Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Ekspedisi Bulan
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Academia > Science and Technology > Space and Astronomy
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 1 Juli 2009 | 08:15 WIB
http://sains.kompas.com/read/xml/2009/07/0...emukan.di.bulan

Uranium Ditemukan di Bulan




JAKARTA, KOMPAS.com — Data terbaru dari wahana luar angkasa Jepang, Kaguya, menunjukkan keberadaan uranium di bulan. Temuan itu merupakan bukti pertama keberadaan elemen radioaktif di sana, demikian pernyataan para peneliti.

Mereka mengumumkan temuan itu pada Lunar and Planetary Conference Ke-40 dan Proceedings of the International Workshop Advances in Cosmic Ray Science. Temuan itu sekaligus memunculkan pemikiran bahwa pembangkit nuklir dapat dibangun di bulan.

Kaguya yang diluncurkan pada 2007 dan mengakhiri misinya pada 10 Juni mendeteksi uranium melalui spektrometer sinar gamma. Alat yang dipakai memetakan komposisi permukaan bulan, keberadaan torium, potasium, oksigen, magnesium, silikon, kalsium, titanium, dan besi.

”Kami telah menemukan uranium yang belum pernah dilaporkan sebelumnya,” kata peneliti senior di Planetary Science Institute yang berbasis di Tucson sekaligus anggota tim peneliti Kaguya, Robert Reedy.

Mereka juga memperoleh elemen lain dan mengonfirmasi hasil sebagaimana ditemukan pada peta lama. Temuan itu dapat membantu rencana manusia pada masa datang dan lebih jauh kelangkaan uranium di bumi dapat dicukupkan melalui uranium di bulan.

GSA
Sumber : SPACE.COM

Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 22 Juni 2009 | 05:38 WIB
Oleh Yulvianus Harjono
http://sains.kompas.com/read/xml/2009/06/2...makin.menjauh...

Bulan Ternyata Makin Menjauh...




KOMPAS.com-Pada suatu masa—jutaan tahun ke depan—keturunan kita tidak akan bisa melihat bulan seperti sekarang.

Tidak ada lagi fenomena gerhana matahari ataupun bulan total, kecuali dalam jejak rekam sejarah sains. Lambat, tetapi pasti bulan semakin bergerak menjauh dari bumi.

Bukan tanpa alasan Neil Armstrong—manusia pertama yang menginjakkan kakinya di bulan—meninggalkan jejak panel reflektor yang terdiri atas 100 cermin beberapa menit sebelum dia meninggalkan bulan pada 21 Juli 1969. Reflektor inilah yang kemudian menuntun manusia pada penemuan fakta mencengangkan.

Memanfaatkan reflektor yang tertinggal di bulan, Prof Carrol Alley, fisikawan dari University of Maryland, Amerika Serikat, mengamati pergerakan orbit bulan. Caranya adalah dengan menembakkan laser dari observatorium ke reflektor di bulan. Di luar dugaan, dari hasil pengamatan tahunan, jarak bumi-bulan yang terekam dari laju tempuh laser bumi-bulan terus bertambah.

Diperkuat sejumlah pengamatan di McDonald Observatory, Texas, AS, dengan menggunakan teleskop 0,7 meter diperoleh fakta bahwa jarak orbit bulan bergerak menjauh dengan laju 3,8 sentimeter per tahun.

Para ahli meyakini, 4,6 miliar tahun lalu, saat terbentuk, ukuran bulan yang terlihat dari bumi bisa 15 kali lipat daripada sekarang. Jaraknya saat itu hanya 22,530 kilometer, seperduapuluh jarak sekarang (385.000 km).

Seandainya manusia sudah hidup pada masa itu, hari-hari yang dijalankan terasa lebih cepat. Hitungan kalender pun bakal berbeda. Bagaimana tidak, jika dalam sebulan waktu edar mengelilingi bumi hanya 20 hari, bukan 29-30 hari seperti sekarang. Rotasi bumi ketika itu pun berlangsung lebih cepat, hanya 18 jam sehari.

