkan ke tengah, dan lift pelengkap berada di belakang “island”. Konsep gambar dan keterangan yang dibuat oleh Direction des Constructions Navales (DCN), salah satu dari dua perusahaan pembuat kapal yang terlibat dalam proyek, mempunyai beberapa fitur seperti kapal induk, termasuk ski-ramp untuk pesawat STOBAR (memungkinkan pengoperasian AV-8B Harrier II dan F-35 Lightning II-B), empat atau lima area pendaratan helikopter (salah satu diantaranya lebih diperkuat untuk mengakomodasi helikopter V-22 Osprey atau CH-53E Super Stallion), dan sebuah dek untuk mengakomodasi sebuah kapal pendarat jenis Sabre, atau 2 buah hovercraft LCAC. Sebuah evaluasi dari Senat Perancis menyimpulkan bahwa pesawat STOBAR berada di luar lingkup CNOA, yang memerlukan modifikasi pada desain.

NTCD diubah namanya menjadi Porte-hélicoptères d’intervention (PHI, untuk "intervention helicopter carrier") pada bulan Desember 2001, sebelum akhirnya bernama Bâtiment de projection et de commandement (BPC) untuk menegaskan aspek amfibi dan komando dari konsep.


Desain dan Konstruksi

Pada Euronaval 1998, Prancis mengkonfirmasikan bahwa mereka berencana untuk membuat sejumlah kapal berdasarkan konsep BIP-19. Namun, pembuatan dua kapal Mistral (L9013) dan Tonnerre (L9014), tidak diterima sampai 8 Desember 2000. Sebuah kontrak untuk konstruksi telah diterbitkan pada tanggal 22 Desember, dan setelah menerima persetujuan dari otoritas pembelian publik (Union des groupements d'achats publics, UGAP) pada 13 Juli 2001, kontrak diberikan pada Direction des Constructions Navales (DCN) dan Chantiers de l ' Atlantique pada akhir Juli. Sebuah tim desain engineering didirikan di Saint-Nazaire pada bulan September 2001, dan berikut konsultasi antara DCA dan delegasi Délégation Générale pour l'Armement (General Delegation for Ordnance, DGA) mulai belajar dan beradaptasi dengan desain BIP-19. Secara paralel, konsep umum telah disempurnakan oleh DGA, DCN, Kepala Staff Pertahanan dan Chantiers de l'Atlantique. Selama proses desain dan validasi, sebuah model berskala 1/120 dibuat dan diuji dalam “terowongan angin”, terlihat bahwa dalam crosswinds kuat, dengan ketinggian kapal dan superstruktur yang panjang mengakibatkan turbulensi di sepanjang dek penerbangan. Desain diubah untuk meminimalkan efek ini dan memberikan kondisi yang lebih baik untuk pengoperasian helikopter.

Kapal akan dibangun di berbagai tempat dalam dua komponen besar dan beberapa komponen kecil, yang akan disatukan ketika tahap penyelesaian. DCN, yang ditunjuk sebagai kepala konstruksi dan bertanggung jawab atas 60% konstruksi dan 55% waktu kerja, merakit mesin di Lorient, sistem tempur di Toulon, dan bagian belakang kapal, termasuk superstruktur “island” di Brest. Chantiers de l'Atlantique mengkonstruksi bagian depan dari masing-masing kapal di Saint-Nazaire, dan bertanggung jawab untuk mengirimnya ke DCN di Brest untuk perakitan akhir. Perusahaan lain yang terlibat dalam konstruksi ini: beberapa pekerjaan konstruksi di-outsourcing-kan ke Stocznia Remontowa de Gdańsk, sementara Thales membuat sistem radar dan komunikasi. Diprediksikan bahwa setiap pembuatan kapal akan memakan waktu 34 bulan, dengan desain dan konstruksi untuk kedua kapal menghabiskan biaya 685 juta Euro (sekitar biaya yang sama untuk satu kapal HMS Ocean atau USS San Antonio, dan kira-kira biaya yang sama seperti kapal amfibi kelas Foudre yang mempunyai setengah tonase dari kelas kapal Mistral dan membutuhkan 46,5 bulan untuk membuatnya).

DCN meletakkan bagian belakang keels (lunas) untuk kedua kapal pada tahun 2002; Mistral pada tanggal 9 Juli, dan Tonnerre pada 13 Desember. Chantiers de l'Atlantique meletakkan keel (lunas) bagian depan Mistral pada tanggal 28 Januari 2003, dan Tonnerre selanjutnya. Blok pertama bagian belakang Tonnerre telah diletakkan di galangan pada tanggal 26 Agustus 2003, dan Mistral pada tanggal 23 Oktober 2003. Bagian belakang kedua kapal dirakit secara berdampingan di drydock yang sama. Bagian depan Mistral meninggalkan Saint-Nazaire pada 16 Juli 2004, dan tiba di Brest pada tanggal 19 Juli 2004. Pada tanggal 30 Juli, kombinasi dari kedua bagian melalui proses yang mirip dengan “jumboisation” di mulai pada dermaga. 9. Bagian depan Tonnerre tiba di Brest pada 2 Mei 2005, dan mengalami prosedur yang sama.

Mistral diluncurkan sesuai jadwal pada tanggal 6 Oktober 2004, sedangkan Tonnerre diluncurkan pada tanggal 26 Juli 2005. Pengiriman kapal telah dijadwalkan pada akhir 2005 dan awal tahun 2006 masing-masing, tetapi ditunda selama lebih dari satu tahun karena adanya masalah dengan sistem sensor SENIT 9 dan kerusakan/pembusukan pada lantai linolium di bagian depan. Mereka bertugas untuk AL Perancis pada 15 Desember 2006 dan 1 Agustus 2007, masing-masing.


