Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Ketegangan di Semenanjung Korea Meningkat
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Fresh News > Internasional
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Sabtu, 31 Januari 2009 | 06:52 WIB
http://kompas.com/read/xml/2009/01/31/0652...korea.meningkat

Ketegangan di Semenanjung Korea Meningkat
Korut Batalkan Perjanjian



AP photo/Zhang Bingyang / Kompas Images
Gambar yang disiarkan kantor berita China, Xinhua, memperlihatkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Il (tengah) berbicara dengan Wang Jiarui, Kepala Departemen Internasional Partai Komunis China, 23 Januari 2009, di Pyongyang, Korut. Korut, Jumat (30/1), membatalkan semua perjanjian dengan Korsel, keputusan yang membuat situasi di Semenanjung Korea kian memanas.


QUOTE
SEOUL, JUMAT — Korea Utara, Jumat (30/1), mengumumkan telah membatalkan semua perjanjian damai dengan Korea Selatan. Pembatalan perjanjian itu meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea dan menimbulkan kekhawatiran pecah konflik bersenjata.

Korea Utara (Korut) menyatakan semua perjanjian politik dan militer akan dianulir, termasuk perjanjian perbatasan di Laut Kuning. Pernyataan Korut dengan jelas menyebutkan tentang pakta nonagresi yang ditandatangani kedua negara tahun 1991, yang disebut Perjanjian Dasar bahwa keduanya tidak akan saling serang dan mengupayakan reunifikasi damai.

Korut juga menuding Korea Selatan (Korsel) menyebabkan hubungan kedua negara di ambang perang. Negara itu menyalahkan pemerintahan Presiden Korsel Lee Myung-bak yang secara sepihak membatalkan perjanjian yang dicapai pada pertemuan puncak Korea tahun 2000 dan 2007.

Lee, yang mulai berkuasa tahun lalu, menarik kebijakan merangkul Korut yang dilakukan pemerintahan sebelumnya dan akan meninjau kembali perjanjian tersebut. Korut langsung mengakhiri pembicaraan rekonsiliasi segera setelah Lee berkuasa.

Korsel menyesalkan tindakan Korut membatalkan semua perjanjian damai. ”Meningkatkan ketegangan antara dua Korea tidak diinginkan untuk menciptakan perdamaian di Semenanjung Korea dan Asia Timur, begitu juga di seluruh dunia,” sebut pernyataan Kementerian Unifikasi Korsel.

Korsel meningkatkan pemantauan perbatasan dan menyerukan akan membalas dengan tegas atas pelanggaran perjanjian. Namun, Korsel menyatakan belum mendeteksi adanya aktivitas yang berlebihan.

Kedua negara itu secara teknis masih dalam situasi perang sejak Perang Korea usai tahun 1953. Semenanjung Korea masih terpisah oleh zona demiliterisasi di mana ribuan tentara disiagakan di kedua sisi perbatasan.

Cari perhatian

Sejumlah analis yakin, Pyongyang mencoba menjamin Korut tetap menjadi prioritas pemerintahan Presiden AS Barack Obama dan memaksa Korsel mengubah posisi kerasnya.

”Ini sesuatu yang buruk. Korut tampaknya mencari jalan menuju provokasi militer. Korut juga mencoba mengalihkan tanggung jawab kemungkinan pecahnya konflik militer kepada Korsel,” kata Yoo Ho-yeol, pakar dari Korea University.

”Ini adalah isyarat bahwa Korut melakukan provokasi. Korut juga mencoba mencari perhatian dari Presiden Barack Obama,” kata Kim Ong-hyun, pengamat Korea di Dongguk University, Seoul.

Setelah delapan tahun hubungan yang beku dengan pemerintahan mantan Presiden George W Bush, Pyongyang berharap bisa memperbaiki hubungan dengan Obama. Obama telah menyatakan bahwa dia bersedia bertemu pemimpin Korut, Kim Jong-Il, jika Korut meningkatkan upaya-upaya melucuti kemampuan nuklirnya. (ap/afp/fro)

Sumber : Kompas Cetak


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
wah kasus, korut berani banget,
sampai2 smua perjanjian perdamaian dgn pihak korsel dianulir, apakah menuju peperangan?
sadis juga, pendekatan diplomasi dgn penekanan konflik militer apakah mampu mem"press" obama?
secara USA masih berkutat kekuatan militernya di irak dan afghanistan, dan dilanda resesi ekonomi juga Thinking.gif
tapi Korut ni berani tentunya pasti ada backup, siapa lagi kalo bukan dari tetangga sebelah yg akrab banget BigGrin.gif

Kmarin juga Rusia mulai meningkatkan rencana untuk membangun pangkalan militer di luar rusia, plus menggelar persenjataan rudal balistis di kalinigrad smile.gif

wah ini artinya pertarungan blok barat dan timur kembali dimulai Thinking.gif .. sudah waktunya hegemoni barat perlu penyeimbang

salam,
OyOn
arifx2
kalau udah seimbang mending hak veto pbb dihapus atau sekalian pbb dihapus, biar semua bisa dimusyawarahkan lagi secara lebih adil gak selalu sepihak, asal menyinggung langsung veto jada keputusan pbb banyakan masuk tong sampah.
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Minggu, 1 Februari 2009 | 14:44 WIB
http://www.kompas.com/read/xml/2009/02/01/...tak.terkalahkan

Kim Sebut Pasukan Korut Tak Terkalahkan



(Getty Images/KCNA)
Gambar yang tak dicantumkan dengan tanggal ini dirilis dari Korean Central News Agency pada 5 November 2008. Gambar itu menunjukkan Kim Jong Il berpose dengan sejumlah tentara saat ia menginspeksi latihan militer satuan angkatan darat di sebuah lokasi yang tak disebutkan di Korea Utara.


QUOTE
SEOUL, MINGGU — Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Il memuji pasukannya tak terkalahkan saat ketegangan dengan Korea Selatan (Korsel) meningkat.

Kantor berita Korut, KCNA (Korean Central News Agency), melaporkan, Minggu (1/2), Kim yakin pada kemampuan pasukannya ketika memeriksa kesatuan militer.

"KPA (Tentara Rakyat Korea) berkembang menjadi barisan revolusioner yang tidak terkalahkan yang semua anggotanya setia membela partai dan pemimpin," kata Kim yang dikutip KCNA, tanpa menyebutkan tanggal kunjungan itu.

Berita KCNA itu muncul beberapa hari setelah Korut membatalkan semua perjanjian politik dan militer dengan Korsel, yang semakin meningkatkan ketegangan antara kedua negara, yang masih tetap dalam perang sejak konflik tahun 1950-1953.

Dengan menuduh Korsel mendorong hubungan itu ke pinggir perang, Korut, Jumat, mengumumkan bahwa semua perjanjian politik dan militer dibatalkan, termasuk perbatasan Laut Kuning mereka.

Beberapa jam kemudian, Presiden Korsel Lee Myung-bak berikrar akan tetap berpegang terhadap apa yang disebut Pyongyang kebijakan "konfrontasional" terhadap Korut.

Lee, yang berkuasa setahun lalu, mengakhiri kebijakan "cahaya matahari" dari presiden-presiden yang digantikannya, mengaitkan bantuan ekonomi Seoul pada usaha-usaha perlucutan senjata nuklir Korut.

Korsel meningkatkan pengawasan perbatasannya dan berikrar akan menanggapi dengan keras setiap pelanggaran, tetapi mengatakan tidak ada kegiatan yang luar biasa terdeteksi.

Penjabat juru bicara Deplu AS, Robert Wood, mengatakan, pernyataan Korut "yang jelas tidak berguna" itu tidak akan berdampak pada perundingan enam negara yang melibatkan Korut, Korsel, AS, China, Jepang, dan Rusia bertujuan untuk membatalkan program-program senjata nuklir Korut.

Pyongyang menandatangani satu perjanjian dengan lima mitranya itu tahun 2007. Menyerukan senjata-senjata nuklirnya dihapuskan dengan imbalan bantuan, normalisasi hubungan dengan AS dan Jepang, dan satu perjanjian perdamaian resmi di semenanjung Korea.

Namun, perundingan-perundingan itu macet karena Korut, yang melakukan uji coba senjata nuklir tahun 2006, menolak melaksanakan satu perjanjian tertulis yang merinci cara-cara untuk memverifikasi perlucutan senjata nuklir itu.

ONO
Sumber : Ant


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 2 Februari 2009 | 04:18 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...ng.perang.besar

Korea di Ambang Perang Besar
Korsel Tetap Keras terhadap Korut



Presiden Korsel: Lee Myung-bak


QUOTE
SEOUL, MINGGU - Korea Utara, Minggu (1/2), memperingatkan bahwa memburuknya hubungan dengan Korea Selatan telah membuat Semenanjung Korea di ambang perang. Media-media Korea Utara juga memperingatkan kehancuran Korea Selatan jika tetap mengabaikan ancaman Korea Utara.

”Kebijakan berkonfrontasi dengan Korea Utara yang dilakukan kelompok Korea Selatan adalah sumber konflik militer dan perang antara Utara dan Selatan,” sebut kantor berita resmi Korut, KCNA.

”Bagi negara kami yang tengah dalam gencatan senjata, konfrontasi berarti meningkatnya ketegangan yang bisa mengarah pada konflik militer dan perang yang tidak bisa dihindari,” sebut surat kabar milik Partai Komunis, Rodong Sinmun.

Korut dan Korsel secara teknis masih berperang karena Perang Korea tahun 1950-1953 hanya diakhiri dengan gencatan senjata, bukan traktat perdamaian. Kedua negara masih menempatkan lebih dari satu juta tentara di sepanjang perbatasan.

Ketegangan di Semenanjung Korea dipicu langkah Korut yang membatalkan semua perjanjian damai dengan Korsel, pekan lalu. Dalam beberapa bulan terakhir, Korut telah berulang kali mengancam akan menghancurkan pemerintahan konservatif di Korsel yang dipimpin Presiden Lee Myung-bak. Lee menghentikan aliran bantuan ke Korut yang telah berlangsung selama 10 tahun sejak mulai berkuasa setahun lalu.

Menanggapi ancaman Korut, Presiden Lee menyatakan tetap akan mempertahankan kebijakan keras terhadap Korut. Dia menyatakan optimistis bahwa hubungan kedua Korea akan membaik dalam waktu tidak terlalu lama.

”Dalam perpecahan selama enam dekade, satu tahun ketegangan bisa diatasi guna memperbaiki hubungan antar-Korea,” ujar Lee tanpa merinci cara mengatasinya.

”Meskipun barangkali perlu waktu pada awalnya, lebih baik bertolak menuju arah yang benar daripada terburu-buru menuju arah yang salah. Korea Selatan dan Korea Utara akan memulai kembali negosiasi dalam waktu dekat,” katanya.

Tak terkalahkan

Di tengah merebaknya ketegangan, Pemimpin Korut Kim Jong Il melontarkan pujian bahwa tentaranya tidak akan terkalahkan. Kim yakin bahwa tentaranya mampu menggulung invasi mendadak dari musuh dengan sekali serang.

”KPA (Angkatan Bersenjata Rakyat Korea) telah berkembang menjadi angkatan revolusioner yang tidak terkalahkan, yang anggotanya akan membela partai dan pemimpinnya,” kata Kim saat menginspeksi sebuah unit militer dan pembangkit listrik, Sabtu pekan lalu.

”Rakyat Korut siap meratakan gunung dan mengosongkan laut sekaligus jika diminta oleh Partai (Komunis),” kata Kim.

Menurut analis, ketegangan di Semenanjung Korea belum akan mengarah ke perang terbuka. ”Ancaman Korut yang terus meningkat tidak mengindikasikan kekerasan besar di depan mata. Namun, ancaman itu bisa dengan mudah menandai babak lain konfrontasi laut taktis dengan Korsel di Laut Kuning,” kata Bruce Klingner, ahli Korea pada Heritage Foundation, Washington.

Kedua Korea terlibat perang laut mematikan soal perbatasan di perairan Laut Kuning tahun 1999 dan 2002.

Pengamat juga menilai, taktik Korut meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea dilakukan untuk mencari perhatian dari pemerintahan presiden baru AS, Barack Obama. (ap/afp/reuters/fro)

Sumber : Kompas Cetak


Peace.gif peace Peace.gif
Gun_awan
QUOTE (OhYesOhNo @ Jan 31 2009, 12:31 PM) *
Cari perhatian

Sejumlah analis yakin, Pyongyang mencoba menjamin Korut tetap menjadi prioritas pemerintahan Presiden AS Barack Obama dan memaksa Korsel mengubah posisi kerasnya.

”Ini sesuatu yang buruk. Korut tampaknya mencari jalan menuju provokasi militer. Korut juga mencoba mengalihkan tanggung jawab kemungkinan pecahnya konflik militer kepada Korsel,” kata Yoo Ho-yeol, pakar dari Korea University.

”Ini adalah isyarat bahwa Korut melakukan provokasi. Korut juga mencoba mencari perhatian dari Presiden Barack Obama,” kata Kim Ong-hyun, pengamat Korea di Dongguk University, Seoul.

