Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Jet jet tempur Indonesia part 3 - The Western Attacker
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Sejarah
Abang Flanker
Sambungan terakhir....

  1. BAE Hawk MK 109/209



    Spesifikasi
    Awak: 1/2
    Panjang: 12.43 m (40 ft 9 in)
    Bentang sayap: 9.94 m (32 ft 7 in)
    Tinggi: 3.98 m (13 ft 1 in)
    Luas sayap: 16.70 m² (179.64 ft²)
    Berat kosong: 4,480 kg (9,880 lb)
    Daya angkut: 3,000 kg (6,600 lb)
    Berat maksimum lepas landas: 9,100 kg (20,000 lb)
    Mesin: 1× Rolls-Royce Adour Mk.951 turbofan dengan FADEC, 29 kN (6,500 lbf)
    Kecepatan maksimum: .84 Mach (1,028 km/h, 638 mph)
    Jangkauan: 2,520 km (1,360 NM, 1,565 mi)
    Ketinggian operasional: 13,565 m (44,500 ft)
    Kecepatan naik: 47 m/s (9,300 ft/min)

    Sejarah
    Pesawat ini pada awalnya dibuat untuk pesawat latih tempur. Dengan ukuran yang kecil dan biaya perawatan relatif murah, pesawat ini cukup menarik minat negara-negara dunia, termasuk Indonesia. Pesawat ini dinilai cukup mampu menjalankan peran sebagai peswat attack, untuk memberikan support bagi pasukan darat, dan untuk menyerang objek-objek vital. Namun untuk urusan duel udara, kapabilitas Hawk masih diragukan.

    Sebenarnya Indonesia sendiri punya 3 varian dari pesawat Hawk, yaitu Hawk MK-53, Hawk MK-109 dan Hawk MK-209. Hawk MK-53 sendiri hanya digunakan sebagai pesawat latih tempur (atau mungkin kekuatan cadangan di saat-saat genting) sedangkan kakaknya Hawk MK-109/209 digunakan sebagai pertahanan udara. Hawk MK-109 adalah varian Hawk yang diawaki dua orang dan telah dipugrade sistem avionik, elektrik, dan desain sayap yang lebih baik. Hawk MK-209 tergolong varian kuat dari Hawk (meskipun tidak terlalu super), dedesain agar mampu menjalankan peran ganda sebagai pesawat serbu maupun pesawat sergap, dan telah dilengkapi sistem radar yang setara dengan sistem radar F-16 A Fighting Falcon. Indonesia sendiri membeli 8 unit Hawk MK-109 dan 32 unit Hawk MK-209.

    Fakta Menarik
    Indonesia kesulitan menggunakan pesawat ini dalam beberapa misi tempur, karena Inggris tergolong rewel dalam memonitor penggunaan pesawat buatan negaranya. Dalam beberapa misi tempur, pesawat ini urung digunakan karena ancaman embargo suku cadang dari Inggris.
  2. Douglas A-4 Skyhawk


    Spesifikasi
    Awak: 1 (2 in TA-4J, TA-4F, OA-4F)
    Panjang: 40 ft 3 in (12.22 m)
    Bentang sayap: 26 ft 6 in (8.38 m)
    Tinggi: 15 ft (4.57 m)
    Luas sayap: 259 ft² (24.15 m²)
    Berat kosong: 10,450 lb (4,750 kg)
    Berat terisi: 18,300 lb (8,318 kg)
    Berat maksimum untuk lepas landas: 24,500 lb (11,136 kg)
    Mesin: 1× Pratt & Whitney J52-P8A turbojet, 9,300 lbf (10,000+ USMC A-4M and OA-4M) (41 kN)
    Kecepatan maskmium: 585 kn (673 mph, 1,077 km/h)
    Jangkauan: 1,700 nmi (2,000 mi, 3,220 km)
    Ketinggian operasional: 42,250 ft (12,880 m)
    Kecepatan naik: 8,440 ft/min (43 m/s)
    Daya angkut sayap: 70.7 lb/ft² (344.4 kg/m²)

    Sejarah
    A-4 Skyhawk adalah pesawat tempur tertua yang masih aktif di jajaran TNI AU. Seperti F-5 Tiger, pesawat ini juga merupakan pesawat veteran Perang Vietnam, yang berperan sebagai pesawat serbu untuk menyerang objek-objek darat, memberikan dukungan udara bagi pasukan infanteri (sesuai dengan kode A di depan pesawat). Pesawat ini adalah pesawat pionir dalam hal air-refuelling. Pesawat ini dapat dioperasikan dari kapal induk, meskipun dari kapal induk tua sekalipun yang ukurannya tidak memadai untuk jet-jet tempur yang lebih muda.

    Pesawat ini juga cukup kenyang pengalaman di medan tempur. Sebagian berakhir sukses, sebagian tidak. Di perang Malvinas antara Argentina-Inggris, berkat keberanian para pilot Argentina untuk terbang “sangat rendah”, A-4 berhasil menenggelamkan kapal-kapal perang Inggris seperti HMS Coventry dan HMS Antelope. A-4 juga berhasil membuat kerusakan parah di kapal-kapal lain seperti HMS Sir Galahad, HMS Glasgow, HMS Argonaut dll.