Jutaan tahun dari sekarang, seiring dengan menjauhnya bulan, hari-hari di bumi pun akan semakin lama, hingga mencapai 40 hari dalam sebulan. Hari pun bisa berlangsung semakin lama, hingga 30 jam. Lantas, mengapa ini bisa terjadi?

Takaho Miura dari Universitas Hirosaki, Jepang, dalam jurnal Astronomy & Astrophysics mengemukakan, jika bumi dan bulan, termasuk matahari, saling mendorong dirinya. Salah satunya, ini dipicu interaksi gaya pasang surut air laut.

Gaya pasang surut yang diakibatkan bulan terhadap lautan di bumi ternyata berangsur-angsur memindahkan gaya rotasi bumi ke gaya pergerakan orbit bulan. Akibatnya, tiap tahun orbit bulan menjauh. Sebaliknya, rotasi bumi melambat 0,000017 detik per tahun.

Stabilitas iklim

Fakta menjauhnya orbit bulan ini menjadi ancaman tidak hanya populasi manusia, tetapi juga kehidupan makhluk hidup di bumi. Pergerakan bulan, seperti diungkapkan Dr Jacques Laskar, astronom dari Paris Observatory, berperan penting menjaga stabilitas iklim dan suhu di bumi.

”Bulan adalah regulator iklim bumi. Gaya gravitasinya menjaga bumi tetap berevolusi mengelilingi matahari dengan sumbu rotasi 23 derajat. Jika gaya ini tidak ada, suhu dan iklim bumi akan kacau balau. Gurun Sahara bisa jadi lautan es, sementara Antartika menjadi gurun pasir,” ucapnya kepada Science Channel.

Sejumlah penelitian menyebutkan, pergerakan bulan juga berpengaruh terhadap aktivitas makhluk hidup. Terumbu karang, misalnya, biasa berkembang biak, mengeluarkan spora, ketika air pasang yang disebabkan bulan purnama tiba.

Bulan penuh juga dipercaya meningkatkan perilaku agresif manusia. Di Los Angeles, AS, kepolisian wilayah setempat biasanya akan lebih waspada terhadap peningkatan aktivitas kriminal saat purnama.

Menjauhnya bulan dari bumi diyakini ahli geologis juga berpengaruh terhadap aktivitas lempeng bumi. Beberapa ahli telah lama menghubungkan kejadian sejumlah gempa dengan aktivitas bulan. ”Kekuatan yang sama yang menyebabkan laut pasang ikut memicu terangkatnya kerak bumi,” ucap Geoff Chester, astronom yang bekerja di Pusat Pengamatan Angkatan Laut AS, seperti dikutip dari National Geographic.

Beberapa kejadian gempa besar di Tanah Air yang pernah tercatat diketahui juga terkait dengan pergerakan bulan. Gempa-tsunami Nanggroe Aceh Darussalam (2004), Nabire (2004), Simeuleu (2005), dan Nias (2005) terjadi saat purnama. Gempa Mentawai (2005) dan Yogyakarta (2005) terjadi pada saat bulan baru dan posisi bulan di selatan.

Misi terbaru NASA

Kini, bulan sebagai tetangga terdekat bumi kembali menjadi perhatian riset astronomi di dunia. Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) pada Jumat (19/6) meluncurkan wahana LCRoS (Lunar Crater Observation and Sensing Satellite) di Cape Canaveral, AS. Wahana ini adalah bagian dari misi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO), yaitu persiapan program mengembalikan astronot ke bulan tahun 2020 setelah terakhir dilakukan pada 1969-1972 (Reuters, 18/6).

Sasaran utama misi LCRoS untuk memastikan ada tidaknya air beku yang dipercaya berada di kawasan kawah gelap dekat kutub bulan. Dibantu dengan LRO yang memetakan permukaan di bulan secara detail, kedua misi baru ini mengisyaratkan hal besar: menancapkan tonggak baru soal kemungkinan membangun koloni di luar bumi!

Namun, dengan penuh kerendahan hati, Craig Tooley, LRO Project Manager, mengatakan, ”Pengetahuan kita tentang bulan secara keseluruhan saat ini masih minim. Kita punya peta lebih baik tentang Mars, tetapi tidak untuk bulan kita sendiri.”