Setelah delapan tahun hubungan yang beku dengan pemerintahan mantan Presiden George W Bush, Pyongyang berharap bisa memperbaiki hubungan dengan Obama. Obama telah menyatakan bahwa dia bersedia bertemu pemimpin Korut, Kim Jong-Il, jika Korut meningkatkan upaya-upaya melucuti kemampuan nuklirnya. (ap/afp/fro)

Peace.gif peace Peace.gif

Smoga aja indikasinya seperti yg diatas (sekedar caper dgn mksd baik dari Korut)
Jgn ampe perang deh..bisa2 muncul blok2 lg neh!!
Hmm Indonesia bisa nyoba tuh "ikut" ambil bagian dlm proses damai Korea..krn gw yakin negara kita punya power (kalo kita mau)
Peace
U_coks
Mudah2an jangan sampai perang deh...
itung2 lapangan pekerjaan disana masih banyak, dan banyak juga rakyat indonesia yg mengadu nasib ksana.

piss aja dah...
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Selasa, 24 Februari 2009 | 04:01 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...s.dan.australia

Rudal Baru Korut Jangkau AS dan Australia



AP photo/Ahn Young-joon / Kompas Images
Model rudal Scub-B Korea Utara dan rudal lain milik Korea Selatan dipajang di Museum Peringatan Perang Korea, di Seoul, Korsel, Selasa (3/2). Korut bersiap melakukan uji coba rudal jarak jauh, Taeodong-2, yang bisa mencapai target di Alaska, AS.


QUOTE
SEOUL,SENIN-Korea Utara belum lama ini menggelar sebuah peluru kendali tipe baru berjarak sedang yang diperkirakan mampu menjangkau Pulau Guam, yang masuk wilayah AS, dan wilayah Australia bagian utara.

Hal itu diungkapkan dalam laporan pertahanan Korea Selatan (Korsel), Senin (23/2). Disebutkan, rudal mampu mencapai jarak 3.000 kilometer, atau menjangkau Guam, Australia utara, serta sebagian besar wilayah Rusia dan India.

Tidak disebutkan rincian rudal bar>kern 401m<u Korea Utara (Korut) itu, ter>kern 251m<masuk kapan rudal itu mulai dikem>kern 301m<bangkan, berapa banyak yang>kern 251m< siap dipakai dan di mana lokasi-lokasi peluncurannya.

Rudal itu diyakini sama dengan tipe rudal yang dipamerkan dalam sebuah parade militer di Korut pada 2007. Korut juga diyakini tengah menyiapkan uji tembak rudal balistik versi jarak jauh, Taepodong-2, di tengah ketegangan dengan Korsel yang makin meningkat.

Modifikasi Taepodong-2

Sejumlah media melaporkan, rudal yang sudah siap diluncurkan itu adalah versi modifikasi dari Taepodong-2 dengan daya jangkau lebih jauh karena mampu menjangkau Alaska dan pantai barat AS.

”Kekuatan konvensional Korut, pengembangan dan penguatan senjata pemusnah massalnya, seperti senjata nuklir dan rudal-rudal, dan pagelaran senjata yang lebih maju, merupakan sebuah ancaman serius dan langsung terhadap keamanan kita,” tutur buku pertahanan itu.

Disebutkan juga, Korut diperkirakan telah memproduksi sekitar 40 kg plutonium, yang menurut pakar cukup untuk membuat sedikitnya lima unit senjata nuklir. (AP/Reuters/OKI)

Sumber : Kompas Cetak


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 25 Februari 2009 | 06:00 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...ang.siaga.penuh

Satelit Siap Diluncurkan, Jepang Siaga Penuh



QUOTE
SEOUL, SELASA — Korea Utara, Selasa (24/2), mengumumkan siap meluncurkan satelit ke orbitnya. Ini adalah pernyataan terbuka Korut yang dipandang negara-negara tetangganya dan AS sebagai uji coba peluru kendali jarak jauh, Taepodong-2, yang telah ditingkatkan kemampuannya.

Pernyataan dari Badan Teknologi Luar Angkasa Korea Utara (Korut) itu disampaikan di tengah kekhawatiran internasional bahwa negara komunis itu sedang berpacu untuk menembakkan rudal paling mutakhir, Taepodong-2, yang bisa digolongkan sebagai pelanggaran atas resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB.

”Persiapan penuh tengah dilakukan untuk meluncurkan satelit komunikasi perdana, Kwangmyongsong nomor dua, di tempat peluncuran Hwadae, di timur laut Korut,” demikian disampaikan Badan Teknologi Luar Angkasa Korut, seperti dilaporkan oleh kantor berita resmi Korut, KCNA.

Sejak pekan lalu, Korut sudah menegaskan bahwa mereka memiliki hal untuk ”mengembangkan teknologi luar angkasa”. Akan tetapi, Korut pada masa lalu sering menggunakan istilah ”pengembangan program luar angkasa” atau peluncuran satelit untuk menyembunyikan uji coba rudal.

Ketika negara itu melakukan pengujian atas sebuah rudal balistik, Taepodong-1, yang melintasi Jepang pada 1998, Korut menyatakan telah menempatkan sebuah satelit ke orbitnya.

Hwadae diyakini sebagai tempat peluncuran bagi rudal jarak jauh, Taepodong-2, yang diyakini mampu menjangkau Alaska.

Korsel ”rangkul” China

Menghadapi peluncuran satelit yang diyakini adalah rudal Korut itu, Pemerintah Jepang mengatakan telah bersiaga penuh untuk menghadapi keadaan darurat apa pun.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) Yu Myung-hwan, Selasa, mengatakan akan bertemu dengan pejabat-pejabat senior China untuk bertukar pikiran tentang cara menghadapi ancaman Korut dan kedua negara akan berusaha memecahkan kebuntuan dalam perundingan enam pihak.

”Ketimbang membuat suatu usulan khusus atas berbagai masalah, saya berencana untuk bertukar pikiran saja di sana,” paparnya sebelum berangkat ke Beijing, seperti dilaporkan Korea Times.

Pejabat-pejabat Pemerintah Jepang dan Korea Selatan mengatakan akan mengamati dari dekat perkembangan di Korut. Apabila peluncuran satelit tersebut berhasil, Korut akan mempunyai rudal dengan jangkauan maksimum 6.700 kilometer, yang secara khusus didesain mampu membawa hulu ledak nuklir dan bisa menghantam wilayah pantai AS.

Sejumlah pengamat keamanan mengatakan, peluncuran itu kemungkinan dilakukan dalam beberapa hari mendatang. (AP/AFP/Reuters/OKI)


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 4 Maret 2009 | 13:10 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...tuh.rudal.korut

AS Yakin Mampu Tembak Jatuh Rudal Korut



QUOTE
WASHINGTON, RABU — Amerika Serikat terus menjalankan diplomasinya untuk menghambat peluncuran peluru kendali oleh Korea Utara.

Namun, militer AS juga menyuarakan keyakinan bahwa mereka mampu menembak jatuh rudal itu jika Korut meneruskan rencana peluncuran.

Dalam pernyataan-pernyataan yang tidak seperti biasanya dilontarkan secara terus terang, Komandan Komando Pasifik AS yang berpangkalan di Hawaii, Laksamana Timothy Keating, mengatakan bahwa kapal-kapal penyergap siap untuk dikerahkan begitu ada perintah.

"Jika yang terjadi itu lebih dari peluncuran satelit, kami akan siaga penuh untuk melakukan langkah-langkah seperti yang diperintahkan presiden," katanya dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan ABC News.

Utusan baru Pemerintah AS untuk Korut, Stephen Bosworth, melakukan pembicaraan dengan China, Rabu (4/3), membahas Korut. AS dan Korsel mengatakan, tujuan utama peluncuran Korut adalah uji coba peluru kendali yang menurut teori bisa mencapai Alaska, negara bagian di AS.

Direktur Percobaan Operasional dan Evaluasi Pentagon Charles McQueary mengatakan bahwa AS telah melakukan skenario percobaan untuk menghadapi peluncuran peluru kendali Korut. "Bagi saya ini adalah demonstrasi untuk menunjukkan bahwa sistem ini punya kemampuan untuk menjalankan fungsinya," kata McQuenary di depan sebuah panel kongres.

AS dan sekutu-sekutunya telah menggelar pertahanan sejak 1998 ketika Korea Utara menembakkan rudal jarak jauh Taepodong di atas pulau utama Jepang, Honshu, ke Samudera Pasifik. AS mengoperasikan sekitar 28 penyergap berbasis di darat, 18 kapal yang dilengkapi dengan radar Aegis, dan sejumlah sistem radar, termasuk seperangkat Cobra Dane di pulau-pulau Aleutian di Alaska, menurut Badan Pertahanan Peluru Kendali.

Sekutu-sekutu AS di kawasan itu, yaitu Jepang dan Korea Selatan, juga sudah mempunyai kapal-kapal yang dilengkapi Aegis. Jepang, yang memiliki hubungan tegang dengan Korea Utara, telah menempatkan peluru-peluru kendali penyergap, termasuk di pusat Tokyo.

Ahli Korea Utara, Bruce Klingner, yang sebelumnya pernah bekerja di CIA melihat bahwa kemungkinan Pyongyang melakukan percobaan rudal adalah 70 hingga 80 persen. "Ini adalah langkah berikutnya dalam peningkatan upaya Pyongyang untuk mencoba memaksa AS melunakkan tuntutan-tuntutan AS dalam pembicaraan enam pihak dan mengelak dari syarat yang ditetapkan standar internasional untuk verifikasi perlucutan nuklir," kata Klinger.

Namun, ia mengatakan bahwa percobaan akan memicu kerjasama militer yang lebih erat antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, seperti mengarahkan Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak untuk memperluas pertahanan peluru kendali.

ONO
Sumber : Antara


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 16 Maret 2009 | 06:19 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2....rezimnya.kokoh

Tutup Perbatasan, Kim Puji Rezimnya Kokoh



Kim Jong Il


QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Il meyakini dan memuji rezim komunisnya yang ”kokoh”. Pernyataan itu seolah untuk lebih memacu semangat militernya dalam menghadapi ketegangan yang semakin meningkat, terkait persiapan peluncuran roket oleh Korut yang ditentang banyak negara di sekitarnya.

Kantor berita resmi Korea Utara (Korut), KCNA, Minggu (15/3), melaporkan, pernyataan tersebut disampaikan saat pemimpin Korut itu menyaksikan salah satu unit artilerinya melakukan latihan penembakan dengan peluru sesungguhnya, di sebuah lokasi yang tidak disebutkan.

”Benteng sosialis kita kokoh dan semangat revolusioner kita akan terus meraih kemenangan demi kemenangan karena kita mempunyai para elite-elite yang seperti baja,” ungkap Kim.

Korut telah memberitahukan badan-badan penerbangan dan maritim internasional mengenai rencana meluncurkan sebuah satelit komunikasi, 4-8 April.

Korea Selatan (Korsel) dan AS mengatakan peluncuran itu adalah sebuah selubung dari uji coba peluru kendali (rudal) Taepodong-2, yang secara teknis mampu menjangkau Alaska, Amerika Utara. Peluncuran itu akan menjadi uji coba rudal jarak jauh Korut ketiga sejak 1998.

Tutup perbatasan

Menjelang peluncuran itu, Korut sejak Senin (9/3) mematikan jaringan telepon dan faksimile militer yang digunakan untuk menyetujui aktivitas melintas perbatasan Korut-Korsel. Korut juga menyiagakan 1,2 juta personel militernya untuk siap tempur, untuk memprotes latihan militer bersama Korsel-AS yang sedang berlangsung. Korut menganggap latihan militer yang diikuti puluhan ribu tentara itu ditujukan sebagai persiapan untuk ”perang Korea kedua”.

Perbatasan kedua Korea pun resmi ditutup mulai Jumat (13/3) hingga Minggu (15/3). Hal itu membuat ratusan pekerja Korsel tertahan di Korut.

Menteri Unifikasi Korsel Hyun In-taek mendesak Korut agar mengizinkan para pebisnis untuk bisa melakukan perjalanan dengan bebas, menuju dan dari Korsel ke kawasan industri Kaesong yang dibiayai Korsel, di utara perbatasan.

Kementerian Unifikasi Korsel melaporkan, 427 orang tidak diizinkan kembali ke rumah dari Kaesong, Jumat (13/3) dan Sabtu (14/3). ”Tindakan sepihak Korut seperti ini bukan hanya melecehkan kesepakatan antar-Korea, tetapi juga melanggar regulasi Korut sendiri,” ujar Hyun.

Sementara di Pyongyang, militer dan partai berkuasa Korut semakin meningkatkan kampanye untuk mengangkat salah satu dari tiga putra Kim Jong Il sebagai calon pengganti pemimpin Korut tersebut.

Surat kabar Jepang, Asahi Shimbun, Minggu, melaporkan, Partai Pekerja Korut yang berkuasa pada 1 Desember lalu telah menyebarkan instruksi untuk memajukan calon pengganti dari garis keturunan Kim. Hal itu kemudian diikuti oleh militer Korut yang mengeluarkan perintah serupa, 20 Desember lalu.

Meski sepaham para calon pengganti harus dari garis keturunan Kim, perbedaan mencuat mengenai anak Kim yang mana yang harus diorbitkan. Ketiga anak Kim, Jong Nam (37), Jong Chul (27), dan Jong Un (25), sama-sama berpeluang menjadi pengganti ayahnya. (AP/AFP/OKI)

Sumber : Kompas Cetak


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 16 Maret 2009 | 07:56 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...san.korea.utara

Meresahkan, Penutupan Perbatasan Korea Utara



(Getty Images/JUNG YEON-JE)
Pasukan AS menyeberangi sebuah jembatan dalam latihan perang gabungan bersama pasukan Korea Selatan di Pocheon, dekat Zona Demiliterisasi, yang membelah kedua Korea, 10 Maret 2009


QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com - Korea Selatan menyesalkan tindakan Pyongyang, Minggu (15/3), untuk melarang adanya penyeberangan lintas perbatasan oleh pekerja di wilayah industri gabungan di Korea Utara. Pyongyang pertama kali menutup jalur khusus perbatasannya itu pada 9 Maret lalu sebagai upaya memprotes latihan perang yang berkelanjutan antara Korea Selatan dan AS.

Kedua Korea menggunakan jalur khusus itu untuk penyeberangan barang dan orang di tengah ketatnya pengawasan keamanan perbatasan kedua negara. Korea Utara membuka kembali lintas perbatasan itu Selasa (10/3) tetapi kembali menutupnya Jumat (13/3) sehingga mengakibatkan terlantarnya pekerja di kompleks Kaesong.

