Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Kelulusan Tujuh Sekolah di NTT 0 Persen
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Academia > Education Talk
RianZA
Sumber : vivanews.com Senin, 15 Juni 2009, 10:04 WIB
http://nasional.vivanews.com/news/read/665...di_ntt_0_persen

Kelulusan Tujuh Sekolah di NTT 0 Persen
Seluruh siswa peserta ujian di tujuh sekolah di NTT dinyatakan tak lulus.


QUOTE
VIVAnews - Hasil ujian nasional Nusa Tenggara Timur diumumkan hari ini, Senin 15 Juni 2009. Hasil ujian di tujuh sekolah di NTT sangat memrihatinkan. Sebab, seluruh siswa peserta ujian di tujuh sekolah itu tak lulus.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTT, Thobias Uly mengatakan tujuh sekolah yang prosentase kelulusannya nol persen yakni SMA Beringin Kupang, dengan jumlah peserta ujian 10 siswa, SMA El Tari Kupang, dengan peserta ujian 12 siswa, SMA Kristen Weekorou, dengan peserta ujian 65 peserta siswa, SMA Negeri 1 Loura, Kabupaten Sumba Barat, dengan peserta ujian 112 siswa.
Sekolah lain yang prosentasi kelulusan nol persen yakni Madrasyah Albaraah, dengan peserta ujian tiga siswa, Madrasyah MA Ikhwal, serta SMK Tarbiyah Kupang.
"Dengan hasil nol persen ini, maka pihak sekolah dan pemerintah serta instansi terkait akan berkoordinasi untuk segera melakukan evaluasi. Letak persoalannya ada dimana, sehingga ada sekolah yang kelulusan 100 persen, tetapi ada yang nol persen," kata Thobias ketika dihubungi Senin 15 Jui 2009.
Tobias mengharapkan para siswa tidak disalahkan dalam kasus ini, tetapi semua pihak perlu terlibat untuk mencari solusi pemecahan.
Salah satu siswa SMA El Tari Kupang, yang dimintai keterangan soal perolehan hasil UAN yang hanya nol persen mengatakan, selama ini proses belajar mengajar disekolah itu, tidak lancar. "Kadang seminggu sekali baru guru datang mengajar. Selebihnya, siswa hanya datang dan bermain saat jam sekolah,"kata seorang siswa yang minta namanya tidak ditulis.
Wakil Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur, Kristo Blasin, yang dihubungi terpisah, mengusulkan agar UAN yang dilaksanakan setiap tahun dihentikan. Alasannya, kemampuan seorang siswa tidak hanya bisa diukur dalam waktu dua jam diruangan ujian. "Sangat tidak masuk akal, seorang siswa belajar selama tiga tahun, tetapi nasibnya ditentukan dalam tiga hari ujian. Kemudian pihak sekolah menuding siswa tak lulus karena bodoh. Pemerintah perlu mengevaluasi kembali sistim ujian akhir nasional yang berlaku selama ini," ujar Kristo.
Sedikitnya, 12.847 siswa Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menegah Kejuruan tak lulus UAN tahun ini. Total peserta UAN tahun 2009 di NTT sebanyak 47.011 siswa, yang tersebar di 21 kabupaten dan kota. Dari 38.069 peserta UAN SMA, yang dinyatakan lulus sebanyak 26.724 siswa siswa atau mencapai 70,2 persen. Sedangkan yang tak lulus sebanyak 11.345 siswa.
Sebelumnya, rapat internal Komisi Pendidikan Dewan memutuskan membentuk panitia kerja untuk mengevaluasi pelaksanaan ujian nasional. Sebab, banyak laporan kecurangan pelaksanaan ujian nasional 2009 yang dialamatkan ke Dewan.
Salah satunya, "Komisi  menyatakan keprihatinan yang mendalam atas tingkat kelulusan 0 persen di 19 SMA di Provinsi Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Bengkulu," kata Wakil Ketua Komisi Pendidikan Dewan, Heri Akhmadi di Gedung Dewan, Senayan, Jakarta, Senin 1 Juni 2009.
Laporan: Jemris Fointuna|Kupang
RianZA
Sumber : vivanews.com Senin, 15 Juni 2009, 10:04 WIB
http://nasional.vivanews.com/news/read/665...di_ntt_0_persen

Kelulusan Tujuh Sekolah di NTT 0 Persen

Seluruh siswa peserta ujian di tujuh sekolah di NTT dinyatakan tak lulus.