Sumber : Kompas Cetak

Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Jumat, 19 Juni 2009 | 09:00 WIB
http://sains.kompas.com/read/xml/2009/06/1...ri.air.ke.bulan

NASA Luncurkan Satelit Pencari Air ke Bulan



AP PHOTO
NASA luncurkan satelit pencari air ke bulan.


WASHINGTON, KOMPAS.com — NASA meluncurkan dua satelit penelitian ke antariksa, Kamis (18/6), dalam langkah pertama perjalanan panjang untuk mengembalikan manusia ke Bulan pada 2020.

Dua misi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) dan LCROSS diluncurkan dengan menggunakan roket Atlas V dari Pusat Antariksa Kennedy, Florida, dalam misi penelitian bersejarah ke Bulan guna mencari sumber air dan tempat pendaratan bagi satelit Bumi.

Cuaca buruk menunda peluncuran tersebut selama 20 menit, sebelum para pejabat dari Badan Antariksa AS memberi lampu hijau bagi peluncuran misi itu.

Badan Antariksa AS, yang berharap dapat mengirim astronot ke satelit alam Bumi paling lambat 2020 untuk kunjungan pertama sejak 1972, mengumumkan bahwa badan tersebut berada pada jalur untuk meluncurkan misi LRO dan LCROSS dengan menggunakan roket Atlas V dari Pusat Antariksa Kennedy, Florida.

Sehari setelah menangguhkan peluncuran pesawat ulang-alik Endeavour untuk kedua kali dalam satu pekan akibat kebocoran bahan bakar hidrogen, NASA menyatakan, lembaga itu menyiapkan tiga jendela pada pukul 17.12 waktu setempat (Jumat, 04.00 WIB), pukul 17.22 waktu setempat (Jumat, 04.22 WIB) dan pukul 17.32 waktu setempat (Jumat, 04.32 WIB). Jika tak ada yang berhasil, para pejabat telah memaraf tiga peluang lagi pada Jumat malam.

Misi tersebut adalah langkah pertama dalam perjalanan panjang guna melakukan eksplorasi lebih lanjut mengenai sistem matahari ke planet, Mars dan lebih jauh lagi. "Misi robot itu akan memberi kami keterangan yang kami perlukan guna membuat keputusan mengenai kehadiran manusia pada masa depan di bulan," kata Manajer Program Todd May kepada wartawan awal pekan ini.

Satelit Pengindera dan Pengamatan Kawah Bulan (LCROSS) secara khusus akan menjadi upaya paling spektakuler NASA selama bertahun-tahun. Untuk mencari es air di Bulan—komponen paling penting bagi rencana penempatan koloni manusia di Bulan—penyelidikan tersebut akan menganalisis data dari Bulan setelah roket Centaur, yang terpisah, jatuh di kawah gelap yang selamanya, di bagian gelap Bulan yang tak pernah terkena sinar Matahari.

Setelah meneliti benda bulan, satelit peneliti Kamikaze akan mengikuti langkah roket itu dengan menjatuhkan dirinya di Bulan dengan kecepatan rata-rata 2,5 kilometer per detik. Secara keseluruhan, NASA menyatakan, kedua misi itu akan menggali sebanyak 500 ton meter benda bulan dan mulai mencari tanda kemungkinan sumber air yang telah lama membeku dan mengkaji susunan mineral yang tak pernah disaksikan di dunia.

Adapun LRO diharapkan dapat memajukan dasar pengetahuan upaya antariksa melalui keberadaan selama satu tahun di orbit sekitar 50 kilometer yang merupakan jarak paling dekat setiap pesawat antariksa pernah terus-menerus mengorbit di bulan.

Misi LRO sebesar 500 juta dollar AS dirancang untuk memberi NASA peta mengenai ketepatan yang tak pernah terjadi sebelumnya, yang akan penting dalam memetakan tempat yang mungkin bagi pendaratan.

