http://pemilu.okezone.com/index.php/read/2...ng-mega-prabowo
SBY-Boediono Paling Banyak Serang Mega-Prabowo
QUOTE
JAKARTA - Meski paling banyak mendapatkan serangan kampanye negatif (Negative Campaign), pasangan SBY-Boediono ternyata penyumbang terbesar serangan terhadap kubu Mega-Prabowo melalui media massa.
Strategy Public Relation melansir 85,1 persen berita yang bermuatan kampanye negatif terhadap Mega-Prabowo disumbang oleh kubu SBY-Boediono. Sementara kubu JK-Wiranto hanya menyumbang 3 persen bagi kampanye negatif Mega-Prabowo.
"Sebaliknya, berita yang bermuatan kampanye negatif terhadap SBY-Boediono ternyata sumber terbesarnya dari JK-Wiranto yaitu 52,1 persen. Sumber dari kubu Mega-Prabowo sebesar 45,4 persen," papar Direktur Strategy PR, Ali Nurdin saat memberikan keterangan pers di Restoran Omah Sendok, Jalan Empu Sendok, Kebayoran Baru Jakarta, Senin (29/6/2009).
Sementara itu, berita-berita yang berisi kampanye negatif terhadap JK-Wiranto bersumber dari kubu SBY- Boediono dengan prosentase 79,8 persen. Adapun kubu Mega-Prabowo hanya menyumbang 4,5 persen.
"Dengan demikian Mega-Pro dan JK-Wiranto hampir tidak pernah saling serang," tambah Ali.
Untuk kategori diserang dan menyerang, kubu Mega-Prabowo lebih banyak melontarkan kampanye negatif ketimbang menerima, yaitu 78 berita menyerang dan 67 berita diserang. Kubu SBY-Boediono lebih banyak menerima kampanye negatif meski banyak juga melontarkan kampanye negatif, yaitu 128 berita menyerang dan 163 berita diserang.
"Sedangkan JK-Wiranto memiliki porsi seimbang antara diserang dan menyerang. 89 berita menyerang dan diserang," tukas Ali.
Strategy PR melakukan riset terhadap pemberitaan sejumlah media cetak dan online untuk mengetahui isu-isu, sumber dan para pihak yang terkena kampanye negatif. Dari delapan koran terbitan Jakarta dan tiga media online, sebanyak 1.689 berita yang terbit antara 1 Juni hingga 22 Juni 2009 dianalisa. (hri)
Strategy Public Relation melansir 85,1 persen berita yang bermuatan kampanye negatif terhadap Mega-Prabowo disumbang oleh kubu SBY-Boediono. Sementara kubu JK-Wiranto hanya menyumbang 3 persen bagi kampanye negatif Mega-Prabowo.
"Sebaliknya, berita yang bermuatan kampanye negatif terhadap SBY-Boediono ternyata sumber terbesarnya dari JK-Wiranto yaitu 52,1 persen. Sumber dari kubu Mega-Prabowo sebesar 45,4 persen," papar Direktur Strategy PR, Ali Nurdin saat memberikan keterangan pers di Restoran Omah Sendok, Jalan Empu Sendok, Kebayoran Baru Jakarta, Senin (29/6/2009).
Sementara itu, berita-berita yang berisi kampanye negatif terhadap JK-Wiranto bersumber dari kubu SBY- Boediono dengan prosentase 79,8 persen. Adapun kubu Mega-Prabowo hanya menyumbang 4,5 persen.
"Dengan demikian Mega-Pro dan JK-Wiranto hampir tidak pernah saling serang," tambah Ali.
Untuk kategori diserang dan menyerang, kubu Mega-Prabowo lebih banyak melontarkan kampanye negatif ketimbang menerima, yaitu 78 berita menyerang dan 67 berita diserang. Kubu SBY-Boediono lebih banyak menerima kampanye negatif meski banyak juga melontarkan kampanye negatif, yaitu 128 berita menyerang dan 163 berita diserang.
"Sedangkan JK-Wiranto memiliki porsi seimbang antara diserang dan menyerang. 89 berita menyerang dan diserang," tukas Ali.
Strategy PR melakukan riset terhadap pemberitaan sejumlah media cetak dan online untuk mengetahui isu-isu, sumber dan para pihak yang terkena kampanye negatif. Dari delapan koran terbitan Jakarta dan tiga media online, sebanyak 1.689 berita yang terbit antara 1 Juni hingga 22 Juni 2009 dianalisa. (hri)
