monarkihans
Mar 25 2009, 09:07 PM
Evolusi Charles Darwin 150 Tahun Kemudian
Rabu, 7 Januari 2009 | 07:34 WIB
Oleh NINOK LEKSONO
“Seorang amatir (dari zaman) Victorian mengabdikan diri untuk pengamatan yang pelan dan saksama dan berpikir tentang jagat alam sepanjang hidup, lalu mencetuskan satu teori 150 tahun silam, yang masih menggerakkan agenda ilmiah dewasa ini.”
Gary Stix, ”Scientific American”, 12/2008
Membaca jurnal sains Cosmos (Desember 2008/Januari 2009), yang secara khusus mengupas masalah evolusi, pembaca diajak menjelajahi seluk-beluk evolusi - bagaimana riwayat kelahiran teori yang terus menggerakkan debat ilmiah hingga hari ini, bukti-bukti evolusi, dan juga pandangan mutakhir yang menyebut evolusi tampaknya telah berakhir.
Selain Cosmos, jurnal lain yang mengupas evolusi secara mendalam, juga warisan ilmiah yang ditinggalkan Charles Darwin, adalah Scientific American (Desember 2008), yang intronya dikutip di bagian awal tulisan ini. Keduanya mengangkat Darwin dan evolusi bertepatan dengan peringatan 200 tahun Darwin dan 150 tahun teori evolusi yang ia kemukakan.
Orang kini menyebut teori evolusi secara begitu saja, tetapi tak disangsikan lagi, inilah teori yang mengalami ujian paling dahsyat sepanjang masa. Atas dasar itu pula, orang melihat Darwin sebagai salah satu sosok yang menjulang di dunia sains, yang idenya telah mengubah dunia.
Kini teori evolusi sudah bertahan 150 tahun, dan pada sisi lain teori itu telah bertambah luas seiring dengan berkombinasinya ide yang dicetuskan Darwin dan genetika.
Darwin berangkat untuk pelayaran ke Kepulauan Galapagos tahun 1835 dengan kapal HMS Beagle. Kepulauan yang masuk dalam wilayah Ekuador ini terletak 1.000 kilometer dari Amerika Selatan. Lokasi yang dianggap sebagai ”museum hidup dan lemari pajangan evolusi” ini telah dinyatakan sebagai pusaka dunia oleh UNESCO. Wilayah yang terisolasi secara ekstrem ini—dan ditandai oleh aktivitas seismik dan vulkanik - menyimpan kehidupan yang unik. Antara lain iguana darat, kura-kura raksasa, dan sejenis burung gelatik (finch) yang menjadi subyek pengamatan Darwin.
Meski dikelompokkan sebagai burung yang sama, atas bantuan ahli burung dan seniman John Gould, berikutnya diketahui bahwa finch yang dibawa Darwin sebenarnya merupakan spesies yang berlainan.
Dari pekerjaan Gould, Darwin mengerti bahwa ukuran paruh finch berubah generasi demi generasi sesuai dengan ukuran biji-bijian atau serangga yang mereka makan di pulau-pulau - di Galapagos ada 19 pulau - yang berlainan.
Apa yang ia amati itu ia catat dalam ”The Voyage of The Beagle” yang diterbitkan setelah Darwin kembali ke Inggris tahun 1839. Darwin 22 tahun kemudian menerjemahkan pemahamannya atas adaptasi finch tersebut ke dalam satu teori evolusi. Teori ini menegaskan adanya seleksi alam untuk memastikan bahwa ada sifat-sifat lebih unggul yang bertahan dari generasi ke generasi.
Fitur inti Teori Darwin - seperti telah disinggung di muka - telah bertahan dari kajian kritis dari kritikus ilmiah dan religius.
Sisi lain Teori Darwin
Pada satu hari di bulan Juni 150 tahun silam, di rumahnya di dekat London, Darwin membuka amplop surat yang dikirim dari satu pulau yang kini ada di Indonesia. Pengirim surat itu adalah Alfred Russel Wallace, kenalan muda yang menambah penghasilan dengan menjadi kolektor biologi, yang rajin mengirim kupu-kupu, burung, dan spesimen lain ke Inggris. Namun, kali itu, Wallace mengirim serta manuskrip 20 halaman, sambil meminta Darwin memperlihatkannya kepada anggota lain komunitas ilmiah Inggris.
