dia baru balik dari eropa n amrik ( padahal dia blm pernah ke borobudur )
Dia cerita kalo premium dari indonesia...harganya hampir 2x lipat premiun dari negara timur tengah, katanya sch alasannya lebih ramah lingkungan, minim sulfur ( bbrp negara eropa mensubsidi BBM ramah lingkungan ).
Katakan saja harga premium kita dijual Rp.8000,00/liter........diekspor......padahal katanya kita kekurangan BBM.....kita musti mengimpor.....
Okelah..kita impor...........lalu selisih harga itu dikemanakan..... broo.........
