Help - Search - Members - Calendar
Full Version: The Historian ( Sang Sejarawan )
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Apresiasi Buku
ShieldOfAthena
bluefamers,

dah baca buku ini blum?

Click to view attachment

set dah, tebel amir.. tapi kayak tenggelam baca nya, plot nya berubah ubah dan sukar ditebak.... kebetulan chomz punya hardcover versi indo nya..
abis baca ni buku, chomz jadi bayangin ni mbak elizabeth kostova risetnya gila gilaan..
dan bagi penggemar sejarah bisa juga jadi bahan diskusi tentang kebenaran yang ada di buku ini...
settingnya kebanyakan diambil di daerah eropa timur dan turki.. hmmm... jadi pingin dah jalan2 ksana..

resensi dari sumber lainClick to open spoiler!


[KlubSastraBentang] [Ulasan Buku] :

Judul : The Historian (Sang Sejarahwan)
Penulis : Elizabeth Kostova
Penerjemah : Andang H. Soetopo
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : I, Januari 2007
Tebal : 768 hlm ; 23 cm

Awal Februari 2007 , situs resmi The Associated Press dalam sebuah kolom
beritanya mengabarkan bahwa Puri Bran yang diyakini sebagai tempat kediaman
Dracula, dijual seharga 78 juta dolar oleh pewarisnya kepada pemerintah
Rumania. Langkah tersebut diambil demi pelestarian tempat legendaris di
Transylvania tersebut. Kabarnya lebih dari 400 ribu orang mengunjungi puri itu
setiap tahunnya, terutama karena dikaitkan dengan Vlad the Impaler atau
Pangeran Dracula.

Vlad bukanlah pemilik puri itu, namun diyakini telah menggunakan tempat itu
selama kunjungannya ke Transylvania. Dia juga terkurung di tempat itu selama
dua bulan pada tahun 1462 setelah ditangkap olah musuhnya.

Nama Dracula sering dikaitakan dengan sosok vampir yang selalu haus akan darah
manusia. Sejarah mencatat, Dracula adalah seorang pangeran Wallachia (Rumania)
bernama Vlad Tapes (1431-1476) yang gigih melawan serbuan kesultanan Ottonam
atas wilayahnya. Ia sosok yang dibenci baik oleh musuhnya maupun oleh rakyatnya
sendiri. Nama Dracula sendiri berarti anak laki-laki Dracul -anak laki-laki
naga- (Drac = naga. ull=anak), nama ini disandingnya karena ayahnya (Vlad II)
diangkat menjadi anggota Orde Naga oleh Kaisar Romawi. Organisasi ini dibentuk
untuk mempertahankan kekaisaran romawi terhadap kesultanan Ottoman di Turki.

Selain itu Vlad Tepes juga memiliki sebutan yang menyeramkan Vlad The Impaler
(Vlad si Penyula). Di sebut Penyula karena konon Vlad dikenal sebagai tokoh
yang senang melakukan kekejaman terhadap orang-orang yang tak disukainya. Salah
satu metode penyiksaan yang disukainya adalah dengan menyula (menusuk dari
dubur hingga kepala) hidup-hidup musuh-musuhnya. Diperkirakan ia telah membunuh
40.000 hingga 100.000 orang dengan cara-cara yang kejam.

Kekejaman Vlad Tepes berakhir ketika ia tewas dalam sebuah penyerbuan
orang-orang Turki di sebuah kota dekat Buchares. Kepalanya dipisahkan dari
tubuhnya dan dibawa ke Konstantinopel sebagai persembahan kepada Sultan Turki.
Tubuh tanpa kepalanya dikuburkan di Snagov sebuah pulau di Bucharest. Dari
sinilah legenda vampir mulai hidup. Konon Vlad Tepes tidak benar-benar mati, ia
menjadi mayat hidup, menjadi vampir dan menyebarkan wabah vampir kepada
orang-orang yang digigitnya. Kisah ini menjadi legenda. Diceritakan dari
generasi ke generasi di kalangan penduduk Balkan yang masih percaya pada
tahayul.

