ZoDAK
Jun 8 2009, 05:06 PM
Saya mungkin bukan seorang praktisi pendidikan yang memiliki gelar dan pengalaman selayaknya para pengamat pendidikan yang berkecimpung dalam dunia pendidikan dan memahami benar semua seluk beluk pendidikan, dan saya juga bukan tenaga kependidikan yang memiliki sertifikasi dan gelar sarjana kependidikan. Melainkan saya adalah mahasiswa yang berusaha terjun dalam dunia pendidikan secara totalitas. Dalam session artikel ini saya berusaha bagaimana semua orang dapat memprioritaskan pendidikan sebagai mediasi untuk bekal menjalani kehidupan dan menjadi tenaga yang expertis disela bidang permintaan dunia kerja nantinya.
Sejalan dengan keputusan yang telah ditelurkan oleh pemerintah dengan menaikkan anggaran dunia pendidikan sebanyak 20% dari APBN negara tentu sebuah realitas yang luar biasa dan hal ini baru terjadi era pemerintahan bapak Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, sampai-sampai dalam menyikapi keputusan tersebut Mendiknas menyambutnya dengan air mata haru, nggak tahu harunya untuk apa, bingung dalam mengalokasikan dana tersebut atau bingung untuk menghabiskannya. Hal ini saya ungkapkan bukan pesimis dalam menyikapi fakta yang ada melainkan melihat fakta yang ada belum menunjukkan arah perubahan yang signifikan bahkan cenderung adem-adem aja. Bagaimana tidak alokasi 20% dana pendidikan hingga saat ini muaranya belum terealisasi dengan benar dan system yang cenderung saling sunat menyunat menjadikan apa yang diharapkan masih jauh dari kenyataan. Untuk itu dibutuhkan transparansi dan kerjasama antara pihak yang saling berkaitan.
Pendidikan seharusnya berorientasi kepada peserta didik sebagai instrument akhir pembuktian atas keberhasilan pendidikan itu sendiri. Pelajar adalah objek yang harus menerima pelajaran dengan baik dan melalui kegiatan belajar mengajar mereka dapat mengenyam masa depan yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Namun permasalahannya bagaimana mereka harus belajar dengan baik jika mereka masih tetap dibingungkan oleh kebijakan yang senantiasa berubah-ubah, belum lagi permasalahan dilingkungannya yang keluh kesahnya toh bermuara kepada perekonomian keluarga dan berikut pernak pernik lainnya sebagai suatu permasalahan yang kompleks. Kompleksitas permasalahan yang ada menjadikan mereka sebagai generasi yang kerdil dan tidak siap dengan perubahan yang terjadi.
Dari pengalaman yang saya rasakan selama belajar, Rhytme harian proses belajar mengajar yang saya rasakan belum begitu interaktif dan komunikatif bahkan cenderung monoton. Dari satu sisi sebagai pelaksana dari proses KBM tentu maunya hasil yang dituai nantinya mendekati 100%, namun bagaimana bisa bila sianak didik pergi kesekolah masih terbebani oleh permasalahan ekonomi keluarganya dirumah.
supena
Jun 29 2009, 10:55 AM
Pendidikan emang biangnya kemajuan disegala bidang, namun kalo sistemnya udah semrawut repot juga yang nangani dilapangan. Ingak..ingak..., yang nangani pendidikan banyak brow, mendiknas sebagai penentu undang2, BSNP penentu setandar pendidikan, dirjen pendidikan penentu kebijakan lapangan dan masih di daerah propinsi dan kabupaten ikut serta mewarnai dunia pendidikan, malah otoda yang lebih mewarnai pendidikan. Sekolah gratis malah membingungkan banyak sekolah, mau maju kena mundurpun kena, karena biaya yang dibantukan yitu BOS masih belum mencukupi kebutuhan operasional sekolah, sedangkan dana pendukung yang menjadi tanggungan Pemprop dan Pemkab belum kunjung turun, gimana mau maju pendidikan ini. Mutu Pendidikan identik dengan biaya, filsafat jawa " jer basuki mawa bea ". Emang pendidikan gratis menyenangkan banyak orang terutama keluarga yang kurang mampu, namun sekolah tanpa biaya operasional yang cukup tidak bisa berjalan optimal, lebih2 sekolah yang punya program strategis untuk life skill peserta didik, sangat butuh biaya instruktur dan praktik.
he...he... , ini sekedar pendapat orang bingung....ngung...ngung... !
