Euuuh... kalo meteor kelas jumbo yang bakal nyungsep ke bumi sih... blom ada. Tapi stiap hari pasti ada aja meteor imut yang apes masuk ke bumi, ukurannya mulai dari segede butir pasir sampe ukuran 50 m. Dan kalo ukuran segitu masuk bumi, dipastikan mendaratnya dalam bentuk prethelan seukuran debu.
Objek angkasa ukuran gedhe yang hobby ngebut dekat bumi cukup banyak (lebih banyak yang blom dikasih nama), salah satunya pembalap bernomor 2004-FU-162 yang ngacir >10.000 km/j hampir masuk atmosfer, melintas 6500 km dari permukaan bumi, tanggal 31 Maret 2004. Beberapa hari sebelomnya tanggal 18 Maret, 2004-FH juga mendekati bumi sejauh 42.600 km. Taon ini, tanggal 2 Maret kemaren, 2009-DD45 lewat sejauh 72.000 km dari permukaan bumi. Rata-rata ukurannya 5 - 35 meter, jadi baru bisa dideteksi radar pas udah deket banget.
Asal meteoroid bermacam-macam, ada yang puingan komet ataupun prethelan dari asteroid yang tabrakan. Biasanya asteroid dan meteoroid nongkrong di jalur kosong antara Mars dan si brengos ndut Jupiter. Gravitasi Jupiter yang galak sering melempar mereka keluar barisan dan mendekati jalur orbit bumi. Selain itu, kalo bro liat tanggal diatas, pasti ada kesamaan, yaitu mereka punya jadwal kunjungan pada bulan Maret. Meteoroid seperti itu biasanya berasal dari reruntuhan komet masa lalu yang pensiun karena lapisan esnya sudah habis.
Planet yang memiliki lapisan kerak atau berunsur padat adalah planet yang berada dilingkaran dalam (merkurius, venus, bumi dan mars) dan yang berunsur gas adalah planet sebelah luar (Jupi, Saturnus, Uranus, dan Neptunus kecuali Pluto dan Sedna).

Tapi keempat planet gas diperkirakan mempunyai inti yang padat. Beda mereka dengan bumi adalah posisi orbit mereka. Pada saat semua planet masih berbentuk adonan, ukuran mereka hampir sama. Ketika kompor matahari menyala dan angin matahari mulai meniup gas-gas yang ringan, proto-planet Jupiter-Saturnus-Uranus-Neptunus yang berada di tepi piringan menampung gas-gas tersebut sehingga massa gas yang mereka miliki bertambah.

Jadi bisa kita simpulkan bahwa keempat planet gas tersebut adalah planet yang setengah jadi dan masih menjalani tahap evolusi untuk planet yang padat.

Panas yang terjebak didalam atmosfer planet mengubah gas menjadi lapisan zat cair yang 'gak pernah kita liat sebelumnya. Tekanan atmosfer yang ekstrem membuat atom hidrogen menjadi logam yang bisa tetap dalam kondisi cair. kalo di bumi contohnya adalah cairan merkuri (air raksa) di dalem termometer jadoel.
Eeeh... kalo menurut astrofisika, air (dalam rantai H-O-H) bisa dihasilkan oleh reaksi kimia di bagian dalam atmosfer Saturnus lhooo~~

Kalo dalemannya Jupiter kayak gheneee~~

Sedangkan planet Uranus, dan Neptunus isiannya gak jauh beda:

Pluto? Iya doong... dulu kan sempat mengisi buku-buku IPA sebelum di degradasi jadi Planet minor...

Mohon masukan tambahan dari sedhulur-sedhulur yang mumpuni~~~