Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Batas Surga dan Neraka
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Chicken Soup for The BlueFame's Soul
Sy and Unknown


Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu”.

Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam.

Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya. Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan.

Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi.

Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil.

Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.

Tuhan berkata, “Kamu sudah melihat NERAKA”

Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut.

Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata “Apa yang terjadi ? kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira ?”

Tuhan kemudian menjelaskan, “Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik”

“Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri”
pemuda harapan
memang tipis ya batasnya...hanya dibatasi sendok panjang
Juka_23
nice post..,
robinson
Pengen tahu nih berapa panjang gagang sendoknya. Tq nice post
leeann
hmmmm...berarti surga itu milik orang-orang yang ikhlas dan juga cerdas... pope.png
wakeup
bener bro gimana caranya kita mempergunakan apa yang sudah diberinya
liberta
ngena banget...tergantung kita mau ngrasain surga atao neraka...pilihan ada di tangan kita.tq
Ariaasri
hati-hati bro menggunakan sendok panjang,
jangan-jangan sendok dari cerita ini
karomstar
nice post & good article ... sifat & hati baik kunci dari kebahagiaan
allfree
hebat juga pengarang cerita nya.... da pernah dia jumpa ma Tuhan.
white lotus
membacanya membuatku tersenyum...
Zucky
I love it...
asadhy
Perumpamaan yg lumayan menarik
kaptenganjen
surga hanya berisi orang2 yang peduli dengan sesama..
EmiRR
gimana dengan surga dunia
kobe12345
keyeeeeennnn bgt..........berbuatlah baik untuk orang laen dan berkorbanlah krn org laen tersebutlah yg akan berbuat baik kepada mu.
JIZZUS
Ini sama sekali ga masuk akal.

Kenapa orang yang mau menolong diri sendiri masuk neraka tapi orang yang mau menolong orang lain masuk surga?
Orang yang mau menolong diri sendiri kan berusaha untuk hidup mereka juga ngga ngerugiin orang lain, kenapa mereka ditaruh di neraka?
herdi_pro
QUOTE (JIZZUS @ Dec 25 2009, 12:01 AM) *
Ini sama sekali ga masuk akal.

Kenapa orang yang mau menolong diri sendiri masuk neraka tapi orang yang mau menolong orang lain masuk surga?
Orang yang mau menolong diri sendiri kan berusaha untuk hidup mereka juga ngga ngerugiin orang lain, kenapa mereka ditaruh di neraka?

Tampaknya sekilas pendapat bro jizzus betul,,,, tapi sebetulnya bro kurang teliti membaca keseluruhan cerita dan nuansanya

Disitu bukan cerita tentang menolong orang laen lalu melupakan diri sendiri, tetapi menolong orng lain sekaligus diri sendiri.
Coba perhatikan, mereka saling menyuapi,,,bukan si A menyuapi si B, lalu si A sndiri tidak dapat makanan,,,bukan begitu.

Di ruangan pertama masing2 ingin menolong diri sndiri, akibatnya mata hati dan akalnya tertutup,,,padhal jika akal mereka digunakan, yaitu dengan cara menyuapi orang lain seperti di ruangan kedua,,,,maka semua orng akan tertolong
Jadi yang dihukum itu sebetulnya adalah kebodohan dan keserakahan sehingga menutup akal dan mata hati.



JIZZUS
QUOTE (herdi_pro @ Dec 25 2009, 04:40 PM) *
QUOTE (JIZZUS @ Dec 25 2009, 12:01 AM) *
Ini sama sekali ga masuk akal.

Kenapa orang yang mau menolong diri sendiri masuk neraka tapi orang yang mau menolong orang lain masuk surga?
Orang yang mau menolong diri sendiri kan berusaha untuk hidup mereka juga ngga ngerugiin orang lain, kenapa mereka ditaruh di neraka?

Tampaknya sekilas pendapat bro jizzus betul,,,, tapi sebetulnya bro kurang teliti membaca keseluruhan cerita dan nuansanya

Disitu bukan cerita tentang menolong orang laen lalu melupakan diri sendiri, tetapi menolong orng lain sekaligus diri sendiri.
Coba perhatikan, mereka saling menyuapi,,,bukan si A menyuapi si B, lalu si A sndiri tidak dapat makanan,,,bukan begitu.