    Pesawat ini juga berperan di perang Yom Kippur, antara Israel dan negara-negara Timur Tengah. Tidak semanis kisah A-4 di Malvinas, A-4 pada perang ini banyak mengalami kekalahan akibat dihajar jet-jet tempur Sovyet dan Eropa seperti MiG-17, MiG-21, MiG-23, MiG-25, Super Etendard dan Mirage ataupun oleh roket-roket SAM (Static Antiaircraft Missile) buatan Sovyet. Karena dianggap gagal, pesawat ini pun “dibuang” dari AU Israel dan dibeli Indonesia.

    Fakta Menarik
    Pesawat ini dibeli dari Israel lewat sebuah operasi Intelejen yang sangat rapi, untuk menghindari reaksi masyarakat Indonesia yang kebanyakan anti-Israel. Pembelian pesawat ini bersamaan dengan kedatangan F-5E Tiger II dari Amerika (lewat Halim Perdana Kusuma), sehingga kedatangan pesawat ini (lewat Tanjung Priuk) tidak mendapat sorotan publik karena media lebih terfokus kepada kedatangan F-5E Tiger II. Namun status pesawat itu sebagai pesawat tua yang kalah perang, tetap mengundang kekhawatiran dari publik.


kalo ente-ente pengen info lebih jauh tentang pesawat-pesawat militer dunia, udah ada threadnya sebenernya ni dia

http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=98845
raden doel
ni pesawat kok imut gt sich bentuknya? emang bisa buat perang juga??
Kaiz
kalo misalnya diadu sama F-16 kira2 masih bisa ngimbnagin ga?
nice_peeniz
Semua trgantung ama pilotnya, pesawat canggihnya kaya' apa klo pilotnya cupu ya tetep aja kalah perang, juga taktik dan strategi sangat berpengaruh dalam pertempuran, skedar mengingatkan bro en sis, pejoeang qta cuman berbekal bambu runcing+senjata rampasan, brhasil menghalau sekutu dan NICA dari bumi pertiwi ini, viva indonesia, mari bersatu untuk ganyang malay lebay..!!!!
danuahmad
Haloooo Mr. Habibie ! kemana aja enteeee ..... jangan kabur donk ... buktikan bahwa Anda memang profesional lapangan, bukan cuma teori smile.gif Sudah saatnya Indonesia harus bangkit dan bikin pesawat tempur sendiri, supaya jangan tergantung dari negara lain.
satrya_pratama
tergantung sama negara lain? sabar aja bro mungkin Indonesia bakal berubah setelah janji salah satu capres
bisa terpenuhi . . . insyaallah. . .amien
Abang Flanker
QUOTE (raden doel @ Jun 13 2009, 06:50 PM) *
ni pesawat kok imut gt sich bentuknya? emang bisa buat perang juga??


bisa lah, makanya gw pasang
cuma pesawat ini jarang dipakai buat duel udara (kecuali Hawk 209),
lebih sering dipake untuk nyerang objek-objek vital.
faris ichwansyah
asik tambah wawasan lagi.. makasi ya infonya mas .. thumbsup_anim.gif
ardaluz
sayang banget di beli dari israel...apa kita ga bisa beli dari negara lain ?????
m4x
QUOTE (danuahmad @ Jun 16 2009, 04:15 PM) *
Haloooo Mr. Habibie ! kemana aja enteeee ..... jangan kabur donk ... buktikan bahwa Anda memang profesional lapangan, bukan cuma teori smile.gif Sudah saatnya Indonesia harus bangkit dan bikin pesawat tempur sendiri, supaya jangan tergantung dari negara lain.



duh.. maaf mr.danuahmad.. jangan begitu dunks.. dengan Bapak Kebanggan kita ini.. Mr. Habibie bukan kabur.. sekira kamu tahu kenapa beliau tidak di Indonesia lagi.. karena Beliau ingin tetap mengharumkan bangsa Indonesia dengan tetap berkarya..walaupun di Negeri Orang.. itu karena apa..?? karena di Negeri yang kita cintai blum mampu memanfaatkan kemampuan Mr. Habibie.. makanya Beliau dibiarkan aja di Negeri Orang... Para pemimpin negeri masih lebih penting ngurus urusan politiknya saja.. and kita flashback lagi.. bukan cuma teori saja yang sudah mendapat pengakuan internasional.. tapi Beliau beserta Putra-Putri terbaik bangsa berhasil membuat pesawat CN-235 khan.. mantabs ngak tuh... cuma perlu perhatian para pemimpin negeri ini saja kita pasti bisa mengejar ketinggalan dengan bangsa lain..

tapi yah karena kena krisis dan Orde Baru Lengser.. malah sak PT. yang buat pesawatnya pun di lengserkan... juga...

maaf sebelum dan sesudah nya... ^_^!!!
itON
nice inpo broz.. indonesia.gif
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.