Kompleks itu mengabungkan tenaga kerja ahli Korea Selatan di bidang teknologi dan manajemen dengan buruh murah Pyongyang. Kompleks industri tersebut selama ini dijadikan salah satu sumber penghasilan dari Korea Utara yang sangat bergantung pada aliran dana dana segar.

Lebih dari 100 pekerja Korea Selatan di Kaesong mempekerjakan sekitar 38.000 buruh Korea Utara. Hampir 730 warga Korea Selatan terkurung di kompleks Kaesong Minggu setelah Pyongyang menutup perbatasannya tetapi para pekerja ini dipastikan tidak mendapatkan ancaman terhadap keselamatan jiwa mereka.

Langkah Korea Utara itu "sangat disesalkan," kata Menteri Unifikasi Hyun In-taek dalam pertemuannya dengan pengusaha Korea Selatan yang mengelola pabrik di kompleks industri itu. Pengekangan lintas perbatasan yang diberlakukan Pyongyang telah menimbulkan kegelisahan di kalangan pengusaha Korea Selatan yang mengelola pabrik di wilayah industri gabungan kedua negara.

Secara teknis, kedua Korea masih berada dalam kondisi perang karena kedua negara mengakhiri perang antara tahun 1950-1953 dengan kesepakatan gencatan senjata, bukan dengan kesepakatan damai. Ketegangan di semenanjung Korea telah meningkat beberapa pekan terakhir setelah Korea Utara mengumumkan rencana untuk meluncurkan satelit yang diyakini oleh negara terkemuka regional mencakup uji coba rudal jarak jauh.

JIM
Sumber : AP


Peace.gif peace Peace.gif
tommykid
sebenarnya korut ma korsel tu masih perang, karena pada taun 50an belum ada perjanjian penyelesaian perang,cuma ada gencatan senjata sementara..
mo dibikin gimana juga,pasti tetep rame lagi,karena satu bangsa tapi dua negara,ga akan berakhir sebelum salah satu negara kalah..
di bumi ini kynya ada juga yang gini,kaya cina ma taiwan trus negara di cyprus
Persidmania
Sebentar Lagi malah mau perang beneran, Korut udah Siap dengan Taepodongnya....
Kita liat aja apa satelit yang mau diluncurin si Korut pada bulan ini jadi di tembak sama Jepang atau Korsel....., Bahkan Korsel sudah latihan perang insentif dengan USA minggu2 ini...
Kalau bener2 dirontokin tuh satelit... bisa2 memicu WW III... semoga kepala pemimpin mereka tetep adem...
Persidmania
Rabu, 15 April 2009 | 02:01 WIB
Source : http://internasional.kompas.com/read/xml/2...n.satelit.korut



QUOTE
BEIJING, KOMPAS.com - China secara tegas menolak segala bentuk resolusi PBB yang akan memberlakukan sanksi terhadap Korea Utara (Korut) terkait peluncuran satelit beberapa waktu lalu. "China juga menolak segala bentuk sanksi terhadap Korut," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Jiang Yu, dalam keterangan pers berkala, di Beijing, Selasa (14/4).

Jiang Yu berharap agar Dewan Keamanan PBB bisa bersikap kondusif untuk menciptakan perdamaian, keamanan dan stabilitas di Semenanjung Korea serta Asia Utara. Selain itu, tambahnya, China juga mendesak enam pihak (AS, China, Korsel, Korut, Rusia, dan Jepang) untuk bersikap proaktif dalam upaya menciptakan perdamaian di kawasan semenanjung.

Dia juga mengatakan bahwa pihak-pihak terkait hendaknya bisa melihat secara keseluruhan situasi dan pembangunan jangka panjang, serta bersikap tenang dalam menyelesaikan masalah itu. "China juga ingin secara bersama menciptakan perdamaian dan stabilitas di wilayah itu serta mempromosikan proses bebas nuklir di wilayah Semenanjung Korea," kata Jiang Yu.

Enam negara besar menyetujui sebuah naskah pernyataan yang menyerukan sanksi-sanksi baru terhadap Korut menyangkut peluncuran roket jarak jauhnya dan diperkirakan akan disetujui oleh Dewan Keamanan PBB. Pernyataan yang tidak mengikat itu disepakati akhir pekan lalu dalam sidang tertutup lima anggota tetap dewan itu - Inggris, China, Prancis, Rusia dan Amerika Serikat plus Jepang - dan kemudian diajukan ke 10 anggota tidak tetap badan itu.

Sumber : Antara
gigi_lobang
Waduh jangan terus - terusan kayak gini axehead.png, bisa perang beneran ntar
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Sabtu, 18 April 2009 | 02:42 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...persenjataan.as

Korea Utara Usir Ahli Persenjataan AS


QUOTE
BEIJING, KOMPAS.com - Empat ahli persenjataan AS yang memantau penutupan sebuah fasilitas nuklir Korea Utara diusir Jumat (17/4) dari negara terkucil itu. "Keempat orang itu meninggalkan bandara Sunan Pyongyang menuju Beijing "dengan perintah pengusiran DPRK (Korea Utara)", demikian dilaporkan media China, beberapa hari setelah mereka diperintahkan pergi.

Korea Utara hari Selasa menarik diri dari perundingan perlucutan senjata dan memerintahkan inspektur nuklir PBB dan AS meninggalkan negara tersebut setelah PBB mengecam peluncuran roket oleh Pyongyang pada 5 April. Inspektur nuklir PBB meninggalkan Korea Utara pada Kamis (16/4).

Negara komunis garis keras itu juga mengumumkan rencana memulai lagi produksi plutonium kelas senjata di fasilitas Yongbyon yang telah ditutup sesuai dengan sebuah perjanjian yang dicapai pada perundingan perlucutan senjata. Kompleks Yongbyon memproduksi cukup plutonium untuk pengujian nuklir dan sejumlah bom lain sampai tempat itu ditutup pada 2007 berdasarkan perjanjian enam negara yang mencakup China, AS, Jepang, Rusia dan kedua negara Korea.


Sumber : Antara


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Kamis, 23 April 2009 | 14:46 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...atok.perbatasan

Korut Tuduh Korsel Geser Patok Perbatasan



AP Photo/Yonhap, Woo Young-shick
Seorang pria Korea Selatan menggunakan teropong melihat ke sisi wilayah Korea Utara, dari Imjingak, dekat desa perbatasan Panmunjom.


QUOTE
PYONGYANG, KOMPAS.com — Korea Utara menuduh Korea Selatan memindahkan tiang perbatasan di zona yang dikawal ketat yang memisahkan kedua negara.

Mereka pun mengancam akan membalasnya kalau tanda-tanda tersebut tidak dikembalikan ke tempat semula.

Pers Korea Utara menuduh Korea Selatan memindahkan tiang perbatasan itu puluhan meter ke utara, dan menyebut tindakan itu "provokasi militer yang gawat." Korea Utara mengatakan akan mengambil langkah-langkah untuk membela diri dan Korea Selatan akan menanggung risikonya.

Para pejabat militer Korea Selatan mengatakan tuduhan itu tidak berdasar, dan Menteri Pertahanan Korea Selatan Lee Sang-hae mengatakan, Korea Selatan siap menghadapi setiap serangan yang dilancarkan Korea Utara.

Komandan Pasukan Amerika di Korea Selatan mengatakan, Amerika bekerja sama dengan Korea Selatan untuk menghadapi segala kemungkinan. Jenderal Walter Sharp mengatakan, militer Korea Utara sudah kuno tetapi memiliki pasukan artileri terbesar di dunia.

ONO
Sumber : VOA


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Kamis, 7 Mei 2009 | 11:21 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...f.dengan.nuklir

Korut Makin Intensif dengan Nuklir



AP PHOTO/AHN YOUNG-JOON
Seorang tentara Korsel menyaksikan tayangan televisi yang menampilkan gambar peluncuran roket Korea Utara, Minggu (5/4).



QUOTE
SEOUL,KOMPAS.com-Korea Utara makin mengintesifkan kegiatan di lokasi-lokasi persenjataan mereka setelah mengancam akan melakukan lagi ujicoba senjata nuklir dan rudalnya sebagai balasan atas sanksi-sanksi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Harian Chosun Ilbo, Kamis (7/5) melaporkan, lalu-lalang kendaraan dan orang terjadi di kota kecil di bagian timur laut Kilju, tempat negara komunis itu melakukan ujicoba bom atom pertamanya pada Oktober 2006.

Korea Utara juga telah mempercepat pembangunan untuk tempat peluncuran rudal jarak jauh baru di pantai barat, lapor harian dengan sirkulasi terbesar itu mengutip sumber-sumber pemerintah.

Dinas Intelijen Nasional Korea Selatan menolak mengomentari laporan-laporan itu. "Itu sulit untuk diperkirakan waktunya, untuk suatu ujicoba nuklir di bawah tanah Korea Utara, yang diyakini akan siap dilakukan dalam tempo tak lama," kata sumber tersebut, seperti dikutip oleh harian itu.

Korea Utara juga mengerahkan banyak orang dan peralatan ke tempat peluncuran baru di Dongchang-ri. Lokasi tersebut sekitar 120 kilometer di barat laut Pyongyang, yang pembangunannya diperkirakan akan selesai pada akhir tahun ini. Namun sekarang, tampaknya akan bisa diselesaikan dalam beberapa bulan saja, kata sumber itu.

Menteri pertahanan Korea Selatan pada November lalu mengatakan, lokasi itu 80 persen telah diselesaikan, dan akan bisa digunakan untuk peluncuran rudal yang lebih besar dari yang diluncurkan sebelumnya.

Korea Utara mempunyai tempat peluncuran lainnya di Musudan-ri di pantai timur, di mana peluncuran roket jarak jauh pada 5 April dilakukan.

Kementerian mengatakan, peluncuran itu dilaporkan peluncuran satelit untuk keperluan damai ke dalam orbit, namun negara-negara lain berpendapat peluncuran tersebut hanyalah kedok untuk ujicoba rudal jarak jauhnya.

Setelah Dewan Keamanan PBB mengecam peluncuran dan memperketat sanksinya, Korea Utara keluar dari perundingan perlucutan nuklir enam negara, dan mengatakan bahwa pihaknya memulai lagi programnya untuk menghasilkan plutonium untuk pembuatan senjata.

Di Washington, Presiden Barack Obama, Rabu, melakukan pembicaraan melalui telepon dengan timpalannya, Presiden China Hu Jintao dan sama-sama menyatakan `prihatin` terhadap masalah keamanan, termasuk program nuklir Korea Utara.

ONO
Sumber : Ant


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Jumat, 15 Mei 2009 | 19:25 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...rusahaan.korsel.

Korut Batalkan Kontrak dengan Perusahaan Korsel




QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara (Korut), Jumat (15/5), mengatakan bahwa pihaknya membatalkan semua perjanjian menyangkut upah dan sewa dengan Korea Selatan (Korsel) di satu kawasan industri bersama. Korut pun memberitahu kepada sekitar 100 perusahaan Korsel agar meninggalkan negara itu jika mereka tidak dapat menyetujuinya.

"Masa depan kawasan industri Kaesong seluruhnya tergantung pada sikap Korsel," kata sebuah badan pemerintah yang bertanggung jawab atas kompleks yang terletak persis di utara perbatasan tersebut dalam sebuah pernyataan melalui media resmi.

Pengumuman itu menimbulkan keraguan atas kelanjutan operasi kawasan yang dibiayai Seoul dan dibuka tahun 2005 sebagai simbol rekonsiliasi, tetapi sering dilanda ketegangan politik.

Dalam satu pertemuan yang jarang terjadi bulan lalu, Korut menuntut kenaikan upah untuk para pekerjanya dan sewa pemakaian tanah.

Seoul mengatakan, nasib seorang manajer Korsel yang ditahan di kompleks itu sejak 30 Maret harus diselesaikan sebelum perundingan lain dilakukan. "Kami mengumumkan semua peraturan yang terkait dan kontrak menyangkut kawasan industri Kaesong dibatalkan dan tidak berlaku," kata badan Korut itu.

Pengumuman itu mengatakan Korut akan segera mulai menyusun peraturan-peraturan baru yang perusahaan-perusahaan Korsel harus setujui "tanpa syarat" atau meninggalkan kompleks itu. Seoul menolak tindakan itu.

Juru bicara Kim Ho Nyoun dari kementerian unifikasi menyatakan "penyesalan yang mendalam" dan mendesak Pyongyang melakukan dialog. "Kami tidak akan pernah menyetujui langkah sepihak Korut ini.... Jika Korut secara sepihak tetap meneruskan tindakan ini, semua tanggung jawab akan ditanggung Korut," katanya.

Hubungan lintas perbatasan memburuk secara tajam sejak pemerintah konservatif berkuasa di Seoul Februari 2008 dan berikrar mengaitkan bantuan ekonomi dengan kemajuan Korut dalam perlucutan nuklir.

Korut juga bertikai dengan masyarakat internasional menyangkut peluncuran roketnya pada 5 April. Setelah Dewan Keamanan mengecam peluncuran itu, Pyongyang mengumumkan bahwa pihaknya akan mengundurkan diri dari perundingan enam negara menyangkut perlucutan nuklir dan akan melakukan uji coba nuklir lagi.

Korut juga menahan dua wartawan AS dan mereka akan diadili 4 Juni karena memasuki negara itu secara ilegal dan tindakan-tindakan "permusuhan."

"Pengumuman ini adalah bagian satu perhitungan yang direncanakan dengan baik," kata Profesor Yang Moo Jin dari Universitas Seoul bidang Studi Korut. "Kaesong mungkin ditutup jika tuntutan-tuntutan Korut untuk menaikkan upah secara drastis dan Korsel tidak bisa menyetujuinya," ujarnya.

