Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Televisi ''Sensor'' Iklan Mega
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Fresh News > Politik
Handy_07
Source : kaltimpost.web.id Rabu, 17 Juni 2009 , 08:41:00
http://www.kaltimpost.web.id/index.php?mib...il&id=28289


QUOTE
JAKARTA - Gemerincing duit dari iklan calon presiden (capres) ternyata bukan segalanya. Kubu pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto merasa mendapat perlakuan diskrimintaif dalam hal penayangan iklan di televisi. Sebab, beberapa materi iklan yang siap tayang justru ditolak. Padahal, iklan itu telah lolos sensor di Lembaga Sensor Film (LSF).

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Megawati-Prabowo, Fadli Zon mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan beberapa materi iklan untuk menyosialisasikan visi-misi sang kandidat. Namun, ternyata ada dua jenis iklan yang ditolak karena bertemakan tentang kebangkrutan ekonomi dan kenaikan harga sembako. Penawaran dilakukan sejak dua minggu lalu, dan mereka mendapat konfirmasi kalau ada iklan yang tak bisa tayang sepekan lalu.

“Hanya ada dua stasiun televisi yang bersedia menayangkan. Sisanya menolak karena sensor internal. Padahal kami sudah tanda tangan kontrak,” ujar Fadli Zon yang didampingi Mahendradatta dari Tim Advokasi Mega-Prabowo kepada wartawan di Mega-Prabowo Media Center, Selasa (16/6).

Diuraikannya, iklan-iklan yang disiapkan itu antara lain berjudul “Harga”, “Bangkrut”, “Mencintai”, “Persatuan”, “Maju”, “Tim”, dan “Pekerjaan”. Iklan berjudul “Harga” bisa ditayangkan di Indosiar dan Metro TV. Namun iklan “Bangkrut” hanya naik tayang di Indosiar.

Selain itu, ada kebijakan berbeda-beda dari stasiun televisi dalam penayangan iklan. Seperti iklan “Mencintai”, ditolak oleh jaringan MNC Group seperti RCTI, TPI, dan Global TV. Trans TV dan Trans 7 juga menolak iklan “Mencintai”. Sedangkan iklan berjudul “Pekerjaan” ditolak SCTV, Trans TV, dan Trans 7.

Dalam preview iklan yang dipertontonkan ke wartawan, iklan “Harga” banyak menyoroti kenaikan harga sembako sejak 2004 hingga sekarang. Dalam iklan itu diuraikan harga sembako yang makin tidak terjangkau. Sedangkan dalam iklan “Bangkrut” dipaparkan tentang kebangkrutan negara karena utang luar negeri yang menumpuk.

Lantas mengapa iklan yang sudah lolos sensor dan sudah ditandatangani kontrak tayangnya itu tidak bisa ditayangkan? Fadli Zon mensinyalir ada kekuatan di luar stasiun televisi yang berupaya mengganjal penayangannya.

“Padahal materi iklan itu sudah melalui riset dan kami menggunakan angka-angka maupun fakta yang ada. Materinya bukan black campaign, apalagi fitnah,” tegas Fadli Zon.

Menurut dia, berdasarkan jawaban lisan maupun tertulis melalui surat elektronik yang diterima kubu Mega-Prabowo, ternyata alasan penolakan karena iklan-iklan politik tersebut tidak lolos sensor internal. Meski demikian Fadli Zon tidak mempersoalkan kebijakan pihak stasiun televisinya.

“Kami tidak menyalahkan stasiun televisi karena mereka juga menjadi korban. Memang ada pihak yang tidak berkenan kalau-iklan-iklan ini ditayangkan. Ini ancaman bagi kebebasan berekspresi dan juga ancaman besar bagi demokrasi. Budaya telepon marak lagi,” tudingnya.

Sedangkan Mahendradata mengatakan, justru yang melarang penayangan itu bukan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang menurut UU Penyiaran memiliki kewenangan melarang suatu jenis tayangan, termasuk iklan. “Larangan ini jelas bukan dari KPI, tapi dari invisible hands,” bebernya.