QUOTE
VIVAnews - Hasil ujian nasional Nusa Tenggara Timur diumumkan hari ini, Senin 15 Juni 2009. Hasil ujian di tujuh sekolah di NTT sangat memrihatinkan. Sebab, seluruh siswa peserta ujian di tujuh sekolah itu tak lulus.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTT, Thobias Uly mengatakan tujuh sekolah yang prosentase kelulusannya nol persen yakni SMA Beringin Kupang, dengan jumlah peserta ujian 10 siswa, SMA El Tari Kupang, dengan peserta ujian 12 siswa, SMA Kristen Weekorou, dengan peserta ujian 65 peserta siswa, SMA Negeri 1 Loura, Kabupaten Sumba Barat, dengan peserta ujian 112 siswa.
Sekolah lain yang prosentasi kelulusan nol persen yakni Madrasyah Albaraah, dengan peserta ujian tiga siswa, Madrasyah MA Ikhwal, serta SMK Tarbiyah Kupang.
"Dengan hasil nol persen ini, maka pihak sekolah dan pemerintah serta instansi terkait akan berkoordinasi untuk segera melakukan evaluasi. Letak persoalannya ada dimana, sehingga ada sekolah yang kelulusan 100 persen, tetapi ada yang nol persen," kata Thobias ketika dihubungi Senin 15 Jui 2009.
Tobias mengharapkan para siswa tidak disalahkan dalam kasus ini, tetapi semua pihak perlu terlibat untuk mencari solusi pemecahan.
Salah satu siswa SMA El Tari Kupang, yang dimintai keterangan soal perolehan hasil UAN yang hanya nol persen mengatakan, selama ini proses belajar mengajar disekolah itu, tidak lancar. "Kadang seminggu sekali baru guru datang mengajar. Selebihnya, siswa hanya datang dan bermain saat jam sekolah,"kata seorang siswa yang minta namanya tidak ditulis.
Wakil Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur, Kristo Blasin, yang dihubungi terpisah, mengusulkan agar UAN yang dilaksanakan setiap tahun dihentikan. Alasannya, kemampuan seorang siswa tidak hanya bisa diukur dalam waktu dua jam diruangan ujian. "Sangat tidak masuk akal, seorang siswa belajar selama tiga tahun, tetapi nasibnya ditentukan dalam tiga hari ujian. Kemudian pihak sekolah menuding siswa tak lulus karena bodoh. Pemerintah perlu mengevaluasi kembali sistim ujian akhir nasional yang berlaku selama ini," ujar Kristo.
Sedikitnya, 12.847 siswa Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menegah Kejuruan tak lulus UAN tahun ini. Total peserta UAN tahun 2009 di NTT sebanyak 47.011 siswa, yang tersebar di 21 kabupaten dan kota. Dari 38.069 peserta UAN SMA, yang dinyatakan lulus sebanyak 26.724 siswa siswa atau mencapai 70,2 persen. Sedangkan yang tak lulus sebanyak 11.345 siswa.
Sebelumnya, rapat internal Komisi Pendidikan Dewan memutuskan membentuk panitia kerja untuk mengevaluasi pelaksanaan ujian nasional. Sebab, banyak laporan kecurangan pelaksanaan ujian nasional 2009 yang dialamatkan ke Dewan.
Salah satunya, "Komisi  menyatakan keprihatinan yang mendalam atas tingkat kelulusan 0 persen di 19 SMA di Provinsi Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Bengkulu," kata Wakil Ketua Komisi Pendidikan Dewan, Heri Akhmadi di Gedung Dewan, Senayan, Jakarta, Senin 1 Juni 2009.
Laporan: Jemris Fointuna|Kupang
gigabyte
waaa gilaa bener...
tapi apa permasalahannya ada di pendidikan sekolahnya ato orang yang bersangkutan ato kesalahan dari ujiannya yah?
masa segitunya 0 persen ga ada yang lulus!!

parah!!
RianZA
QUOTE (gigabyte @ Jun 15 2009, 11:44 PM) *
tapi apa permasalahannya ada di pendidikan sekolahnya ato orang yang bersangkutan ato kesalahan dari ujiannya yah?


yang salah ya jelas saya, anda, mereka, dan dia
jigut
katanya siapa gitu ada kesalahan dari computer-pengkoreksi hasil ujian....sbb ada salah satu mata pelajaran yang tidak bisa kebaca alias nol nilainya... iya gak?ato gak iya?
RianZA
QUOTE (jigut @ Jun 18 2009, 12:36 AM) *
katanya siapa gitu ada kesalahan dari computer-pengkoreksi hasil ujian....sbb ada salah satu mata pelajaran yang tidak bisa kebaca alias nol nilainya... iya gak?ato gak iya?


mari kita tlusuri sama2 ya.......
pandjul
anggaran pendidikan sudah dinaikkan secara signifikan, kok hasilnya tidak optimal?
jangan2 anggarannya banyak yang disunat.
RianZA
QUOTE (pandjul @ Jun 23 2009, 10:40 AM) *
anggaran pendidikan sudah dinaikkan secara signifikan, kok hasilnya tidak optimal?
jangan2 anggarannya banyak yang disunat.


Padahal secara klinis, sunat justru bagus untuk "kesehatan", apakah ini berlaku di dunia pendidikan??, mari kita saksikan brsama-sama....
bunawolo
menurut gw nih ya, ini bukan semata mata tanggung jawab pihak NTT sono. tapi tanggung jawab pemerintah. ga boleh tutup mata bahwa kesenjangan pendidikan ada dimana-mana di indonesia ini. baik kualitas maupun kuantitas sarana belajar juga tenaga pengajar. so, koq bisa-bisanya menetapkan standarisasim kelulusan? harusnya tetapkan dulu standarisasi kualitas pendidikan baru standarisasi kelulusan!!
madotzilla
walaupun byk alasan ... tetep pemerintah musti bertanggung jawab .. kemerosotan kualitas pendidikan di indonesia ... klo gak mau pemerintah tanggung jawab .. sapa lagi ??
d'bigboyz
gila..parah banget...
mudah2an kedepannya bisa semakin maju aja deh...
siako
waduh, kok bisa gak lulus satupun ya? Sebaiknya semua pihak introspeksi diri nih
Bukan cuma pemerintah aja sih yang harus disalahin
tommykid
karena ga pernah belajar.sederhana aja.
pengalamanku di daerah timur,minat belajar siswa memang rendah,karena rasa persaingan ga ada,mengapa?karena setelah lulus SMA toh ga bakal melanjutkan (sedikit banget yang lanjut),karena masalah duit,ga ada uang tuk sekolah.ga ada persaingan,ga ada minat,ga ada semangat.ya udah,ga belajar,ga lulus.
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.