
MUMBAI - Keluarga pemain Slumdog Millionaire yang asli India mulai bertingkah. Mereka memanfaatkan kemenangan Slumdog di ajang Oscar akhir Februari lalu untuk meminta bayaran tambahan. Mohammed Ismail, misalnya. Ayah dari Azharuddin Ismail yang bermain sebagai Salim kecil itu meminta tambahan bayaran GBP 20 ribu (sekitar Rp 344,3 juta) kepada sang sutradara Danny Boyle.
Padahal, Azharuddin sudah mendapat bayaran GBP 700 (sekitar Rp 12 juta) untuk kontrak film. Kemudian, dia mendapat tabungan GBP 17.500 (sekitar Rp 30 juta) yang baru bisa dicairkan jika berusia 18 tahun. Selain itu, dia mendapatkan uang saku GBP 20 (sekitar Rp 344 ribu) tiap bulan selama proses syuting. Keluarganya juga bakal mendapat rumah senilai GBP 20 ribu.
Namun, sang ayah yang bekerja sebagai pengumpul kayu menganggap jumlah tersebut tidak cukup. Menurut dia, Boyle harus membayar jumlah uang tersebut tunai. Sebab, Slumdog mendapat keuntungan berlipat. ''Anak saya menang. Saya bangga. Tapi, saya ingin uang. Mereka menjanjikan rumah, tapi mana? Kami masih tinggal di tempat kumuh,'' tagih pria yang menderita TBC itu.
Hal yang sama juga diungkapkan Rafiq Qureshi, ayah Rubina Ali yang bermain sebagai Latika kecil. Hanya, kasus yang menimpa Rubina cukup rumit karena kedua orang tuanya bercerai. Ayah dan ibunya sudah menikah lagi. Mereka juga berebut hak asuh atas diri Rubina yang baru saja pulang dari hiruk pikuk Oscar di Hollywood, AS.
Mendapat banyak permintaan tersebut, produser Slumdog Christian Colson membantah bahwa dirinya tidak mau membayar jerih payah para bintang cilik tersebut. ''Kami belum memberi tahu siapa-siapa mengenai uang yang mereka dapatkan,'' katanya. Tindakan itu dilakukan karena dirinya tidak ingin para keluarga tersebut dimanfaatkan mafia di India.
Kepulangan para bintang cilik itu juga tidak berlangsung mulus. Sebab, Azharuddin dikabarkan kena tampar karena enggan menjawab pertanyaan para wartawan India. ''Saya nakal. Saya tidak mau wawancara karena capek. Jadi, ayah menampar saya. Tapi, dia tetap sayang saya,'' kata bocah berusia sepuluh tahun itu. ''Saya tidak enak dengan para wartawan. Jadi, saya menamparnya. Tapi, sekarang saya menyesal,'' kata ayah Azharuddin.
join my facebook ya
http://www.facebook.com/people/Agnes-Davonar/523010976