Menurutnya, kubu Mega-Prabowo akan memperjuangkan agar iklan-iklan itu tetap bisa ditayangkan. Sebab, ada UU tentang Pengawasan Persaingan Usaha yang melarang bersikap diskriminatif dalam hal usaha. “Nanti akan kami kaji lagi dengan memakai UU Persaingan usaha,” tegasnya.
geisha
kalau gw pribadi iklan seperti itu bukan mencerdaskan tapi lebih menjurus menyudutkan lawan walau emang kebenarannya bisa dipertanggung jawabkan...hal ini berpotensi untuk membuat suhu memanas dan bisa terjadi konflik..menurut saya siapapun capresnya kenapa tidak membuat iklan yang jelas dan menunjukkan kecerdasan dan tujuan mau dibawa kemana negara ini dari pada iklan yang memuji muji diri sendiri dan menyudutkan orang lain...sebaiknya berkaca dulu apa kita yang menyalahkan sesuatu sudah lebih baik dan mampu dari yang kita katakan salah...karena rakyat sudah bosan liat gaya narsis dan gak dewasa nya para makhluk haus jabatan tapi gak tau sebenarnya apa mau rakyatnya...janji siapun bisa tapi buat menepati dan bertanggung jawab belum tentu
vitto corleone
setuju.....terlepas benar atau tidak , rasanya kurang etis melakukan kampanye yang menjatuhkan lawan
snk
@GEISHA .... yups sejutu bgt..... Maju Indonesia... Majulah Negeriku....
vanilla_ice
iya setuju saya
lebih baik iklan2 yg menjatuhkan lawan tidak boleh tayang
karena ini bukannlah contoh persaingan yg bersih dan bukan contoh yg baik untuk generasi penerus bangsa

HIDUUP INDONESIIAA
manolz
ga bosen bosen menghujat orang laen
eoshicute
gwa dah lihat salah satu iklannya, and gwa setuju klo iklan itu dicekal smile.gif

bukannya ngasih hal yang positif, tapi isinya hanya mejelek-jelekkan pemerintah selama 5 tahun kebelakang (dalam hal ini pemerintahan SBY)

bikin iklan kok cuman bisa insult, pantes aja dicekal BigGrin.gif BigGrin.gif gwa kasian ama prabowo, namanya rusak gara2 gabung ama timnya mega BigGrin.gif
manstein
QUOTE (eoshicute @ Jun 18 2009, 01:24 AM) *
gwa dah lihat salah satu iklannya, and gwa setuju klo iklan itu dicekal smile.gif

bukannya ngasih hal yang positif, tapi isinya hanya mejelek-jelekkan pemerintah selama 5 tahun kebelakang (dalam hal ini pemerintahan SBY)

bikin iklan kok cuman bisa insult, pantes aja dicekal BigGrin.gif BigGrin.gif gwa kasian ama prabowo, namanya rusak gara2 gabung ama timnya mega BigGrin.gif

Unfortunately... iklan-iklan yang dibuat tim Pak Prabowo.. dan Ibu Mega..isinya kurang lebih tentang kejelekan-kejelekan pemerintahan SBY... tidak lebih... andaikan isinya tentang Apa yang akan ia lakukan... (misalnya apakah ekonomi kerakyatan yang Prabowo maksud? Proteksionisme? anti asing?)
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 17 Juni 2009 | 16:18 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/0...-pro.provokatif

SCTV: Iklan "Bangkrut" Mega-Pro Provokatif




QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Stasiun televisi SCTV disebut-sebut sebagai salah satu media yang menolak untuk menayangkan materi iklan kampanye capres/cawapres Megawati-Prabowo.

Budi Darmawan yang membawahi departemen humas di SCTV mengakui, pihaknya menerima sejumlah materi iklan dari pasangan Megawati-Prabowo. Namun, karena pertimbangan-pertimbangan tertentu, tidak semua materi iklan tersebut diterima untuk ditayangkan.

"Yang saya lihat waktu itu, ada dua materi iklan. Salah satunya menampilkan gambar incumbent yang bilang 'bangkrut', padahal kalimat itu belum selesai, lalu iklan tersebut dilanjutkan dengan hal lain. Kami sih melihat ini ada potensi melanggar UU tentang Pemilu," kata Budi Darmawan melalui percakapan per telepon, Rabu (17/6) sore.

Jika mengacu kepada UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wapres, memang terdapat pasal-pasal yang melarang sejumlah hal yang berkaitan dengan kampanye. Misalnya pada pasal 41 (1c) yang disebutkan bahwa kampanye tidak dapat mengandung unsur penghinaan terhadap pasangan lain. Atau, ada pasal yang melarang iklan yang dapat dikategorikan mengganggu pembaca/pemirsa (pasal 51).