Fitur dan Kemampuan

Berdasarkan beratnya tonase, Mistral dan Tonnerre adalah kapal terbesar milik AL Perancis setelah kapal induk bertenaga-nuklir Charles de Gaulle.


Aviasi

Dek penerbangan setiap kapal sekitar 6.400 meter persegi (69.000 sq ft). Deck memiliki enam tempat pendaratan helikopter, salah satu-nya yang mampu mendukung sebuah helikopter 33 ton. Dek hangar 1800 meter persegi (19.000 sq ft) dapat menyimpan 16 helikopter, dan termasuk area pemeliharaan dengan derek overhead. Untuk operasi peluncuran dan pendaratan, radar pendaratan DRBN-38A Decca Bridgemaster E250 dan Optikal Landing System digunakan.

Dek penerbangan dan hangar terhubung oleh dua lift pesawat, yang keduanya mampu mengangkat beban 13 ton. Lift utama 225 meter persegi (2420 sq ft) berada di bagian tengah dekat bagian belakang dari kapal, dan cukup besar untuk helikopter yang akan dipindahkan dengan konfigurasi rotors untuk penerbangan. Lift tambahan 120 meter persegi (1300 sq ft) terletak dibelakang superstruktur “island”.

Setiap helikopter yang dioperasikan oleh militer Prancis mampu terbang dari kapal ini. Pada tanggal 8 Februari 2005, sebuah helikopter Westland Lynx dan Cougar milik AL mendarat di Mistral. Pendaratan pertama dari NH90 terjadi pada 9 Maret 2006. Setengah dari kelompok udara BPCs, akan terdiri dari NH90, dan setengah yang lain terdiri dari Helikopter serang Tigre. Pada tanggal 19 April 2007, Helikopter Puma, Panther dan Écureuil mendarat di Tonnerre. Pada tanggal 10 Mei 2007, sebuah helikopter CH-53 Sea Stallion milik AL AS mendarat.

Menurut pejabat utama Mistral, Capitaine de vaisseau Gilles Humeau, ukuran dek penerbangan dan hangar akan memungkinkan pengoperasian hingga tiga puluh helikopter.


Amphibious transport

Kapal kelas Mistral dapat mengangkut hingga 450 prajurit, meskipun masih dapat digandakan untuk operasi jangka pendek. Hangar kendaraan 2650 meter persegi (28.500 sq ft) dapat membawa 40 batalyon tank Leclerc, atau 13 tank Leclerc dan 46 kendaraan lain. Sebagai perbandingan, kapal kelas Foudre dapat membawa hingga 100 kendaraan, termasuk 22 tank AMX-30 dalam dek hangar kecil 1000 meter persegi (11.000 sq ft).

“Welldeck” 885 meter persegi (9530 sq ft) dapat menampung empat kapal pendaratan. Kapal mampu mengoperasikan dua hovercraft LCAC, dan meskipun Prancis Navy tampaknya tidak memiliki niat untuk pembelian LCAC, hal akan meningkatkan kemampuan kapal kelas ini untuk interoperate dengan Korps Marinir AS dan AL Royal Inggris. DGA memikirkan untuk modernisasi dari armada kapal pendaratan 59 ton (EDA, Engins de débarquement amphibies).


Komando dan Komunikasi

Kapal kelas Mistral dapat digunakan sebagai kapal komando dan kontrol, dengan Pusat Komando 850 meter persegi (9100 sq ft) yang dapat menjadi rumah hingga 150 personil. Informasi dari sensor kapal dipusatkan dalam sistem SENIT ((Système d’Exploitation Navale des Informations Tactiques, "System for Naval Usage of Tactical Information"), sebuah turunan dari Naval Tactical Data System (NTDS) milik AL AS. Keterlambatan dalam pembuatan revisi SENIT 9 membuat penundaan pengiriman kedua kapal selama satu tahun. SENIT 9 didasarkan pada Radar Multi-Peran MRR3D-NG 3Dimensi milik Thales, yang beroperasi pada band C dan juga memiliki kemampuan IFF (Identification of Friends or Foes). SENIT 9 juga akan terhubung ke format pertukaran data NATO melalui Link 11, Link 16 dan Link 22.

Untuk komunikasi, kapal kelas Mistral menggunakan sistem satelit SYRACUSE, berdasarkan Satelit Prancis SYRACUSE 3-A dan SYRACUSE 3-B yang menyediakan 45% komunikasi aman Frekuensi Super Tinggi NATO. Dari 18-24 Juni 2007, konferensi video yang aman diadakan dua kali sehari antara Tonnerre, kemudian berlayar dari Brazil ke Afrika Selatan, dan menjadi pengunjung VIP untuk acara Paris Air Show.


Persenjataan

Pada tahun 2008, dua kapal kelas Mistral dipersenjatai dengan dua launcher Simbad untuk misil Mistral, dua meriam Brenda Mauser 30 mm/70, dan empat senapan mesin Browning M2 HB 12,7 mm.

