QUOTE
Kapolda Sumut dan Kapoltabes Medan Dicopot
Jum'at, 6 Februari 2009 - 13:04 wib
TEXT SIZE :
Amirul Hasan - Okezone
JAKARTA - Pascainsiden unjuk rasa anarkis di Medan yang mengakibatkan Ketua DPRD Sumatera Utara, Abdul Azis Angkat meninggal dunia, pemerintah akan segera mencopot Kapolda Sumatera Utara Irjen Nana Soekarna dan Kapoltabes Medan AKBP Drs Aton Suhartono.
Hal tersebut diungkapkan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri di Istana Negara, Jakarta.
"Mengenai internal, kami telah turunkan Irwasum dan beberapa Pati dan sudah ada laporan. Kesimpulannya ada kelalaian dan ada prosedur yang tidak dilakukan aparat di lokasi secara profesional. Oleh karenanya nanti ada penggantian dalam waktu dekat yaitu Kapolda dan Kapoltabes. Tindakan ini kami lakukan bukan karena ada tekanan dari publik tapi karena profesionalitas dan objektivitas," paparnya, Jumat (6/2/2009).
Mengenai nama pengganti kapolda dan kapoltabes, dia masih enggan menjawabnya.
"Tunggu saja nanti akan diumumkan," tandasnya.(lam)
(uky)
Jum'at, 6 Februari 2009 - 13:04 wib
TEXT SIZE :
Amirul Hasan - Okezone
JAKARTA - Pascainsiden unjuk rasa anarkis di Medan yang mengakibatkan Ketua DPRD Sumatera Utara, Abdul Azis Angkat meninggal dunia, pemerintah akan segera mencopot Kapolda Sumatera Utara Irjen Nana Soekarna dan Kapoltabes Medan AKBP Drs Aton Suhartono.
Hal tersebut diungkapkan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri di Istana Negara, Jakarta.
"Mengenai internal, kami telah turunkan Irwasum dan beberapa Pati dan sudah ada laporan. Kesimpulannya ada kelalaian dan ada prosedur yang tidak dilakukan aparat di lokasi secara profesional. Oleh karenanya nanti ada penggantian dalam waktu dekat yaitu Kapolda dan Kapoltabes. Tindakan ini kami lakukan bukan karena ada tekanan dari publik tapi karena profesionalitas dan objektivitas," paparnya, Jumat (6/2/2009).
Mengenai nama pengganti kapolda dan kapoltabes, dia masih enggan menjawabnya.
"Tunggu saja nanti akan diumumkan," tandasnya.(lam)
(uky)
QUOTE
Pemecatan Kapolda Sumut Pelajaran Bagi Semua Kapolda
Jum'at, 6 Februari 2009 - 22:09 wib
Mardanih - Okezone
JAKARTA - Pemecatan yang dilakukan oleh Kapolri Bambang Hendarso Danuri terhadap Kapolda Sumut terkait aksi unjuk rasa anarkis yang menyebabkan meninggalnya Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat, dinilai positif Ketua Fraksi Demokrat DPR RI Syarif Hasan.
"Itu saya pikir tindakan yang tegas, bagaimana mengamankan politik daerah, saya pikir itu bagus," Kata ketua Fraksi Demokrat DPR RI Syarif Hasan kepada okezone di JI Expo, Jumat (6/2/2009).
Syarif menilai, tindakan yang dilakukan Kapolri tersebut dapat menjadi pelajaran bagi seluruh Kapolda di Indonesia, agar cepat dan tanggap dalam semua kemungkinan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa.
"Merupakan peringatan ke Kapolda-Kapolda di daerah-daerah agar cepat dan tanggap terhadap segala kemungkinan," tegasnya.
Dirinya juga meminta agar pihak Departemen Dalam Negeri segera mengeluarkan grand design terhadap pemekaran daerah di Indonesia. Hal tersebut agar jumlah provinsi dan kabupaten yang ideal di Indonesia dapat diketahui dengan jelas.
"Saya kira begitu." pungkasnya.
(nov)
Jum'at, 6 Februari 2009 - 22:09 wib
Mardanih - Okezone
JAKARTA - Pemecatan yang dilakukan oleh Kapolri Bambang Hendarso Danuri terhadap Kapolda Sumut terkait aksi unjuk rasa anarkis yang menyebabkan meninggalnya Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat, dinilai positif Ketua Fraksi Demokrat DPR RI Syarif Hasan.
"Itu saya pikir tindakan yang tegas, bagaimana mengamankan politik daerah, saya pikir itu bagus," Kata ketua Fraksi Demokrat DPR RI Syarif Hasan kepada okezone di JI Expo, Jumat (6/2/2009).
Syarif menilai, tindakan yang dilakukan Kapolri tersebut dapat menjadi pelajaran bagi seluruh Kapolda di Indonesia, agar cepat dan tanggap dalam semua kemungkinan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa.
"Merupakan peringatan ke Kapolda-Kapolda di daerah-daerah agar cepat dan tanggap terhadap segala kemungkinan," tegasnya.
Dirinya juga meminta agar pihak Departemen Dalam Negeri segera mengeluarkan grand design terhadap pemekaran daerah di Indonesia. Hal tersebut agar jumlah provinsi dan kabupaten yang ideal di Indonesia dapat diketahui dengan jelas.
"Saya kira begitu." pungkasnya.