"Jadi waktu itu karena kami dapat dua materi iklan yang roh-nya sama, maka kami tidak memilih yang 'Bangkrut' karena kami melihat ada potensi-potensi provokasi, potensi rame-lah. Kami memilih alternatif iklan yang satunya lagi," sambung Budi lagi.

Lebih jauh Budi menegaskan bahwa proses pemilihan yang dilakukan terhadap materi iklan kampanye capres tidak hanya diberlakukan terhadap pasangan Megawati-Prabowo. "Kami juga melakukan proses pemilahan tersebut pada materi-materi iklan pasangan-pasangan lain. Pasangan JK-Wiranto pun sempat mengalami ini. Sebab, kami menilai iklan tersebut membanding-bandingkan pasangan satu dengan yang lain," kata Budi.

Secara etika, dalam dunia periklanan, kata Budi, membandingkan sebuah produk dengan produk lainnya dalam iklan merupakan hal yang melanggar etika. "Misalnya kami bilang media ini lebih bagus dibanding media itu, atau mi ini lebih enak dibanding mi itu. Ya, capres-cawapres pun kami memandangnya seperti itu," kata Budi.

Bahkan, untuk pasangan incumbent SBY-Boediono pun, SCTV pernah tidak meloloskan permintaan mereka terkait dengan masalah iklan kampanye. "Waktu itu tim mereka meminta agar iklan ditayangkan sebelum azan maghrib. Kami menolak, karena menurut kami, apa ya? Ya, semacam memadankannya dengan agama lah. Makanya kami tolak," ujar Budi.

Budi menegaskan, pada dasarnya pihak SCTV menghormati dan menghargai tim-tim yang terkait dengan seluruh pasangan capres-cawapres. "Kami pun sebagai media tentu akan menjaga kredibilitas kami. Selain itu, kami pun harus bertanggung jawab untuk setiap materi yang tayang. Jangan sampai kami terseret dengan pelanggaran undang-undang," tandas Budi.


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 17 Juni 2009 | 19:43 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/0...is.jadi.ditolak

Trans TV: Iklan Enggak Etis Jadi Ditolak



YOUTUBE
Cuplikan iklan milik Megawati-Prabowo kini menyebar lewat situs video Youtube.


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak stasiun televisi Trans TV mengakui menolak salah satu iklan pasangan Megawati dan Prabowo. Hal tersebut dikatakan Marketing Public Relations Department Head Trans TV Hadiansyah Lubis saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (17/6) petang.

"Yang ditolak hanya iklan yang versi terbaru versi harga, kalau iklan versi lainnya tayang seperti biasa," kata Hadiansyah Lubis. Ia mengatakan hal tersebut semata-mata dilakukan karena pihaknya keberatan dengan cara visualisasinya.

Ia mengatakan, untuk memutuskan sebuah iklan bisa ditayangkan atau tidak ada sensor internal yang dilakukan stasiun televisi. Trans TV sendiri, jelas Hadiansyah, membatasi agar iklan tidak menggunakan simbol-simbol negara, contohnya visualisasi kepala negara untuk menggambarkan hal yang dapat menimbulkan keresahan.

"Tidak etislah," ujar Hadiansyah. Selain itu, iklan tersebut dinilai tidak pantas karena memvisualisasikan capres lainnya sebagai materi untuk menyerang. Menurut Hadiansyah, kreativitas dalam beriklan pada dasarnya bebas, tetapi pihaknya ingin iklan menjadi bagian edukasi dan dilakukan dengan cara yang damai.

Alasan penolakan tayang iklan tersebut, kata Hadiansyah, sudah dijelaskan kepada tim kampanye Megawati dan Prabowo. Namun, ketika ditanya apakah hal tersebut sudah diberitahukan sebelumnya kepada tim kampanye Mega-Pro, ia mengatakan, pihaknya tidak membuat batasan secara khusus.

"Saya rasa mereka lebih paham batasannya bagaimana iklan yang pantas ditampilkan," ujarnya.

Ia menampik tuduhan bahwa ada intervensi dari pihak SBY-Boediono sehingga menolak iklan Mega-Pro. Selain itu, ia juga memastikan bahwa pihaknya tetap memberikan peluang proporsional kepada semua pasangan capres dan cawapres untuk beriklan sesuai aturan.


