prince.tatsu
Feb 12 2009, 08:02 AM
Lilia mempercepat langkahnya. “ Wah gawat” pikirnya “Aku harus cepat mengambil cincin itu kalau tidak …..”. Dihalaunya pikiran akan akibat sangat buruk yang akan terjadi jika si “dia” sampai menemukan cincin itu dengan surat di sampingnya. Dadanya berdebar berdentam-dentam. Di surat itu Lilia menumpahkan semua perasaannya yang mendalam, yang sudah lama terpendam, segala rasa cinta yang tulus dan murni, yang ditumpahkannya ke dalam surat tiga lembar berwarna pink. Cuma sedikit saja problemnya, sekarang barang itu akan jatuh ke tangan orang yang salah!
Dan pikirannya melayang terkenang pada tiga bulan yang lalu, pada masa segalanya dimulai…
Matanya tidak bisa melepaskan pandangan dari cowok itu. Begitu macho, begitu mempesona. Semua cewek yang melihatnya pasti berdebar-debar. Dan inilah yang dirasakannya saat ini ketika memandang Josh dari kejauhan. Sudah cukup lama Lilia memendam rasa ini, yang hanya bisa dicurahkannya pada Daryl – sahabatnya yang sudah cukup lama jadi temen curhat.
“Daryl, lihat tuh”
“Pasti Josh lagi ya?”
“He eh”
“Lagu lama nih, sudah dari jaman dinosaurus….. Belum berani kenalan juga?”
“Ya belum lah. Kan cowok kurang suka kalo cewek terlalu agresif?”
“Iya juga. Tapi ini kan sudah jaman globalisasi, daripada keduluan orang laen lebih baik nekat aja Lia…”
“Ah kamu bisanya omong doang. Coba kamu sendiri gimana tuh perkembangan ama si Jennifer?”
Daryl tersipu, “Hmm, ada kemajuan sih, Cuma sayang…”
“Sayang kenapa?”
“Kemajuannya ke belakang…”
“Maksudnya?”
“Tambah mundur gitu, tadinya temen biasa, eh sekarang malah temen jauh”
“Dasar! Kog bisa?”
“Ceritanya panjang nih. Ntar lagi aja deh. Kalo cerita itu sih bisa sampe ngabisin kentang goreng 100 piring!”
“Eh sialan tadi udah bikin penasaran, terus malah to be continued lagi!” Dengan gemas Lilia mencubit Daryl di pinggangnya. Daryl langsung tersentak lalu membalas dengan mengorak-arik rambut Lilia. “Aww, berhentiii! Ini baru dari salon nih! Awas ya kamu nanti kubalas!”
Daryl langsung lari kabur sambil tertawa.
Teman-teman yang lain memandang Lilia dan Daryl dengan rasa iri… mereka begitu kelihatan dekat, banyak juga teman yang mencurigai bahwa mereka berdua adalah sepasang TTK (Teman Tapi Kekasih).
Sesudah berlarian beberapa menit akhirnya mereka duduk lagi.
“Ya udah Daryl bantuin aku kenalan ama Josh dong plis”
“Gimana nih skenarionya?”
“Emang kita lagi bikin film?”
“Iya, supaya lebih rame daripada kenalan nembak gitu doang”
Lilia tersenyum, “Ya udah deh, Bapak Hilman Lupus, ada ide nih buat skenario?”
“Ada, tapi ada sedikit syarat nih”
”Syarat apaan sih?”
“Ntar kalo udah berhasil jangan lupain aku yah”
“Ya iya engga akan lupa”
Daryl membetulkan kacamatanya sambil berbisik “Gini nih caranya yah ……”
Kata-kata selanjutnya hanya terdengar oleh Lilia seorang. Sambil telinganya mendengarkan dengan serius, ia tersenyum. “Hebaat, ini pasti akan jadi pengalaman yang tak terlupakan….”
(Bersambung ke bagian kedua)
Kalo para bro/sis berminat baca lanjutannya tolong di comment ya....
Danu_Murphy
Feb 12 2009, 08:49 AM
lanjutin lagi bro...
kentang neh ...
max_payne
Feb 12 2009, 02:31 PM
bikin penasaran nih, lanjutannya dong
prince.tatsu
Feb 13 2009, 08:16 AM
[Bagian ke-2]
Dengan rencana yang “tak akan terlupakan” itu Lilia dan Daryl mulai melakukan persiapan. Lilia membeli fanta merah yang dituangkan ke dalam plastik lalu diberi sedotan. Lalu ia memberi isyarat pada Daryl.
