ini kalau dibilang curhat juga kurang tepat tapi bingung juga mau ditaruh mana soalnya juga bukan roman mau ditaruh sejarah juga bukan (meskipun ada unsur sejarah) fresh news juga kurang pas rasanya jadi terpaksa saya taruh sini kalau mod mau pindahin pindahin aja sesuai tempatnya, tq
semoga ini bisa memberikan ketenangan untukmu karena aku telah mengabulkannya dan menuliskannya ditempat dimana orang akan membacanya dan sedikit dari yang banyak akan mengerti maksudmu
suatu hari sekitar 10 tahun yang lalu seseorang pernah bilang sama dirinya sendiri "aku akan jadi orang jujur dan fair, karena perasaan itu ga bisa dibohongi dan ketulusan itu pasti memegang nilai tertinggi dalam esensi hidup"
lalu dia mulai menjalani hidup dengan keluarga sebagai awalnya
dia mendapati ayahnya yang selama ini mengajarkan untuk hidup sehat dan tidak berbuat yang aneh2 ternyata adalah seorang perokok yang merokok sembunyi2 dibalik semua ajarannya dan paksaannya tentang kesehatan
lalu dia berkata pada sang ayah sambil menunjukkan bungkus rokok ayahnya "ayah aku menemukan ini di saku celanamu" dan sang ayah berkata padanya "dasar anak bengal cepat kembalikan ke tempatnya dan tutup mulut atau kamu ingin kuhajar hah!? kamu anak kecil memang tidak boleh merokok tapi ayah berhak mengatur kamu sedangkan kamu tidak berhak mengaturku!!"
lalu si anak terdiam dan menilai sesuatu dari kejadian itu dan (terpaksa) menuruti ayahnya karena takut...
dia melanjutkan hidupnya
dia memiliki seorang ibu yang setiap hari memarahinya karena anak kecil memang sering berbuat kesalahan
ibunya sering mengajarkannya untuk jujur dan berkata apa adanya "nak kalau kamu bersalah minta maaf pasti ibumu yang melahirkanmu akan memaafkanmu" hingga suatu hari dia berbuat kesalahan yang membuat ibunya marah dan dia berkata "ibu maaf aku telah menyakiti hatimu, maafkan aku ibu" diluar dugaan ibunya berkata "dasar anak setan kamu, anak sampah yang bisanya hanya makan tidur dan bermain saja, aku kutuk kamu kudoakan kamu akan tertimpa balasannya!!"
si anak terdiam, menilai sesuatu, lalu pergi meninggalkan sang ibu...
dia berusaha tetap pada pendiriannya
suatu hari dia dipanggil oleh gurunya karena nilainya turun, gurunya dan dia sudah cukup dekat karena anak itu sering curhat pada sang guru mengenai masalahnya
sang guru bertanya kenapa nilai PPKN mu turun apa yang terjadi kalau ada masalah katakan saja
si anak dengan ragu2 berkata "wah bagaimana ya kalau saya ceritakan nanti anda bercerita pada orang lain" sang guru berkata "aku berjanji tidak akan bilang pada siapapun tenang saja anggap saja kamu bercerita pada kawan baikmu" si anakpun bercerita "aku setiap kali belajar selalu memikirkan dan membayangkan permainan basket pak, sehingga aku jadi tidak konsentrasi belajar"
suatu hari orang tua anak ini memanggilnya dan berkata "mulai hari ini kamu tidak boleh bermain basket, bolamu akan disimpan dan kamu hanya boleh main basket setelah liburan saja, hal itu karena gurumu berkata bahwa kamu tidak bisa konsentrasi gara2 basket"
si anak kemudian menemui gurunya dan bertanya "kenapa anda memberitahu orangtuaku? tahukah anda sekarang saya jadi tidak dapat bermain basket sama sekali" gurunya menjawab "tentu saja supaya nilaimu naik" si anak berkata "saya sungguh kecewa anda telah membohongi saya, saya sangat menyesal memberitahu pada anda"
gurunya bersikeras "apa yang kulakukan itu demi kenaikan nilaimu, daripada bermain basket lebih baik kamu berpikir masa depan" si anak menjawab "saya bukan sangat kecewa karena itu tetapi karena anda tidak menghargai omongan saya dan mengingkari janji anda sendiri" dan sang gurupun terdiam
untuk ketiga kalinya si anak berpikir seraya meninggalkan sang guru...