Insiden seperti Israel yang hampir kehilangan kapal korvet INS Hanit karena tembakan misil anti-kapal Hezbollah selama Perang Lebanon 2006, menunjukkan kerentanan kapal perang modern dari ancaman asimetrik, dan kapal kelas Mistral yang dianggap kurang dilengkapi dengan pertahanan diri dalam situasi seperti itu. Akibatnya, Mistral dan Tonnerre tidak dapat dioperasikan ke daerah musuh tanpa kapal pengawal yang memadai. Masalah ini ditambah dengan sedikitnya kapal pengawal milik AL Perancis: terdapat selisih lima tahun antara dipensiunkannya kapal frigat kelas Suffren dengan pengoperasian kapal-kapal penggantinya, kapal frigat Horizon dan FREMM.

Berdasarkan pengalaman komandan AL Perancis selama Opération Baliste, pengoperasian Perancis untuk membantu warga Eropa di Libanon selama perang 2006, proposal untuk meningkatkan kemampuan pertahanan diri dari dua kapal kelas Mistral didukung oleh salah satu dari pimpinan staf Perancis, dan masih dipertimbagkan secara aktif pada 2008. Salah satu pertimbangannya adalah untuk upgrade Launcher Manual Simbad dual-launching, menjadi Launcher Tetral otomatis Quaduple-Launching.


Fasilitas Medis

Setiap kapal mempunyai fasilitas medis Role-3 NATO, yang setara dengan fasilitas rumah sakit untuk 25.000 penduduk kota. Penyakit apapun dapat diobati di dalam kapal, termasuk masalah-masalah rumit seperti operasi syaraf, melalui penggunaan sebuah sistem telemedicine berbasis- SYRACUSE.

Fasilitas medisnya mempunyai 20 kamar. Terdapat dua blok operasi dengan 7 tempat tidur perawatan intensif, dan ruang radiology yang dilengkapi dengan scanner. Kapasitasnya 69 tempat tidur, termasuk 50 untuk perawatan intensif, tetapi dapat ditambah menjadi 120 tempat tidur dengan pemasangan fasilitas medis mobile di hangar helikopter.


Propulsi

Mistral dan Tonnerre adalah kapal pertama AL Perancis yang menggunakan thrusters azimut. Pendorongnya (Thruster) didukung oleh listrik dari lima diesel alternator V32, dan dapat berorientasi pada setiap sudut. Teknologi propulsi ini memberikan kemampuan manuver kapal yang signifikan.

Ketahanan jangka panjang dari thrusters azimut dalam pemakaian militer belum teruji, namun teknologi ini sebelumya telah digunakan oleh kapal transpor amfibi lainnya, termasuk kelas Rotterdam milik Belanda, kelas Galicia milik Spanyol dan kelas Albion milik Inggris.


Habitat

Ruangan yang diperoleh dari penggunaan thrusters azimut memungkinkan untuk pembuatan ruang akomodasi yang mana pipa atau mesin tidak akan terlihat. Terletak di bagian depan kapal, kabin awak di atas kapal kelas Mistral setara dalam tingkat kenyamanannya dengan kabin penumpang di atas kapal pesiar yang dibuat oleh Chantiers de l'Atlantique.

Lima belas pimpinan petugas masing-masing memiliki kabin individual. Petugas Senior berbagi kabin dua orang, sedangkan awak junior dan pasukan menggunakan kabin empat atau enam orang. Kondisi dalam area akomodasi ini dianggap lebih baik lebih baik dari pada kebanyakan barak legiun asing Perancis, dan ketika wakil Admiral AL AS Mark Fitzgerald memeriksa salah satu kapal kelas Mistral pada bulan Mei 2007, ia menyatakan bahwa ia akan menggunakan area akomodasi yang sama untuk awak yang jumlahnya tiga kali dari awak Mistral.


Operational history

BPCs tersertifikasi sebagai anggota dari komponen AL dari NATO Response Force, yang memungkinkan mereka untuk ikut serta dalam Joint Task Force Kombinasi. Prancis menyediakan pasukan untuk NRF-8 pada Januari 2007, termasuk sebuah Commander Amphibious Task Force dan 8 kapal. Kontribusi berikutnya terjadi pada Januari 2008 dalam NRF-10, setelah latihan Noble Midas untuk menguji Link 16 dan sistem ECSAT yang mengontrol kapal selam secara operasional. Pasukan ini dapat di-set dalam 5 hingga 30 hari sejak pemberitahuan.

Mistral membuat pelayaran pertama dari 21 Maret sampai 31 Mei 2006, berlayar di Mediterania dan Samudra Hindia.

Mengikuti awal dari Perang Libanon 2006, Mistral adalah salah satu dari empat kapal dikirim Prancis ke wilayah perairan Lebanon sebagai bagian dari Opération Baliste. Kapal ini digunakan untuk melindungi, dan jika perlu mengevakuasi, warga negara Perancis yang berada Libanon dan Israel. Mistral mengangkut 650 prajurit dan 85 kendaraan, termasuk 5 AMX-10 RC dan sekitar 20 VAB dan VBL. Empat helikopter juga dimuat, dua diantaranya bergabung dengan kapal di dekat Crete. Selama pengoperasiannya, Mistral mengevakuasi 1.375 pengungsi.

Tonnerre melakukan pelayaran pertama antara 10 April dan 24 Juli 2007. Selama perjalanan, Tonnerre terlibat dalam Opération Licorne, komponen Perancis dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa ke Pantai Gading mengikuti Perang Sipil di Pantai Gading. Helikopter Gazelle dan Cougar dari Angkatan Udara Prancis beroperasi dari kapal selama 9 Juli.

