Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Resistensi Antibiotik
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Medical Center
Welwelan
Oleh: Dr. Elizabeth Yasmine


Ketika obat ajaib bernama penisilin digunakan selama Perang Dunia
II, seluruh dunia bersukacita. Inilah solusi untuk luka yang
terinfeksi. Tetapi 4 tahun setelah obat dewa itu diproduksi massal,
ternyata muncul masalah baru. Penisilin tak lagi mampu mengatasi
semua luka terinfeksi. Muncullah masalah besar bernama resistensi
obat yaitu kuman dalam tubuh tak mempan lagi dengan obat tertentu.

Apa itu resistensi obat?
Resistensi obat adalah keadaan di mana kuman tidak dapat lagi
dibunuh dengan antibiotik. Pada saat antibiotik diberikan, sejumlah
kuman akan mati. Tapi kemudian terjadi mutasi pada gen kuman
sehingga ia dapat bertahan dari serangan antibiotik tersebut. Kuman
yang tidak bisa bertahan dari serangan antibiotik akan mati, tapi
kuman yang mengalami mutasi akan bertahan dan hidup. Kuman ini lalu
membelah dengan cepat dan terbentuklah jutaan koloni kuman yang
mampu melawan antibiotik tersebut. Bila nanti kumpulan kuman ini
menginfeksi individu lain, maka antibiotik tersebut tak akan mampu
mengatasi infeksi tersebut.


Welwelan
Apakah resistensi obat itu masalah besar?
Ya. Resistensi obat menyebabkan semakin sedikit pilihan obat yang
dapat dipakai untuk mengobati infeksi. Semakin sering antibiotik
digunakan, semakin cepat resistensi timbul. Infeksi yang tadinya
dapat ditangani dengan mudah, namun karena antibiotik yang biasa
tidak lagi bisa mengatasinya, maka infeksi menjadi sulit ditangani.

Contohnya, beberapa tahun setelah penggunaan penisilin secara
massal, kuman Staphylococcus aureus merupakan salah satu yang
mengalami resisten. Bakteri ini merupakan bagian dari mikroflora
yang hidup di kulit manusia. Sekarang, sebagian besar Staphylococcus
aureus resisten terhadap banyak antibiotik dan infeksinya menjadi
sulit ditangani.


Welwelan
Bagaimana jika antibiotik saya tidak bekerja?
Jika infeksi Anda tidak membaik dengan antibiotik, ada kemungkinan
infeksi tersebut bukan disebabkan oleh bakteri. Infeksi virus,
jamur, atau parasit tentu membutuhkan pengobatan yang berbeda. Namun
jika dokter yakin bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh infeksi,
maka ia akan memberikan (keturunan) antibiotik lain yang merupakan
lini kedua.

Setiap antibiotik yang diberikan oleh dokter harus diminum sampai
habis. Bila Anda diberi obat selama 7 hari, namun pada hari ketiga
sudah merasa lebih baik, Anda tetap perlu menghabiskan obat
tersebut. Bila Anda menghentikannya, akan ada sejumlah kuman yang
belum terbunuh yang akan menjadi resisten.


Welwelan
Jadi tidak semua infeksi memerlukan antibiotik?

Tidak. Beberapa infeksi seperti selesma atau common cold, nyeri
tenggorok sebagian besar disebabkan oleh virus. Penyakit ini akan
sembuh sendiri dan dikalahkan oleh sistem imun tubuh. Penyembuhan
akan memerlukan waktu beberapa hari dan selama fase itu, kita hanya
perlu beristirahat dan memberi kesempatan pada sistem imun kita
untuk melawan infeksi tersebut. Berkonsultasilah dengan dokter
sebelum Anda mengonsumsi antibiotik.

Welwelan
Bagaimana mencegah resistensi itu?

Resistensi obat akan terus berjalan seiring dengan penggunaan antibiotik, namun lajunya dapat kita perlambat.

Minumlah antibiotik hanya bila Anda memerlukannya dan bila diberi oleh dokter.
Minumlah antibiotik sampai habis sesuai petunjuk dokter.
Jangan menghentikannya di tengah-tengah hanya karena Anda merasa sudah baikan.
Janganlah minum antibiotik orang lain hanya karena Anda rasa penyakit Anda sama dengan orang tersebut.
Janganlah membeli antibiotik sendiri untuk flu dan common cold, dan nyeri tenggorok.
Penyakit ini biasanya disebabkan oleh virus.
Cucilah tangan untuk menghindari penularan penyakit infeksi.

Semoga bermanfaat.
damaidanjaya
tenkyu bro,akan gua ingat
jammilla

katanya obat antibiotik itu sampai saat ini sudah beredar beberapa generasi, mungkin generasi pertama macam pinisilin...., akibat resistrensi antibiotik generasi berapa yg baik?
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.