Kedua Korea melakukan perundingan pertama tingkat pemerintah dalam lebih dari setahun pada 21 April, pada saat itu Korut menuntut kenaikan upah dan sewa pemakaian tanah.

Korut menolak memberikan akses kepada Korsel terhadap manajer yang ditahan itu atas tuduhan mengecam sistem politik Korut dan berusaha membujuk seorang pekerja lokal untuk membelot.

Seoul menginginkan perundingan tahap kedua, Jumat, dalam usaha membujuk Korut membebaskan orang itu. Pyongyang menolak permintaan ini.

Lebih dari 38.000 warga Korut bekerja di 101 perusahaan Korsel yang memproduksi barang-barang seperti garmen, alat dapur, dan jam.

Mereka masing-masing mendapat upah sekitar 75 dollar AS sebulan termasuk asuransi, tetapi uang itu langsung dibayarkan kepada badan-badan Pemerintah Korut, yang mengembalikan sebagian uang itu kepada para pekerja.

Pemerintah Seoul dan pengusaha-pengusaha Korsel menanam modal 548 juta dollar AS sejak pembangunan itu dimulai tahun 2002.

Korut menerima 26 juta dollar AS dari perusahaan-perusahaan Korsel tahun lalu dalam bentuk pembayaran upah. Demikian menurut data kementerian unifikasi.

XVD
Sumber : Ant


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Jumat, 15 Mei 2009 | 17:07 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...terkesan.gentar

Hadapi Korut, AS Terkesan Gentar



AP photo/Kim Do-yun
Tank-tank milik Angkatan Darat Korea Selatan melakukan manuver dalam rangka latihan, Selasa (17/2), di Pochun, dekat Seoul, Korea Selatan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya serangan militer dari Korea Utara.


QUOTE
WASHINGTON, KOMPAS.com — Amerika Serikat akan memperkuat pertahanannya untuk menghadapi ancaman-ancaman rudal jarak jauh Korea Utara, walaupun negara itu merestrukturisasi program pertahanan rudalnya di tengah kesulitan anggaran, kata Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, Kamis (14/5).

Dia mengisyaratkan sikap ini dalam pernyataan tertulisnya di hadapan Komite Layanan Angkatan Darat Senat, merujuk pada peluncuran roket Pyongyang pada bulan lalu, yang dicurigai sebagai uji coba rudal balistik jarak jauhnya.

"Kami akan terus meningkatkan anggaran riset dan pengembangan untuk memperbaiki kapabilitas yang sudah ada, untuk mempertahankan diri dari ancaman-ancaman rudal Korea Utara," kata Gates.

Laksamana Angkatan Laut Michael Mullen, kepala Staf Gabungan, mengatakan, AS memerlukan kerja sama dengan China yang mempunyai kepentingan bersama di kawasan Asia Pasifik, termasuk di Semenanjung Korea. "Kunci di antara kepentingan-kepentingan ini hendaknya berlanjut pada upaya-upaya bersama yang bertujuan mengurangi kemungkinan terjadinya konflik di Semenanjung Korea, dan mengembalikan Korea Utara ke meja perundingan enam negara, untuk menghentikan program nuklir Pyongyang," katanya pada komite yang sama.

"Ini terutama dibenarkan oleh ancaman-ancaman Korea Utara untuk memulai lagi program nuklirnya, dan melanjutkan uji coba rudal balistik antarbenuanya," kata Mullen.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan, pintu telah dibuka untuk Korea Utara kembali ke meja perundingan enam negara. "Kami berniat melanjutkan perundingan dengan proses enam pihak," katanya kepada para wartawan di Departemen Luar Negeri.

"Kami semua sepakat untuk itu," tambahnya.

"Dan kami berniat membuka pintu untuk kembali kepada perundingan enam negara. Dan China, yang duduk sebagai ketua, telah menjelaskan kepada Korea Utara bahwa mereka perlu memulai perundingan ini lagi," kata Hillary.

Hillary juga mengatakan, bola kini berada di lapangan Korea Utara. "Dan kami tidak khawatir mengenai kesibukan Korea Utara, mengenai tawaran konsesi-konsesi kepada Korea Utara," ujar Hillary.

"Mereka mengetahui kewajiban mereka. Mereka tahu bagaimana proses harus berjalan. Dan kami semua menyerukan agar mereka kembali, dan mulai lagi bertindak bersama kita, memajukan agenda pembicaraan," katanya.

Perundingan enam negara melibatkan Korea Utara, Korea Selatan, China, Jepang, AS, dan Rusia. Perundingan mengalami kebuntuan Desember lalu berkaitan dengan sengketa bagaimana memverifikasi perlucutan nuklir Korea Utara.

XVD
Sumber : Ant


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 27 Mei 2009 | 16:59 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...el.tetap.tenang

Korut Mulai "Nantang", Korsel Tetap Tenang




QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara, Rabu (27/5), mengecam keputusan Korea Selatan untuk bergabung dalam latihan antiproliferasi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) sebagai tantangan pengumuman perang. Korut mengancam akan menyerang jika kapal-kapalnya dihentikan.

Negara komunis yang memiliki militer kuat itu menyatakan bahwa pihaknya tak akan lagi tunduk pada gencatan senjata, yang mengakhiri perang di semenanjung Korea pada 1950-1953.

Pihak militer, dalam satu pernyataan di media resmi, mengatakan, pihaknya tidak akan menjamin status hukum lima kepulauan Korea Selatan yang terletak di dekat perbatasan kedua negara yang disengketakan, di Laut Kuning.

Pihaknya juga menyatakan tak menjamin keamanan lalu lintas kapal-kapal angkatan laut AS dan Korea Selatan, serta kapal-kapal sipil yang berlayar di laut itu.

Para analis mengatakan, pengumuman dengan kata-kata keras itu terjadi dua hari setelah Korea Utara mengejutkan dunia dengan uji coba bom nuklirnya. Pengumuman tersebut dimaksudkan untuk membatasi pertempuran angkatan laut di daerah itu, yang dulunya menjadi tempat pertempuran berdarah pada tahun 1999 dan 2002.

Korea Utara mengatakan, pihaknya menganggap keputusan Seoul untuk ikut ambil bagian dalam Prakarsa Keamanan Proliferasi (PSI) itu "sebagai deklarasi perang terhadap kami."

"Militer kami tidak akan tunduk pada perjanjian gencatan senjata karena kepemimpinan AS saat ini ... telah mengajak boneka (Korea Selatan) untuk bergabung ke dalam PSI," demikian pernyataan dari perwakilan militernya, di desa gencatan senjata perbatasan, Panmunjom.

Pernyataan itu mengatakan bahwa, jika gencatan senjata itu tak berlaku lagi, "semenanjung Korea akan kembali ke status perang negara."

Ini berarti, pasukan Korea Utara akan melakukan tindakan militer. Hal itu dikatakannya tanpa menyebutkan lebih lanjut apa yang dimaksudkan. "Siapa pun yang memprovokasi kami akan menghadapi hukuman tiada ampun dan tak terbayangkan," kata pernyataan itu.

Pernyataan itu menambahkan: "suatu tindakan permusuhan sekecil apa pun terhadap republik kami, termasuk menghentikan dan memeriksa dengan damai kapal-kapal kami ... akan menghadapi dengan segera respons serangan militer yang kuat.

"Imperialis AS dan kelompok pengkhianat Lee Myung-bak telah membawa semenanjung Korea ke situasi perang negara," ujar pihak Korut.

Hubungan kedua Korea itu telah membeku sejak Presiden Lee mengambil alih pemerintahan di Seoul pada Februari 2008, dan mengambil garis keras dengan Korea Utara.

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa militer mempunyai kekuatan militer yang kuat, yang bisa menghantam tempat penting AS. AS sendiri telah menempatkan 28.500 tentaranya di Korea Selatan.

Kementerian pertahanan Korea Selatan menanggapi tenang pernyataan itu dan mengatakan, pihaknya tidak akan mengirimkan kekuatan ke wilayah tersebut. "Pihak militer tetap memelihara postur pertahanan sekuat seperti biasanya," kata seorang juru bicara Kementerian Pertahanan.

"Militer melakukan pemantauan ketat situasi sambil melakukan persiapan," katanya.

Cheong Seong-Chang, pemikir dari Institut Sejong, mengatakan, pernyataan itu akan meningkatkan ketegangan antar-Korea di masa yang akan datang, dan suatu bentrokan angkatan laut besar kemungkinan terjadi di lepas pantai barat.

Salah satu dari kapal perang Korea Utara diduga melanggar perbatasan laut, dan Korea Utara akan melakukan penembakan rudal jangka pendeknya. Demikian dikatakannya.

Meski demikian, kedua Korea akan saling menahan diri karena mereka tak ingin terjadi konflik militer skala penuh. Demikian diungkapkan Cheong.

Cha Du-Hyeon dari Lembaga Analisa Pertahanan Korea juga mengatakan, Korea Utara mungkin saja melakukan aksi provokatif angkatan laut untuk menimbulkan pertempuran. "Namun, memang tidak akan terjadi pertempuran besar antara Korea Utara dan Korea Selatan, meski Korea Utara sudah menggembar-gemborkan hal itu," ujarnya.

XVD
Sumber : Ant


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Kamis, 28 Mei 2009 | 08:26 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...l.as.dan.korsel

Korut Siap Serang Kapal AS dan Korsel



(AFP/Kim Jae-Hwan)
Dua tentara Korea Selatan (ujung kanan dan kiri) menatap seorang tentara Korea Utara di zona demiliterisasi Panmunjom yang membelah kedua Korea


QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap kapal perang AS dan Korea Selatan yang mencoba berada di perairan yang berdekatan dengan perbatasan maritim Korea yang dipersengketakan. Ancaman ini sekaligus menambah ketegangan antarpasukan Angkatan Laut ketiga negara setelah rezim komunis tersebut mengencarkan uji coba nuklir di bawah tanah Senin (25/5).

Pyongyang menanggapi dengan penuh amarah keputusan Seoul untuk bergabung dengan program internasional dalam mencegah kapal-kapal yang diduga membawa perlengkapan untuk pengembangan nuklir rezim komunis tersebut. Korea Utara menyebut keputusan Korea Selatan ini sebagai deklarasi perang.

"Karena negara boneka Korea Selatan telah berani mengambil keputusan itu maka Korea Utara siap untuk mengambil langkah menentukan," demikian bagian penyataan Komite Reunifikasi Perdamaian Korea yang dipublikasikan oleh media massa Pyongyang.

Militer Korea Utara menyebut keputusan Korea Selatan itu sebagai bentuk pelanggaran gencatan senjata kedua Korea yang disahkan pada 1953 untuk mengakhiri pertempuran selama 3 tahun. Korea Utara bahkan menekankan tidak akan menghormati lagi kesepakatan gencatan senjata tersebut.

Sikap agresif Korea Utara itu ditunjukkan saat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) membicarakan tindakan yang harus diambil untuk merespon uji coba nuklir Pyongyang Senin. Utusan dari 5 negara anggota tetap DK PBB - AS, Rusia, China, Inggris, serta Perancis - bersama utusan Jepang dan Korea Selatan sedang membicarakan secara rinci resolusi tanggapan terhadap uji coba nuklir Pyongyang yang digambarkan Presiden AS Barack Obama sebagai pelanggaran terbuka hukum internasional.

JIM
Sumber : AP


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Jumat, 29 Mei 2009 | 08:29 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...g.melawan.korut

AS Siap Perang Melawan Korut



(AFP/Byun Yeong-Wook)
Kapal perang Angkatan Laut Korea Selatan berpatroli di lepas pantai Pulau Yeonpyeong, perairan Laut Kuning yang dipersengketakan kedua Korea, 28 Mei 2009.


QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com - AS dan Korea Selatan telah menaikkan status kesiagaan militernya ke tingkat tertinggi setelah Korea Utara melepaskan diri dari gencatan senjata kedua Korea yang dicapai sejak 1953. Status siaga ini juga dinaikkan setelah Pyongyang mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap kapal perang AS dan Korsel menyusul diadakannya uji coba rudal dan nuklir oleh rezim komunis tersebut.

Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengakui perkembangan situasi di Korea mengkhawatirkan. Namun, Robert Gates menjelaskan situasi tersebut belum mencapai tahap krisis yang memerlukan penambahan pasukan dari sekitar 28.000 tentara AS yang telah ditempatkan di Korea.

"Saya rasa pemerintah Barack Obama belum mengategorikan masalah ini sebagai krisis. Aksi militer apapun perlu diputuskan berdasarkan kesepakatan internasional," kata Gates saat menumpangi pesawat militer, Kamis (28/5) malam waktu Washington atau Jumat (29/5) pagi WIB.

Sementara pejabat terkemuka Angkatan Darat AS, Jenderal George Casey, menyatakan keyakinannya bahwa AS siap menghadapi pertempuran konvensional melawan Korea Utara apabila diperlukan. Keyakinan Jenderal George Casey itu disampaikannya meskipun pasukan AS terlibat dalam berbagai konflik di wilayah lain.

JIM
Sumber : AP


Peace.gif peace Peace.gif
rhizki
pasti seru nih,secara amrik katanya bisa berperang dengan 3 negara sekaligus dlm waktu bersamaaan.
hebat bgt us ya....
juscau
Salut ane ma ni negara (KORUT) Negara dya sendiri ga boleh ad campur tangan dari luar. Keren2
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 3 Juni 2009 | 06:14 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...unker.ke.korsel

Situasi Memanas, AS Jual Bunker ke Korsel




QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com - AS telah setuju untuk menjual bom-bom "peledak bunker" pada Korea Selatan yang mampu menghancurkan fasilitas di bawah tanah di Korea Utara. Washington belum lama ini telah menyetujui penjualan bom GBU-28 itu, yang digunakan dalam Perang Teluk 1990-91 untuk menghancurkan pusat komando bawah tanah di Irak.

