Jangan Hanya MengeluhClick to open spoiler!
QUOTE
Jangan Hanya Mengeluh
Saat hamil, berbagai perubahan besar terjadi pada tubuh wanita. Perubahan-perubahan tersebut terjadi karena tubuh mengakomodasi dan menyesuaikan kebutuhan dengan tumbuh kembang janin. Tidak jarang perubahan besar yang terjadi mengakibatkan berbagai keluhan, gangguan, atau ketidaknyaman yang dirasakan ibu hamil. Bahkan semakin besar janin dan semakin tua kehamilan, biasanya semakin banyak saja keluhan yang dialami.
Berbagai keluhan yang dirasakan ibu hamil sebetulnya wajar. Maklum saja, pada saat bersamaan terjadi perubahan psikis dan fisik mengalami perubahan yang luar biasa.
Hal-hal yang biasanya dikeluhkan oleh sang calon Ibu dan cara mengatasinya :
Oedema (edema)
Edema adalah penumpukkan cairan yang berlangsung selama kehamilan sehingga terjadi seperti pembengkakan di sekitar kaki, lengan, tungkai, tangan, dan wajah. Kondisi ini umumnya terjadi pada 75 persen wanita hamil, dan biasanya muncul pada usia kehamilan semester ke-3 atau 8 bulan kehamilan. Edema normal tidak menyebabkan gejala-gejala yang membahayakan, selain perasaan tidak enak dan rasa pegal-pegal. Namun ibu hamil harus mewaspadai kemungkinan munculnya edema yang tidak normal, yakni pembengkakan bagian-bagian tubuh dibarengi dengan kenaikan berat badan yang cepat, sehingga mungkin berkaitan dengan pre-eklampsia.
Untuk menghadapi masa-masa tersebut, ibu hamil yang mengalami edema perlu sering-sering beristirahat. Jangan terus-menerus berdiri atau duduk saja. Berbaringlah dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala. Hindari mengenakan pakaian atau stoking ketat serta sepatu yang mempunyai /hak/. Selain itu hindari juga obat-obatan /diuretic/ khususnya pada awal kehamilan. Sebaiknya tambahkan daging ikan salmon atau ikan lain yang segar ke dalam menu harian untuk mengurangi asupan toksin ke dalam tubuh. Jangan mengonsumsi garam berlebihan karena dapat menambah banyak cairan tubuh yang tertahan. Gunakanlah minyak bunga matahari untuk memasak atau memanggang.
Melasma (chloasma)
Sekitar 70 persen ibu hamil mengalami hiperpigmentasi atau disebut juga melasma. Biasanya perubahan warna bagian-bagin tubuh menjadi lebih gelap ini terjadi di sekitar ketiak, genitalia, perut, paha, dan pusar. Selain itu sering juga terjadi kuku tumbuh lebih cepat, rapuh dan mudah lepas. Melasma disebabkan oleh perubahan hormon saat hamil, minum pil KB, bahan kosmetik dan obat-obat tertentu, masalah keturunan, dan paparan sinar matahari.
Untuk mencegah melasma hindarilah kontak langsung dengan sinar matahari, dan gunakan krim tirai sinar matahari. Kombinasi dari tretinoin dan krim pemutih bisa membantu menghilangkan melasma. Oleskan lotion pemutih di daerah yang tebal fleknya dan lotion flek pada seluruh wajah kecuali kelopak mata dan leher. Gunakan krim malam 1 jam sebelum tidur, dan krim pagi pada pagi hari, serta krim tabir surya pada sore hari setelah mandi. Perlu disadari, upaya pengurangan flek hitam ini memerlukan banyak waktu dan usaha, karena itu jangan terlalu dini menghentikan upaya mengurangi flek hitam ini, karena krim atau lotion memerlukan waktu untuk mencapai lapisan kulit dalam. Jika penggunaan krim ini tidak cocok, segera konsultasikan ke dokter dan gantilah dengan krim yang sesuai.
