Sepanjang ingatanku Emakku selalu susah dalam lingkaran hidupnya....masih ku ingat ketika Beliau bercerita keinginannya untuk menjadi seorang dokter yang menjadi cita-cita dan impiannya semenjak ia kecil...dan itu harus kuakui dengan kemampuannya menghitung di luar kepala tanpa perlu menggunakan kalkulator....tapi itu tidak bisa terwujud karena zaman itu hidup sangat susah dan bisa menamatkan SMP aja udah syukur katanya
Ia tidak bisa menikmati indahnya masa remaja atau berkumpul dengan teman2 sekolah...karena harus membantu orangtua menjadi seorang tenaga upahan untuk bekerja di sawah milik orang lain dengan bayaran seliter beras.....Jangankan mejeng dengan teman-temannya di mall (karena nda ada mall saat itu) Sebab sang nenek sudah menunggunya bahkan sering menjemputnya ke sekolah untuk bekerja di ladang orang demi bisa mengepulnya asap dapur....
Ia tidak mengerti akan masa pacaran atau apa itu namanya malam minggu ....karena beliau menikah didasarkan karena ingin meringankan beban orang tua yang masih mempunyai tanggungan 7 orang lagi....sehingga ia berpikir jikalau menikah maka tanggungan orang tua akan berkurang, tidak usah lagi memberikan makan karena sudah ada suaminya yang akan menafkahinya..... Jangan berpikir akan pernikahan yang seperti film india,karena menikahnya pun didasarkan pinjam sana pinjam sini....katanya untuk bunga pernikahan yang dipegangnya itu saja diambil dari bunga daun ubi dan tanaman kangkung, bahkan karena alasan adat pernikahannya tidak bisa disaksikan oleh orang tuanya sendiri, sebab tidak dipestakan akena tidak adanya biaya....
Bahkan sampai kami anak-anaknya sudah besar, Beliau masih memegang peranan utama dalam perekonomian keluarga...bukan karena ayah kami lemah atau malas, namun mungkin sudah begitu garis hidupnya......jam 3 pagi ditengah orang masih enak tertidur, Emakku sudah pergi ke pasar untuk belanja sayuran dan dijual lagi di warungnya yang sederhana....itu belum ditambah dengan kerepotannya memberishkan rumah , memasak dan mencuci yang semuanya dilakukan dengan tangannya sendiri. "Kita tidak sanggup untuk menggaji seorang pembantu, lagipula sulit sekarang mencari pembantu sekarang ini" katanya kepada orang-orang yang yang melihat kerepotannya tersebut....
Diusianya yang sudah memasuki umur 50 tahun kesusahan dan kesulitan selalu datang menerpanya, memang terkadang aku melihat Beliau melamun namun aku tahu pasti tindakannya yang terakhir adalah membaca Kitab Suci dan mengadukan kepada Tuhannya....
Memang Emakku bukan seorang manusia yang sempurna...toh sering terdengar omelannya, teriakannya bahkan tangisannya ......tapi yang kutahu
Kami tidak pernah kelaparan walaupun tidak ada uang
Orang sangat menaruh hormat walaupun Emakku bukan orang kaya
Ia selalu berharap dan berharap walaupun terkadang jalan itu sudah tampak terhalang......
Kekaguman dan hormat bahkan berlian sekalipun rasanya tidak cukup membalas semua apa yang telah dilakukannya kepada kami semua. Ketika temanku bertanya siapakah calon presiden yang layak memimpin bangsa ini, aku menjawab "....emak gua pastinya deh.." dan temanku terdiam dan mengangguk kepalanya tanda setuju....
Selamat ulang tahun emak....dan tenang saja pesanan mie goreng buatan pak Ahong akan kubawakan untukmu......selamat ulang tahun Emak.....