Menurut kantor berita Korea Selatan Yonhap, bom-bom itu akan dikirim ke Korea Selatan antara 2010 dan 2014. Kantor berita itu mengatakan jika terjadi perang, jet-jet tempur Korea Selatan akan membawa bom-bom itu untuk menyerang sasaran-sasaran bawah tanah seperti fasilitas nuklir Korea Utara dan artileri yang disembunyikan di gua.

Beberapa pejabat militer di Seoul mengatakan artileri Utara yang dikerahkan di terowongan di sepanjang perbataan mengajukan ancaman serius pada Korea Selatan. Jenderal Walter Sharp, komandan tertinggi AS di Korea Selatan, mengatakan pada April bahwa Utara memiliki pasukan artileri terbesar di dunia.

Ia mengatakan Utara dipercaya memiliki sekitar 13.000 artileri yang dikerahkan di sepanjang perbatasannya. Korea Selatan biasanya menyukai peralatan pertahanan dari AS, yang mempertahankan tentaranya di negara itu sejak Perang Korea 1950-53 untuk menghalangi agresi Kora Utara.

Lebih dari 600.000 tentara Korea Selatan, yang didukung oleh 28.500 tentara AS, akan menghadapi ancaman potensial dari militer Korea Utara yang memiliki 1,1 juta personil.


Sumber : Antara


Peace.gif peace Peace.gif
potro
source:www.seputar-indonesia.com/Saturday, 06 June 2009
http://www.seputar-indonesia.com/edisiceta...nt/view/244849/


SEOUL (SI) – Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Myun-Bak tidak akan berkompromi dalam menghadapi ancaman nuklir Korea Utara (Korut).Seoul mendesak Pyongyang kembali ke forum perundingan enam pihak untuk pelucutan nuklir Korut.


”Dengan ini saya kembali menjelaskan bahwa kami tak akan mengambil kompromi apa pun dalam isu yang mengancam kehidupan penduduk kami dan keamanan nasional,”kata Lee saat berbicara pada Hari Peringatan Korban Perang Korea. Menurut Lee,upaya Korut yang menurut laporan akan kembali melakukan uji coba nuklir dalam waktu dekat,bukan hanya mengancam wilayah negerinya, tapi juga keamanan dunia.” Sejalan dengan meningkatnya ancaman Korut, kami juga telah menyiapkan pertahanan kami sebagai jawaban meningkatnya konfrontasi,”ujar Lee.

Sejalan dengan tindakan Korut yang seolah tak mengindahkan seruan dunia internasional,Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa- Bangsa (DK PBB) sebenarnya telah mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi baru setelah Pyongyang melakukan uji coba nuklir kedua di lalu. Sebelumnya, Korut melaporkan telah sukses menempatkan sebuah roket ke orbitnya pada April, yang oleh Barat disebut-sebut sebagai uji coba rudal jarak jauh Taepodong 2.

Setelah DK PBB mengecam peluncuran roket pada 5 April, Korut mengumumkan keluar dari forum enam negara dan memulai lagi program nuklirnya. Belakangan diketahui, negara komunis tersebut telah melakukan serangkaian uji coba rudal jarak dekat.Tak hanya itu, sekarang Korut mengatakan sedang mempersiapkan uji coba rudal balistik jarak jauh dan beberapa uji coba rudal jarak menengah lainnya.

”Korut semestinya memegang janjinya dalam proses denuklirisasi di Semenanjung Korea dan kembali ke forum enam pihak dan pembicaraan antar-Korea,”tandas Lee. Forum enam negara beranggotakan, dua negara Korea, China, Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Rusia.Forum ini bertujuan memerangi program nuklir Korut.
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Minggu, 14 Juni 2009 | 05:30 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...nyak.bom.nuklir

Korut Akan Memperbanyak Bom Nuklir



AP PHOTO/AHN YOUNG-JOON
Tayangan televisi tentang uji coba nuklir Korea Utara terlihat di kereta bawah tanah di Seoul, Korea Selatan, Selasa 26 Mei 2009.


QUOTE
SEOUL,KOMPAS.com-Korea Utara bertekad membuat lebih banyak bom nuklir dan mulai memperkaya uranium untuk program senjata atom baru setelah Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi atas uji coba nuklirnya.

Korut yang menyebut resolusi sanksi itu sebagai "produk keji" dukungan Amerika Serikat, menegaskan tidak akan memusnahkan senjata-senjata nuklirnya. Korut menganggap setiap usaha menghalangi senjata nuklirnya sebagai pernyataan perang.

Dewan Keamanan PBB yang beranggota 15 negara menyatakan dengan suara bulat pada Jumat akan memberlakukan sanksi-sanksi lebih keras atas Korut untuk melumpuhkan program rudal balistik dan nuklirnya. Namun, negara komunis itu, dalam pernyataan yang dikeluarkan kementerian luar negerinya seperti dilaporkan kantor berita KCNA, Sabtu (13/6), malah menyatakan semua plutonium baru akan dibuat senjata.

Sepertiga dari tangkai bahan bakar yang digunakan dari reaktor Yongbyon sejauh ini telah diproses kembali menjadi plutonium untuk senjata.

Pada tahun 2002, Korut membantah klaim AS bahwa pihaknya mengoperasikan program rahasia pengayaan uranium. Mereka hanya mengakui memproduksi plutonium. Reaktor-reaktor yang memproduksi plutonium ditutup berdasarkan kesepakatan enam negara pada 2007. Tapi Korut bertekad akan memulai kembali reaktor-reaktor tersebut setelah DK PBB pada April mengecam peluncuran roket berjelajah jauhnya. Dalam pernyataan kementerian itu disebutkan bahwa pihaknya siap menghadapi segala risiko atas isolasi dan blokade yang diberlakukan.

ONO
Sumber : Ant


Peace.gif peace Peace.gif
Handy_07
ikutan update ya Peace.gif
Source : kaltimpost.web.id Minggu, 14 Juni 2009 , 11:38:00
http://www.kaltimpost.web.id/index.php?mib...il&id=28011

Korut Tak Gentar
Siap Hadapi Ancaman Sanksi PBB


QUOTE
Minggu, 14 Juni 2009 , 11:38:00
Korut Tak Gentar
Siap Hadapi Ancaman Sanksi PBB

SEOUL - Korea Utara semakin agresif menghadapi ancaman sanksi dari PBB. Negara komunis tersebut menyatakan akan menggunakan cadangan plutoniumnya sebagai senjata nuklir. Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan, untuk pertama kalinya, secara terang-terangan menyatakan, pihaknya sedang memperbanyak cadangan uraniumnya untuk mengembangkan senjata nuklir.

Associated Press menambahkan Korut juga menyatakan, apapun upaya AS dan sekutunya untuk menggagalkan program tersebut, sama saja dengan menantang berperang. Kementerian luar negeri menegaskan, jika PBB tetap ngotot memberlakukan sanksi dengan melakukan inspeksi terhadap kapal Korut, pihaknya tidak akan segan untuk melancarkan serangan militer.

Ancaman tersebut dikeluarkan, sehari setelah Dewan Keamanan PBB menyetujui pemberian sanksi lebih keras terhadap Korut, Jumat (12/6). Sanksi tersebut bertujuan untuk memutuskan jaringan pembiayaan untuk program pengembangan nuklir Korut. Termasuk inspeksi terhadap kapal Korut yang diduga membawa muatan terlarang, seperti pengiriman rudal balistik atau material nuklir.

Korut menyebut “sanksi itu sebagai produk busuk dari AS dan sekutunya serta dunia internasional yang bertujuan untuk merusak DPRK dan melemahkan perekonomian Korut ," tulis sebuah statement dari negara pimpinan Kim Jong-il tersebut. Pyongyang menuduh Washington sengaja ingin melucuti nuklir Korut agar pihaknya dengan mudah melakukan serangan.

Namun Washington membantahnya. AS menyatakan masalah utamanya adalah kegiatan Korut menjual teknologi nuklirnya ke negara lain. Ancaman Korut kemarin (13/6) menjadi bukti bahwa negara komunis tersebut menolak tunduk terhadap seruan internasional untuk menghentikan ambisi program nukilrnya. Sebagai langkah antisipasi, Korea Selatan telah menambah ratusan personel marinirnya di dua pulau dekat perbatasan laut dengan Korut.

Di tempat itu, pada 1999 dan 2002, sempat terjadi gesekan antara militer kedua negara. Pengakuan Korut atas program pengembangan uranium, sekaligus membuktikan bahwa negara itu mempunyai sumber lain bahan pembuat senjata nuklir, selain plutonium. Yoon Deok-min, seorang profesor di Institut Hubungan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional, Korsel mengatakan, Korut dipercaya mempunyai 50 kilogram plutonium.

Cukup untuk membuat enam buah bom nuklir. Yoon menjelaskan, dengan memproses ulang 8,000 bahan bakar nuklir yang tersimpan di komplek Yongbyon bisa menambah cadangan plutonium hingga 8-10 kilogram lagi. Jumlah tersebut cukup untuk membuat satu bom atom tambahan.
kingkong99
moga2 aja ga perang..kalo perang NUKLIR bener2 terjadi, bisa2 Indonesia bisa kena imbasnya...
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Sabtu, 4 Juli 2009 | 05:42 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...kkan.rudal.lagi

Korut Mungkin Tembakkan Rudal Lagi



AP Photo/Lee Jin-man
Seorang warga Korea Selatan menonton televisi di sebuah stasiun kereta Seoul, Kamis (2/7), menayangkan gambar Korea Utara tengah melontarkan peluru kendali. Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan, Korut telah meluncurkan dua rudal jarak pendek pada Kamis siang. Sebuah tindakan yang semakin menambah ketegangan situasi di semenanjung Korea.


QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com - Korea Selatan memperingatkan bahwa Korea Utara mungkin akan menembakkan lebih banyak rudal dalam beberapa hari ke depan. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, Jumat (3/7), menyatakan, memonitor dari dekat tempat-tempat militer Korea Utara karena adanya kemungkinan itu.

”Hujan atau cerah, kami mengawasi Korea Utara 24 jam sehari,” kata pejabat urusan publik pada Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel).

Sehari sebelumnya, Korea Utara (Korut) meluncurkan empat rudal jarak pendek dalam waktu empat jam. Rudal-rudal itu meluncur sejauh 100 kilometer lalu jatuh ke laut. Amerika Serikat dan Jepang menyebut langkah Korut itu provokatif.

Korsel memandang peluncuran rudal jarak pendek itu sebagai bagian dari latihan militer rutin dan tidak menyebabkan ancaman signifikan. Juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Won Tae-je, mengatakan, Korut tampaknya mencoba memprovokasi Korsel.

”Kami yakin peluncuran rudal dilakukan dalam kaitan dengan hubungan antar-Korea. Kecuali rudal itu jarak menengah atau jarak jauh, kami yakin itu ditujukan bagi Korsel,” kata Won seperti dikutip kantor berita Yonhap.

Spekulasi kini mencuat tentang peluncuran rudal jarak jauh ke wilayah AS di Hawaii saat Hari Kemerdekaan, 4 Juli ini. Akan tetapi, Won mengatakan, laporan media bahwa Korut akan meluncurkan rudal jarak menengah atau jarak jauh pada 4 Juli adalah spekulasi belaka.

Sejumlah pejabat Departemen Pertahanan AS mengatakan, tidak ada indikasi bahwa Korut siap meluncurkan rudal balistik jarak jauh dan tidak ada ancaman bagi AS. AS telah memperkuat pertahanan rudal menyusul munculnya laporan di media Jepang, Juni lalu, bahwa Korut mungkin akan meluncurkan rudal jarak jauh ke Hawaii pada Juli.

Pada 4 Juli 2006, Korut pernah menembakkan serangkaian rudal, termasuk rudal jarak jauh Taepodong-2 yang meledak dan jatuh di lautan. Di Washington, juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, mengatakan, tindakan provokatif Korut diperkirakan terus berlanjut, tetapi Korut mulai merasakan dampak sanksi dan tekanan yang dijatuhkan atas negara itu.

”Jelas sanksi itu mulai berdampak. Tampaknya sudah ada perkembangan positif dalam beberapa hari terakhir terkait tindakan Korut,” kata Gibbs tanpa merinci lebih jauh.

Sebuah resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa- Bangsa dikeluarkan setelah Korut menguji coba rudal kedua pada 25 Mei. (ap/afp/fro)

Sumber : Kompas Cetak


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Sabtu, 4 Juli 2009 | 21:20 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...mbak.tujuh.kali

Korut "Nembak" Tujuh Kali




QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara melakukan uji coba meluncurkan sedikitnya misil dari lepas pantai timurnya, Sabtu (4/7), menjelang Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (AS), dalam apa yang disebut seorang pejabat Korea Selatan sebagai sebuah langkah yang dimotivasi politik.

"Korea Utara menembakkan tujuh rudal yang tampaknya merupakan tipe Scud, menuju Laut Timut dari pangkalan Gitdaeryong tidak jauh dari Wonsan, provinsi Gangwon, antara 8:00 pagi dan 8.30 pagi hari ini (waktu Seoul)," kata seorang pejabat pemerintah Korea Selatan, yang meminta tidak disebutkan namanya. Misil-misil itu diperkirakan memiliki jarak hingga 400-500km.

Awal pekan ini, Korea Utara menembakkan secara serentak empat misil KN-01 dari pangkalan Sinsang-ni di provinsi Hamgyong selatan, ke Laut Timur, yang meningkatkan ketegangan yang telah naik setelah Korea Utara meluncurkan roket jarak jauh pada April dan melakukan uji coba nuklir bulan berikutnya.