(nov)
QUOTE
Ditanya Pencopotan, Kapolda Sumut Asyik Telepon
Jum'at, 6 Februari 2009 - 17:01 wib
MEDAN - Akibat demo rusuh di Gedung DPRD Sumatera Utara 3 Februari 2009 lalu, Mabes Polri mencopot Kapolda Sumatera Utara Irjen Nanan Soekarna dan Kapolwiltabes Medan Aton Suhartono.
Kabar itu nampaknya membuat Nanan merasa tidak nyaman menghadapi wartawan. Sebab itu saat dicegat wartawan yang meminta konfirmasi mengenai kabar pencopotan dirinya, Nanan sama sekali tidak menggubris kehadiran wartawan.
Nanan yang ditemui usai salat Jumat di Masjid Agung, Jumat (6/2/2009) hanya berjalan ke mobilnya sambil asyik bertelepon. Tak satupun pertanyaan wartawan dijawab.
Sementara itu sebelumnya, Aton Suhartono yang ditanya soal kemungkinan pencopotan dirinya, mengatakan siap dan akan menerima keputusan tersebut.
Mabes Polri menyimpulkan telah terjadi kelalaian pengamanan saat aksi unjuk rasa pendukung Provinsi Tapanuli yang mengakibatkan meninggalnya Ketua DPRD Sumut, Abdul Aziz Angkat. Kepolisian lokal dianggap under estimate menghadapi pengunjuk rasa tersebut sehingga tidak menerapkan penanganan sesuai protap.
(Muhammad Syahyan/Sindo/fit)
Jum'at, 6 Februari 2009 - 17:01 wib
MEDAN - Akibat demo rusuh di Gedung DPRD Sumatera Utara 3 Februari 2009 lalu, Mabes Polri mencopot Kapolda Sumatera Utara Irjen Nanan Soekarna dan Kapolwiltabes Medan Aton Suhartono.
Kabar itu nampaknya membuat Nanan merasa tidak nyaman menghadapi wartawan. Sebab itu saat dicegat wartawan yang meminta konfirmasi mengenai kabar pencopotan dirinya, Nanan sama sekali tidak menggubris kehadiran wartawan.
Nanan yang ditemui usai salat Jumat di Masjid Agung, Jumat (6/2/2009) hanya berjalan ke mobilnya sambil asyik bertelepon. Tak satupun pertanyaan wartawan dijawab.
Sementara itu sebelumnya, Aton Suhartono yang ditanya soal kemungkinan pencopotan dirinya, mengatakan siap dan akan menerima keputusan tersebut.
Mabes Polri menyimpulkan telah terjadi kelalaian pengamanan saat aksi unjuk rasa pendukung Provinsi Tapanuli yang mengakibatkan meninggalnya Ketua DPRD Sumut, Abdul Aziz Angkat. Kepolisian lokal dianggap under estimate menghadapi pengunjuk rasa tersebut sehingga tidak menerapkan penanganan sesuai protap.
(Muhammad Syahyan/Sindo/fit)
QUOTE
Demokrat Tak Puas Kapolri Copot Kapolda Sumut
Jum'at, 6 Februari 2009 - 16:46 wib
Maria Ulfa Eleven Safa - Okezone
JAKARTA - Pencopotan Kapolda Sumatera Utara Irjen Nana Soekarna dan Kapoltabes Medan AKBP Aton Suhartono ternyata tidak membuat Partai Demokrat puas. Perlu ada kebijakan yang lebih baik dari Polri tentang pengamanan simbol-simbol negara, simbol daerah, simbol demokrasi dan para pejabat publik.
"Tindakan Kapolri memang tepat. Tapi itu tidak cukup," kata Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik dan Otonomi Daerah Anas Urbaningrum melalui pesan singkatnya kepada okezone di Jakarta, Jumat (6/2/2009).
Kebijakan Kapolri itu harus dibarengi dengan didorongnya semangat untuk menciptakan lahirnya kinerja pengamanan yang semakin prima. Misalnya kesiapan aparat dalam jumlah yang cukup dan siaga dalam mengantisipasi kemungkinan adanya ancaman dan kemampuan prevensi.
"Jadi tidak cukup memberikan punishment dengan dicopotnya Kapolda Sumut dan Kapoltabes Medan," imbuhnya.(hri)
Jum'at, 6 Februari 2009 - 16:46 wib
Maria Ulfa Eleven Safa - Okezone
JAKARTA - Pencopotan Kapolda Sumatera Utara Irjen Nana Soekarna dan Kapoltabes Medan AKBP Aton Suhartono ternyata tidak membuat Partai Demokrat puas. Perlu ada kebijakan yang lebih baik dari Polri tentang pengamanan simbol-simbol negara, simbol daerah, simbol demokrasi dan para pejabat publik.
"Tindakan Kapolri memang tepat. Tapi itu tidak cukup," kata Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik dan Otonomi Daerah Anas Urbaningrum melalui pesan singkatnya kepada okezone di Jakarta, Jumat (6/2/2009).
Kebijakan Kapolri itu harus dibarengi dengan didorongnya semangat untuk menciptakan lahirnya kinerja pengamanan yang semakin prima. Misalnya kesiapan aparat dalam jumlah yang cukup dan siaga dalam mengantisipasi kemungkinan adanya ancaman dan kemampuan prevensi.
"Jadi tidak cukup memberikan punishment dengan dicopotnya Kapolda Sumut dan Kapoltabes Medan," imbuhnya.(hri)