http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/17/...500.meter.kubik
Sampah Akibat Banjir 20.500 Meter Kubik

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Petugas kebersihan, Ahmad, mengangkat sampah yang memenuhi Sungai Ciliwung di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Minggu (2/11). Walaupun setiap hari dibersihkan, sampah- sampah itu tidak habis. Warga tidak pernah sadar dan tetap saja membuang sampah ke sungai.
QUOTE
JAKARTA, SABTU — Dinas Kebersihan DKI Jakarta memperkirakan, sampah akibat banjir yang melanda Ibu Kota beberapa hari terakhir mencapai 20.500 meter kubik. Sampah itu menumpuk di 41 titik banjir, termasuk di beberapa pintu air. Dalam kondisi normal, produksi sampah warga Jakarta mencapai 6.500 meter kubik setiap hari.
Untuk membersihkan sampah-sampah akibat banjir tersebut, Dinas Kebersihan DKI Jakarta mengerahkan ratusan truk sampah dan 500 petugas kebersihan. Sampah diangkut ke TPA Bantar Gebang dan ke lahan terbuka milik Dinas Pekerjaan Umum DKI di Pegangsaan Dua, Jakarta Utara. “Sampah-sampah akibat banjir tidak boleh dibiarkan bertumpuk karena akan merugikan kesehatan warga. Gubernur minta kami segera membersihkan sampah di seluruh wilayah,” kata Eko Bahruna, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, seperti diberitakan beritajakarta.com, Sabtu (17/1).
Tumpukan sampah paling banyak terdapat di Jembatan Kalibata, Jakarta Selatan. Sampah di lokasi itu mencapai 43 truk. Selama tiga hari, Rabu hingga Jumat, sedikitnya 1.800 meter kubik sampah sudah terangkut. Wali Kota Jakarta Selatan Syahrul Effendi mengatakan, sejak terjadi banjir, sekitar 200 petugas, terdiri atas unsur TNI, Polri, dan Satpol PP, membersihkan sampah di bawah jembatan itu. Syahrul memastikan, jika Sabtu ini tidak terjadi hujan deras, sampah di bawah jembatan itu akan bersih total.
EGP
Untuk membersihkan sampah-sampah akibat banjir tersebut, Dinas Kebersihan DKI Jakarta mengerahkan ratusan truk sampah dan 500 petugas kebersihan. Sampah diangkut ke TPA Bantar Gebang dan ke lahan terbuka milik Dinas Pekerjaan Umum DKI di Pegangsaan Dua, Jakarta Utara. “Sampah-sampah akibat banjir tidak boleh dibiarkan bertumpuk karena akan merugikan kesehatan warga. Gubernur minta kami segera membersihkan sampah di seluruh wilayah,” kata Eko Bahruna, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, seperti diberitakan beritajakarta.com, Sabtu (17/1).
Tumpukan sampah paling banyak terdapat di Jembatan Kalibata, Jakarta Selatan. Sampah di lokasi itu mencapai 43 truk. Selama tiga hari, Rabu hingga Jumat, sedikitnya 1.800 meter kubik sampah sudah terangkut. Wali Kota Jakarta Selatan Syahrul Effendi mengatakan, sejak terjadi banjir, sekitar 200 petugas, terdiri atas unsur TNI, Polri, dan Satpol PP, membersihkan sampah di bawah jembatan itu. Syahrul memastikan, jika Sabtu ini tidak terjadi hujan deras, sampah di bawah jembatan itu akan bersih total.
EGP
Ane sih heran, ini masalah klasik yg ngga beres2 dari jaman baheula, knapa coba ngga cepet2 diberesin dari dulu?
Sampe harus mampetin jalan nya air, trus sampe banjir terjadi, baru nyadar, telat bener, payah deh
Blum juga permasalahan pembangunan bangunan2 beton yg tidak mengindahkan amdal, ya beginilah akhirnya .....