Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Tunda Pilpres 2 Minggu Saja
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Fresh News > Politik
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Minggu, 5 Juli 2009 | 22:12 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/0...s.2.minggu.saja

Tunda Pilpres 2 Minggu Saja



Ray Rangkuti


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan presiden (Pilpres) 2009 harus ditunda karena masih banyak masalah dalam daftar pemilih tetap (DPT). Jika tidak, negara melanggar hak asasi warga.

"Tanggal 8, 9, 10, 11, 12 sama saja lima tahun toh? Kalau pakai saja dua minggu saya kira sudah cukup. Tapi itu harus diselesaikan oleh KPU, Presiden, DPR, MK, MA," ujar Direktur Masyarakat Lingkar Madani, Ray Rangkuti, saat ditemui di DPP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/7).

Menurut dia, memundurkan pilpres merupakan efek atau konsekuensi dari kewajiban negara untuk memenuhi hak rakyat. Oleh karena itu, KPU harus membereskan DPT fiktif.

Dia mengasumsikan masih ada setidaknya 15 juta pemilih yang belum terdaftar jika memakai data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jika memakai data DPR, jumlah pemilih tak terdaftar ada 44 juta orang. Sementara, menurut data Komnas HAM, 20-40 persen dari total pemilih pemilihan anggota legeslatif lalu belum terdaftar.

"Kalau kita ambil moderatnya saja ada sedikitnya 30 jutaan dikurangi lima juta, jadi ada 25 juta pemilih yang belum terdaftar," tuturnya. Dia menilai tidak mungkin membereskan masalah ini hanya dalam waktu tiga hari mendatang.
Sent from Indosat Blackberry powered by

BOB


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 6 Juli 2009 | 00:05 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/0....dalam.1x24.jam

Mega-JK Desak KPU Selesaikan DPT dalam 1x24 Jam




QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan calon presiden dan wakil presiden Jusuf Kalla-Wiranto serta Megawati-Prabowo mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelesaikan kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam waktu 1x24 jam.

Jika tidak, mereka meminta KPU memundurkan pelaksanaan pemilihan presiden 2009 . Waktu 1x24 jam ini terhitung sejak pukul 22.30 Minggu (5/7).

"Nah, karena itulah maka kami minta malam ini untuk ketemu KPU besok untuk membicarakan hal ini. Sekali lagi, ini bukan untuk kepentingan kami berdua, tapi untuk hak-hak rakyat yang kita bela," kata Jusuf Kalla usai pertemuan dengan Megawati.
Sent from Indosat Blackberry powered by

BOB


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 6 Juli 2009 | 02:41 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/0...ika.kpu.terbuka

Mega: Kisruh DPT Tak Terjadi Jika KPU Terbuka




QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com - Kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilihan presiden 2009 tidak akan terjadi jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) mau terbuka. Jika KPU mau jujur kepada masyarakat, pilpres 2009 akan berjalan lancar seperti pemilihan anggota legeslatif April lalu.

"Itu tidak terjadi kalau KPU mau terbuka untuk menyelesaikan permasalahan DPT. Kami berdua menginginkan seperti pemilu pertama yang berjalan demokratis dan rakyat dapat melaksanakannya lebih baik dan data yang ada seharusnya dapat dibuka. Masyarakat mengetahui bahwa tidak ada lagi permasalahan DPT," ujar Megawati Soekarnoputri dalam konferensi pers di DPP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Minggu (5/7).

Pada Senin (6/7) ini, Megawati bersama pasangannya Prabowo dan pasangan JK-Win akan mendatangi KPU guna menyelesaikan kisruh DPT tersebut. "Kami menunggu seperti apa yang dikatakan Pak Kalla waktunya sudah cukup. Sekiranya besok bisa menerima, seperti apa yang dikatakan, maka kami bisa tegakkan secara detil dan baik," jelasnya.

BOB


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 6 Juli 2009 | 03:16 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/0...ngegertak.doang

Ah..., Batas 1 x 24 Jam "Ngegertak Doang"!



DPT Bermasalah
Tim sukses pasangan capres-cawapres Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto menunjukkan daftar pemilih tetap bermasalah ke Badan Pengawas Pemilihan Umum di Kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat (26/6). Sekitar 2,2 juta data pemilih di Jawa Timur bermasalah, yaitu beberapa pemilih mempunyai nama, NIK, dan tanggal lahir yang sama.


