http://internasional.kompas.com/read/xml/2...dekat.australia
Simbol RI Belum Ada di Pulau Terluar Dekat Australia

KOMPAS/TRI HARIJONO
Batas negara Indonesia dan Malaysia di Desa Aji Kuning, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, hanya berupa patok sederhana dan di atasnya terdapat plang nama jalan. Di sebelah kiri plang nama jalan tersebut merupakan wilayah Indonesia, sedangkan di sebelah kanannya merupakan wilayah Malaysia. Batas negara tersebut persis memotong rumah penduduk.
QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Sedikitnya delapan pulau terluar di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, yang berbatasan dengan Australia belum ada simbol RI.
"Kami terhambat cuaca buruk dan gelombang tinggi untuk mengangkut beton-beton yang sudah disiapkan sejak Mei 2008 lalu ke sana," kata Bupati setempat, Thedy Tengko, di Jakarta, Selasa (19/5).
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru telah menyiapkan tiang beton setinggi tiga meter berdiameter 30 sentimeter untuk dipajang pada delapan pulau tersebut. "Sekiranya cuaca baik, maka segera beton-beton tersebut diangkut untuk ditanam sedalam satu meter agar tidak mudah dicabut kembali," kata Bupati.
Dia mengatakan, hanya satu dari delapan pulau di sana yakni Warabal yang sudah dihuni. "Pulau Karang dan Eno tidak boleh dihuni karena merupakan daerah adat yang dijunjung tinggi masyarakat setempat. Jadi lima pulau lainnya bila telah dipasang simbol RI, maka masyarakat ditempatkan di sana," ujar Bupati.
Dua pulau di atas juga merupakan habitat dari aneka jenis penyu yang sering dicuri oknum tidak bertanggung jawab untuk diperdagangkan seperti ke Bali.
Bupati mengemukakan, pernah dilaporkan nelayan setempat melihat orang asing sering menyinggahi Pulau Karang.
"Setelah dipantau dan telah teridentfikasi kapal berbendera Selandia Baru, bahkan mereka telah membangun tempat beristirahat di sana," katanya.
Tempatnya, menurut Bupati, sudah dibongkar nelayan yang sering melaut di sekitar perairan Pulau Karang.
"Orang asing juga tidak menyinggahi Pulau Karang lagi," ujar Bupati Tengko.
Maluku memiliki 11 pulau terluar lainnya di Kabupaten Maluku Barat Daya yang berbatasan dengan Timor Leste.
Sumber : Antara
"Kami terhambat cuaca buruk dan gelombang tinggi untuk mengangkut beton-beton yang sudah disiapkan sejak Mei 2008 lalu ke sana," kata Bupati setempat, Thedy Tengko, di Jakarta, Selasa (19/5).
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru telah menyiapkan tiang beton setinggi tiga meter berdiameter 30 sentimeter untuk dipajang pada delapan pulau tersebut. "Sekiranya cuaca baik, maka segera beton-beton tersebut diangkut untuk ditanam sedalam satu meter agar tidak mudah dicabut kembali," kata Bupati.
Dia mengatakan, hanya satu dari delapan pulau di sana yakni Warabal yang sudah dihuni. "Pulau Karang dan Eno tidak boleh dihuni karena merupakan daerah adat yang dijunjung tinggi masyarakat setempat. Jadi lima pulau lainnya bila telah dipasang simbol RI, maka masyarakat ditempatkan di sana," ujar Bupati.
Dua pulau di atas juga merupakan habitat dari aneka jenis penyu yang sering dicuri oknum tidak bertanggung jawab untuk diperdagangkan seperti ke Bali.
Bupati mengemukakan, pernah dilaporkan nelayan setempat melihat orang asing sering menyinggahi Pulau Karang.
"Setelah dipantau dan telah teridentfikasi kapal berbendera Selandia Baru, bahkan mereka telah membangun tempat beristirahat di sana," katanya.
Tempatnya, menurut Bupati, sudah dibongkar nelayan yang sering melaut di sekitar perairan Pulau Karang.
"Orang asing juga tidak menyinggahi Pulau Karang lagi," ujar Bupati Tengko.
Maluku memiliki 11 pulau terluar lainnya di Kabupaten Maluku Barat Daya yang berbatasan dengan Timor Leste.
Sumber : Antara