Help - Search - Members - Calendar
Full Version: betra dgn puisi romantis
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Poetry Room
betra
hai kau yg di sana
wajahmu bagai pagi pertama musim semi yg masih pucat dihembus sisa angin dingin
begitu indah namun sayu

hai kau yg di sana
setangkai mawar harum di savana yg kenyang terpaan badai diantara belukar
kelopak-kelopakmu telah gontai
aah,begitu cantik namun rapuh

hai kau yg di sana
ku dengar semalam kau masih harus menghitung domba khayalan hny agar bisa sedikit terlelap

hai kau yg di sana
apakah engkau tulang rusukku yg hilang
telah ku cari & ku nanti

jasad sederhanaku telah nikmati ribuan pengalaman
jiwa lusuhku terasah derita
aku tegar,aku hamba nan bersyukur,& ku senantiasa meniti jalur illahi
maka
kau yg disana
rengkuhlah lenganku
sandarkan kepalamu dibahu ini
kucurkan segala air mata keluh dan kesah yg terendap
maka
kan ku peluk hangat kepucatanmu
kan ku pastikan mimpi indah di tidurmu
kan ku katakan semua telah berlalu dan semua akan baik2 saja
betra
atensinya mana
betra
nyimas

senyum yg indah itu oh...semangati hidupku
tariklah aku ke duniamu
senyum yg damai itu bagai semburat pelangi usai badai kelam
hangatkanlah aku
3 tahun telah berlalu
baru kusadari
maafkan si bodoh ini
terlambatkah sayang

3 tahun...butuh 3 tahun untukku mengerti segala pertanda darimu
si bebal ini memang hidup berkalang nelangsa & anarki
nyanyikanlah sayang
ode dari semesta yang jauh

selalu,selalu kupayungi lembaran kenangan denganmu dari kucuran godaan
kelak kubungkus rapi dgn sutra langka dan kujalin dgn sulur jaring laba2 perak segala kata cintamu padaku
pd purnama ke 7 ku akan datang
ziarahi & mendo'a
dekat pusara

sayang
ku terus menanti surat cintamu dari surga
betra
Dalam hening kesunyian malam
Dalam gelap yang kian temaram
Kurasakan duri-duri kerinduan
Kurasakan sayatan-sayatan kenangan akan keindahan
Kian lama hati kian terasa membeku
Bait-bait cinta pun tak lagi terdengar merdu
Yang ada hanya sepi diantara riuh kehidupan
Yang tersisa hanya lirih di dalam setiap nyanyian
Akankah cinta itu kan kembali datang?
Akankah keindahan kan kembali pulang?
mungkin hanya waktu yang bisa menjawab
mungkin hanya doa yang ...
betra
Senja di Taman Cinta

Indahnya langit sore itu, tak akan pernah seindah dirimu
yang temani aku tuk duduk di atas bangku taman ini

Tak pernah bosan ku melihatmu tersenyum
Ajarkan aku akan arti sebuah keindahan

Tak terasa sudah 3 jam lebih kuberada di sini
Menatap cinta dari wajahmu yang selalu tampak sempurna

Membalas setiap senyuman yang engkau hadirkan
Dalam kecantikan paras yang penuh pesona

Kau selalu dekati aku, tuk pastikan senyum dari bibirku
lalu kembali engkau menari, kalahkan keindahan di taman ini

Kau hampiri pohon mawar itu
Seakan ingatkanku pada apa yang kau suka

Meskipun seribu tangkai mawar terindah di dunia ini
tak sebanding dengan indahmu wahai kekasih

Kau pun duduk di sampingku
dan berikan senyuman dalam tatapan yang terindah

Tatapan yang selalu mengingatkanku
Saat pertama ku merasakan cinta

Langit Senja kian memerah
Seindah pipimu yang merona

Tak akan pernah dapat aku lupa
duduk berdua tuk nikmati indahnya senja

Sampai mentari benar-benar tak terlihat
Aku pun berdiri tuk pergi dari taman ini

Meskipun saat itu kau hanya bisa terdiam
Karena kini kau tak lagi di dunia ini

Namun indahnya semua bayangan tentang dirimu
Temani aku saat Senja di Taman Cinta
betra
dalam dunia tak beraksara
ada bongkahan berkilau nan mengkristal
terhisap,terseret dan terapung-apung
dalam jagad kosong tak bertepi tanpa dimensi

kata puitis berubah statis
dendang segala simphoni tak butuh lagi
banyak bicara dan hiruk pikuk diserap hampa
di sini
di dunia ini
pasti

hanya bongkahan itu...
beraksara
huruf terakhir yg bertahan
krn telah ku kekalkan
kata penghabisan yg berhasil hidup abadi
krn telah ku mohonkan