Legenda dracula ini diadopsi oleh Bram Stroker untuk novelnya yang berjudul
Dracula (1897). Walau dalam novelnya tak menyebutkan nama Vlad Tepes, namun
latar belakang Dracula dalam novelnya mengindikasikan bahwa Vlad Tepes-lah yang
diadopsi oleh Stroker untuk menjadi tokoh utama dalam karyanya.

Selain Stroker, buku-buku tentang Dracula/vampir terus ditulis orang, mungkin
angkanya telah mencapai ribuan buku. Apalagi setelah Hollywod mengkomersilkan
lagenda vampir dengan film-filmnya. Konon, hampir 300 film pernah dibuat
berkaitan dengan vampir dan dracula.

Walau kisah Dracula terus ditulis orang, hal ini tak mengurungkan niat
Elizabeth Kostova untuk melakukan riset sejarah mengenai Dracula, dan
menuangkan hasil risetnya kedalam sebuah novel sejarah yang dikemas dalam
horor-suspense yang memikat, yang diberi judul The Historian (Sang Sejarahwan).
Berbeda dengan Darculla-Bram Stoker, Kostova lebih memberikan nuansa sejarah
pada novelnya ini, sehingga pembaca tak hanya disuguhkan oleh ketegangan dan
kengerian semata, melainkan pembaca juga diajak menyelusuri siapa sebenarnya
dibalik sosok Dracula berdasarkan fakta sejarah yang diperoleh Kostova dari
risetnya selama 10 tahun!

The Historian diawali dengan kisah di tahun 1972 dimana seorang gadis berusia
16 tahun menemukan sebuah buku tua dan amplop yang berisi kertas-kertas yang
sudah menguning diperpustakaan ayahnya di Amsterdam. Uniknya buku tua tersebut
seluruh halamannya kosong, kecuali di halaman tengahnya terdapat gambar cukilan
kayu berbentuk naga dan terdapat tulisan "Draculya". Dan kertas-kertas yang
sudah menguning itu ternyata sebuah surat-surat pribadi bertanggal 12 Desember
1930 yang ditujukan kepada " Penerusku yang baik dan tidak beruntung"

Ketika ia bertanya pada ayahnya mengenai temuannya itu, barulah ayahnya (Paul)
bercerita. Pada saat Paul masih menjadi mahasiswa S2 jurusan sejarah di Oxford,
di malam hari ketika ia sedang membaca di perpustakaan universitas, tiba-tiba
ia sadar bahwa seseorang telah meninggalkan sebuah buku kuno diantara buku-buku
yang sedang dibacanya di meja perpustakaan, buku yang belakangan ditemukan si
gadis di perpustakaan pribadi ayahnya (Paul). Buku kuno yang ditengah
halamannya bergambar naga dan bertuliskan Drakulya ini membuat penasaran Paul
dan iapun segera menelusuri katalog perpustakaan untuk menemukan buku-buku
dengan tema "Drakula"

Kemudian Paul menceritakan penemuannya itu pada dosen pembimbingnya, Prof.
Bartholomew Rossi. Dan yang lebih mengejutkannya, ternyata Prof Rossi juga
memiliki buku yang sama. Sekitar duapuluh tahun yang lampau Prof. Rossi juga
pernah menerima buku kuno bergambar naga dengan cara yang juga misterius. Sama
seperti Paul, buku ini menimbulkan obsesi yang besar bagi Rossi untuk
memperoleh keterangan mendalam mengenai asal-usul buku itu, dan mencari tahu
sosok tokoh sejarah Draculla atau Vlad Tepes, dimana kuburnya, dan apakah ia
masih hidup hingga kini, dll ? Tak tanggung-tanggung Prof Rossi melacak jejak
Draculla hingga ke Turki dan pelosok-pelosok Rumania.

Prof. Rossi segera memberikan semua hasil temuannya baik berupa manuskrip, peta
dan surat-suratnya. Namun sebelum Paul dan Rossi melakukan riset lebih jauh,
tiba-tiba Prof Rossi menghilang dengan meninggalkan bercak darah di kamarnya.
Berdasarkan surat-surat dan peta yang diterimanya dari Rossi, Paul melanjutkan
risetnya sambil mencari keberadaan Rossi. Secara kebetulan ia bertemu dengan
Hellen, seorang antropologis asal Rumania yang ternyata anak kandung dari Prof
Rossi dari hasil hubungannya dengan wanita asal Rumania yang ditemuinya saat
melakukan riset Dracula.