Pada awal 2008, Tonnerre terlibat dalam misi Corymbe 92, sebuah misi kemanusiaan di Teluk Ghana. Selama misi ini, Tonnerre beroperasi pada “tip-offs “European Maritime Analysis Operation Centre – Narcotics, dan mengintersep 5,7 ton kokain: 2,5 ton dari sebuah kapal nelayan pada 520 kilometer (280 nmi) dari Monrovia pada tanggal 29 Januari, dan 3,2 ton dari sebuah kapal barang di 300 kilometer (160 nmi) dari Conakry.

Pada bulan Mei 2008, Badai Nagris melanda Burma; bencana alam terburuk yang pernah terjadi di sana. Mistral, yang saat itu beroperasi di wilayah Asia Timur, memuat bantuan kemanusiaan, dan berlayar ke Burma. Kapal ini ditolak masuk ke pelabuhan Burma; akhirnya bantuan harus diangkut melalui udara dari kapal.


Pengembangan Masa Depan

Ekspor

Sejak tahun 1997, dan terutama sejak Euronaval 2007, kapal kelas Mistral telah dipromosikan untuk ekspor. ""BPC family" " terdiri atas BPC 140 (13500 ton), BPC 160 (16700 ton) dan BPC 250 (24542 ton, panjang 214,5 meter (704 kaki)). BPC 250 merupakan desain turumam dari kelas desain terakhir Mistral berasal: pengurangan panjang dan lainnya merupakan modifikasi untuk penurunan biaya produksi. [18]

Konsep BPC 250 merupakan salah satu dari dua pilihan untuk desain kapal perang amfibi kelas Canberrra, yang akan dibangun untuk AL Royal Australia. Rancangan yang akhirnya dipilih adalah kapal amfibi kelas Buque de Proyección Estratégica Spanyol.

Menurut DGA, AL Afrika Selatan, Marinir Belanda, Komandi Pasukan Maritim Kanada, AL Royal Malaysia, dan AL Swedia menunjukkan minat pada kapal ini. AL Indian juga telah menyatakan minat. Brazil dan Turki masih mempertimbangkan pembelian BPC. ALgeria juga mempertimbangkan pembelian dua BPC.


BPC Perancis Selanjutnya

Livre Blanc sur la Défense et la Sécurité nationale 2008, dokumen keputusan-kebijakan untuk menetapkan perihal pertahanan, prakiraan untuk dua jenis kapal BPC selanjutnya akan mulai beroperasi dengan AL Perancis pada tahun 2020. Kapal ketiga akan dipesan pada tahun 2009, dengan pemesanan ini dilakukan sebelum waktu yang diharapkan sebagai bagian dari respon Pemerintah Perancis terhadap resesi yang dimulai pada 2008.

Cruiser helikopter Perancis, Jeanne d'Arc akan dipensiunkan pada 2010. Salah satu pilihan sebagai penggantinya masih dalam pertimbangan, yaitu pembuatan kapal kelas Mistral ketiga, atau salah satu turunan dari desain BPC. Diprediksikan bahwa kapal baru akan biaya memerlukan biaya pembuatan antara 150 juta dan 200 juta Euro, dalam kisaran satu-seperempat dari harga yang kapal kelas Horizon

Pada Desember 2008 pemerintah Perancis mengumumkan pembuatan Mistral ketiga yang akan dimulai pada tahun 2009, ini adalah bagian dari paket stimulus ekonomi Perancis yang akan membantu pembangun kapal Perancis yang telah terlihat kekurangan pesanan sejak awal dari masalah ekonomi 2008.





Spesifikasi

Class overview:

Name: Mistral
Builders: Brest arsenal and St-Nazaire dockyards
Operators: Marine Nationale
Preceded by: Foudre
In commission: December 2005 - Present
Planned: 3 or 4
Completed: 2
Active: Mistral, Tonnerre


General characteristics

Type: landing platform helicopter
Displacement: 16,500 tons (empty); 21,300 tons (full load); 32,300 tons (with ballasts)
Length: 199 metres (650 ft)
Beam: 32 metres (100 ft)
Draught: 6.3 metres (21 ft)
Installed power: 3 Wärtsilä diesels-alternators 16 V32 (6,2 MW) + 1 Wärtsilä Vasaa auxiliary diesel-alternator 18V200 (3 MW)
Propulsion: 2 Mermaïd electric motors (2 × 7 MW), 2 5-bladed propellers
Speed: 18.8 knots (35 km/h)
Range: 10,800 kilometres (5,800 nmi) at 18 knots (33 km/h); 19,800 kilometres (10,700 nmi) at 15 knots (28 km/h)
Boats and landing
craft carried: 4 CTM (chaland de transport de matériel); alternatively, 2 LCAC (Landing Craft, Air Cushion)
Capacity: 59 vehicles (including 13 Leclerc tanks) or a 40-strong Leclerc tank battalion
Troops: 900 (short duration); 450 (long durations); 150 (serving as operational headquaters)
Complement: 20 officers, 80 petty officers, 60 quarter-masters
Sensors and processing systems: DRBN-38A Decca Bridgemaster E250 navigation radar; MRR3D-NG air/surface sentry radar; 2 optronic fire control systems
Armament: 2 x Simbad systems; 2 x 30 mm Breda-Mauser guns; 4 x 12.7 mm M2-HB Browning machine guns
Aircraft carried: 16 heavy or 35 light helicopters
Aviation facilities: 6 helicopter landing spots

Peace All smile.gifsmile.gif
The Contractor
Zubr class LCAC

Russian World’s Largest Military Hovercraft




The Russian designed Zubr or Project 1232.2 class (NATO reporting name Pomornik) is the world’s largest military hovercraft and serves as an Air-cushioned landing craft. Note that the Bora is bigger but has side walls so it is not considered a true hovercraft because some of the side structure is in the water.
Zubr is designed to sealift landing assault units (such as marines or tanks) from equipped/non-equipped vessels to non-equipped shore, as well as transport and plant mines.
The Greek Navy operates four ships. Three vessels were commissioned in 2001: Kefallonia (L180) was purchased used from the Russian Navy but has been upgraded, Ithaki (L181) was completed in Ukraine, and Zakynthos (L183) was built in Russia. A fourth vessel, Kerkyra, was launched in June 2004 at St Petersburg yard and was commissioned in January 2005.