Darwin membaca manuskrip tersebut dengan horor karena Wallace juga sampai pada teori evolusi seperti yang dikerjakannya, tanpa menerbitkan satu kata pun, selama dua dekade terakhir. Darwin dilanda kebimbangan hebat, dan sempat terpikir olehnya untuk memusnahkan karyanya sendiri.
Pemikiran evolusi Darwin acap disebut sebagai ”Darwinisme”, yang juga melambangkan pandangan sekitar evolusi. Namun, seperti dicatat Richard Conniff di Cosmos, awal mula pandangan ini bukan dari Darwin atau Wallace. Pandangan tentang asal-usul manusia dari primata, misalnya, sudah muncul sejak 1699, ketika seorang dokter asal London, Edward Tyson, membedah simpanse dan mendapati anatomi makhluk ini amat mirip dengan manusia.
Kakek Darwin sendiri, Erasmus Darwin, di tahun 1770-an sudah menyatakan bahwa berbagai spesies yang berbeda-beda berkembang dari satu leluhur yang sama. Ia bahkan memasang moto Latin ”E conchis omnia” (Segalanya berasal dari kerang) di kereta kudanya.
Bisa pula dicatat bahwa pada tahun 1801 naturalis Perancis, Jean-Baptiste Lamarck, mengajukan bahwa spesies-spesies bisa berubah merespons kondisi lingkungan. (Ada yang bisa bertahan dari penyakit, kelaparan, pemangsaan, dan faktor lain, tapi ada juga yang tak bisa bertahan, oleh Darwin disebut dengan ”seleksi alam”, sementara oleh Wallace disebut sebagai ”perjuangan untuk eksistensi”).
Tahun 1840-an, ide evolusi lolos dari ranah komunitas ilmiah semata, dan merebak menjadi debat publik. Sementara itu, Darwin terus mengembangkan studinya tentang evolusi, antara lain dengan mempelajari karya demograf TR Malthus mengenai faktor yang membatasi perkembangan manusia. Tahun 1844, ia telah mengembangkan ide dalam manuskrip setebal 200 halaman.
Seperti kita tahu, naskah Darwin yang lengkap akhirnya terbit 24 November 1859 dalam wujud buku berjudul On the Origin of Species by Means of Natural Selection. Dengan itu, hal yang tak terpikirkan, yakni manusia berasal dari satwa, menjadi lebih dari ”terpikirkan”.
Dalam hal ini Darwin tak saja menyuplai unsur ”bagaimana” dari evolusi. Karyanya yang mendalam atas kijing dan spesies lain membuat ide evolusi lebih bisa dicerna.
Pemikiran baru
Dari uraian tersebut, kesan yang muncul memang teori evolusi Darwin telah lulus dari ujian waktu. Namun, pada sisi lain, kini juga muncul pandangan baru bahwa evolusi sendiri kini telah berakhir, setidaknya bagi manusia. Inilah yang juga dilaporkan oleh Steve Jones di Cosmos. Umat manusia, tulis Jones, kini mengalami apa yang ia sebut sebagai ”pemerataan besar” (grand-averaging).
Sekadar contoh, warga Amerika-Afrikan kini sudah merasa, sejarah mereka telah tercuri. Kromosom mereka sebagian Afrika, sebagian Eropa, dan sebagian lain Asia. Gejala percampuran gen, lalu pemerataan, kini berlangsung lebih deras dibanding tahun 1950. Tiga faktor yang dibutuhkan untuk terjadinya evolusi - variasi di antara orang, tekanan seleksi via perbedaan dalam tingkat kematian, dan jumlah keturunan dan isolasi geografik - banyak yang telah lenyap. Bagi manusia, daya evolusi tampaknya kini telah punah.
belukbuana
Apr 1 2009, 12:52 PM
teori darwin ada yang menentang yaitu Harun Yahya
thanks
hisigi
Apr 5 2009, 02:51 PM
Kalo menurut ane sih teori evolusi hanya tepri yang nggak masuk akal,kalo bener teori evolusi itu bener sampai sekarang evolusi terus terjadi dan perubahan akan selalu ada dalam kurun paling tidak 1000 taun dan contoh yang jelas kegagalan teori evolusi adalah buaya(menurut saay pribadi)karena yang namanya buaya dari dulu tidak ada perubahan yang mencolok dan reptil ini sudah ada sejak jaman dinosaurus. Itu pendapat pribadi saya saja
theunknownprimarch
Apr 10 2009, 07:15 PM
bner tuh kata bro hisigi, klo evolusi emang terjadi scr bertahap dan manusia berasal dari kera ( sperti yg dikatakan penganut darwinisme ), kenapa sampe skrg gak ada mahluk peralihan kera > manusia ?