Paul bersama Helen pun sepakat melakukan pencarian dimana Rossi berada, ada dua
kemungkinan kemana hilangnya Rossi, mencari letak kubur Dracula, atau diculik
oleh Dracula. Pencarian ini menghantar mereka singgah ke beberapa negara
seperti Turki, Rumania, Bulgaria, menelusuri koleksi-koleksi
perpustakaan-perpustakaan yang menyimpan buku2 dan manuskrip -manuskrip kuno
abad ke 15, mengunjungi biara-biara kuno guna mencari dimana kubur Draculla
berada , dll. Dalam pencarian ini mereka kelak akan menemukan bahwa masih ada
beberapa orang yang ternyata memiliki buku bergambar naga seperti yang dimiliki
Paul dan Rossi. Pencarian ini tidaklah mudah, selain keterbatasan sumber,
mereka juga selalu dibuntuti oleh seseorang atau sesosok vampir yang mencoba
menghalangi niat mereka, bahkan sempat menggigit salah satu dari mereka .

Selain hilangnya Rossi, kelak Paul juga akan menghilang. Dan kini giliran si
gadis bersama temannya Barley, mencoba mencari jejak keberadaan ayahnya.
Berhasilkah Rossi dan Paul ditemukan. Berhasilkah kubur Draculla ditemukan? Dan
apakah Dracula masih hidup ? Pertanyaan ini akan terjawab di lembar-lembar
terakhir novel ini.

Novel ini terangkai dari tuturan Paul yang menceritakan langsung kisahnya pada
anaknya, surat-surat Paul, surat-surat Rossi, dan pengalaman si gadis sendiri.
Jadi novel ini jika dilihat dari setting waktunya, memiliki tiga bagian kisah.
Setting tahun 1930-an yang menceritakan pengalaman Prof. Rossi, setting tahun
1950-an yang menceritakan pengalaman Paul, dan setting tahun 1972 yang
menceritakan pengalaman gadis berusia enam belas tahun yang hingga akhir cerita
tak disebutkan namanya.

The Historian ditulis oleh Elizebeth Kostova dengan gaya yang indah dan
memikat. Tidak seperti novel-novel horor lainnya yang biasanya sarat dengan
dendam, darah, amarah, tubuh yang tercabik-cabik, sosok hantu yang menjijikkan,
dan lain-lain. The Historian menyajikan nuansa yang berbeda. Walau yang menjadi
tema utama adalah pencarian sosok Drakula yang menyeramkan, namun tak ada
ketakutan yang berlebihan pada novel ini. Kemunculan vampir tak diumbar dalam
novel ini, namun seolah sang vampir terus mengikuti setiap tokoh-tokohnya dalam
novel ini.Ketegangan dan kemisteriusan menyelimuti seluruh halaman novel ini,
dimulai dari ditemukannya buku kosong bergambar naga, kisah kekejaman Vlad
Tepes ketika mengeksekusi musuh-musuhnya, vampir yang membuntuti dan menyerang
dengan tiba-tiba, hingga sosok drakula dan aktivitasnya yang unik dan tak
terduga akan ditemui dalam novel ini.

Selain itu aroma sejarah juga tercium dengan tajam pada novel ini. Dengan
deskripsi sejarah yang diurai secara kronologis dan menarik sehingga tak
membosankan, Kostova mengajak pembacanya bertamasya ke abad 15 dimana Dracula
pernah hidup dan berjuang melawan serangan tentara Turki dibawah pemerintahan
Sultan Mehemd II. Pembaca juga akan diajak berkelana ke tempat-tempat eksotis
seperti Oxford, Istanbul, Rumania, Bulgaria, untuk menelusuri buku-buku kuno,
mansukrip-manuskrip bersejarah, kisah para santo, puisi kuno, legenda dan
lagu-lagu rakyat yang berkaitan dengan Drakula.