Configuration
High strength and floatability of the craft are provided by a rectangular pontoon, the main load-carrying part of the ship's hull. The superstructure built on the pontoon is divided into 3 compartments with two longitudinal bulkheads: combat materiel compartment in the midsection fitted with tank ramps, and outboard sections housing main and auxiliary propulsion units, troops compartments, living quarters, and NBC protection systems. To improve working conditions in the battle stations, troops compartments and living quarters, they are fitted with air-conditioning and heating-systems, sound/heat-insulating coatings, and structures made of vibrodamping materials. The ship provides normal conditions for the crew to take meals and rest.
Personnel are protected against effects of weapons of mass destruction with airtight sealing of combat stations, crew and troops compartments, as well as individual gas masks and protection suits. The ship is also protected from influence mines with the horizontal winding to compensate for the ship's and the transported materiel's magnetic fields. The central command post and MS-227 device compartments are strengthened with alloy armour.

Capacity
Zubr landing craft can carry three main battle tanks (up to 131 tonnes), or ten armoured personnel carriers with 140 troops (up to 115 tonnes), or up to 500 troops (with 360 troops in the cargo compartment). At full displacement the ship is capable of negotiating up to 5-degree gradients on non-equipped shores and 1.6m-high vertical walls. Zubr remains seaworthy in conditions up to Sea state 4, sailing on air cushion at 30-40 knots.







Specifications
(Applies to Russian Navy ships)
• Desplacement 550 tons full load
• Crew 31 (4 officers)
• Dimensions
o Length 57.6 metres
o Width 25.6 metres
o length on air cushion 57.3 metres
o width on air cushion 25.6 metres
o height on air cushion 21.9 metres
o standard displacement 480 tons
o full load displacement 535 tons
• Propulsion
o Motors gas turbine
o Power: 5 Type NK-12MV gas-turbines; 2 for lift, 3 for propulsion; 5 x 11,836 horsepower
o Propellers: 3 four bladed variable pitch propellers
• Generators
o Generator Type: Gas Turbine Generator
o Power 4 x 100 kilowatts
• Performance
o Speed 63 knots, 40 knots (lift 3 tanks)
o Range 300 miles at 55 knots
o Endurance 5 days
o Military Lift: Three T-80b tanks, or ten BTR-70 armored personnel carriers, or 140 assault troops (total 130 tons of cargo)
• Weapons
o Strela-3 Portable Air Defense Missile System 4 x 4 launchers plus 32 Anti-Personnel missiles; or 2 SA-N-5 "Grail" quad launchers, manual aiming, infared homing to 6 km at 1.5 Mach, altitude to 2,500 m, warhead 1.5 kg
o 30 mm AK-630 Air Defense Gun Mount 2 x 6 with 6000 rounds, 3,000 rounds/min combined to 2 km
o 140 mm Ogon launchers 2 x 22 with 132 rockets; or 2 retractable 122mm rocket launchers
o Mines (one set of removable equipment for laying from 20 to 80 mines, depending on their types)
• Electronic Systems
o General detection radar: Fire control; Bass Tilt, H/I-band
o Surface search radar; Curl Stone; I-band:
o IFF: Salt Pot A/B , Square Head
o Electronic Countermeasures System: Decoys, MS227 chaff launcher, ESM: Tool Box; intercept

Sumber : wikipedia, berbagai sumber
jojo8228
Wow, sip bro infonya.
Bisa dimerger sama thread Amphibious Ship gak? soalnya satu tema smile.gifsmile.gif

Peace smile.gifsmile.gif
The Contractor
^^
^^
kita tunggu om mod aja dulu ya bro Peace.gif
OhYesOhNo
QUOTE (jojo8228 @ Mar 4 2009, 06:05 PM) *
Wow, sip bro infonya.
Bisa dimerger sama thread Amphibious Ship gak? soalnya satu tema smile.gifsmile.gif

Peace smile.gifsmile.gif



QUOTE (The Contractor @ Mar 4 2009, 08:31 PM) *
^^
^^
kita tunggu om mod aja dulu ya bro Peace.gif


sip, dah dimerge ya Bro Hug.gif

Salam,
OyOn

Peace.gif peace Peace.gif
jojo8228
Mistral (L9013)

Namesake: Wind Mistral
Builder: Arsenal de Brest, Chantiers de Saint-Nazaire
Laid down: 10 July 2003 (aft part in Brest); 13 October 2003 (bow part in Saint-Nazaire)
Launched: 6 October 2004 in Brest
Commissioned: December 2005
Homeport: Toulon
Fate: In service





Mistral (L9013) adalah sebuah amphibious assault ship milik AL Perancis, kapal keempat yang memakai nama ini dan merupakan kapal pimpinan untuk kelasnya.


