Help - Search - Members - Calendar
Full Version: dan senja itupun hilang
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Poetry Room
The Rambo
demi mendengar suaramu
aku asingkan seisi bumi
demi mendapat nasihatmu
aku sibakkan cakrawala
aku hamparkan permadani surga

kala itu telah berlalu
beriringan mesra dengan masa
sang kekasih yang berkehendak
tak kuasa engkau menolak
beranjak menuju singgasana

bulir embun tak lagi sejuk kurasa
hembusan bayu terasa hambar
ketika fajar menjelang
kabar itupun datang
mentari pun enggan menampakkan diri

hilang sudah separuh jiwaku
pelukis indah suasana kalbu
jika senja itu tiada
hendak kemana mentari berkalam
dan siapa penuntun bulan mengarungi malam

hanya do'a pengantar rasa
ketika jiwa tak bersinggasana
fajar tak lagi memancarkan kehangatan
senja tak lagi mengantar ke peraduan
karena yang ada hanya gelapnya malam


(fajar, 20 Feb '09)

==================================================================

maafkan aku wahai ibu

aku merasa terkurung
dalam lipatan sendu
sementara hati yang koyak
masih berusaha aku rajut
meski dengan benang usang
yang kini mulai kusut

bahtera tak lagi miliki pantai
terombang-ambing tak tentu arah
hanya berusaha kembali ke tepi
membangun kembali pelabuhan hati
berharap semua cerah kembali

kepadamu ibu semua harap
hanya bagimu bunda semua cita
namun mendadak semua sirna
cita dan harapanku sia-sia
karna engkau tak lagi disini

maafkan anakmu ibu
tak sempat aku jumpai dirimu
untuk sekedar menatap wajahmu
bahkan mengantar ke peraduan terakhirmu
hanyalah do'a sebagai darma baktiku

(didlm pesawat diatas laut jawa, 20 Feb '09)
Danu_Murphy
QUOTE
maafkan aku wahai ibu

aku merasa terkurung
dalam lipatan sendu
sementara hati yang koyak
masih berusaha aku rajut
meski dengan benang usang
yang kini mulai kusut

bahtera tak lagi miliki pantai
terombang-ambing tak tentu arah
hanya berusaha kembali ke tepi
membangun kembali pelabuhan hati
berharap semua cerah kembali

kepadamu ibu semua harap
hanya bagimu bunda semua cita
namun mendadak semua sirna
cita dan harapanku sia-sia
karna engkau tak lagi disini

maafkan anakmu ibu
tak sempat aku jumpai dirimu
untuk sekedar menatap wajahmu
bahkan mengantar ke peraduan terakhirmu
hanyalah do'a sebagai darma baktiku


jadi terharu nih bang ane ...
jadi kangen ama ibu ...
semoga arwah beliau tenang di alam sana ... Amin ... Praying.gif
The Rambo
makasih bro Danu Hug.gif

sepenggal pesan dari pusaramu

duduk bersimpuh dipusaramu
tanah itu masihlah merah
dedaunan belum lagi kering
dan nisanmu masih terasa dingin
ibu ... bahagiakah engkau disana ?

kulantunkan ayat suci
demi menghiba pada Illahi
berharap sang bunda peroleh nikmat
dalam pelukan kekal sang buana
tanpa hardik dan siksa malaikat

meski engkau telah tiada
namun engkau wasiatkan padaku
nasehat kekal dari pusaramu
jadilah anak yang berbakti
perbanyak do'a dan amal tiada henti

hari Jum'at adalah hari suci
sebagaimana aku tahu
sesuci itulah engkau wahai ibu
itulah mengapa Tuhan memanggilmu
di hari agung tatkala adzan subuh meraung

dipusaramu aku tersenyum bangga
aku lihat engkau menari
bersama Kekasihmu di sana
bersama para bidadari surga
dan betapa engkau tersenyum penuh bahagia

wahai ibundaku ... aku anakmu
ingin rasakan nikmatnya surga
ingin kembali untuk berjumpa
dan hidup kekal abadi disana
dengan lirih aku lantunkan do'a suci

Allahummaghfirli dzunubi wali walidayya warhamhuma kama robbayani shoghiro

dari anakmu ... yang berada jauh darimu


diatas pusaramu 21 Feb '09
The Hide
^^^

merinding bacanya, ada kesedihan dan kekuatan dalam waktu yang bersamaan.
nice poem @The Rambo....
kakve
biiiyyaarrr..!
jatuh gelas ku gara2 terhanyut baca sajaknya.
ad33ksa
QUOTE
maafkan aku wahai ibu

aku merasa terkurung
dalam lipatan sendu
sementara hati yang koyak
masih berusaha aku rajut
meski dengan benang usang
yang kini mulai kusut

bahtera tak lagi miliki pantai
terombang-ambing tak tentu arah
hanya berusaha kembali ke tepi
membangun kembali pelabuhan hati
berharap semua cerah kembali

kepadamu ibu semua harap
hanya bagimu bunda semua cita
namun mendadak semua sirna
cita dan harapanku sia-sia
karna engkau tak lagi disini

maafkan anakmu ibu
tak sempat aku jumpai dirimu
untuk sekedar menatap wajahmu
bahkan mengantar ke peraduan terakhirmu
hanyalah do'a sebagai darma baktiku