Pejabat itu mengatakan bahwa misil-misil yang ditembakkan oleh Korea Utara Sabtu itu jauh lebih berbahaya daripada empat yang ditembakkan sebelumnya karena memiliki jarak yang relatif jauh diantara jenis-jenis misil jarak dekat, cukup untuk meliputi seluruh Korea Selatan.

"Misil-misil yang ditembakkan pada 2 Juli itu diperkirakan merupakan bagian dari latihan militer, namun misil-misil yang diluncurkan hari ini tampaknya memiliki tujuan politik karena ditembakkan satu hari menjelang Hari Kemerdekaan Amerika Serikat," katanya.

Korea Utara diyakini memiliki hampir 700 misil Scud dari berbagai tipe. Korea Utara telah menyiapkan untuk meluncurkan misil baru jarak menengah dan misil Scud sejak awal bulan lalu, menurut militer Korea Selatan.

Pihak berwenang, bagaimanapun juga, mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda peluncuran peluncuran segera dari misil balistik antar benua dari timur pangkalan Musudan-ri ataupun dari pangkalan Tongchang-ri di barat.

Pada April, Korea Utara mengancam untuk menembakkan sebuah misil balistik antarbenua sebagai bentuk protes terhadap kutukan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas peluncuran roket jarak jauhnya, yang diklaimnya untuk mengirim satelit komunikasi ke luar angkasa.

XVD
Sumber : Ant


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 8 Juli 2009 | 23:26 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2....serangan.cyber

Korut Lumpuhkan AS dan Seoul dengan Serangan Cyber



(AP/Ahn Young-joon)
Seorang karyawan Badan Keamanan Internet Korea tengah bertugas di sebuah ruang monitor di Seoul, Korea Selatan, 8 Juli 2009


QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com - Beberapa pejabat intelijen Korea Selatan yakin Korea Utara dan segenap pendukung Pyongyang telah melancarkan serangan melalui jaringan dunia maya sehingga melumpuhkan situs terkemuka pemerintahan AS dan Korea Selatan. Situs 11 organisasi Korea Utara, termasuk Istana Kepresidenan Blue House dan Departemen Pertahanan tidak berfungsi serta memiliki masalah akses, Selasa (7/7).

Menurut juru bicara Badan Keamanan Informasi Korea, Ahn Jeong-eun, 11 situs di AS mengalami masalah serupa. Ahn Jeong-eun menerangkan pihak kepolisian dan kejaksaan Korsel tengah menggelar investigasi terhadap kasus ini.

Di AS, situs Departemen Keuangan, Pasukan Pengamanan Pejabat AS (Secret Service), Komisi Perdagangan Federal dan Departemen Perhubungan tidak berfungsi sejak liburan akhir pekan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli hingga pekan ini. Serangan cyber terhadap situs AS itu terbilang rumit dan berlangsung lama.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, menjelaskan pejabat intelijen militer Seoul sedang mempertimbangkan kemungkinan apakah serangan itu dilakukan oleh hacker Korea Utara maupun simpatisannya di Korea Selatan. Departemen Pertahanan Seoul belum dapat memastikan laporan ini.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) juga menolak memastikan informasi tersebut. Rabu (8/7) pagi, NIS menjelaskan 12.000 komputer di Korea Selatan dan 8.000 komputer di luar negeri telah terserang virus akibat serangan cyber ini.

Laporan media Korea Selatan pada Mei menyebutkan Korea Utara menggencarkan serangan dengan mencoba menyusup ke jaringan situs militer AS dan Korea Utara guna mengacaukan data serta mencuri informasi rahasia.

Hasil investigasi awal di Korea Selatan menunjukkan banyak komputer pribadi atau PC terserang program virus yang memerintahkan pemakainya agar mengunjungi situs resmi terkemuka di Korea Selatan dan AS pada saat yang sama. Belum ada laporan mengenai serangan cyber serupa di wilayah Asia lainnya.

Yonhap melaporkan pihak kejaksaan Soul menemukan bukti bahwa serangan cyber ini dilancarkan ke situs Korea Selatan dari luar negeri. Serangan cyber ini dilaporkan menggunakan metode yang umumnya digunakan oleh hacker dari China.

JIM
Sumber : AP


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Kamis, 23 Juli 2009 | 15:41 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...lir.sudah.tamat

Korut: Perundingan Nuklir Sudah Tamat



AP PHOTO/LEE JIN-MAN
Pengunjung menyaksikan tanda rudal Korea Utara di posko observasi unifikasi di Paju, Korea Selatan.


QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara menyebutkan, perundingan enam negara soal nuklir sudah tamat dan menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) untuk mencabut kebijakannya yang bersikap bermusuhan.

Demikian laporan kantor berita Seoul, Yonhap, Kamis (23/7), dari kota wisata Thailand, Phuket, tempat pertemuan keamanan regional berlangsung.

Kantor berita itu, yang mengutip seorang anggota delegasi Korea Utara, mengatakan kepada para wartawan di Forum Regional ASEAN (ARF) bahwa dia menyerang Washington sebagai negara yang berkebijakan permusuhan yang berakar dalam, dan berjanji tidak akan berdialog dengan AS sampai negara itu mengubah kebijakannya.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Kamis, menyeru negara-negara Asia Tenggara dan negara-negara lainnya agar membantu memperkuat sanksi-sanksi terhadap Korea Utara dan menyambut janji oleh Myanmar.

Berbicara di hadapan forum itu, Hillary juga menyampaikan harapan bahwa Myanmar, yang dicemaskan Washington menerima bantuan militer dari Korea Utara, akan kembali ke dalam pergaulan dunia. "AS akan terus bekerja melalui berbagai cara untuk membujuk Korea Utara menyingkirkan program nuklirnya, dan memulihkan hubungan-hubungan dengan dunia," katanya, menurut transkrip pidatonya.

"Forum Regional ASEAN bisa memainkan peran penting untuk mencapai hal ini," katanya kepada para mitranya dari 10 negara anggota ASEAN dan 16 mitra dialognya.

Dia menyeru ARF untuk terus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB yang dikenakan setelah Korea Utara melakukan uji coba nuklir bawah tanahnya pada 25 Mei. "Hal itu berarti menolak akses kapal-kapal Korea Utara ke tempat persinggahan mana pun dan bekerja sama melaksanakan sanksi-sanksi keuangan terhadap negara-negara yang mendukung upaya-upaya Korea Utara untuk mendapatkan senjata nuklir," katanya.

Pekan lalu, sesuai dengan Resolusi 1874, DK PBB mengeluarkan sanksi terhadap lima pribadi dan lima tokoh dari Korea Utara yang dikenal terlibat dalam aktivitas rudal dan nuklir Pyongyang yang dilarang. Resolusi juga menyeru dukungan terhadap inspeksi-inspeksi di udara, laut, dan darat atas pengiriman barang ke dan dari Korea Utara, dan memperpanjang embargo keamanan.

Hillary juga minta dukungan besar untuk memperbaiki situasi di Myanmar, setelah pembantunya melakukan pertemuan yang jarang terjadi pada Rabu malam dengan satu delegasi dari Myanmar. Pertemuan itu fokus pada masalah sanksi-sanksi Korea Utara dan perlakuan terhadap tokoh panutan demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi.

ONO
Sumber : Ant


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Sabtu, 1 Agustus 2009 | 17:43 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...ertemu.di.hawai

Utusan Khusus Nuklir AS - Korsel Akan Bertemu di Hawai



Wi Sung-Lac


QUOTE
Seoul, Kompas.com - Utusan nuklir Korea Selatan dan Amerika Serikat akan bertemu di HawaiI pekan depan untuk tukar pandangan mengenai kemacetan diplomatik dengan Korea Utara. Pihak Kementerian Luar Negeri, Korea Selatan mengemukakan hal itu di Seoul, Sabtu.

Wi Sung-Lac, perunding terkemuka Korea Selatan pada perundingan enam negara mengenai pelucutan nuklir Korea Utara, dan Sung Kim, utusan khusus AS untuk perundingan itu, akan mengadakan pembicaraan tak resmi mengenai Korea Utara, ketika mereka menghadiri seminar dua hari yang bersifat tertutup, yang dimulai Selasa.

Kementerian Korea Selatan mengatakan, pertemuan mereka akan menindaklanjuti Forum Regional ASEAN, suatu pertemuan keamanan yang dihadiri para menteri luar negeri di Thailand bulan lalu. Seoul juga berusaha mengadakan satu pertemuan antara Wi dan Stephen Bosworth, wakil khusus AS mengenai kebijakan Korea Utara, yang juga akan menghadiri seminar yang diselenggarakan oleh East-West Center, organisasi riset AS yang difokuskan pada masalah wilayah Asia Pasifik.

Jika keduanya bertemu, mereka diperkirakan akan membahas secara rinci usulan paket menyeluruh dari insentif untuk Korea Utara, yang akan membongkar program nuklir negara komunis itu.

Seminar di Hawaii itu juga akan dihadiri oleh Keith Luse, anggota senior staf profesional pada Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Frank Jannuzi, spesialis senior Asia Timur pada Komite Hubungan Luar Negeri, James Kelly, mantan asisten menlu yang menangani perundingan dengan Korea Utara; dan Marcus Noland, periset senior pada Lembaga Peterson untuk Ekonomi Internasional.
Sent from Indosat BlackBerry powered by

EGP
Sumber : Ant


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Minggu, 16 Agustus 2009 | 15:11 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...n.as.dan.korsel

Korea Utara Peringatkan AS dan Korsel



shutterstock - Ilustrasi


QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara memperingatkan akan membalas serangan nuklir terhadap ancaman nuklir Amerika Serikat dan Korea Selatan, dalam kecaman terbaru atas latihan militer bersama kedua negara mendatang, demikian dikatakan media milik negara, Minggu (16/8).

Seorang juru bicara militer Pyongyang mengecam latihan militer yang dimulai Senin itu sebagai manuver perang nuklir terhadap Korea Utara.

"Jika imperialis AS dan kelompok Lee Myung-Bak menyerang DPRK (Korea Utara) dengan senjata nuklir, Pyongyang akan membalas terhadap mereka dengan senjata nuklir pula," kata juru bicara tersebut, merujuk pada presiden Korea Selatan.

"Jika mereka mengancam DPRK dengan rudal, Korea Utara juga akan membalas mereka dengan rudal," katanya pula.

Juru bicara tersebut menambahkan, "Kalau mereka memperketat sanksi dan mendesakkan konfrontasi sampai ke tahapan yang ekstrem, DPRK akan membalas mereka dengan balasan yang tiada ampun dengan gayanya sendiri, dan dengan perang keadilan secara habis-habisan."

Sanksi-sanksi internasional diperketat terhadap Korea Utara setelah Pyongyang melakukan peluncuran roket jarak jauh pada April lalu, dan uji coba senjata nuklir yang kedua pada Mei.

Peringatan dari Pyongyang disampikan dalam pernyataan yang dikeluarkan Sabtu oleh juru bicara tersebut, di desa perbatasan antar-Korea di Panmunjom.

Pernyataan tersebut kemudian disiarkan Minggu oleh Kantor Berita Korea Utara, KCNA. Seoul dan Washington telah membantah berencana melakukan serangan terhadap Korea Utara. Mereka mengatakan, yang mereka lakukan adalah latihan perang, dari 17-27 Agustus untuk tindakan pertahanan mereka.

Penguasa militer AS dan Korea Selatan bulan lalu menginformasikan kepada Korea Utara mengenai rencana mereka untuk mengadakan latihan militer gabungan, yang akan melibatkan 10.000 tentara AS dan sejumlah tentara Korea Selatan.

Mereka mengatakan, latihan militer tahunan Ulchi Freedom Guardian (UFG) melibatkan permainan simulasi komputer perang yang dirancang untuk meningkatan kemampuan negara sekutu dalam mempertahankan Korea Selatan dari serangan.

Kedua Korea secara teknik masih dalam keadaan perang setelah konflik 1950-53 mereka berakhir dengan gencatan senjata, bukan dengan perjanjian perdamaian.

Lebih dari 600.000 tentara Korea Selatan, didukung oleh 28.500 prajurit AS, dikirim ke bagian selatan semenanjung untuk menghadapi potensi ancaman dari Korea Utara yang militernya berkekuatan 1,1 juta tentara.

Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak menyerukan dilakukannya perundingan dengan Korea Utara yang bertujuan membersihkan semenanjung Korea dari senjata nuklir, di samping mengurangi senjata-senjata konvensional.

BNJ
Sumber : ANT


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Minggu, 16 Agustus 2009 | 15:34 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...g.lee.myung-bak

Korea Utara Tolak Tawaran Dialog Lee Myung-Bak



Presiden Korea Selatan - Lee Myung-Bak

QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara akan menolak usulan Presiden Korea Selatan, Lee Myung-Bak, untuk memulai dialog tingkat tinggi guna mengurangi ketegangan antarkedua negara, demikian dikatakan para pakar Korea Utara di Seoul.

Mereka mengatakan, hubungan antar-Korea akan mulai membaik dalam pekan-pekan mendatang, meskipun tak disebabkan janji Lee untuk memberikan bantuan ekonomi besar-besaran dan dukungan diplomatik kepada Korea Utara.

Namun, sebagai hasil keinginan Pyongyang untuk mendekati Washington, sekutu terdekat Seoul, berkaitan perundingan bilateral.

Dalam pidato memperingati tahun ke-64 kemerdekaan Korea dari pemerintah kolonial Jepang, Presiden Korea Selatan mengusulkan dialog dengan Korea Utara untuk mendapatkan cara-cara bagi Korea Utara untuk mempertahankan dirinya sendiri dan demi kesejahteraan kedua negara.

Lee mengatakan, Seoul juga bersedia untuk mengajak masyarakat internasional membantu Korea Utara, jika Pyongyang memutuskan melepas ambisi nuklirnya.