Karakteristik
Dia mampu mengangkut 16 helikopter NH90 atau Tigre, atau 35 Aérospatiale Gazelle, empat kapal pendarat atau dua LCAC, dan 70 kendaraan, termasuk 13-tank batalyon Leclerc, 450 prajurit (900 untuk periode pendek). Dia juga memiliki kemampuan rumah sakit penting, dan dapat menampung staf umum.


Kemampuan Medis

Mistral mempunyai 69 tempat tidur rumah sakit, dengan kamar triage, sebuah kamar shock, dua kamar operasi, kamar untuk perawatan luka bakar, sebuah kamar telesurgery, dan peralatan radiology termasuk scanner.

Dalam waktu normal, kapal ini memiliki dokter medis, dua perawat, dan 19 tempat tidur rumah sakit. Hangar helikopter dapat dikonversi menjadi rumah sakit untuk meningkatkan kemampuan medis. Jika diperlukan, elemen modular dapat ditambahkan untuk menyediakan empat kamar bedah dan mengakomodasi tim medis berisi 100-orang, termasuk 12 Dokter Ahli Bedah. Rumah sakit kapal ini mempunyai level 3 dalam klasifikasi NATO.


Konstruksi

Mistral dikonstruksi dalam dua segmen, di bagian busur di Saint-Nazaire, dan bagian belakang di Brest. Dia sepenuhnya menggunakan sistem propulsi elektrik, dengan dua pod di bagian belakang dan satu pod manuver di bagian busur; yang memungkinkan untuk memutar dengan radius 289 meter. Kapal hampir tetap horisontal ketika berputar, dan bahkan memutar secara efisien dalam kecepatan rendah, yang memudahkan operasi helikopter. Dibuat sesuai dengan standar sipil, Mistral kompatibel dengan persyaratan antipolusi MARPOL.

Ruang bagi penumpang dan awak sangat besar, karena Mistral dirancang untuk menghabiskan waktu hingga tiga bulan di laut dalam sekali pengoperasian, sesuai dengan doktrin "mobile base". Kapal ini memiliki ruang olahraga dan area umum luas. Awak kapal tinggal dalam kabin 4-orang yang dilengkapi dengan peralatan sanitasi, yang memungkinkan kapal untuk mengakomodasi awak campuran.


Peralatan Militer

Mistral dilengkapi dengan sistem deteksi tempur yang terhubung ke sistem SENIT 9 yang memungkinkan pembagian terintegrasi untuk informasi antara unit armada. Sistem komunikasi dan peralatan lainnya memungkinkan Mistral menampung 200 orang staf umum.

Kapal ini mampu meluncurkan/mengangkut 16 helikopter NH90 atau Tigre, atau 35 Aérospatiale Gazelle, dan telah dikuatkan dengan pod depan, dapat menampung helikopter seberat 30 ton seperti CH-53E Super Stallion; empat kapal pendarat atau dua LCAC; dan 70 kendaraan, termasuk 13-tank batalyon Leclerc, serta 450 prajurit (900 untuk periode pendek).

Mistral memiliki misil ringan jarak dekat dan meriam untuk pertahanan diri terakhir.


History

Mistral memulai uji coba pengoperasian pada bulan Januari 2005, dan dioperasikan secara resmi pada Februari 2006. Dia berangkat dari Toulon untuk perjalanan jarak jauh pertamanya pada bulan Maret, berlayar melalui Mediterania, Suez, Laut Merah, Djibouti dan India, sebelum kembali ke Perancis.
Pada bulan Juli, untuk menjamin keselamatan warga negara Eropa dalam rangka konflik Israel-Libanon2006, Prancis menyiapkan Operasi Baliste. Mistral adalah kapal pimpinan dari sistem di Libanon, dikawal oleh kapal frigate Jean Bart dan Jean de Vienne, bersama-sama dengan Siroco.
Pada tanggal 16 Mei 2008, duta besar PBB di Burma menuduh Perancis karena meluncurkan Mistral ke Burma untuk tujuan militer. Duta besar PBB Perancis menyangkal, dan menyatakan bahwa kapal ini mengangkut 1.500 ton pasokan bantuan.


General characteristics

Displacement: 16,500 t (empty); 21,300 t (full load); 32,300 t (with ballasts)
Length: 199 m
Beam: 32 m
Draught: 6,3 m
Propulsion: Motorisation : 2 Mermaïd electric motors (2 × 7 MW); 2 5-bladed propellers
Electrical plant: 4 Wärtsilä diesels-alternators 16 V32 (6,2 MW) + 1 Wärtsilä Vasaa auxiliary diesel-alternator 18V200 (3 MW)
Speed: 18.8 knots
Range: 10,800 km at 18 knots; 19,800 km at 15 knots
Capacity: 2 barges, one Leclerc battalion, 70 vehicles
Complement: 20 officers, 80 petty officers, 60 Quarter-masters, 450 passengers (900 for a short cruise), 150 men operational headquarter
Armament: 2 Simbad systems; 2 30 mm Breda-Mauser guns; 4 12.7 mm M2-HB Browning machine guns
Aircraft carried: 16 heavy or 35 light helicopters


Peace All smile.gifsmile.gif
jojo8228
Tonnerre (L9014)


Builder: Arsenal de Brest, Chantiers de Saint-Nazaire
Laid down: 26 August 2003 (aft part in Brest); 5 May 2004 (bow part in Saint-Nazaire)
Launched: 26 July 2005
Commissioned: December 2006
Homeport: Toulon
Fate: In service





Tonnerre (L9014) adalah kapal serang amfibi (kapal induk helikopter) milik Marine Nationale Perancis, kapal keempat yang memakai nama ini dan menjadi kapal kedua di kelasnya (Kelas Mistral).