Di ruangan pertama masing2 ingin menolong diri sndiri, akibatnya mata hati dan akalnya tertutup,,,padhal jika akal mereka digunakan, yaitu dengan cara menyuapi orang lain seperti di ruangan kedua,,,,maka semua orng akan tertolong
Jadi yang dihukum itu sebetulnya adalah kebodohan dan keserakahan sehingga menutup akal dan mata hati.


Maksud dari ucapan saya diatas itu seperti ini:

Orang yang berusaha untuk menyuapi diri sendiri itu egois, karna ingin selamat sendiri. Tetapi dalam proses tersebut (berusaha menyuapi diri sendiri) orang2 lain tidak dirugikan. Ya, memang akibatnya semuanya kelaparan dan hal seperti itu adalah bodoh karena mereka tidak bekerja sama.

Cerita ini menghukum 'orang bodoh' atau orang yang tidak tahu trik untuk mendapatkan keuntungan. Ini sama dengan Anda dihukum karna Anda tidak tau cara menerbangkan pesawat.

Tapi, mengapa prinsip egoisme tanpa adanya kejahatan pada orang lain diasosiasikan dengan 'neraka' yang menurut kepercayaan agama itu adalah tempat penghukuman orang2 jahat?

'Tuhan' dalam cerita ini benar2 tidak konsisten dengan apa yang dia bilang tentang 'konsep neraka'.
JIZZUS
QUOTE (Sy and Unknown @ Dec 19 2008, 05:03 AM) *
Tuhan kemudian menjelaskan, “Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik”

“Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri”


Salah!

Dari cerita ini yang dibutuhkan adalah sedikit kepintaran dan logika bukan sikap baik dan prinsip timbal balik, bukan keikhlasan.


'Tuhan' dalam kisah ini sangatlah jahat karna dia menghukum orang yang tidak pandai. 'Tuhan' seperti ini yang akan melempar Anda sekalian ke dalam api neraka jika Anda tidak bisa memecahkan sebuah teka teki silang.
herdi_pro
QUOTE (JIZZUS @ Dec 25 2009, 12:47 PM) *
Tapi, mengapa prinsip egoisme tanpa adanya kejahatan pada orang lain diasosiasikan dengan 'neraka' yang menurut kepercayaan agama itu adalah tempat penghukuman orang2 jahat?

'Tuhan' dalam cerita ini benar2 tidak konsisten dengan apa yang dia bilang tentang 'konsep neraka'.

Sebetulnya prinsip egoisme juga diajarkan dalam agama.
Dlm ajaran salah satu agama malah dianjurkan untk menolong diri sndiri terlebih dahulu, baru kemudian menolong orang2 paling dekat, lalu berikutnya menolong orng lain yang agak jauh.
Jadi memang Penguasa langit menganjurkan untk egoisme dulu,,,menolong diri sndiri terlebih dahulu.
Tapi egoisme ini ada batasnya. yaitu disaat kita sudah selamat dan cukup, maka egoisme mulai diturunkan perlahan2...

Orng yang egois terus disaat dirinya sudah berkecukupan, akan dicap jahat oleh Tuhan, walaupun secara 'kasat mata' dia tdk merugikan orng lain...Mengapa begitu?

begini logikanya :
Seorang manusia tdk bisa hidup tanpa orng lain.
Orng kaya tdk bisa hidup sebagai orng kaya yang nyaman hidupnya sekarang tanpa pembantu rmh tangga, tanpa tukang tambal ban, tukang sampah, polisi, guru SD nya wkt dia kecil dahulu,,,,dll
Memang betul, semua itu sudah ada imbalannya,,,ban mobil bocor, ditambal tkng tambal ban dan orng kaya tersebut membayar tkng tambal ban itu,,impas!
pembantu melayani orng kaya itu dan telah dibayar jg gaji bulanannya,,,,impas!
Tapi tanpa kita sadari, sebetulnya yang kita angap impas itu tdk selalu betul2 impas,,,!