Korea Utara belakangan ini mendapat tekanan sanksi keras Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk uji coba senjata atom kedua, yang dilakukan 25 Mei lalu.

"Saya dengan tulus berharap kedua pihak bisa membahas dengan hati terbuka guna mendapatkan cara bagaimana Korea Utara akan menyerahkan senjata nuklirnya," kata presiden.

Cheong Seong-chang, direktur pengkajian antar-Korea pada Institut Sejong Seoul, mengatakan, ada perubahan penting dalam perletakan batu kebijakan Lee terhadap Korea Utara.

Ia mencatat untuk pertama kalinya, pemimpin Korea Selatan mengusulkan dialog tingkat tinggu antar-Korea sejak dia mengambil alih kekuasaan awal tahun lalu.

"Tetapi ada dugaan kuat terus berlanjut kebijakannya, pada saat usulannya untuk dialog masih didasarkan pada syarat bahwa Korea Utara terlebih dulu melepas ambisi nuklirnya," kata Cheong dalam wawancara per telepon.

"Masalah Korea Utara pada dasarnya mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menyerahkan senjata-senjata nuklirnya sampai hubungan Korea Utara dan AS dinormalisasi, dan semua ancaman militer AS lebih dulu disingkirkan," katanya.

Cheong juga mengatakan, dikaitkannya pelanjutan dialog antar-Korea dengan perlucutan nuklir Korea Utara adalah sama saat Seoul mengatakan tidak akan mengadakan dialog dengan Pyongyang berdasarkan kondisi seperti sekarang.

BNJ
Sumber : ANT


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 14 September 2009 | 00:31 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...a.nuklir.ketiga

Korut Berencana Uji Coba Nuklir Ketiga



AP PHOTO/LEE JIN-MAN
Pengunjung menyaksikan tanda rudal Korea Utara di posko observasi unifikasi di Paju, Korea Selatan.


QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com-Para pejabat Korea Selatan menolak berkomentar pada Minggu (13/9) mengenai laporan-laporan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong Il mengusulkan uji coba nuklir ketiga sebagai protes atas sanksi-sanksi PBB terhadap negara komunis itu.

Open Radio of North Korea, satu kelompok hak asasi manusia yang berpusat di Seoul, yang mengutip sumber-sumber Pyongyang, pekan lalu mengatakan bahwa Kim mengemukakan kepada para pejabat militer dan partai yang berkuasa agar mempersiapkan satu uji coba nuklir baru.

Seperti dilaporkan AFP, Korut melakukan uji coba nuklir pertama tahun 2006 dan kedua Mei lalu, yang memicu PBB memberlakukan sanksi keras terhadap negara itu.

Dalam satu kunjungan ke Wonsan di pantai timur 26 Agustus, Kim mengatakan uji coba nuklir ketiga diperlukan untuk menghadapi perundingan bilateral dengan Amerika Serikat serta untuk memprotes sanksi-sanksi PBB, kata kelompok hak asasi manusia itu.

Kementerian unifikasi Seoul dan Badan Intelijen Nasional, yang kedua menangani hubungan lintas perbatasan, Minggu menolak memberikan komentar mengenai pernyataan-pernyataan itu.

Young Howard, ketua Open Radio of North Korea, Rabu, secara terpisah mengemukakan kepada radio PBC yang berpusat di Seoul bahwa uji coba nuklir ketiga sangat mungkin menggunakan uranium yang diperkaya, bukannya plutonium yang digunakan dalam dua uji coba sebelumnya.

Ia mengatakan ia memperkirakan uji coba itu akan dilakukan antara 20 September dan 10 Oktober.

20 September adalah saat berakhirnya kampanye baru "150 hari" Korut untuk meningkatkan ekonominya, sementara 10 Oktober adalah ulang tahun berdirinya partai komunis Korut.

Korut di masa lalu memilih tanggal-tanggal simbolis untuk melakukan uji coba-uji coba senjata.

Pemerintah AS, dalam satu perubahan kebijakan, Jumat, mengatakan pihaknya siap melakukan perundingan langsung dengan Korut dalam usaha membawa Pyongyang kembali ke perundingan perlucutan nuklir yang diikuti enam negara.

Korut mengundurkan diri dari perundingan enam negara April lalu untuk memprotes tindakan PBB menyangkut peluncuran sebuah roket Korut. Dewan Keamanan PBB kemudian memperkuat sanksi-sanksi terhadap Korut setelah negara itu melancarkan uji coba nuklirnya Mei lalu.

Washington sebelumnya mengatakan perundingan bilateral dengan Pyongyang hanya akan dilakukan dalam kerangka perundingan enam negara yang juga termasuk China, Jepang, Rusia dan Korsel.

ONO
Sumber : ANT


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Kamis, 17 September 2009 | 15:56 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2....canggih.israel

Korsel Beli Radar Canggih Israel



AP Photo/Lee Jin-man
Seorang warga Korea Selatan menonton televisi di sebuah stasiun kereta Seoul, Kamis (2/7), menayangkan gambar Korea Utara tengah melontarkan peluru kendali. Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan, Korut telah meluncurkan dua rudal jarak pendek pada Kamis siang. Sebuah tindakan yang semakin menambah ketegangan situasi di semenanjung Korea.


QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com — Korea Selatan (Korsel) akan membeli sistem radar canggih Israel untuk mendeteksi dan melacak rudal-rudal balistik Korea Utara.

Badan Program Pemantapan Pertahanan Korsel, Kamis, mengatakan, negara itu akan segera memesan jenis radar tersebut dari kelompok Elta Israel, yang disebut sistem radar Green Pine Block-B. Juru bicara Kim Young-San kepada para wartawan mengatakan, Elta mencatat penilaian lebih tinggi ketimbang Thales dari Perancis dalam uji penampilan radar tersebut Agustus lalu.

"Jika digelar di sini, sistem radar itu akan memperbaiki kemampuan pertahanan antirudal kami," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya akan berupaya melacak rudal-rudal balistik yang ditembakkan Korea Utara pada tahap-tahap awal. Menurut Kim, radar-radar itu berkemampuan memantau rudal-rudal balistik dalam penerbangan pada jarak sekitar 500 kilometer, yang meliputi seluruh wilayah Korea Utara, jika digelar di Korea Selatan pada tahun 2012. "Kami berharap radar-radar itu akan memperbaiki secara signifikan kemampuan pertahanan antirudal kami," katanya.

Namun, dia menolak untuk menjelaskan besar biaya yang mesti dikeluarkan untuk membeli sistem rudal canggih itu. Angkatan udara negeri itu pada November lalu menerima pengiriman pertama rudal-rudal pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat yang dibeli dari tangan kedua, Jerman.

Korea Utara memiliki sekitar 600 rudal Scud yang mampu menghantam target-target di Korea Selatan, dan mungkin juga wilayah Jepang dalam beberapa kasus. Pyongyang juga memiliki 200 rudal Rodong-1 yang bisa menjangkau Tokyo. Selain itu, Korea Utara telah tiga kali melakukan uji peluncuran rudal jarak jauh Taepodong pada April lalu.

EGP
Sumber : ANT


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 28 September 2009 | 11:13 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...rtolak.ke.korut

Akhiri Ambisi Nuklir Pyongyang, PM China Bertolak ke Korut



AP PHOTO/DARREN STAPLES
Perdana Menteri China Wen Jiabao berpidato di University of Cambridge, Inggris, Senin (2/2).


QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com - Perdana Menteri China Wen Jiabao akan mengadakan kunjungan ke Korea Utara pekan depan. Kunjungan ini diharapkan akan difokuskan pada program persenjataan nuklir Korea Utara.

Wen Jiabao akan berkunjung ke Korea Utara dari 4 hingga 6 Oktober atas undangan dari pemerintah Pyongyang. Kunjungan Wen Jiabao ini diadakan menyusul diambilnya sejumlah langkah rekonsiliasi oleh Korea Utara menyusul pecahnya ketegangan antara Korea Utara, Korea Selatan dan AS selama beberapa bulan soal pengembangan nuklir Pyongyang.

China yang merupakan sumber bantuan ekonomi dan dukungan diplomatik terbesar memainkan peranan penting dalam mencairkan kebekuan perundingan gencatan senjata internasional untuk membahas ancaman senjata nuklir Korea Utara.

Korea Utara menarik diri dari perundingan itu April untuk memperotes kritik internasional terhadap peluncuran roketnya. Kantor berita Yonhap di Seoul melaporkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Il kemungkinan akan mengumumkan langkah konkrit untuk menghentikan program nuklirnya selama berlangsung kunjungan Wen Jiabao.

JIM
Sumber : AP


Peace.gif peace Peace.gif
Allelujah Haptism
Ni korut sama korsel dari jaman kuda gigit besi sampai sekarang kuda uda minum susu ultra masi aja ribut... smile.gif

Udalah selesaikan aja sekarang dan selamanya.. mau bersatu dan reunifikasi silahkan malah bagus.. kalau mau perang sekalian aja dah biar cepet selesai BigGrin.gif smile.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 5 Oktober 2009 | 15:15 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...senjata.biologi

Korsel: Korut Punya 13 Jenis Senjata Biologi



AP photo/Kim Do-yun
Tank-tank milik Angkatan Darat Korea Selatan melakukan manuver dalam rangka latihan, Selasa (17/2), di Pochun, dekat Seoul, Korea Selatan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya serangan militer dari Korea Utara.


QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara (Korut) diperkirakan memiliki 13 jenis virus dan kuman yang dapat digunakan untuk 5.000 ton senjata kimia. Daftar penyakit yang dapat ditimbulkan senjata biologi itu mencakup kolera, sakit kuning, cacar, tipus, demam dan disentri.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) mengunkapkan hal itu, Senin (5/10), dalam sebuah laporan kepada parlemen. Kementerian itu mengatakan Korut, yang komunis, adalah salah satu negara yang memiliki cadangan terbesar senjata kimia dan biologi dunia. Cadangan senjata kimianya berjumlah antara 2.500 dan 5.000 ton.

Pernyataan bahwa Korut memiliki senjata kimia dan biologi, selain senjata nuklir dan konvensional, bukan hal baru. Tetapi laporan Senin itu memberikan lebih terperinci tentang apa yang disebut senjata biologi tersebut.

Kelompok Krisis Internasional dalam sebuah laporan pada bulan Juni menyatakan, kemampuan nuklir Pyongyang adalah ancaman paling besar, tetapi juga negara itu memiliki cadangan senjata kimia besar dan program senjata biologi. "Senjata kimia dapat disebarkan melalui bom meriam atau rudal yang dapat menimbulkan korban besar di Korsel," kata kelompok itu yang berpangkalan di Brussels itu.

Cadangan tersebut meliputi antara 2.500 dan 5.000 ton gas mostar, phosgene (gas beracun yang tidak berwarna), zat darah, sarin, tabun dan zat syaraf dan yang dapat disebarkan melalui artileri jarak jauh, rudal, pesawat terbang dan kapal angkatan laut.

Korut dan Korsel secara teknis masih dalam perang karena konflik mereka tahun 1953-1955 diakhiri hanya dengan gencatan senjata, bukan dengan perjanjian perdamaian. Militer Korsel, yang berkekuatan 655.000 personel dan didukung 28.500 tentara AS, menghadapi Angkatan Bersenjata Korut yang memiliki 1,2 juta tentara.

EGP
Sumber : ANT


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Selasa, 6 Oktober 2009 | 14:15 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2....program.nuklir

AS: Korut Harus Tutup Total Program Nuklir


QUOTE
WASHINGTON, KOMPAS.com — Amerika Serikat siap berunding dengan Korea Utara (Korut) jika hal itu bisa mengembalikannya ke meja perundingan perlucutan nuklir.

Namun, seperti dilansir AFP, AS menegaskan bahwa tujuan perundingan harus menutup total program senjata nuklir Korut.

Demikian dikatakan Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Ias Kelly, Senin, menanggapi pengumuman media negara Korea Utara yang mengatakan bahwa pihaknya siap untuk kembali ke perundingan perlucutan senjata enam negara jika perundingan-perundingan secara terpisah dengan AS mencapai kemajuan.

"Kami dan mitra enam negara ingin Korea Utara sepakat dalam dialog yang mengarah kepada tuntas dan bisa diperiksanya perlucutan senjata nuklir di semenanjung Korea melalui tahap-tahap yang tak bisa diubah," kata Kelly.

"AS masih bersedia untuk melakukan perundingan bilateral dengan Korea Utara dalam rangka proses enam negara, untuk meyakinkan Korea Utara melaksanakan perlucutan nuklir secara tuntas," ujarnya.

Korea Utara, April lalu, mengumumkan di forum enam negara bahwa pihaknya keluar dari perjanjian itu, setelah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengecam peluncuran roket jarak jauhnya. Negara komunis itu kemudian juga melakukan uji coba bom atomnya yang kedua.

Perundingan enam negara yang terdiri China, Jepang, kedua Korea, Rusia, dan AS telah menandatangani pernyataan pada 2005, berdasarkan pernyataan itu Korut akan menghentikan program nuklirnya dengan imbalan pemberian bantuan dan jaminan keamanan.

Kelly mengatakan, AS kini sedang melakukan "koordinasi erat" dengan negara-negara lain yang tergabung dalam perundingan enam negara. "AS masih berkomitmen untuk melaksanakan tujuan pernyataan bersama September 2005, yakni melakukan perlucutan senjata nuklir yang bisa diperiksa di semenanjung Korea dengan cara damai," katanya.

"Ada konsensus di antara lima negara bahwa denuklirisasi yang bisa diperiksa atas semenanjung Korea masih menjadi obyek utama, dan menjadi tujuan penting perundingan kami dengan Korea Utara," kata Kelly.