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan calon presiden dan wakil presiden Megawati Soekarnoputri-Prabowo serta Jusuf Kalla-Wiranto mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk merevisi Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan presiden 2009 dari kekacauan. Kedua pasangan tersebut memberi waktu 1x24 jam kepada KPU untuk memperbaiki DPT itu.

Pengamat politik, Ray Rangkuti, mengatakan waktu 1x24 jam itu tidak realistis. Sebab, tidak mungkin memperbaiki DPT yang berjumlah puluhan juta itu. "Tidak mungkin mereka memperbaiki satu hari. Ajaib sekali itu, karena sulit," ujarnya kepada wartawan usai menghadiri silaturahmi kedua pasangan tersebut ke DPP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/7).

"Waktu 1x24 jam tidak realistis, tidak cukup," lanjutnya.

Menurut dia, tidak mungkin mengubah DPT seluruh Indonesia. Jangankan untuk Indonesia, kata dia, revisi pada satu kabupaten saja sulit dilakukan dalam waktu satu kali 24 jam. Apalagi harus mengubah bentuk file-nya dari program PDF ke Excel. Meski, tuturnya, Indonesia telah memiliki teknologi untuk itu. "Tapi untuk seluruh Indonesia itu masih sangat sulit. Satu kali 24 jam itu hanya gertakan saja. Karena tidak mungkin dilaksanakan," kata Ray.

Sementara, terkait masalah penggunaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk menggunakan hak pilih, Ray menilai hal itu tidak mampu mengatasi masalah DPT ini. Penggunaan KTP hanya mengatasi persoalan bagi masyarakat yang tidak terdaftar dalam DPT.

Sementara masalah DPT ganda tidak bisa diselesaikan dengan KTP. Namun, jika memang ada penambahan jumlah DPT, hal ini akan menimbulkan masalah baru. "Pertambahan jumlah pemilih itu, juga berisiko karena jumlah kertas suara yang dicetak persis yang ada di sini, yaitu 176 juta ditambah dua persen karena sesuai ketentuan UU seperti itu. Nah, kalau ada penambahan 10 juta misalkan, jadinya 186 juta, lalu yang 10 juta itu dicetak di mana? Padahal besok tinggal pemilunya," tukasnya.

Solusinya, lanjut Ray, bersihkan dulu DPT ganda. Baru setelah itu, dimasukkan DPT yang sesungguhnya.

BOB


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
hmmm Thinking.gif

terlepas dari siapapun peserta pencalonan presiden dan wapres, dari partai manapun, termasuk nih KPU satu hal yg perlu digarisbawahi Waiting.gif

"smuanya tukang kompor" Tounge.gif

kalau iya bermasalah, kenapa ngga dari dulu2 tokh diobrolin sblm kampanye jor joran, ini udah mau deket malah diblow up, bikin resah rakyat Waiting.gif
itu juga KPU, masa dikasi waktu 5 tahun belum beres2 juga ngurus pemilu, payah deh Waiting.gif


rakyat Indonesia itu sudah pinter, jangan bikin manuver yg aneh2, yang biasa2 aja deh smua
jangan nahan2 DPT, jangan ada serangan fajar, jangan ada maen2 an, tokh apapun yg diraih dgn cara yg tidak baik, akan tidak enak juga dijalananin nya

satu hal yg menggelitik di hati saya, waktu itu iseng2 ngobrol dgn tukang becak deket rumah ....

"Pak, kalau tgl 8, nanti mau milih siapa?
Wah ngga tau, lha wong udah 15 tahun saya narik becak, presiden nya dah ganti2, tetep aja saya narik becak "


jadi BigGrin.gif BigGrin.gif BigGrin.gif


Peace.gif peace Peace.gif
sankdėшa
^^ @ om OyOn setuju, tapi kenapa ga dibikin simpel aja ya...
seandainya saja waktu pencoblosan, masyarakat cukup membawa Tanda pengenal (dalam hal ini KTP yang berlaku) bukannya itu lebih simpel lagi Thinking.gif permasalahan DPT bisa diminimalisir, pemilih juga tidak dipersulit; HeHe.gif mo "nyumbangin" suara aja kok ribet ya NailBiting.gif

jangan mpe ditunda lah, agenda acara liburan buat 8 juli udah disiapin axehead.png haha.gif
masa kudu ditunda juga liburannya Doh.gif haha.gif
argokuda
weleh2 kok sampe ada acara mau batalin pilpres...
kok g kmrn2 jauh hari sblmnya protes, dah mau mulai pilpres kok bkin mumet KPU Hypnotized.gif
kok yg menggugat cuman dari dua kubu capres-cawapres aja yah... Thinking.gif
ada apa gerangan dibalik smua ini???
sebagai warga negara Indonesia marilah kita sukseskan pilpres sesuai jadwal yg telah ditetapkan
ciptakan perdamaian Peace.gif

mau contreng aja kok susah2....
mending nyontreng bini dolo axehead.png haha.gif
dark shadow
waduh,
baru tau kalo ada acara penundaan. kalo bisa sekalian hari sabtu or senen...
biar liburannya dobel... axehead.png
but, yang pasti lebih baik menyesuaikan dengan jadwal yang telah ditetapkan jauh hari dulu...


than'x for the topic...