ekoadhi
Jul 4 2009, 11:26 PM
neh selain sistem juga masalah individu masing2 klo para pejabat bahkan sampai bawahan mental korupsi,maka gak akan ada pendidikan yg gratis dan berkualitas di sini..semua berlomba2 hanya untuk mengejar setoran buat kantong pribadi masing2..emang pendidikan kita perlu adanya perombakan total terutama dari mental masing2 individu agar tidak hanya kuantitas tp kualitas jg diperhatikan...
asxch
Jul 5 2009, 07:28 AM
apakah kualitas pendidikan sebanding dengan uang yang dikeluarkan?
uang mahal -> bagus?
gratis -> seadanya?
ga juga kan?
jadi, buat apa sekolah mahal2 klo yang murah atau gratis saja ada?
semua tergantung pada niat semua elemen pendidikan yang terlibat di dalamnya.
apakah motivasinya duit, mencari ilmu, atau popularitas????
it's all up to you!
cyberaddict
Jul 5 2009, 07:05 PM
gw prihatin ma dunia pendidikan saat ini, masuk PTN makin mahal aja,
dulu orang belajar mati2 an buat masuk PTN dgn alasan biar biaya kuliah bisa lebih murah,
sekarang hal itu ga kan terjadi lg, komersialisasi pendidikan makin menggila,
yg miskin atau golongan menengah makin sulit bertahan aja, gimana mau memperbaiki nasib
sedangkan untuk menaikkan daya saing saja sudah ga mampu,
kapitalis semakin merajalela, yg kaya semakin kaya, yg miskin semakin terpuruk,
apa jadinya bangsa ini kedapan, yg dikhawatirkan negeri ini bisa keos kalo kesenjangan semakin tak
tertahankan, tinggal menunggu waktu saja bahaya laten komunis akan bangkit lg....
kita berharap itu segera diperbaiki..amiiin
wardig69
Jul 24 2009, 09:01 PM
Yg lebih parah lagi kebijakan BOS buku yang realitanya kontraproduktif dengan kebijakan sekolah di daerah yang masih "memaksa" muridnya untuk membeli buku dr sekolah mereka. Padahal pemerintah udah ngluarin ratusan milyar untuk membeli hak cipta buku yang diwujudkan dalam Buku Sekolah Elektronik.
Padahal dg BSE, semua sekolah dari Sabang - Merauke bisa download gratis! trus bisa digandakan sesuai kebutuhan sekolah pake dana BOS buku...
becoming
Jul 26 2009, 05:06 PM
Sabar aja, semua nya kan butuh waktu dan proses.
Saya yakin 20 persen itu pasti akan dirasakan dampaknya cepat atau lambat.
taysan123
Jul 28 2009, 09:43 PM
kayaknya pendidkan gratis yg berkualitas gak mungkin terjadi
soalnya kita pikir aja kalau pendidikan digratiskan mna mungkin sekolah bisa menjalankan program yg berkualitas
belum lagi utk gaji guru
kalau cuma mengharapkan dari apbn kayaknya gak bakalan mencukupi
kalau gaji gak cukup ,gurunya nyari sampingn
terakhir anak murid di suruh ikut les dengan alasan biar gak ketinggalan pelajaran
jadi harus disadari pendidikan itu memang mahal
kecuali alokasi utk pendidikan di apbn dinaikan lagi
dan jangan lupan utk bf'ers pajaknya jgn lupa bayar oke?
d'bigboyz
Aug 4 2009, 05:46 PM
yg harusnya bergerak tu anak2 muda yg berpikiran kritis...
anak2 muda Lha yg harus menjadi pemimpin bangsa ini,yg memiliki wawasan luas dan up to date,sehingga tau sistem pendidikan terbaik yg cocok untuk diterapkan di bangsa ini...
semangat anak2 muda Indonesia!!!
mamas_angel
Aug 11 2009, 04:38 PM
susah emang klo gak transparan
apakah dana tersebut sampai atau tidak
sayangnya hal" yg kaya gini malah diabaikan
padahal rakyat menanti transparansi dana
san_andreas
Sep 8 2009, 03:41 AM
pendidikan gratis sulit bro, ibarat untuk menangkap ikan yang besar perlu jaring yang besar pula. jadi untuk mendapatkan kualitas yang bagus perlu di tujangan dengan sarana dan prasarana yang memadai, dan untuk medapatkan sarpras itu perlu uang jadi tetap ujung-ujungnya uang
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please
click here.