(didlm pesawat diatas laut jawa, 20 Feb '09)



QUOTE (The Rambo @ Feb 27 2009, 01:16 PM) *
makasih bro Danu Hug.gif

sepenggal pesan dari pusaramu

duduk bersimpuh dipusaramu
tanah itu masihlah merah
dedaunan belum lagi kering
dan nisanmu masih terasa dingin
ibu ... bahagiakah engkau disana ?

kulantunkan ayat suci
demi menghiba pada Illahi
berharap sang bunda peroleh nikmat
dalam pelukan kekal sang buana
tanpa hardik dan siksa malaikat

meski engkau telah tiada
namun engkau wasiatkan padaku
nasehat kekal dari pusaramu
jadilah anak yang berbakti
perbanyak do'a dan amal tiada henti

hari Jum'at adalah hari suci
sebagaimana aku tahu
sesuci itulah engkau wahai ibu
itulah mengapa Tuhan memanggilmu
di hari agung tatkala adzan subuh meraung

dipusaramu aku tersenyum bangga
aku lihat engkau menari
bersama Kekasihmu di sana
bersama para bidadari surga
dan betapa engkau tersenyum penuh bahagia

wahai ibundaku ... aku anakmu
ingin rasakan nikmatnya surga
ingin kembali untuk berjumpa
dan hidup kekal abadi disana
dengan lirih aku lantunkan do'a suci

Allahummaghfirli dzunubi wali walidayya warhamhuma kama robbayani shoghiro

dari anakmu ... yang berada jauh darimu


diatas pusaramu 21 Feb '09



aku sayang ibuku,,,,thank's bro puisinya smile.gif
The Rambo
Alhamdulillah jika teman2 smua masih "memperhatikan" ibundanya smile.gif

smoga para ibu baik yang sudah mendampingi pencipta-Nya maupun yang masih setia mendampingi keluarga senantiasa diberikan kenikmatan lahir dan batin Praying.gif
betra
yg tercinta... mama
telapak kaki surgaku


linangan di pelupuk mata
hingga getar keras dlm jiwa
selalu hadir
saat sendiri renungi sosoknya

dgn apa,oh... dengan apa
dan bagaimana
ku tuturkan permohonan
penyesalanku
padamu

selagi kudurhakai
engkau,mama
terus kau baluri
do'a di nadiku

jauh sekali
lajur kau susuri
hingga darah di
tapak kaki
hanya...
buat bahagiakanku

sudut terakhir
nan masih hangat
tulus elus galauku
hanya...
pada pangkuanmu

mama...
rasa bersalah seiring dosa
padamu
terlingkup sangat sesak
sesakkan nistanya laku ku

kertas ini sudah sangat basah
linangan menderas
jatuh dan menetap
bangku dan ruang ini bagai kunci dan himpitku
benci pada aura mereka terhadapku
sejak luka kutoreh di mulia batinmu

aku memang... sangat salah

mama
sengaja ku temaramkan
cahaya disini
berharap agar bayangmu jernih
menyapaku

a..a...aku...
.......................
The Rambo
tamu malamku

kejap mataku tak mampu tegakkan raga
beku dan membatu
hanya bulir-bulir itu salamku
dan hembusan bayu di keheningan
peralihan masa disaat terakhir

tamu istimewa hadir dihadapku
hanya tersaji bisu
tatap muka semburat ironi
meski ilusi namun keji
hunjam nurani tanpa darah
hanya taklim penuh rasa bersalah

senyummu yang syahdu
meski hanya detik berlalu
namun telah sejukkanku
nuansa embun pagi
takkan mampu tandingi
rasa dan asaku pagi ini

engkau tamu dimalamku
kurasa pelukmu dihembusan bayu
kudengar suaramu disela gemericik air
dan kurasa hangat pelukmu
diantara curah hujan malam itu

engkau penuhi mimpiku dengan warna
engkau tuntaskan rinduku dengan tawa
engkau hilangkan dahaga kasih sayang
engkau pulihkan kembali kesadaran
agar aku terus berjalan
dan kembali dari keterpurukan

saat kurasakan kehampaan
engkau hadirkan riuhnya
saat kurasakan kehilangan
engkau kembalikan rasa
dan saat kucari arahku
kau tuntun kembali kesana

terima kasih ibu
tamu istimewa dimalamku
saat sujudku dalam khusyukku
senyummu hadir teguhkanku
penuh arti berkata padaku

... Dia masih ada untukmu anakku ...

Ya Rabb ... jadikanlah ia penghuni Firdaus-Mu
penjaga lentera kasih sayang-Mu
penyebar kesejukan dan keharuman cinta-Mu
hanya itu pintaku pada-Mu
sebagai balas dan darma baktiku

(12 Agustus 2009, fajar syahdu)
chuenk
sampe melongo n mata berkaca-kaca waktu bacanya...




maafkan aku Ibu....
yang tak sanggup penuhi pintamu...

@ Rambo... thx bro
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.