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
buat capres/cawapres manapun yg sedang berkompetisi Tounge.gif

buatlah iklan yg cerdas, jelaskan visi dan misi anda, apa yg akan diperbuat dan apa yg menjadi landasan anda berpikir seperti itu
buatlah sesuatu yg mempunyai fondasi cerdas berpikir, dgn pengetahuan dan skill yg dimiliki smile.gif

bukan membuat suatu kampanye "rendahan dan picisan" serta insult (saling menghina) Tounge.gif
itu sih maenan anak kecil yg rata2 saling ejek kalau lagi bermain gundu atau layangan Tounge.gif

masing2 sudah cukup mengecap waktu hidup yg lumayan lama di dunia ini kan? bukan berpikiran seperti anak kecil lagi
saling tuduh, saling ejek, saling menjatuhkan, walaaah, ngaco abis Waiting.gif
gimana mau memimpin negara ini dgn benar, kalau niat dari awal saja saling menjatuhkan lawan Tounge.gif

ingat, Indonesia ini adalah negara yg besar dan dianugerahi sumber daya alam yg sangat kaya,
kita smua harus saling bekerja sama dan bahu membahu dalam membangun negara ini, saling berkompetisi secara sehat
it takes a lot of people and power to run this country .....

bukan seperti rebutan lapak dgn gosok kiri kanan ngepul2 in gosip murahan untuk menjatuhkan lawan,
ngga ada bedanya dgn kumpulan penggosip yg ngga jelas tujuan nya dan tidak ada hasil positif nya ke depan ...

coba lah berpikir dewasa, jangan seperti anak kecil Tounge.gif memalukan !

Salam,
OyOn

Peace.gif peace Peace.gif
CrystalMaiden
selama bisa dibuktikan bukannya its okay??
hhe
loginku
wuih,,,bener bener politik di indonesia,,,
saling menjatuhkan banget..

baru iklan partai aja, ada yang udah jelek2in partai laen, gimana kalo iklan capres dan cawapres..
buat team-sukses masing masing calon, mending yang dibahas bukan apa yang udah terjadi, tapi apa yang bakal calonnya lakuin di masa depan, ga usah ngomongin harga sembako yang naek, harga bensin yang naek, tapi yang diomongin, apa yang bakal dilakuin biar harga sembako ga makin naek, dan harga bensin ga makin naek..

jangan lupa juga bahas, soal pencemaran dan polusi yang makin menggila, dan dari yang gw tau, hal ini jarang banget dibahas
masalah lingkungan idup, kaya out-of-radar...


mudah2an pemilu besok, gw ga salah pilih Praying.gif
Handy_07
setuju sama Om OyOn Peace.gif
bersainglah secara sehat jgn menjatuhkan lawan Peace.gif
SqueaKy
tapi menurut gw... lebih baik lagi kalo stasiun TV itu netral.... ngga ada iklan2 capres gitu.... itu menurut gw loh....
argokuda
lebih baik bersaing secara sehat aja, g usah iklan yg macem2!
klu bersaing hendaklah melihat kapasitas diri kita dulu
jangan asal mejatuhkan lawan!

semoga pemilu capres-cawapres nanti aman dan tentram Peace.gif
CG
QUOTE (eoshicute @ Jun 18 2009, 01:24 AM) *
gwa kasian ama prabowo, namanya rusak gara2 gabung ama timnya mega BigGrin.gif


yupe.. ane setujuh ama pendapat ente smile.gif
cGnZ
Mending kl kampanye itu menceritakan kelebihan diri, kelebihan dari rencana2nya, bukan menjatuhkan lawan.
Mending dipilih karena visi-visinya bukan karena yang laen lebih ancur...
demon_crazy
apakah baik untuk menjadi lebih tinggi dari lainnya kita menginjak lawan kita
RianZA
Walopun di"serang" lewat udara, laut dan darat, tapi klo masyarkat indonesia merasakan bahwa pendidikan emang gratis, dana BLT betul bukan dari hutang, KUR, PUAP, PNPM emang signifikan ngefek gras root, gak perlu khawatir lah "gak kepilih lagi", jangan dipaksa ke "SMA" lah klo emang masih suka rebutan klereng, yang cocok ya masuk "TK".
Kaisar Volvo
wa demen bener dah komentarnya si oyon Laughing.gif
Abang Flanker
QUOTE (RianZA @ Jul 4 2009, 04:25 AM) *
Walopun di"serang" lewat udara, laut dan darat, tapi klo masyarkat indonesia merasakan bahwa pendidikan emang gratis, dana BLT betul bukan dari hutang, KUR, PUAP, PNPM emang signifikan ngefek gras root, gak perlu khawatir lah "gak kepilih lagi", jangan dipaksa ke "SMA" lah klo emang masih suka rebutan klereng, yang cocok ya masuk "TK".