PUPPP
Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy (PUPPP) kurang dikenal karena jarang sekali ibu hamil yang mengalaminya. PUPPP adalah suatu kondisi dimana ibu hamil mengalami gatal-gatal pada kulit, mulai dari tingkatan rendah hingga kronis, yang biasanya muncul pada trisemester terakhir masa kehamilan. Gatal-gatal yang dimaksud berbeda dengan gatal seperti biasanya, dan biasanya bermula dari perut dan kemudian menjalar hingga ke paha, lengan, dan dada. Tapi PUPPP sama sekali tidak menular dan tidak membahayakan si ibu maupun janin yang dikandung. Penyebab PUPPP belum diketahui dengan pasti, namun kebanyakan (75%) ibu dengan PUPPP melahirkan bayi laki-laki.
Sama halnya dengan penyebabnya, cara mencegah PUPPP juga belum diketahui. Namun biasanya ibu hamil dengan PUPPP dianjurkan untuk mengoleskan lotion atau krim yang dapat mengurangi rasa gatal. Jika tidak berhasil, harus memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan terapi alternatif.
Restless Legs Syndrome (RLS)
Sindrom kaki resah adalah keadaan dimana ibu hamil merasakan seperti ada sesuatu yang merayap dan kesemutan pada anggota kaki atau tangan. Sekitar 5-10 persen wanita hamil mengalami RLS. Oleh karena itu dokter sering menganjurkan ibu hamil agar sering bergerak terutama menggerakkan kaki tetapi jangan sampai kelelahan.
Sindrom ini sangat mengganggu karena akan menyebabkan kaki pegal-pegal, dan keadaan seperti ini akan terus berlanjut hingga 2-4 minggu setelah melahirkan. Untuk mengurangi gangguan tersebut, regangkanlah kaki dan tangan, pijat, dan rendam dengan air hangat. Namun jika gangguan tersebut sudah tak tertahankan, konsultasikanlah ke dokter agar dapat dilakukan terapi yang lebih serius.
Sciatica
Secara umum sciatica, atau yang biasa disebut radang sendi pinggul, adalah rasa nyeri karena terjepitnya syaraf atau peradangan yang terasa pada pinggang bagian bawah dan dapat menjalar ke bokong atau bagian belakang tungkai. Sekitar 50-80 persen ibu hamil mengalami sciatica, dan biasanya muncul mulai usia kehamilan 5-7 bulan. Radang sendi pingul ini biasanya timbul pada ibu hamil yang sering bekerja dengan posisi duduk atau berdiri terlalu lama, sering berpindah-pindah posisi tidur, naik tangga, mengangkat barang, memutarkan badan, berjalan berlebihan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi tersebut akan membuat otot-otot di sekujur punggung akan terasa tegang. Biasanya nyeri ini tidak segera pulih hanya dengan beristirahat dan timbul pada pagi hari.
Untuk menanggulanginya, bila memang harus bekerja dengan kebanyakan duduk, sebaiknya lakukan relaksasi badan selama beberapa menit paling sedikit sejam sekali. Duduklah dengan menyandarkan kaki 10-15 cm di atas lantai dan jangan menyilangkan kaki. Aturlah posisi duduk agar lengkung tubuh berada pada posisi normal dengan bahu ditarik ke belakang. Bila berdiri lama istirahatkan satu kaki secara bergantian di atas sesuatu setinggi 10-15 cm. Ketika tidur, berbaringlah pada satu sisi dan letakkan satu atau dua bantal di antara lutut, dengan posisi lutut ditekuk. Posisi ini akan mengurangi tekanan pada tulang belakang. Selain itu gunakanlah sepatu tumit rendah selama bekerja dan bepergian. Selama hamil, sangat dianjurkan untuk melakukan olahraga renang atau olahraga air.
Sumber : inspiredkidsmagazine.com
[Close]
Hmm, itulah "beberapa penderitaan" yang dialami istri kita gara-gara ulah kita
Pengalaman gw dulu ya menyikapi keadaan-keadaan itu, ya coba untuk sabar, ngayomi... kalo RLS lagi gawat-gawatnya, ya nyiapin air anget buat kompres kaki... Sambil ngobrol sama si jabang bayi...
Pokoknya saat-saat itu istri jadi kolokan banget deh
Buat yang udah ngalamin, kita sharingken yuk..
apa bro2 juga ngalamin hal-hal itu, termasuk gimana trik dan cara kita sedikit "mengurangi" beban istri kita tercinta??
Buat yang belum ngalamin, atau calon2 bapak dan ibu..semoga bisa memberi sedikit manfaat dan persiapan...
Salam