Dia diluncurkan pada tanggal 26 Juli 2005 dan bergabung aktif dalam Desember 2006.


Kemampuan Medis

Tonnerre mempunyai 69-tempat tidur rumah sakit (yang setingkat dengan fasilitas rumah sakit di kota berpenduduk 40 000), dengan ruang triage, sebuah kamar sock, dua kamar operasi, kamar untuk perawatan luka bakar, sebuah kamar telesurgery, dan peralatan radiology, termasuk scanner.

Dalam waktu normal, kapal memiliki seorang dokter, dua perawat, dan 19 tempat tidur medicalised. Hangar helikopter dapat dikonversi menjadi rumah sakit untuk meningkatkan kemampuan medis. Jika diperlukan, elemen modular dapat ditambahkan untuk menyediakan empat kamar bedah dan yang menampung 100-orang tim medis, termasuk 12 Dokter Ahli Bedah.


Konstruksi

Tonnerre dikonstruksi dalam dua segmen, bagian busur di Saint-Nazaire, dan bagian belakangnya di Brest. Kapal ini menggunakan sistem propulsi yang sepenuhnya memakai tenaga listrik, dengan dua pod di bagian belakang dan satu pod manuver pada busur; ini memungkinkan kapal untuk berputar dengan radius 289 meter. Kapal tetap hampir horisontal ketika berbelok, dan bahkan dapat bermanuver secara efektif pada kecepatan rendah, yang memudahkan operasi helikopter. Dibangun sesuai dengan standar sipil, Tonnerre sesuai dengan persyaratan antipolusi MARPOL.

Ruang bagi penumpang dan awak kapal luar biasa besar, karena Tonnerre dirancang untuk beroperasi dalam waktu tiga bulan berturut-turut di laut, sesuai dengan doktrin "pangkalan bergerak". Kapal mempunyai ruang olah raga serba guna dan ruang umum luas. Awak kapal tinggal di kabin 4-orang yang dilengkapi dengan peralatan saniter, yang memungkinkan kapal untuk mengakomodasi awak campuran.


Peralatan Militer

Tonnerre dilengkapi dengan Sistem Deteksi Tempur terhubung ke sistem SENIT 9 yang memungkinkan penyebaran informasi terpadu antara unit dari suatu armada. Sistem komunikasi dan peralatan lainnya memungkinkan Tonnerre untuk menjadi tempat 200 orang staf umum.

Kapal ini mampu mengoperasikan 16 Helikopter NH90 atau Tigre, atau 35 Aérospatiale Gazelle. Kapal ini mempunyai pod khusus di bagian depan, yang dapat menampung helikopter 30 ton seperti CH-53E Super Stallion; empat kapal pendarat atau dua LCAC; dan 70 kendaraan, termasuk 13-tank Leclerc, sampai dengan 450 prajurit (900 untuk periode yang singkat).

Tonnerre mempunyai misil jarak pendek ringan, dan meriam untuk pertahanan diri terakhir.




General characteristics:

Displacement: 16,500 t (empty); 21,300 t (full load); 32,300 t (with ballast)
Length: 199 m
Beam: 32 m
Draught: 6,3 m
Propulsion: Motorisation : 2 Mermaïd electric motors (2 × 7 MW) 2 5-bladed propellers; Electrical plant: 4 Wärtsilä diesels-alternators 16 V32 (6,2 MW) + 1 Wärtsilä Vasaa auxiliary diesel-alternator 18V200 (3 MW)
Speed: 18.8 knots
Range: 10,800 km at 18 knots; 19,800 km at 15 knots
Capacity: 2 barges, one Leclerc battalion, 70 vehicles
Complement: 20 officers, 80 petty officers, 60 Quarter-masters, 450 passengers (900 for a short cruise), 150 men of an on-board high quarter
Armament: 2 Simbad systems; 2 30-mm Breda-Mauser guns; 4 12.7 mm M2-HB Browning machine guns
Aircraft carried: 16 heavy or 35 light helicopters


Peace All smile.gifsmile.gif
The Contractor
USS Newport (LST-1179)/PAPALOPAN (P-411)


The USS Newport (LST-1179) was the third ship to bear the name of the Rhode Island city. The first of her class of LSTs, she was capable of a sustained speed of 20 knots (37 km/h). Her ability to adjust her draft, accompanied by her unique bow-ramp design, helped bring a new degree of responsiveness to the amphibious fleet.
Built by the Philadelphia Naval Shipyard, she was christened on 3 February 1968 by Mrs. Nuella Pell; wife of Rhode Island's Senator, Claiborne Pell.
While assigned to the Atlantic Fleet, Newport completed ten deployments to the Mediterranean Sea, as an asset of the Sixth Fleet. She also completed numerous deployments to the North Atlantic, and Caribbean, in support of U.S. foreign policy. She assisted in the 1976 evacuation of Lebanon, and the 1990 Liberian Civil War; as well as operating in support of Operations Desert Shield and Desert Storm, from a station in the Mediterranean.
During her service, she earned the Meritorious Unit Commendation, Navy "E" Ribbon (for Battle Efficiency), (twice), Navy Expeditionary Medal (one service star), National Defense Service Medal (one service star), Humanitarian Service Medal, Sea Service Deployment Ribbon (nine service stars), and a Secretary of State Tribute of Appreciation.