Contoh yang sering terjadi adalah guru. Sudah sepadankah bayaran kita kpd seorang guru...?
Kalau belum sepadan artinya guru itu telah menolong kita. Disitu ada kerelaan dari seorang guru.
Pmbntu Rmh tangga di indonesia ini banyak yang kerja hampir 24 jam minus tdr mlm.
Emangnya gaji pembantu udh sepadan dengan kerjaannya yang mulittasking dan allround?
Kalau belum sepadan, berarti orng kaya itu telah ditolong oleh pembantu itu,,,jadi blm impas!

Jika belum impas, berarti ada yang dirugikan bukan,,,?
ini hukum matematika

Bayangkan apa jadinya sistem sosial kita kalau semua orng hanya berprisip egoisme dan menuntut impas 100%?

Tampaknya, - sekali lg tampaknya - egoisme sepertinya tidak merugikan orng lain,,,tapi kalau diteliti lebih lanjut, sebetulnya merugikan, malah egoisme bisa merusak seluruh tatanan sosial manusia.
Makanya egoisme dicap jahat oleh sang Penguasa Langit

Jadi Tuhan masih konsisten dengan konsep neraka








JIZZUS
QUOTE (herdi_pro @ Dec 25 2009, 05:27 PM) *
QUOTE (JIZZUS @ Dec 25 2009, 12:47 PM) *
Tapi, mengapa prinsip egoisme tanpa adanya kejahatan pada orang lain diasosiasikan dengan 'neraka' yang menurut kepercayaan agama itu adalah tempat penghukuman orang2 jahat?

'Tuhan' dalam cerita ini benar2 tidak konsisten dengan apa yang dia bilang tentang 'konsep neraka'.

Sebetulnya prinsip egoisme juga diajarkan dalam agama.
Dlm ajaran salah satu agama malah dianjurkan untk menolong diri sndiri terlebih dahulu, baru kemudian menolong orang2 paling dekat, lalu berikutnya menolong orng lain yang agak jauh.
Jadi memang Penguasa langit menganjurkan untk egoisme dulu,,,menolong diri sndiri terlebih dahulu.
Tapi egoisme ini ada batasnya. yaitu disaat kita sudah selamat dan cukup, maka egoisme mulai diturunkan perlahan2...

Orng yang egois terus disaat dirinya sudah berkecukupan, akan dicap jahat oleh Tuhan, walaupun secara 'kasat mata' dia tdk merugikan orng lain...Mengapa begitu?

begini logikanya :
Seorang manusia tdk bisa hidup tanpa orng lain.
Orng kaya tdk bisa hidup sebagai orng kaya yang nyaman hidupnya sekarang tanpa pembantu rmh tangga, tanpa tukang tambal ban, tukang sampah, polisi, guru SD nya wkt dia kecil dahulu,,,,dll
Memang betul, semua itu sudah ada imbalannya,,,ban mobil bocor, ditambal tkng tambal ban dan orng kaya tersebut membayar tkng tambal ban itu,,impas!
pembantu melayani orng kaya itu dan telah dibayar jg gaji bulanannya,,,,impas!
Tapi tanpa kita sadari, sebetulnya yang kita angap impas itu tdk selalu betul2 impas,,,!

Contoh yang sering terjadi adalah guru. Sudah sepadankah bayaran kita kpd seorang guru...?
Kalau belum sepadan artinya guru itu telah menolong kita. Disitu ada kerelaan dari seorang guru.
Pmbntu Rmh tangga di indonesia ini banyak yang kerja hampir 24 jam minus tdr mlm.
Emangnya gaji pembantu udh sepadan dengan kerjaannya yang mulittasking dan allround?
Kalau belum sepadan, berarti orng kaya itu telah ditolong oleh pembantu itu,,,jadi blm impas!

Jika belum impas, berarti ada yang dirugikan bukan,,,?
ini hukum matematika

Bayangkan apa jadinya sistem sosial kita kalau semua orng hanya berprisip egoisme dan menuntut impas 100%?