you hit her hard bro, right to her heart !!
gw suka bgt sama penggunaan kata "SMA"..

anyway, strategi ofensifnya menurut gw bakal jadi bumerang, orang Indo ga semua oon, bisa tau mana yang lebih baik. emang sih, beberapa orang sudah menganggap dia sebagai dewa, jadi mau bener mau salah maen dukung aja.
Lina_S
QUOTE (geisha @ Jun 17 2009, 04:16 PM) *
kalau gw pribadi iklan seperti itu bukan mencerdaskan tapi lebih menjurus menyudutkan lawan walau emang kebenarannya bisa dipertanggung jawabkan...hal ini berpotensi untuk membuat suhu memanas dan bisa terjadi konflik..menurut saya siapapun capresnya kenapa tidak membuat iklan yang jelas dan menunjukkan kecerdasan dan tujuan mau dibawa kemana negara ini dari pada iklan yang memuji muji diri sendiri dan menyudutkan orang lain...sebaiknya berkaca dulu apa kita yang menyalahkan sesuatu sudah lebih baik dan mampu dari yang kita katakan salah...karena rakyat sudah bosan liat gaya narsis dan gak dewasa nya para makhluk haus jabatan tapi gak tau sebenarnya apa mau rakyatnya...janji siapun bisa tapi buat menepati dan bertanggung jawab belum tentu

yak betul....pribadi saya lebih condong dengan orang yang memang dari awal sudah terkesan baik dan memang baik dalam perilaku dan tindak tanduk. kalo baik secara tiba2 dan ada maunya....hmmm, saya harus berpikir ulang.
sekarang rakyat kita semakin pintar....tapi ada sebagian dari rakyat kita yang menjadi korban dan terombang ambing atas sikap orang2 pintar yang mencoba mencari celah dalam keadaan yang amat sangat mendukung.
jadi sekarang lebih baik memang berkaca...bercermin ...... instropeksi.....
terkadang memang kita akan semakin geram dengan kata2, perilaku dan kegiatan atau tindak tanduk orang "pintar" yang meuncul secara tiba2.....
semoga Indonesia semakin damai saja.....maju terus...pantang mundur...hargai sesama...itu akan memberikan perhargaan kepada anda semua...
dody2milis
ngga banged deh lihat iklannya...
manstein
QUOTE (Abang Flanker @ Jul 6 2009, 09:40 AM) *
QUOTE (RianZA @ Jul 4 2009, 04:25 AM) *
Walopun di"serang" lewat udara, laut dan darat, tapi klo masyarkat indonesia merasakan bahwa pendidikan emang gratis, dana BLT betul bukan dari hutang, KUR, PUAP, PNPM emang signifikan ngefek gras root, gak perlu khawatir lah "gak kepilih lagi", jangan dipaksa ke "SMA" lah klo emang masih suka rebutan klereng, yang cocok ya masuk "TK".



you hit her hard bro, right to her heart !!
gw suka bgt sama penggunaan kata "SMA"..

anyway, strategi ofensifnya menurut gw bakal jadi bumerang, orang Indo ga semua oon, bisa tau mana yang lebih baik. emang sih, beberapa orang sudah menganggap dia sebagai dewa, jadi mau bener mau salah maen dukung aja.


terbukti pada Pilpres ini.. kampanye dia untuk menjelekkan BLT.. ternyata menjadi boomerang .. dan kalah pemilihan presiden
jelatanista
lha kalo iklannya gak etis kenapa mesti maksa ditayangin??? udahlah mbak....
Vizard_
udah" ...
hasil dari pmilu dah d ktahui kan iklan mana yg paling adem ayem & gg kasih janji kosong yg menag ...

hho ..
bobohonaikhaji
dasar ibu2,,gwa suka partai PDI tapi ga suka capresny,,,
madures
untung bkn perempuan presidenx,seandaix mega jd presiden munkin akan banyak lg pulau & aset negara yg d jual..!! lom lg klo negara punya masalah,paling2 dia cm bs nangis..!! jujur saya jd kasian liat prabowo, dia salah memilih patner...!!!
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.