Dari informasi media massa yang ia peroleh sampai kemarin, Mun段m menyimpulkan, "Alda mati overdosis bukan karena kecelakaan atau bunuh diri ketika mengkonsumsi heroin atau morfin, tetapi kemungkinan karena dibunuh peer group-nya," ungkapnya ketika dihubungi Kamis (14/12) malam.
Ia menduga, Alda hendak meninggalkan kelompoknya dan berhenti mengkonsumsi narkotik. Hal ini membuat kelompok pengguna dan bandar narkotik khawatir. Lalu dibuatlah sebuah pesta perpisahan narkotik. "Di situlah Alda mendapat hot shot," tandas Mun段m.
Ia menduga, kelompok pengguna yang membunuh Alda, termasuk kelompok lama yang sudah memiliki jaringan kuat dan piawai melakukan hot shot.
Di tempat kejadian perkara (TKP) ditunjukkan antara lain dengan adanya macam-macam minuman beralkohol, dua botol infus ringer laktat yang sebagian isinya sudah hilang, jarum suntik berukuran 1 cc atau insulin.
Mun段m mengatakan, kalau melihat berita hasil otopsi, Alda mati mendadak karena over dosis. Nah, sabu dan ekstasi tidak akan menyebabkan kematian mendadak. Lagi pula disebutkan, Alda tidak kekurangan cairan. "Yang bisa menyebabkan kematian mendadak dalam kasus narkoba itu ya cuma heroin atau morfin," ujar Mun段m yang menduga Alda dibunuh.
Notes :
- diambil dari KOMPAS
- Polisi harus kerja keras nih .............. jaringan mafia tuh pak Pol.