Tampaknya, - sekali lg tampaknya - egoisme sepertinya tidak merugikan orng lain,,,tapi kalau diteliti lebih lanjut, sebetulnya merugikan, malah egoisme bisa merusak seluruh tatanan sosial manusia.
Makanya egoisme dicap jahat oleh sang Penguasa Langit

Jadi Tuhan masih konsisten dengan konsep neraka


Oh, prinsip tolong menolong itu benar. Dilihat dari sistem sosial biologi, kelompok2 hewan/manusia yang mau berkorban buat sesamanya akan membantu kelangsungan hidup kelompok tersebut. Dan secara prinsip orang yang mau berkorban untuk kelangsungan hidup kelompok itu berbuat 'terpuji'. Sebaliknya, kelompok yang isinya orang2 yang hanya mau mementingkan diri sendiri akan punah. Prinsip ini, namun, tidak datang dari mulut 'tuhan'/agama. Jika demikian, sudah ada banyak sekali dinosaurus2, reptil2 & hewan2 liar punah yang terpanggang di neraka karena 'keegoisan' ini.

Karena prinsip ini tidak datang dari 'tuhan', dia tidak berhak untuk membuat peraturan menjebloskan mahluk2 'egois' tersebut ke neraka.

Jika kita berbicara tentang untung, rugi dan digabungkan dengan prinsip neraka dari 'tuhan', saya juga kasih contoh:

Seorang ibu yang sakit masih mau menyusui bayinya adalah seorang yang terpuji tapi dia merasa 'dirugikan' karena jelaslah dia bisa menggunakan gizi itu untuk kesembuhannya. Tetapi malah diberikan pada bayinya yang lapar. Sebaliknya, bayi tersebut bertindak egois karena dia lapar tapi masih mau merugikan ibunya yang mungkin akan meninggal karena gizinya habis diminum bayi.

Jika 'tuhan' benar2 konsisten dengan prinsip diatas, bayi tersebut adalah jahat dan harusnya dibakar garing di neraka. 'Tuhan' yang membuat sesuatu seperti diatas tidak pantas disembah. Untungnya dengan 'keegoisan' bayi ini, bayi ini bisa hidup dan keturunan sang ibu bisa diteruskan. Inilah alasan sang ibu yang terdalam untuk rela berkorban. Ini bisa dibilang sistem timbal balik.


Sekarang kita masuk ke prinsip gaji bulanan yang tidak layak bagi guru atau pembantu. Prinsip ini jauh lebih kompleks dari prinsip hewan2 di hutan. Jika Anda bekerja keras untuk mengumpulkan kekayaan, Anda mempunyai uang sangat banyak. Tapi Anda tidak mau menaikan gaji pembantu Anda namun, pembantu Anda bisa hidup makan cukup dengan gaji minimum. Menurut prinsip matematika, dia memang dirugikan, tapi apakah Anda berbuat salah?
Anda berkonsentrasi pada kelangsungan hidup Anda dan anak2 Anda dengan mengumpulkan kekayaan dan menurut saya itu tindakan terpuji. Kelangsungan hidup pembantu Anda atau guru Anda adalah urusan rumah tangga mereka. Berbeda dengan hewan2 di hutan, tidak berbagi makanan bisa mengakibatkan kehancuran dalam kelompok dan akhirnya diri sendiri, tidak berbagi harta pada orang lain atau menaikan gaji tidak mengakibatkan kehancuran dalam hidup Anda. Hewan2 secara tidak langsung 'diharuskan' untuk berbagi, untuk manusia, peraturan ini bisa dibuat lebih longgar karna teknologi dsb. Manusia bisa melawan prinsip seleksi alam yang hewan2 di hutan tidak.