cukup
sangat mencukupi
melingkupi ruang2 hening

ayo lihat dlm bongkah itu,sayang
hny aksara ini

"aku cinta pdmu"
djoedjoer berboedi loehoer
mari sayang ku papah kau perlahan
belitkan kain rombeng ini di perutmu
semoga laparmu berkurang
tak mengapa tulang2ku tak berlapis daging
aku tetap kuat membawamu
membawa kasih cinta kita
ke tempat yg tak bau busuk
ke rumah mungil nan asri ditepi lembah hijau
dimana kita bisa hayati gemericik air
kicau merdu burung2 dan...
dpt didik buah hati kita

percayakah kau pada ujarku?
yakinkah dirimu pd ikhlas cinta ini?
seyakin aku pada elok hatimu walau kau dilumuri pedih
sepercaya batinku pd cantik parasmu meski kau sangat lelah

cacing2 dlm usus sudah lama mengamuk
sejak tak kutelan makanan
namun benak senantiasa damai
selama engkau teduhkan benciku
benci pd dunia,benci pd segenap insan

maaf sayang,aku istirahat sebentar
hny sebentar
betra
disitu ramai sekali
namun sepi didalam sini
dayaku tak meraja
seperti biasa

mungkin terbersit tanya didiri kalian

tak akan kujawab
diam saja aku akan

ramai itu mereda
buyar laksana debu dihembus topan
tapi sepi disini begitu kokoh
raunganku menyurut
ciut sangat

masihkah kalian mengantri tuk tau

ini
senyum saja yg ku layangkan

butir rinai mulai menghujam
bersama sang bayu merajam
sejuk yg tadi melanda berfusi jadi dingin yg mengintimidasi
layaknya gaung interupsi pd seonggok lamunanku

adakah kalian disana

kurasa telah pantas
kalian ku sapa
kalau begitu terujilah kalian
tuk duduk disebelahku
tuk dengar keluh ini
tuk hayati kesah ini

orang asing kita satu sama lain
namun sorot mata tak bisa berdusta
ku yakin ada senyawa antara benak kita

teman,hujan ini tak cukup sebentar
jd cerita ku bisa layangkan lamat2
dgn khidmat
dgn paket aksara eksklusif
diiringi dendang bayu nan membelai dedaunan

aku ingin rasakan cinta
dihari yg mulai sombong melenggang
gadis nan bersayap abu2
indah namun tak sempurna krn tak ada yg sempurna
tapi bagus dgn sinar hatinya
djoedjoer berboedi loehoer
cinta tak butuh kata2
cinta tak usah banyak bicara
melangkahlah dalam diam
kayuh biduk dgn khidmat

tulus terlebih dulu
tulus terlebih dulu
tulus terlebih dulu

satukan pandang
semoga pengertian bertali
djoedjoer berboedi loehoer
jumawa sekali hari ini
dia menoleh dan tersenyum
disela sela mayang terurai

matanya terpantul sang surya
terpicing dan semakin ayu
putri kah dia
paparan elok bagi suram mataku

meniti anggun
lengkapi santun

kuyakin tiara bertahta di kalbunya
bersama tudung lembayung musim gugur
riak lakunya
mampu palingkan sekujur murka
dinginkan magma dendamku

lalu,bayu datang
meniup aroma padang berbunga
merengutkan busuk hamparan hidup
dan melembut di pipinya

dawai berdenting
rajut symphoni
dibatas khayal

pada penjuru dunianya, duniaku
betra
membujur,dingin,kelu
sekelok lagi usai hikayatku
dinda tiada mungkin kembali
di sisi kanan atau kiri

roh segera melayang
menguap syahdu tinggalkan erang
rusuk nan hilang
terpurukkah dlm pasir gersang
atau memang remuk jauh dlm padang

demi Dzat nan menggengam jagad
menolehkah dinda saat rebah
dibawah teduh puri tuan muda kharisma
pangeran pendendang hari-harimu

menolehkah...

pasti tak untukku
tulusnya
murni bundar matanya
dinda khayal

lalu...
anggun mana milikku
lembut halus siapa
tudungku
aisyah seperti apa nan merinduku

ah it's nice to be back,once again
betra
deras hujan yg turun
mengingatkan ku pada dirimu
ku masih usahakan bertahan
berlindung dari debur2 kerinduan
nan...
garang menghempas
karang kokoh dlm hati

adakah kau disana
terduduk disamping jendela
pandangi galir2 air pada kaca
dgn segenggam rindu dlm palung jiwa

akan aku

dingin dan semakin basah,disini
baiknya kupadamkan terang cahya
mungkin bayangmu kan membening
di sudut-sudut ruang

haaah,dinda
betra
You think that I cant live without your love
Youll see,
You think I cant go on another day.
You think I have nothing
Without you by my side,
Youll see
Somehow, some way