USS Newport was decommissioned on 30 September 1992, at her homeport of NAB Little Creek, Virginia. After several years in the Navy's mothball facility in Philadelphia, Pennsylvania, she was sold to the Mexican Navy. Rechristened at Mexican Naval Shipyard Number 1 (ASTIMAR-1), Tampico, Tamaulipas Mexico, as Mexican Navy Ship (ARM in SPanish) Papaloapan (P-411).
In late 2005, the ARM Papaloapan (P-411)

US :
Laid down: 1 November 1966
Launched: 3 February 1968
Commissioned: 7 June 1969
Decommissioned: 30 September 1992
Homeport: NAB Little Creek, Virginia (former)
Fate: Sold to Mexico; renamed (P-411)

Mexico :
Name: Papaloapan (P-411)
Acquired: May 23, 2001
Fate: In service

General characteristics
Class and type: Newport class tank landing ship
Displacement: 5,190 tons (light), 8,792 tons (full)
Length: 522 ft (159.11 m) overall, 500 ft (152.40 m) at the waterline.
Beam: 70 ft (21.34 m)
Draft: 19 ft (5.79 m)
Propulsion: 6 diesel engines, 16,000 brake horsepower, two shafts, Twin Controllable Pitch Screws
Bow Thruster - Single Screw, Controllable Pitch,
Speed: 20+ knots (37+ km/h)
Capacity: 19,000 sq ft (1,765.2 m2), capacity of 29 tanks or 30 AAVs.
Troops: Marine detachment 360 plus 40 surge
Complement: Crew: 14 officers, 210 enlisted
Armament: 4 three-inch/50 caliber guns in two twin-barrel mounts 1 × 20 mm Phalanx CIWS mounts.
The Contractor
USS Makin Island (LHD-8)





USS Makin Island (LHD-8), a Wasp-class amphibious assault ship, will be the second ship of the United States Navy to be named for Makin Island, target of the Marine Raiders' attack early on in the United States' involvement in World War II.
Makin Island was laid down on 14 February 2004 by the Ingalls Shipbuilding, Pascagoula, Mississippi. She was christened on 19 August 2006, sponsored by Mrs. Silke Hagee, wife of General Michael Hagee, Commandant of the Marine Corps, and launched on 15 September 2006. As of late 2008 she is scheduled to be commissioned in Oct. 2009.
The purpose/mission of Makin Island is to embark, deploy, and land elements of a Marine landing force in an Amphibious Assault by helicopters, landing craft, and amphibious vehicles. The secondary/convertible mission for Makin Island is that of sea control and power projection.
Although Makin Island is the eighth ship of the Wasp class, it will feature noteworthy technological advances. Changes from the previous LHD design include: gas turbine main propulsion engines, all-electric auxiliaries, an advanced machinery control system, water mist fire protection systems, and the Navy’s most advanced command and control and combat systems equipment. The gas turbine propulsion plant, with all electric auxiliaries, is a program first for large deck amphibious assault ships and will provide significant savings in manpower and maintenance costs associated with traditional steam-powered amphibious ships.
In the aftermath of Hurricane Katrina, US Navy officials announced that several ships under construction at Ingalls Shipbuilding in Pascagoula, Mississippi, had been damaged by the storm, including the USS Makin Island and two Arleigh Burke-class guided missile destroyers.

Namesake: Makin Island
Awarded: 19 April 2002
Builder: Ingalls Shipbuilding
Laid down: 14 February 2004
Launched: 22 September 2006
Sponsored by: Mrs. Silke Hagee
Christened: 19 August 2006
Commissioned: October 24 2009 (scheduled)
Homeport: San Diego, California
Motto: Gung Ho
Status: Under construction

General characteristics
Class and type: Wasp-class amphibious assault ship
Displacement: 41,335 tons full, 28,333 tons light, 12,821 tons dead
Length: 847 ft (257 m) overall, 778 ft (237 m) waterline
Beam: 110 ft (34 m) extreme, 106 ft (32 m) waterline
Draft: 27 ft (8.2 m) navigational, 28 ft (8.5 m) limit
Installed power: 2 × 35,000 hp gas turbines (GE - LM 2500+) 6 × 4,000 kW diesel generators (Fairbanks Morse Engines)
Propulsion: Two shafts 70,000 shaft horsepower (52 MW) 2 × 16.5 ft diameter controllable pitch propellers (Rolls Royce)
Speed: 20 kn (37 km/h)
Range: 9500+ nmi. (17,600 km) at 20 knots
Boats and landing craft carried: 3 × air cushion landing craft (LCAC) or 39 EFVs
Complement: (typical) Embarked ships company: 102 officers, 78 CPO/SNCO, 1024 crew Embarked Marine detachment: 174 officers, 64 CPO/SNCO, 1449 crew
Armament: 2 × Rolling Airframe Missile launchers, 2 × NATO Sea Sparrow launchers, 2 × 20 mm Phalanx CIWS mounts, 4 × 0.50 in (12.7 mm) machine guns, 3 × 25 mm Mk 38 machine guns, 1 × ceremonial gun
Aircraft carried: (typical): Assault: 45 × CH-46 helicopters, Sea Control: 5 × AV-8B attack planes, 6 × ASW helicopters

ryanndisco
mangstabh..bener" keren & indah..tapi sayang kalo dilihat dari tujuan pembuatannya yg cuma u/ alat saling membunuh sesama manusia..hufft

ashurablue
nice info gan
d3dy_01
indonesia punya gak jenis kapal ini bro??

kalo ada ditambahin ya datanya
bahayasekali
susah kaya'nya merancangnya, mudah-mudahan ada putra bangsa yang bisaaaaa
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.