'Tuhan' dan agama mengancam kita untuk berbagi harta yang sudah kita dapatkan secara mati2an pada orang yang membutuhkan. Jika tidak, Anda akan dilimpahkan kemalangan dan setelah mati, dibakar di neraka. Saya mendukung tindakan berderma dan berbagi pada sesama yang membutuhkan dengan alasan menolong, tanpa harus diancam. Sebaliknya, orang2 yang melakukan penyumbangan dengan harapan lain (imbalan di 'surga' dan tidak masuk neraka) adalah menurut saya, adalah orang yang tidak terpuji.
Azeir Lonewolf
maap sedikit ikut nimbrung..
@herdi_pro
QUOTE
Dlm ajaran salah satu agama malah dianjurkan untk menolong diri sndiri terlebih dahulu, baru kemudian menolong orang2 paling dekat, lalu berikutnya menolong orng lain yang agak jauh.


bagi saya dan mungkin sebagian orang di dunia ini, suatu egosime yg anda atau yg diajarkan salah satu agama itu tak sepenuhnya akan berlaku... sebab kita punya hati nurani, tapi ga tau juga setiap orang beda prinsip sih...
JIZZUS
^ Hal ini sudah ada sejak nenek moyang manusia berada di hutan2 atau di padang pasir. Altruism/kerelaan berkorban ini dibutuhkan untuk kelestarian species hewan2. Prinsip inilah yang di plagiat oleh 'tuhan' dan agama, dibilang buatan agama bukan alam, padahal sebaliknya. Satu hal yang orang2 masih tidak bisa akui karna dari kecil sudah dipaksa belajar agama oleh orang tuanya: agama adalah buatan manusia. 'Tuhan' itu diciptakan untuk menjadi 'polisi' di angkasa buat ngatur kehidupan orang2. Orang2 yang hidupnya harus diatur dan ditakut-takuti oleh 'si polisi' inilah orang2 yang tidak bermoral.

Kita diskusi lebih lanjut disini
http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=270547
herdi_pro
QUOTE (Azeir Lonewolf @ Dec 25 2009, 02:58 PM) *
maap sedikit ikut nimbrung..
@herdi_pro
QUOTE
Dlm ajaran salah satu agama malah dianjurkan untk menolong diri sndiri terlebih dahulu, baru kemudian menolong orang2 paling dekat, lalu berikutnya menolong orng lain yang agak jauh.


bagi saya dan mungkin sebagian orang di dunia ini, suatu egosime yg anda atau yg diajarkan salah satu agama itu tak sepenuhnya akan berlaku... sebab kita punya hati nurani, tapi ga tau juga setiap orang beda prinsip sih...


Emangnya waktu kita bayi kita udh punya nurani untuk kasihan dengan ibu,,,sehingga bisa turut berempati, lalu menyedot susu sekadarnya,,,,untuk iktu menolong ibu?
Waktu bayi baru lahir, secra naluriah dia akan menyelamatkan diri dulu, bukan orng lain,,,
dia akan nganis minta perhatian, tdk epduli orng2 lain sedang sibuk,,,,
dia akan menyedot susu sebanyak dia sanggup, tidak peduli ibunya sdang kelelahan dan kurang makan,,,,

Itu adalah pelajaran pertama Tuhan,,,,bahwa selamatkan dirimu dulu, baru engkau bisa selamatkan orng lain.
Yang dikutuk olhe Tuhan adalah orng yang sudah selamat dan cukup tapi tdk mau berempati kepada orng lain,,,,
nah disini baru hati nurani yang bicara,,,

Peace.gif

herdi_pro
QUOTE (JIZZUS @ Dec 25 2009, 02:25 PM) *
Seorang ibu yang sakit masih mau menyusui bayinya adalah seorang yang terpuji tapi dia merasa 'dirugikan' karena jelaslah dia bisa menggunakan gizi itu untuk kesembuhannya. Tetapi malah diberikan pada bayinya yang lapar. Sebaliknya, bayi tersebut bertindak egois karena dia lapar tapi masih mau merugikan ibunya yang mungkin akan meninggal karena gizinya habis diminum bayi.