You think that I can never laugh again
Youll see,
You think that you destroyed my faith in love.
You think after all youve done
Ill never find my way back home,
Youll see
Somehow, someday

All by myself
I dont need anyone at all
I know Ill survive
I know Ill stay alive,
All on my own
I dont need anyone this time
It will be mine
No one can take it from me
Youll see

You think that you are strong, but you are weak
Youll see,
It takes more strength to cry, admit defeat.
I have truth on my side,
You only have deceit
Youll see, somehow, someday


All by myself
I dont need anyone at all
I know Ill survive
I know Ill stay alive,
Ill stand on my own
I wont need anyone this time
It will be mine
No one can take it from me
Youll see
anak_cecil
membelit mimpi di kala sepi. .
terus menari di dalam hati. .
menunggu Tuhan datang kembali. .
Tak Peduli walau ku sudah Mati. .
betra
dingin ini
gelap... kini
bisu menyaksi
serpihan hati
berserak hingga mati

segumpal rindu tak berbalas
sungguh sisakan hampa menderas

di atas kubah
puri jengah
masih dlm dingin
tetapgelap berpilin

aku menyerah
aku terkulai lemah

oh,halilintar
wahai kilat penyambar
damba ku tiada tergambar

ini... secarik daun lontar
menua dilupa waktu
ayat sutra penggetar
teruntuk putri penebar... hambar
betra
secarik kusut kertas kotor
lelah menampung larikan kata2 lapuk
dengan wujud nan memudar
tinta tulus itu berkata-kata
seperti hendak berkaca-kaca

mengapa tak ku remas saja
lalu robek seribu bagian
atau bakar dengan beringas
ow, atau mungkin ku timbun di tempat yg jauh dan terpencil
ah,mengapa... mengapa
meski telah ku menghardik gundah
tergeletak saja tak musnah

tuna wicara
tuna rungu
kilapkan netra nan teramat syahdu bening
dirinya...ya, dirinya

yakinku pipi lembut itu baru usai membasah
deras di curahkan mata cantik itu
mata nan senantiasa ingin berbicara
hingga redup lalu sayu,isyarat terakhir pada lentik jemari

dan...
inilah segala aksara beku darimu
di ringkih kertas kumal ini
seluruh suara yang tersumbat di rongga tenggorok mu
peri kecilku... sayang

ku percaya
tulisan ini masih utuh
karena itu adalah...
desir suaramu di pelupuk dini asmara kita mewangi
manja pintamu ketika rindu masih enggan melayang
ocehan rapatmu saat banyak yg kan kau kisahkan
juga omelanmu pada si bengal ini
serta do'a ikhlasmu tuk kita... tuk cinta ini

peri kecil
elok
meski mulut dan telinga sudah mengalah
betra
Menghilanglah dari kehidupanku
enyanhlah dari hati yg tlah hancur
kehadiran sosokmu kan menyiksaku
biarkan disini ku menyendiri

Pergilah bersamanya disana
dengan dia yg ada segalanya
bersenang-senanglah sepuasanya
biarkan disini ku menyendiri

Terlintas keinginan tuk dapat
hilang ingatan agar semua terlupakan
dan ku berlari sekencang-kencangnya
tuk melupakan mu yg tlah berpaling

Disini,Kembali
kau hadirkan ingatan yg seharusnya kulupakan
Dan kuhancurkan adanya...
Disini,Kembali
kau hadirkan ingatan yg seharusnya kulupakan
Dan kuhancurkan adanya.....

Letih disini...
kuingin hilang ingatan
Letih Disini.....
kuingin hilang ingatan
betra
kali ini
menit ini
salah satu momen langka
ingin ku menyembur sajak ter-duka

tragis yg sesungguh
hingga pelupuk mata kering melepuh
jauh dari segala ode yg pernah ada
ini kutunjukkan apa sedih nan sebenarnya

hampir semua berkeluh berkesah
nyaris segala bersedih,merana,kelu menengadah
tapi tetap sebatas biasa
tak cukup beralasan apa mereka rasa

ini
sedih mulia
muram sampai tak ada kata2...didalamnya
ini
suram dariku
dari sang lantang

ini
sejati pilu baku
bahkan seorang aku pun tak dpt hadang

durasi tangis
nan sanggup mengikis
amarah,ceria jua hampa bengis
betra
sakit ini
agaknya mengiris kian keji
perih,pedih tak tertutupi
mengoyak sel2 raga dan tegar ini

pembaringan pucat
ranjang bisu mengelu...mengaduh
kawani setia alat2 aneh ini
di tengah kamar kosong di apit dinding dingin 4 penjuru

