salah media juga lebih mengekspos kaasus yan glebih glamor dan lebih prospektif infotainmentnya.
saya kira keluarga manohara, keluarga mahasiswa yang dibunuh di singapur itu, keluarga TKW-TKI, dan siapapun yang jadi korban atao terzalimi di negeri orang. selayaknya dapat pembelaan dari kita semua, dari pemerintah dan rakyat indonesia.
coba deh misalnya ada TKW yang dianiaya di arab saudi ato dihongkong, lalu kita bereaksi dengan mendemo kedubesnya, memboikot produk2nya, memblowup berita di media massa agar pro pada kebenaran dan realitanya dan tidak ketinggalan pemerintah menggunakan powernya untuk menekan kaum2 zalim itu. baru deh jadi kasusnya.
masalahnya kita-rakyat sebagain besar apatis, kalopun tidak apatis tidak punya power atopun saluran aspirasi yang layak dan terjamin (bisa aja ikut demo, tapi abis ebrangkat trus nggak pulang, belum lagi di cap teroris), kemudian, media massanya bahu membahu mengekspor trend dan issue yang menjatuhkan harga diri bangsa dengan gaya hidup dan menjadikan apa2 yang tidak berguna sebagai kiblat rakyatnya, ditambah lagi dengan pemerintah yang koclo, nggak punya daya saing, karena kebanyakn tengadah minta bantuan yang akhirnya dikorupsi,tidak punya militer yang berkualitas (barang2nya apkiran), nggak bisa mengahrgai ilmuwannya, nggak punya rudal nuklir dan seterusnya.
cocok deh, semuanya puncak gunung es dari sebuahjurang kesenjangan-kemunafikan-kezaliman semkin terjal curam tinggi dalam.nista.
coba misalnya rakyat RI dan pemerintahnya kompak, dengan catatan bahwa ksetiann anakbuah/prajurit itu mesti dibayar dengan 'mahar' berupa pengabdian dan pelayanan dari pemimpinnya. begitu ada oknum di saudi yang belagu,balas pake perang opini, adu argumen syariat, ato resto2 ama hotel indonesia di sono tutup aja semua. kalo amerika yang belagu, boikot selurung jaringan retail frenchise dan produk dari sana, silahkan ekspor ke sini tapi kita sebagai konsumen akhir nggak akan mau beli dan kalo israel yang belagu, kirm duit buat hamas, titip beliin rudal buat sovenir di sana. dan seterusnya, nah kalo malingsia yang belagu, kita kirim artis2 kita lebih banyak kesana

kalo rakyat ama pemimpin kompak, negara berwibawa.kereeeeeeeeeeeeen.
ayo bangun Indonesia!