Jika 'tuhan' benar2 konsisten dengan prinsip diatas, bayi tersebut adalah jahat dan harusnya dibakar garing di neraka.


coba baca baik2 sekali lagi argumen saya :

QUOTE (herdi_pro @ Dec 25 2009, 01:27 PM) *
Sebetulnya prinsip egoisme juga diajarkan dalam agama.
Dlm ajaran salah satu agama malah dianjurkan untk menolong diri sndiri terlebih dahulu, baru kemudian menolong orang2 paling dekat, lalu berikutnya menolong orng lain yang agak jauh.
Jadi memang Penguasa langit menganjurkan untk egoisme dulu,,,menolong diri sndiri terlebih dahulu.
Tapi egoisme ini ada batasnya. yaitu disaat kita sudah selamat dan cukup, maka egoisme mulai diturunkan perlahan2...


Jadi bayi itu tidak melakukan kejahatan, karena baru dalam tahap perlu diselamatkan terlebih dahulu,,,yang saya maksud kejahatan adalah orng yang telah selamat dan berkecukupan,,,,tapi tdk mau menolong orng lain,,,
JIZZUS
QUOTE (JIZZUS @ Dec 25 2009, 06:25 PM) *
Sekarang kita masuk ke prinsip gaji bulanan yang tidak layak bagi guru atau pembantu. Prinsip ini jauh lebih kompleks dari prinsip hewan2 di hutan. Jika Anda bekerja keras untuk mengumpulkan kekayaan, Anda mempunyai uang sangat banyak. Tapi Anda tidak mau menaikan gaji pembantu Anda namun, pembantu Anda bisa hidup makan cukup dengan gaji minimum. Menurut prinsip matematika, dia memang dirugikan, tapi apakah Anda berbuat salah?
Anda berkonsentrasi pada kelangsungan hidup Anda dan anak2 Anda dengan mengumpulkan kekayaan dan menurut saya itu tindakan terpuji. Kelangsungan hidup pembantu Anda atau guru Anda adalah urusan rumah tangga mereka. Berbeda dengan hewan2 di hutan, tidak berbagi makanan bisa mengakibatkan kehancuran dalam kelompok dan akhirnya diri sendiri, tidak berbagi harta pada orang lain atau menaikan gaji tidak mengakibatkan kehancuran dalam hidup Anda. Hewan2 secara tidak langsung 'diharuskan' untuk berbagi, untuk manusia, peraturan ini bisa dibuat lebih longgar karna teknologi dsb. Manusia bisa melawan prinsip seleksi alam yang hewan2 di hutan tidak.

'Tuhan' dan agama mengancam kita untuk berbagi harta yang sudah kita dapatkan secara mati2an pada orang yang membutuhkan. Jika tidak, Anda akan dilimpahkan kemalangan dan setelah mati, dibakar di neraka. Saya mendukung tindakan berderma dan berbagi pada sesama yang membutuhkan dengan alasan menolong, tanpa harus diancam. Sebaliknya, orang2 yang melakukan penyumbangan dengan harapan lain (imbalan di 'surga' dan tidak masuk neraka) adalah menurut saya, adalah orang yang tidak terpuji.


Saya diatas juga sudah tanya, kenapa jika kita tidak mau menolong atau menyumbangkan harta untuk orang lain itu jahat? Bukannya itu hak kita?

Dan karena kita tidak mau menyumbang, kita dikutuk 'tuhan'?

Sekali lagi, bukannya saya tidak setuju dengan menolong orang, sebaliknya sangat setuju. Tapi menolong orang kan hak kita. Kesannya kita dipaksa oleh 'tuhan' untuk menolong kalau ngga kita dilempar ke neraka. Itu aja.
herdi_pro
Kira2 apa yang ada di benak para penyelenggara pemerintahan di tiap negara tentang pajak,,,,?
Pajak itu kewajiban warga negara atau hak,,,?