engkau dimana
Disaat hari turun senja
Ketika rembulanpun tiba

engkau berada dimana
Ketika malampun berwarna
Dan yang lainnya pun berdansa

Mungkin diriku bagimu
Tak ada artinya
Tapi kuingin sebaliknya
Kuharap kau disisiku
Kala Hati terpecah dua
Airmata terjatuh sudah

sayang...
topang hela nafas ku
mekarkan gairah dan asa ku
di jalanku nan tak lagi panjang

adinda...
sebelum pandangan mengabur
sekelok menuju tertutup mata
jerit batin ingin kau temani

lirih ku memanggil

agar roh ku melayang dgn senyum terukir
dan damai memuas dalam tenang pelukmu
djoedjoer berboedi loehoer
asam kecut aroma sekitar
ketika ku bangun pagi ini
gigi bermentega
mata berpasir-pasir

tak peduli
tak acuhkan

tulang iga yang hilang
belum jua tiba menjelang
yang kemarin ternyata hanya pelangi singgah sekilas
cepat leleh dalam hitungan detik
beri sedikit warna,kesiapkan kagum sebentar
nyaris ku percaya dialah yg terpilih

patah
tidur saja lagi
cerah surya hanya jadi penambah sakit di kepala
esok pasti kan ada juga
Rota Kurivaim
Lihat sebuah asa di mataku
dia bukan tercipta akan sebuah timpaan hidupku ini
tapi tercipta saat kau ada disini
temani langkahku
usapi peluh yang mengalir

jangan lah kau perna menyerah
cinta takkan perna memiliki jika tak saling mencinta

tapi ku tahu kita saling mencintai
tapi sebuah ketulusan selalu terselimuti badan didalamnya

bertahanlah kasih
lingkarkan tanganmu di punggungku
biarkan peluk memberitahu masing2
bahwa cinta tak terbentuk sia2
dia terbentuk karena hatimu dan hatiku lah menginginkannya
betra
saripati belum tertelan
khilaf telah meraja

aih
sia sia
ku sia sia kan
rentetan babak di sampingmu

larik pelangi
makin terang
memori makin tusuk dalam

pongah egoku
jebak dalam nuansa ini
mengurung diri dalam penjara kalbu
bodohku sendiri
semai ragu pada hati mu

maaf
dahulu
pucat memang lagakku

maaf
dapatkah durasi kita hapus
tuk mulai titik nol yg kedua
betra
Saat kau peroleh rasa
Dalam makna cinta
Tak hiraukan semua angkara
Hanya satu buah titah
Yang kami ejawantah
Terlalu banyak cinta kan binasa

Yang indah kau rasa
Yang manis kau beri
Walau itu hanya sementara

Lihat dirimu…
Semakin jauh mengayuh
Lewati segala tujuan hidup
yang mungkin kau tempuh

Tentukan yang utama
Yang satu tercinta
Kan jadi teman hidup yang setia

Yang indah kau rasa
Yang manis kau beri
Walau itu hanya sejenak...
betra
Jangan mengejarnya
Jangan mencarinya
Dia yang kan menemukanmu
Kau mekar di hatinya
Di hari yang tepat

Jangan mengejarku
Jangan mencariku
Aku yang kan menemukanmu
Kau mekar di hatiku
Di hari yang tepat

Tidaklah mawar hampiri kumbang
Bukanlah cinta bila kau kejar
Tenanglah tenang dia kan datang
Dan memungutmu ke hatinya yang terdalam

Bahkan dia takkan bertahan tanpamu

Sibukkan harimu

Jangan pikirkanku
Takdir yang kan menuntunku pulang kepadamu
Di hari yang tepat

Bahkan 'ku takkan bertahan tanpamu

Aku yang 'kan datang
Rota Kurivaim
Aku Mencintaimu
Cukup Satu Kata
Ku Beri Untuk Kau Jalani Hari

Bukan berarti tak sayang
tapi liat ke dalamnya
Aku sertakan
jiwa ku
mengayun kan waktu
dah pikiran
agar bisa menemanimu
walah cuma berbentuk
sebuah kata...
TheCriminalCat
aku tetap berdiri disini..
ditengah pesta yang riuh rendah..
aku tetap disini..
dengan deria yang mati didalam keriuhan..
tarian.. nyanyian..
tidak daoat membuai hati dan perasaan ku..
dari kejauhan..
aku lihat..puteraku pergi bersama kuda putih..
biarkan..
aku tidak merasa sakit..deriaku sudah mati..
sewaktu lagu sepi itu berkumandang tadi..
financebbs
ragamu memang tak lagi kumiliki
namun bayangmu tetap saja menemani
di saat kini aku seorang diri
kucoba tuk membuka pintu hati
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.