ONO
Sumber : ANT


Peace.gif peace Peace.gif
swastika indonesia
hendaknya buat persatuan negara pengembang senjata nuklir versus amerika yaitu iran ,korut, cina dan di beking oleh rusia...nah baru amerika dan israel keder..
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Selasa, 27 Oktober 2009 | 13:57 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...pkan.bom.bunker.

Korut Tuding AS Siapkan Bom Bunker



QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com-Korea Utara, Selasa (27/10), menuduh Amerika Serikat meningkatkan produksi bom bunker untuk menghancurkan nuklirnya.

Surat kabar partai komunis yang berkuasa, Rodong Sinmun, di dalam tajuknya, sebagaimana dikutip AFP melaporkan AS akan mengirim bom itu untuk menyerang target bawah tanah militer dan fasilitas nuklir di Korea Utara.

"Itu membuktikan bahwa Washington tidak melepaskan ambisinya untuk melumpuhkan Pyongyang dengan kekuatan," katanya.

Surat kabar pemerintah, Minju Joson, dalam tajuk yang sama mengatakan, AS memproduksi bom seperti itu untuk melakukan serangan terlebih dulu terhadap fasilitas bawah tanahnya. "Pilihan republik kami hanya bisa menunggu waktu manakala martabat dan keselamatannya di bawah ancaman, dengan memperkuat pertahanan perangnya dengan sekuat tenaga," ujarnya.

Militer AS menggunakan bom penghancur bunker dengan panduan sinar laser sejak Perang Teluk pada 1990-91, untuk menghancurkan pusat komando bawah tanah di Irak.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan dalam satu laporan pekan lalu bahwa Korea Utara memiliki 20 lokasi berkaitan dengan nuklir yang dikelola oleh sekitar 3.000 pekerja. Sebelas fasilitas itu berada di kompleks nuklir Yongbyon, di samping terdapat sembilan tambang dan fasilitas lain yang berkaitan dengan uranium.

Korea Utara menghentikan kegiatan Yongbyon pada tahun 2007 berdasarkan kesepakatan perlucutan nuklir enam negara. Pada April lalu, Korea Utara menyatakan keluar dari forum tersebut dan mengumumkan pihaknya sedang melanjutkan lagi pemrosesan kembali plutonium dari bahan bakar pada reaktor yang ada.

Pyongyang telah melakukan dua kali uji coba senjata atomnya pada Mei lalu, dan mengungkapkan plutonium yang dimiliki cukup untuk membuat enam sampai delapan senjata lagi. Korea Utara juga mengatakan bahwa pihaknya kini dalam tahapan akhir program eksperimen pengayaan uranium dalam level tinggi, satu cara lain untuk membuat bom atom.

Korea Utara telah menyampaikan kesediaan untuk kembali ke perundingan enam negara, namun hanya jika lebih dulu melakukan perundingan yang memuaskannya dengan Washington. Para utusan dari kedua pihak yang jarang sekali bertemu telah melakukan pertemuan tatap muka di New York Sabtu, dalam rangka persiapan kemungkinan digelarnya perundingan bilateral.

ONO

Editor: ono
Sumber : ANT,AFP


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 11 November 2009 | 05:27 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...sel.baku.tembak

Korut-Korsel Baku Tembak


QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com - Sebuah kapal patroli Korea Utara terbakar setelah terjadi baku tembak selama dua menit dengan petugas Angkatan Laut Korea Selatan, Selasa (10/11). Insiden di perairan Garis Batas Utara itu terjadi tepat seminggu menjelang lawatan Presiden AS Barack Obama ke Seoul.

Kepastian adanya insiden itu disampaikan para pejabat Korea Selatan (Korsel) di Seoul, hari Selasa. Kepala Staf Gabungan Korsel Brigadir Jenderal Lee Ki-sik melaporkan, dalam kontak senjata itu petugas patroli Korut melepaskan 50 tembakan, 15 tembakan di antaranya menghantam kapal patroli AL Korsel. Namun, dia tidak menyebutkan petugasnya melepas berapa kali tembakan balasan.

Lee menjelaskan, kontak senjata terjadi dalam jarak 3.200 meter. Insiden itu pun terjadi di perairan Garis Batas Utara atau Northern Limited Line (NLL), yang pada tahun 1999 dan 2002 menjadi ajang bentrokan berdarah antara AL Korut dan Korsel.

Lee mengatakan, kapal patroli Korsel sempat mengirimkan beberapa sinyal peringatan setelah kapal Korut melintasi perbatasan, tetapi kapal malah terus menerobos. Setelah petugas patroli Korsel memberikan tembakan peringatan, malah langsung disambut tembakan balasan yang mengarah ke kapal Korsel.

Petugas patroli dari Korsel pun langsung melepaskan tembakan balasan untuk memaksa kapal Korut kembali ke utara. ”Memang tidak ada korban di pihak kami. Namun, kami tetap waspada terhadap provokasi yang mungkin muncul lagi,” katanya.

AL Korut bulan lalu menuduh Korsel telah mengirim kapal perang melintasi garis batas untuk memancing ketegangan. Korut juga mengatakan ”provokasi militer yang sembrono itu” dapat memicu bentrokan.

Lee mengatakan, Korut sudah 22 kali melanggar NLL tahun ini. Namun baru sekali ini, untuk pertama kalinya, Korsel melepaskan tembakan dan itu pun setelah kapal patroli Korut tidak mau mengindahkan lima sinyal peringatan yang dikirimkan oleh petugas kapal patroli Korsel.

Lee kemudian melanjutkan, ”Kami menyampaikan protes keras kami kepada Korut dan mendesak mereka untuk tidak mengulanginya.”

Pimpin rapat darurat

Presiden Korsel Lee Myung-bak langsung menggelar rapat darurat dengan para menteri terkait keamanan nasional, termasuk Perdana Menteri Chung Un-chan. Presiden menuding petugas patroli Korut telah memprovokasi dan melakukan sebuah tembakan langsung yang sengaja ditujukan ke kapal patroli Korsel.

”Tidak ada kerusakan di pihak kami. Namun, kapal patroli Korut berlayar pulang menjauhi perbatasan dalam kondisi terbakar,” kata Chung kepada parlemen.

Chung juga mengatakan, kontak senjata yang terjadi setelah ada tawaran damai dari Korut itu justru amat mengejutkan. Dia juga mendesak rakyat tetap tenang dan tidak terpancing.

Pesan untuk Obama

Beberapa analis mengatakan, bagaimanapun Pyongyang sepertinya hendak mengirim pesan kepada Presiden Barack Obama. Sebab insiden itu hanya terjadi delapan hari sebelum Obama tiba di Seoul, sebagai salah satu rangkaian lawatannya ke Asia.

Militer Korut mengatakan, pernyataan Korsel itu adalah bentuk pembelaan diri atas tindakan provokasi bersenjatanya yang sembrono. Dikatakan, kapal patroli Korsel melepaskan tembakan membabi buta karena kepergok berada di perairan utara, atau telah melewati garis batas.

Kim Yong-hyun, profesor Universitas Dongguk, mengatakan, insiden itu sengaja dilakukan Korut untuk meningkatkan ketegangan menjelang kunjungan Presiden Barack Obama.

”Saya percaya bahwa Korut hendak menunjukkan sebuah sikap tegas kepada Obama karena pendiriannya berubah-ubah atas semenanjung Korea. Korut telah menuntut pakta perdamaian ditandatangani dengan AS untuk menggantikan perjanjian gencatan senjata (yang berakhir pada perang Korea tahun 1950-1953).” (AFP/CAL)

Editor: jimbon

Sumber : Kompas Cetak


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Jumat, 13 November 2009 | 17:27 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...indakan.militer

Jaga Perbatasan Laut
Korut Berikrar Lakukan Tindakan Militer



AP photo/Ahn Young-joon
Model rudal Scub-B Korea Utara dan rudal lain milik Korea Selatan dipajang di Museum Peringatan Perang Korea, di Seoul, Korsel.


QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara (Korut), Jumat (13/11) mengatakan akan melakukan tindakan militer tanpa belas kasihan untuk menjaga perbatasan Laut Kuning dengan Korea Selatan (Korsel) setelah bentrokan angkatan laut pekan ini.

"Pihak kami mengingatkan pihak Anda bahwa yang ada hanyalah satu garis demarkasi laut di Laut Barat (Laut Kuning) yang ditetapkan oleh pihak kami, dan mulai dari saat ini dan selanjutnya kami akan melakukan tindakan militer tanpa belas kasihan untuk menjaganya," kata kantor berita resmi yang mengutip satu peringatan militer Korut kepada pasukan Korea Selatan (Korsel).

Korut menolak mengakui garis perbatasan laut yang ditetapkan pasukan PBB setelah perang tahun 1950-1953 dan menuntut garis itu di tarik lebih jauh ke selatan. Korut mengulangi tuntutannya kepada Korsel untuk meminta maaf atas bentrokan senjata Selasa itu, yang menurut Seoul sebuah kapal patroli Korut rusak parah dan menyerukan penghukuman mereka yang bertanggung jawab.

"Pihak Korsel harus bertanggung jawab atas tindakan-tindakan yang bertujuan merusak rekonsiliasi nasional dan persatuan dan menghambat perdamaian dan unifikasi, dan Seoul akan sangat rugi," kata kantor berita KCNA (Korean Central News Agency) mengutip peringatan itu.

Seoul mengatakan, sebuah kapal patroli Korut memasuki perbatasan itu, mengabaikan lima peringatan untuk mundur dan kemudian menembak langsung ke sebuah kapal Korsel. Korsel mengatakan kapal-kapal Korsel membalas serangan itu dan menyebabkan sebuah kapal Korut terbakar.

Korut mengatakan kapal-kapal Seoul melepaskan tembakan ketika kapalnya berada di utara perbatasan laut itu, lokasi pertempuran berdarah tahun 1999 dan 2002.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menurut rencana akan tiba di Seoul, Rabu depan, untuk melakukan perundingan yang diperkirakan difokuskan pada masalah Korut.

EGP
Editor: made
Sumber : ANT


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Kamis, 19 November 2009 | 19:00 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...ayu.korea.utara

Uang, Senjata Merayu Korea Utara



AP PHOTO/AHN YOUNG-JOON
Sejumlah anggota keluarga Korea Selatan berpotret di depan monumen kenangan Perang Korea di Museum Memorial Perang Korea di Seoul, Korsel, Jumat (13/11). Korut telah mengirim pesan peringatan keras, Jumat, bahwa mereka akan mempertahankan diri mati-matian setelah kejadian bentrok senjata di batas laut Korut-Korsel di Laut Kuning. Pengiriman pesan itu hanya beberapa hari menjelang kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Korsel.


QUOTE
SEOUL, KOMPAS.com — Presiden Barack Obama dan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak merasakan betapa alotnya mengajak Korea Utara kembali ke meja perundingan terkait soal nuklir di "Negeri Kamerad Kim" itu. Maka dari itulah, hasil pertemuan antara Obama dan Myung-bak utamanya adalah mendesak Korea Utara mau kembali berunding.

Tak cuma itu, seperti dikutip dari BBC, Kamis (19/11), tatkala Obama berpidato di Seoul, ada iming-iming uang dalam jumlah besar dari AS dan Korsel jika Korea Utara (Korut) bersedia meluluskan desakan tersebut. "Sangat baik bagi warga Korut bergabung dengan komunitas internasional," kata Obama.

Selanjutnya, kedua pemimpin kembali menegaskan kesamaan pandangan dan pendekatan soal isu Korut. Mereka mengatakan mencari celah agar mendobrak pola karena kebijakan Korut yang acap menaikkan tensi di kawasan semenanjung Korea.

Baik Obama maupun Myung-bak menilai Korut setuju untuk kembali berdiskusi. Namun, tanpa diduga, Korut kemudian menarik diri lagi tanpa ada kemajuan.

"Hal yang ingin saya tekankan adalah, kami berdua setuju untuk memecahkan kebuntuan yang terjadi di masa lalu tatkala Korut sering melakukan upaya provokatif, dan kemudian bersedia untuk kembali berdialog... dan lalu mencari kelonggaran," kata Obama.

Obama mengatakan, utusan khusus AS untuk masalah nuklir, Stephen Bosworth, akan mengunjungi Korea Utara pada 8 Desember mendatang.

Bantuan ekonomi

Sementara itu, Presiden Lee Myung-bak berbicara atas sebuah usulan yang disebut sebagai "tawaran besar". Maksudnya, akan ada penutupan program nuklir Korut dengan bantuan ekonomi.

"Saya harap, dengan menerima usulan kami, Korut akan menjamin keamanan bagi negaranya sendiri, meningkatkan kualitas hidup warganya, dan membuka jalur bagi sebuah masa depan yang baru," kata Lee.

Pada Oktober, Korut mengatakan bersedia untuk kembali ke negosiasi yang melibatkan banyak pihak dalam isu program nuklirnya. Namun, hal itu dengan syarat, Korut bakal berdialog dengan AS terlebih dulu.

Pada pihak lain, AS mengatakan siap untuk berhubungan secara langsung dengan Korut. Namun, syarat AS, hal itu dilaksanakan hanya jika kebijakan itu menjadi bagian dari upaya untuk kembali ke forum enam pihak yang sempat diboikot Pyongyang pada April lalu. Dialog tersebut melibatkan dua Korea, China, AS, Rusia, dan Jepang.

Suhu di kawasan tersebut memanas dalam beberapa bulan ini setelah Korut meluncurkan rangkaian misil dan melakukan uji coba nuklir yang menyebabkan PBB memberikan sanksi ke negara itu.

Korsel merupakan kunjungan terakhir Obama dalam serangkaian lawatan ke Asia. Sebelumnya, tiga negara yang dikunjungi Obama adalah Jepang, Singapura, dan China.

XVD
Editor: primus


Peace.gif peace Peace.gif
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.