Suspense, horor, legenda, fakta sejarah, semua itu dirangkai dalam sebuah kisah
dengan tempo yang cepat dan plot yang memikat sehingga membuat pembacanya betah
membaca novel dengan tebal 768 halaman ini. Hampir di akhir setiap bab, Kostova
menyajikan hal yang mengejutkan sehingga membuat pembacanya penasaran dan ingin
terus membaca ke halaman-halaman berikutnya hingga buku ini selesai dibaca
dengan tuntas.

Kostova tampaknya berhasil menuntun pembacanya untuk terus penasaran dalam
mengikuti lika-liku cerita yang pada akhirnya akan meyakinkan pembacanya bahwa
drakula memang pernah ada dan merupakan tokoh sejarah. Hal ini dimungkinkan
karena dari cara berceritanya sendiri memberi kesan bahwa sang penulis telah
melakukan riset yang mendalam layaknya seorang sejahrawan dalam membuat novel
ini.

Menurutnya sejak ia masih kecil, ketika ayahnya bercerita tentang Dracula, ia
sudah membayangkan cerita yang akhirnya akan menjadi The Historian. Hingga
akhirnya, dengan semangat akademiknya, kesabaran dan bakat menulsinya yang laur
biasa, Kostova berhasil menghasilkan karya yang penuh misteri sejarah dan
ketegangan ini. Bukan tak mungkin novel ini bakal menjadi novel mengenai
kesejarahan dan legenda dracula yang otoratif dan dikenang sepanjang masa
setelah novel Dracula karya Bram Stroker.

Tak heran ketika novel ini terbit di tahun 2005, novel ini langsung menjadi
best seller dunia. Debut Elizebeth Kostova dengan novel ini langsung
melemparnya ke tempat teratas penulis-penulis novel suspense sejarah. Dan untuk
novel ini pula Kostova memenangi Hopwood Award for the Novel-in-Progress.

Bersyukur pembaca buku tanah air kini bisa membaca terjemahan novel ini yang
diterjemahkan oleh penerjemah senior Andang Heru Soetopo. Tampaknya pembaca tak
akan menemui kesulitan dalam memahaminya karena kalimat-kaliamatnya mudah
dipahami dan mengalir dengan lancar.

Edisi terjemahan buku ini dicetak diatas kertas HVS, dengan sampul hard cover
dengan tebal 768 hal, dan diberi tambahan pembatas bukunya yang menawan. Secara
fisik buku ini tampil cukup mewah dan layak dikoleksi, namun dengan ketebalan
dan kemasan mewah seperti ini, buku ini menjadi berat secara fisik untuk
dibawa-bawa dan dibaca berlama-lama sehingga agak mengganggu kenikmatan
membacanya.


[Close]
alunk
kayaknya seru nih novel apalagi klo sampe di film kan kek model da vinci code. boleh dunk saya dikirimin novelnya...hahahahahhaha!!!
kaylila
Bisa diceritain sinopsisnya, please ....
den aja
bagi filenya donk.. kelihatannya asik ni ceritanya..
Anserk8
Buku ini menurut saya amat bagus, karena di landasi keterangan sejarah yg amat detail dan lengkap. Kekuatan pengarangnya ialah dia dapat menggambarkan keadaan negara eropa timur yg terpencil dan daerah - daerah kuno bekas sisa2 kejayaaan kesultanan mehmed 2.

Buku nya ringan kok, bisa di baca di bus, jangan tertipu sama besarnya HeHe.gif
jujur agak sedikit kecewa sebenernya sih saya, soalnya saya berharap buku ini lebih berat bacaannya berhubung kemasaannya yg mentereng itu, eh ternyata isinya seperti novel2 pada umumnya, agak sedikit seperti dawn brown pada saat adegan kejar2an dengan antagonisnya.

anakdalam
Dah sering liat sih kalo ke gramedia. Cuman mo beli masih ragu soalnya tebel bener tuh buku..
Tapi kalo banyak yang merekomendasikan gw pasti beli, secara gw penggemar sejarah.
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.