Kalau pajak adalah hak, dan warga negara serelanya bayar pajak,,,kira2 apa yang akan terjadi?
Salah satu sifat dasar mansuia adalah keserakahan.
Jika orng disuruh sukarela bayar pajak,,,maka hanya sedikit saja yang bayar pajak.
Pdahal pajak itu berguna untk membiayai orng2 atau lembaga2 yang tdk mampu mencari biaya sndiri,,,
contohnya tentara, polisi, Departemen PU, Pelestarian alam,,,dll, serta untk membangun fasilitas umum yang berguna bagi semuanya termasuk si pembayar pajak itu juga.
contoh:
Penjahat Al Capone tidak membayar pajak jutaan US dollar sekitar thn 1930-an, akibatnya dia dihukum oleh pemerintah AS, dijebloskan ke penjara
Jadi tdk cukup dengan rela atau tidak,,,harus dipaksa

(maaf itu contoh di negara maju bkn di indonesia,,,wakakakakaka)

Nah,,,jika orng yang sudah mampu dan berkecukupan tdk merasa wajib membantu orng lain, tapi cuma diminta suka rela,,, apa yang kira2 terjadi,,,,?
Sudah bisa diterka khan,,,,?
Untuk itulah Penguasa langit merasa perlu memaksa orng2 ini untk membantu orng2 lain,,,,
Yang tdk rela membantu diberikan ancaman.


JIZZUS
Tidak mau menyumbang tidak sama artinya dengan serakah.

Pajak itu kewajiban, jelas karena itu hukum negara. Kita tinggal di satu negara, harus mengembalikan sesuatu buat negara itu supaya bisa maju. Menolong orang tidak sama dengan pajak dan bukan kewajiban. Menolong itu hak. Karena ini hak, jelas kita cuma bisa menaruh harapan sama yang namanya rasa belas kasihan. Belas kasihan tidak bisa didapat dengan ancaman atau paksaan. Di dunia ini, percaya atau tidak percaya akan 'tuhan', orang2 yang punya belas kasihan tanpa harus dipaksa tetap ada. Sama seperti orang2 jahat.

Alasan buat menolong secara ideal harusnya cuman satu dan hanya satu, yakni membuat orang yang ditolong terbantu. Kepuasan dari menolong ya melihat beban orang yang ditolong jadi lebih ringan. Jelas dengan ada/tidak adanya agama/'tuhan', menolong orang harusnya bukan masalah.

Dari yang dibilang dari post diatas, tujuan orang beragama menolong orang lain ya rasa takut atau keinginan mendapatkan imbalan balik. Bukan rasa ingin menolong itu sendiri. Walaupun hasilnya sama, proses untuk menuju hasilnya berbeda.

Orang yang memeluk agama --> tidak punya hak dari awal, tapi kewajiban menolong. Mereka tidak selalu punya niat menolong. Alasan utama menolong adalah ketakutan untuk masuk neraka. Seandainya peraturan neraka tadi dicabut, kemungkinannya ada 2:
1. mereka akan merugikan orang lain (korupsi duit, rampok, dst)
2. sukur2 benar2 jadi orang baik (menolong orang, nyumbang, dst)

Orang yang jahat, walaupun diancam sekalipun pakai hukuman, tetap saja berbuat jahat. Tapi bagaimana dengan orang2 yang berpotensial berbuat baik, yakni punya belas kasihan dan mau menyumbang ke orang miskin, tapi ditakuti dengan hukuman? Jelaslah sekarang mereka menyumbang dengan alasan kelegaan karena hukuman itu bisa terhindarkan. Ini tentunya tidak adil bagi orang2 ini karena awalnya mereka tidak pantas untuk diancam.

Saya tetap percaya, menolong orang itu dasarnya suka rela. Jika saya berkata pada Anda, "berikan separuh harta kekayaan kamu pada ... (isi nama insitut atau nama orang) ... jika kamu menolak, kamu dan/atau keluargamu akan ditimpa kemalangan dan setelah mati, roh kamu pun akan saya bakar!" Bagaimana reaksi Anda?

'Tuhan' adalah seorang perampok.
bondbez
baik belum tentu bener tetapi bener pastilah baik meskipun kadang akal butuh waktu dan proses untuk mengecapnya.
battosay
uihhhh...nice post bro.....tq
indra gb
keren nih, makasih untuk pencerahannya...
calciumcdr
Pada ngomong paan ya

mmmmmmmm
Yang penting sebagai umat berbuat baiklah pada sesamamu, terutama yang kau anggap paling hina.
Dengan begitu gak usah deh mikirin neraka.

Emang sulit, tapi trtap berusaha....
malili_camp
thanks bro
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.