dengan ragu2 dia mencoba meneruskan prinsipnya
hingga suatu saat dia memiliki seorang teman baik yang dikenalnya sejak lama mereka telah berbagi banyak hal dan temannya adalah teman dalam tim basket yang satu tim dengannya, suatu hari mereka berbincang tentang pertandingan yang akan datang temannya berkata "menurut lo cara paling efektif untuk menang itu bagaimana?" si anak menjawab "menurut gw ada 3 cara menyerang, bertahan, dan hybrid cara paling efektif adalah cara kedua karena kita bisa menang meskipun selisih poin tidak banyak karena kalau tidak sabar kita bisa dikalahkan dengan mudah karena perbedaan skill" temannya menjadi gusar dan berkata "menurutku hybrid adalah cara terbaik karena lebih efektif dan sering kita lakukan jadi cocok untuk kita" si anak berkata lagi "bukan gitu memang cara hybrid yang paling sering kita pake dari dulu tapi kondisi permainan kali ini berbeda"
temannya mulai naik pitam dan berkata "lo tahu apa aku ini sudah 3 tahun lebih dulu bermain basket dari lo dan gw adalah orang yang ngajari lo main basket kan"
si anak berkata "tapi menurut perkiraanku kita akan kalah kalau menggunakan strategimu cobalah dengarkan penjelasanku dulu..." temannya menyela "sudahlah ga usa banyak bacot lagi lo itu belum pernah betulan ikut turnamen tapi omongan dah gede, apa lebih baik kita buktiin by 1 aja langsung daripada bacot doang?"
dia terdiam
dia tahu bahwa temannya sudah emosi dan by 1 hanya akan memperburuk kondisi, lagipula dia merasa temannya lebih jago bermain basket darinya sehingga dia akan kalah dan tidak bisa membuktikan apa2
akhirnya dalam pertandingan merekapun kalah dan 2 hari setelah pertandingan temannya minta maaf "maaf ya omonganmu bener, harusnya kita def bukan hybrid karena musuh kita kali ini lebih tangguh jadi harusnya kita habiskan stamina mereka"
si anak memang memaafkan temannya tetapi dia merenung dan berpikir...
karena si anak sudah mulai beranjak dewasa dia pun mulai mengenal arti cinta pada lawan jenis
dia bertemu dengan seorang cewe yang sering minta bantuan padanya untuk pelajaran2 tertentu
karena sering bersama si anak mulai merasa suka pada si cewe
karena suka dia mulai berusaha membuka pembicaraan agar hubungan mereka bisa lebih jauh
suatu hari si cewe curhat pada si anak dan teman2nya intinya "aku ingin punya banyak teman untuk membantuku melakukan pekerjaan yang sulit ku lakukan" teman2nya berkata "tentu saja akan kubantu kapanpun, dimanapun, dengan sepenuh jiwa raga, selama kamu senang aku akan melakukannya" tetapi si anak memberikan jawaban yang berbeda "kamu kan di sini untuk belajar daripada membantu seperti itu kenapa kamu tidak tanya caranya lalu kamu coba sendiri demi kebaikanmu" hasilnya si cewe menjadi sangat marah dan mulai menjauhi si anak
dan meskipun si anak sudah berusaha menyadarkan dan memberinya pengertian
si cewe selalu saja menghindar bahkan ketika si anak meng SMS dia hampir tidak pernah membalas SMSnya
dia berpikir mungkin si cewe tidak menyukainya dan mulai menghentikan niatnya
suatu hari si anak mendapat SMS dari si cewe dan dia pun segera membalasnya dia merasa mendapat 'angin' karena si cewe tidak menghindarinya lagi
setelah beberapa hari yang menyenangkan tiba2 si cewe kembali menghindarinya lagi
diapun heran dan mencari sebabnya dan ternyata sebabnya adalah beberapa hari sebelumnya teman2 si cewe semuanya sedang pergi sehingga si cewe itu sendirian dan karena di dorong oleh rasa kesepian dia 'mendekati' anak tersebut untuk penghilang kesepian sesaat sehingga setelah teman2nya kembali dia mulai mengacuhkan si anak tersebut
akhirnya untuk kesekian kalinya si anak terdiam dan berpikir lalu mengalihkan perhatiannya dari cewe itu...
manusia sungguh bahagia dengan dusta dan kebohongan, mereka meyakinkan diri dengan keras bahwa mereka jujur tetapi mereka sendiri hidup bermandikan dalam kebohongan terkadang sedikit orang sadar bahwa mereka dibohongi tetapi mereka membiarkan diri mereka terhanyut karena hal itu lebih menyenangkan daripada bangkit melihat kenyataan
bahkan mereka berbicara dan menasihati orang tentang kebaikan, ketulusan, kejujuran, keadilan, dan kawan2nya
tetapi apa yang mereka terapkan dan contohkan adalah sebuah kebohongan terbesar (the biggest bullshit)
jadi janganlah menyesal kalau suatu saat kebusukan total dari kebohongan itu sendiri terkuak di saat anda sudah terbaring di rumah sakit sekarat karena kanker, di saat anak anda telah menjadi liberalis sehingga ia tidak menghargai omongan anda lagi, di saat orang tidak mau lagi percaya omongan anda karena tidak dapat dipercaya, di saat teman anda yang sesungguhnya paling mengerti anda pergi dari hadapan anda, atau disaat anda telah menjadi pasangan hidup seseorang yang ketika anda berpacaran dengannya mulutnya sangat manis tetapi setelah 10 tahun berkeluarga anda diperlakukan sebagai sampah....
janganlah menyesal karena penyesalan selalu datang terlambat apa yang anda lalui itu sudah menjadi pilihanmu.. dan bullshit will still be bullshit (omong kosong akan selamanya menjadi omong kosong)