orang2 barat tuh juga bego bgt, masa percaya nenek moyangnya primata. manusia tu mahluk lain sepenuhnya beda dgn hewan dan tumbuhan.
onyonprison
Apr 14 2009, 09:41 AM
emg ag susah sii ngebuktiin bener atw salah, tp teori ini lmyn masuk akal mungkin klo ilmu pengetahuan dh mkn maju br bs ketwn dah asal qt" ini dr ap...
nice info boss...
baliant
Apr 14 2009, 01:58 PM
mudah saja siapa yang setuju dibilang keturunan monyet berarti dia percaya teori evolusi darwin, tapi aku gak percaya makanya aku bukan keturunan monyet tapi dari nabi ADAM manusia pertama yang diciptakan.
kommputrusak
Apr 23 2009, 09:14 PM
mahluk hidup tidak berevolusi.
kalo mereka berevolusi pasti dari dulu mahluk hidup itu sudah punah.
evolusi memerlukan waktu yg sangat-sangat lama.
gimana mereka bisa bertahan dari perubahan alam kalo mereka harus berevolusi
kita mahluk berakal
gunakan akal
ultimate kuuga
May 30 2009, 01:32 PM
yoi, evolusi keknya emang ada tapi dikiiiiiiiiiiiit banget bisa dipengaruhi sama kondisi alam sekitar tapi bukan berubah jadi spesies lain. Manusia tetep manusia, Kera tetep kera, Charles darwin sodaranya kera
xnydle
Jun 1 2009, 10:18 AM
kalo menurut gue sich perubahan yang disebabkan oleh perubahan alam sekitar mah bukannya evolusi tetapi adaptasi
anak_cecil
Jun 1 2009, 05:33 PM
QUOTE (kommputrusak @ Apr 23 2009, 09:14 PM)

mahluk hidup tidak berevolusi.
kalo mereka berevolusi pasti dari dulu mahluk hidup itu sudah punah.
evolusi memerlukan waktu yg sangat-sangat lama.
gimana mereka bisa bertahan dari perubahan alam kalo mereka harus berevolusi
kita mahluk berakal
gunakan akal

bener banget. . gw setuju sama loe bro. .
kalau kita (manusia) adalah evolusi dari monyet, Tetapi kenapa monyet sampe sekarang masih ada? ? itu hal yang harus d pertanyakan. .
^^
robbyyangganteng
Jun 1 2009, 09:42 PM
@ xnydle & ultimate kuuga : sekedar menambhakan, adaptasi tidak menghasilkan makhluk baru, lho. tapi lewat seleksi alam itu individu2 species ayng lebih punya bakat genetis kecocokan dengan kondisi tempat dia tinggal akan bertahan yang tidak akan musnah dengan sendirinya....
ato mengungsi? inilah fenomena kecerdasan yang nggak bisa dijelaskan ama darwin. darimana ikan2 ato burugn2 tahu tempat migrasi?
madotzilla
Jun 1 2009, 10:07 PM
agh om darwin aya2 wae ah ...
kzha
Jul 16 2009, 05:26 PM
hahahaha,,.. Teori evolusi cuma Dongeng pengantar tidur,. tak ada secuilpun bukti yg mendukung teori evolusi,..
kalo emang ada yg namanya Evolusi,.. Manusia udah segini lama kok belum berevolusi jadi supermen?
hahahahahahahahah,.. just kiding
qvlyaja
Jul 21 2009, 03:39 PM
he...he...he....bener2 udh ditipu Darwin rupanya, banyak bukti2 arkeologi yg mematahkan teori darwin, contonya jasad/MUMI manusia es kt nya tuch Mummi dah berumur sangat tua, coba aja perhatikan apakah ada perbedaan dg manusia "modern" ?????? ngak ada kan????? artinya tdk terjadi evolusi kan????, liat aja kerangka buaya "purba" toch sama aja dg kranggka buaya "Modern" sekali lagi tidak terjadi evolusi juga kan?????????
hayo......."tak gendong,kemana-mana " ha...ha....ha.....