Daryl tersenyum lalu mengangguk.
Setelah mengambil nafas panjang, Lilia melangkah mendekati Josh. Ketika tinggal dua meter, tiba-tiba Lilia kehilangan keseimbangan, dan sedetik kemudian tumpahlah fanta strawberry itu ke baju Josh yang putih sehingga berubah semua jadi merah.
Josh terlonjak dan berteriak kaget. “Eh, hati-hati dong kalo jalan. Liat nih bajuku merah semuanya!”
“Aduh, maaf ya” Lilia terpana. “Kebetulan aku bawa baju ganti, daripada kamu basah begitu lebih baik ganti aja yah”
Josh menggerutu tapi terpaksa menyerah.
Setelah berganti baju, Josh bermuka merah karena t-shirt yang diberikan Lilia ternyata bertuliskan “David Beckham is my love”
Lilia menatapnya sambil menahan tawa “Sorry yah Cuma itu yang kubawa. Kecuali kalo kamu mau pake tank top”
Josh masih menggerutu “Gimana sih kamu jalan engga pake mata. Kalo aja kamu cowok udah aku hajar”
“Aku kan udah bilang maaf, harus gimana lagi?” Lilia mulai panas.
Daryl cepat menengahi “Eh, damai di bumi dong. Kan dia udah minta maaf.”
“Ah ya udahlah aku juga buru-buru nih mau les piano” Josh mulai beranjak.
Lilia cepat berseru “Kenalin dulu… aku Lilia” Senyumnya malu-malu hingga terlihat dekik di pipinya yang putih berona pink, menambah manis wajahnya.
“Josh” dengan cepat ia berlalu.
Daryl tertawa “Sukses, kurasa kamu akan selalu diingat ama Josh”
“Iya, tapi diingatnya bukan disayangi tapi dibenci” Lilia menimpali
Daryl tergelak, “Ga pa pa kog. Karena batas benci dan cinta itu tipis sekali… Yang penting kenalannya itu tadi tidak akan terlupakan, di mana lagi ada kenalan bajunya ditumpahi fanta merah?”
“Iya nih pengarang skenarionya agak nyeleh”
“Tapi unik kan…. Ga boring” Daryl bersikeras
“Lalu langkah selanjutnya gimana buat pendekatan?”
“Tenang yah cantik, ntar aku pikirin dulu strateginya supaya dia terkenang-kenang terus ama kamu…”
“Gilee pake strategi segala emang perang?”
“Eh karena Josh itu idola para cewek; emang iya kamu sebenernya berperang ngerebut dia dari cewek-cewek laen…Apalagi aku denger katanya Josh lagi deket sama Angel.” Josh berkedip.
“Angel yang cantik, terkenal, kaya itu?” alis Lilia naik.
“Iya dan bodynya juga muantap. Putih, tinggi, pinggang ramping, rambut panjang agak pirang, dadanya bulat dan mancung. Pantatnya…. wuuah”
“Heyy cukup. Liur mu udah banjir ke mana-mana tuh” cibir Lilia “Tapi Angel emang menggiurkan sih”
Daryl meneguk liur dulu “Cis, sejak kapan?”
“Sejak kapan apanya?”
“Kamu jadi lesbian?”
“Sialan!”
Daryl dengan nada serius menambahkan “Rencanaku, besok kamu harus berbuat sesuatu yang tidak bisa dilupakan lagi ke Josh.”
Lilia melirik “Tapi tidak berhubungan dengan fanta lagi kan?”
“Tidak dong, kali ini berhubungan dengan rasa sakit….”
“Gila kau! Masa pendekatan pake rasa sakit, yang bener aja!” Mata Lilia terbelalak.
“Saingan mu itu malaikat, tau”
“Malaikat?”
“Nama ‘Angel’ kan artinya malaikat. Kalo pake cara yang biasa-biasa ajah sulit loh bersaingnya!”
“Bener juga yah” Lilia mengangguk, dekik manis pipinya muncul lagi.
Daryl berpikir dalam hati “Lilia, kamu tambah manis ketika dekiknya muncul… Kalau saja kau tahu perasaanku…. ”
(Bersambung ke bagian 3)
apatis
Aug 1 2009, 11:35 PM
mana sambungan nya................
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please
click here.