Hug.gif
black night
hayah....
agenda yang dah dirancang jadi meradang axehead.png haha.gif

well....
apapun beritanya teuteup menghadirkan "kebodohan" tingkat elite bangsa Peace.gif

thanks for the share om
Hug.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 6 Juli 2009 | 13:36 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/0...jk-win.childish

Pendukung SBY-Boediono: Mega-Pro dan JK-Win "Childish"




QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Langkah pasangan calon presiden-calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan M Jusuf Kalla-Wiranto yang meminta Komisi Pemilihan Umum menunda penyelenggaraan Pemilu Presiden 2009 jika masalah daftar pemilih tetap (DPT) belum selesai dalam tempo 1 x 24 jam dinilai sebagai sikap yang kekanak-kanakan dan picik.

Ketua Umum DPP Komite 33 Dicky Arianto, sebuah organisasi sayap pendukung pasangan capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, mengatakan, motivasi kedua pasangan tersebut menekan KPU adalah kekhawatiran kalah pada pilpres.

"Jadi, mereka terus-menerus mencari celah agar pilpres gagal. Ini menunjukkan kepicikan dan sifat childish mereka," tuding Dicky pada jumpa pers, Senin (6/7) di Jakarta.

Dicky juga menilai, manuver mereka merusak ketenangan masa tenang hingga tanggal 8 Juli mendatang. Sementara itu, Ketua Dewan Pembina DPP Komite 33 Jemmy Setiawan mengatakan, kisruh DPT bukan hanya tanggung jawab KPU, tetapi juga seluruh partai politik peserta pilpres.

"Partai politik memiliki instrumen hingga cabang ranting. Mereka juga seharusnya proaktif memerhatikan konstituen mereka sejak pembukaan pendaftaran DPT," tukas Jemmy.

Menurut Jemmy, pilpres harus tetap dilaksanakan pada tanggal 8 Juli mendatang. Penundaan pilpres hanya akan menciptakan efek domino, seperti tercederainya komunikasi, hilangnya kepercayaan internasional, serta biaya penyelenggaraan pilpres yang membengkak.

"Basi jika mereka meminta penundaan pilpres demi rakyat. Penundaan pilpres membuat anggaran pilpres membengkak. Padahal, anggaran pilpres diambil dari pajak rakyat," ujarnya.

Ada yang unik pada konferensi pers hari ini. Sepanjang konferensi pers, Jemmy berkali-kali keserimpet menyebut DPT sebagai DCT (daftar calon tetap). Padahal, kedua istilah tersebut memiliki makna yang berbeda. DCT berisikan nama-nama calon anggota legislatif yang lolos syarat administratif pada Pemilu Legislatif 2009. Hingga di penghujung acara, Jemmy tetap menyebut DCT walaupun telah dikoreksi berkali-kali oleh rekannya, Dicky.
Sent from Indosat Blackberry powered by

HIN


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
halah2 ... mulai juga kubu SBY-Boediono membalas ...

ah buat ane sih, smuanya juga sama aja deh ...
yang saling gosok, saling gesek, saling sindir, makin maknyussssssss .... kliatan childish smua Tounge.gif

udah lah, smuanya rembugan, saling rukun dan saling membantu demi kemajuan bangsa ini,
lha negara lain udah jalan2 ke luar angkasa, masa negara kita masih ngubek2 masalah ginian Tounge.gif .....


Salam,
OyOn

Peace.gif peace Peace.gif
argokuda
^^
setuju ama om OyOn
menang atau kalah itu dah biasa...
klu yg luar biasa tu para capres bs rukun, g mikir jabatan mulu... Tounge.gif

lebih cepat kita lanjutkan pilpres untuk kepentingan rakyat Whistle.gif

manstein
penundaan..penundaan.. kapan pernah menepati jadwal.. ??
SqueaKy
^
^
tapi menurut gw ngga usah ditunda jg ngga papa koq....
yang penting rakyat memilih.....
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.