edelweiss
Jul 24 2009, 04:19 AM
hmm.. evolusi mungkin saja terjadi karena adaptasi dgn alam dlm jangka waktu yg lama. gw percaya adanya evolusi itu, krn sudah jelas dr jamannya para nabi puluhan ribu tahun yg lalu, manusia pertama tingginya sampai hampir sepohon kelapa, dan berbulu tebal ( lebat ). mgkn bs kita bayangkan kl manusia2 pertama dulu seukuran kita tp teknologi dan daya pikir masih blm maju, melawan binatang2 besar dan kondisi alam yg super extrim. menurut gw manusia baru ada setelah jaman prasejarah ( jaman dinosaurus <-- yg dimusnahkan ) trus bagaimana bisa tiba2 manusia ada? itu rahasia Sang Pencipta, yg membuat teori darwin tidak berlaku karena terjadi mata rantai yg putus dari kera berjalan tegak mendadak ke manusia.
Nur_Aurora_Gothica
Aug 4 2009, 04:56 AM
QUOTE (robbyyangganteng @ Jun 1 2009, 09:42 PM)

@ xnydle & ultimate kuuga : sekedar menambhakan, adaptasi tidak menghasilkan makhluk baru, lho. tapi lewat seleksi alam itu individu2 species ayng lebih punya bakat genetis kecocokan dengan kondisi tempat dia tinggal akan bertahan yang tidak akan musnah dengan sendirinya....
ato mengungsi? inilah fenomena kecerdasan yang nggak bisa dijelaskan ama darwin. darimana ikan2 ato burugn2 tahu tempat migrasi?
ya. gw setuju sama lo. kita beradaptasi dengan lingkungan bumi yang sudah jelas berubah dalam satu periode waktu. tidak hanya faktor alam saja. faktor teknologi juga mempengaruhinya. menurut gw teori darwin itu
salah besar. kita memang dekat dengan kera. tapi bukan nenek moyang kita itu kera.
Jeep4x4
Aug 4 2009, 10:52 PM
saya rasa begini..mohon untuk menguasai teori darwin sendiri..kalo saya melihat jangan hannya berpendapat kita sama dengan kera..
gua sendiri tidak percaya kita berasal dari kera...tapi teori darwin membuka dunia sains akan adanya evolusi, korelasi antara setiap unsur dan objk yang terjadi memberikan pemahaman tentang bagaimana multipel yang ada dari teori darwin tentang evolusi membentuk sains untuk menerjemahkan evolusi itu sendiri.
Used_Me
Nov 8 2009, 12:25 PM
evolusi sih tidak terjadi tetapi adaptasi,kalu evolusi terjadi kenapa tanaman madenhair atau spesies glinko biloba tidak mengalami perubahan sedangkan tanaman Jenis itu telah ada pada periode Jurrasic dan periode Triassic (135-210 juta tahun yang lalu??
Crescent Moon
Nov 10 2009, 03:06 PM
Teori darwin susah untuk menjelaskan :
1. pasangan antar makhnluk hidup. Secara seleksi alam, bukan makhluk berpasangan yang llos tetapi yang satu.
2. Banyak organ harus terjadi secara mendadak. Contohnya lambung, asam lambung dan cairan lambung mesti terjadi bersamaan. salah satu ga ada berarti gagal hidup. ga mungkin sedikit demi sedikit.
3. Beberapa mekanisme seperti ereksi pada organ seksual membutuhkan kerjasama banyak jaringan dan caranya lumayan rumit da ga mentolerir kesalahan sedikit pun. otomatis ga bisa terbentuk bertahap, mesti muncul dalam bentuk lengkap semua.
4. Perubahan genetis yang terlalu besar mengakibatkan kemandulan. >>> singa dan harimau bisa punya anak, tetapi anaknya ga fertil.
5. jika manusia dari kera, seharusnya ada missing link yang masih hidup sampai sekarang karena keranya aja masih hidup. organisme peralihan mestinya punya daya adaptif lebih tinggi daripada organisme awalnya tetapi missing link punah duluan dari kera (kalo bisa gw nyebut ga ada).
6. masih banyak keberatan lain.
tetapi harus diakui teori seleksi alam darwin berlaku. yang ga berlaku adalah teori perubahan organisenya. kalo seleksi alam, sekarang buktinya banyak hewan punah karena manusia.
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please
click here.