ONO
Sumber : Antara

Peace.gif peace Peace.gif
Pakdhe HM
akhirnya NASA kembali buat misi ke bulan
sangat ditunggu2 ni, sekaligus menepis isu2 hoax pendaratan Neil Amstrong.

mudah2an masih sempat menyaksikan
Peace.gif
evan01
kalo udah niat ingsun tinggal di luar bumi, yg juga kudu dipertimbangken adalah keadaan gravitasi nol <zero gravity environment> agar supaya kita ndhak ngapung srunthulan. begitu juga dgn barang-barang kita.


ada yg punya ide ato info???

one^neo
misi ke bulan tu udh basi sebnernya..satu2nya alasan yg masi mgkin emng ide rencana bulan sbg tempat landasan peluncuran wahana2 luar angkasa di kemudian hari..

d bulan tanpa atmosfer n gravity lbh kecil otomatis biaya peluncuran wahana jd lebih murah..
ini utk memudahkan expansi manusia kemana2 di kemudian hari...
polokotok
kira kira dibulan apakah ada yang bisa diolah buat kelangsungan hidup manusia ngga ya
evan01
ngngng... kayaknya selain mineral dan logam, tanah bulan 'gak bisa dipake buat nanem kangkung ato padi.





menurut gw mungkin karena kondisi tanpa atmosfer, jadi permukaan bulan bner-bner tandus-dus-dus-duuuus...
meskipun bgitu, di tempat-tempat tertentu kayak di kutubnya, ada deposit es yg disebabkan oleh komet-komet kecil yang nyungsep di masa lalu.



kalopun manusia nanti bikin koloni di bulan, teknologi kebon aeroponik kayaknya cucok, bro. buat sementara ini baru beberapa spesies aja yg bruntung jalan-jalan ke luar bumi. aeroponik gak perlu tanah <soil based> ato diclupin ke aer <water based>. supply aer dan nutrisinya disemprotin lewat nozzle kecil, trus nemplok di akar untuk disruput oleh akar.
<srruuuuuuuppss~~~ manthaap nutrisinya>


inipun masih dalam evaluasi, kerna pertumbuhan tumbuhan dalam kondisi zero gravity jelas berbeda dengan yg tumbuh di bumi.

mohon masukan info dan ide dari sodara-sodara yang laeeeeeen~~~...
evan01
dari mading APOD, ada info baru ttg misi pencarian aer di bulan



sayangnya di lokasi yg didalam potret ini, tebal lapisan ini hanya dalam ukuran micron, lebih tipis dari kertas HVS. jadi timbul argumen bahwa lapisan ini terbentuk ketika partikel hidrogen yg berasal dari matahari berinteraksi dengan partikel oksigen yg ada di permukaan bulan <dalam skala besar tentunya>. lokasi ini berada di bagian punggung bulan. untuk selanjutnya, satelit LCROSS akan nimpuk permukaan bulan dgn proyektil untuk melihat apakah ada lapisan es yg bisa terbongkar akibat jatuhnya proyektil tsb. si elkros sendiri akan terjun juga di tempat laen untuk tujuan yg sama. slamat jalan, pahlawan bertopeng elkros, kami akan mengenangmu crying_anim02.gif

ref:
http://antwrp.gsfc.nasa.gov/apod/ap090928.html
http://news.nationalgeographic.com/news/20...oon_oxygen.html

mohon masukan tambahan dari sodara-sodara semuaaaaa~~~
evan01
hari jum'at kemaren, si elkros <LCROSS> suxes melepaskan roket Centaur ke permukaan bulan dan stasion MIR yg ngambil potretnya.






yg diseblah kanan bawah adalah zoom-nya dari taburan permukaan bulan yg kesundul Centaur <~3 km/det>, uff...debunya banyak...uhuk-uhuk HeHe.gif . prosesnya kira-kira kayak gini :



dari kecepatan nyungsepnya, centaur nyekop tanah bulan berdiameter 28 m dengan kedalaman 5 m. sementara satria elkros nyendok 18 m dengan kedalaman 3.5 m, jadi mendaratnya lebih empuk chaong.gif <--- jealous.gif empuk tapi brantakan gitu~
jojo8228
India Temukan Air di Bulan, Hmmm adakah makhluk hidup di bulan??





QUOTE
LONDON--MI: Misi pertama India ke Bulan telah menemukan bukti mengenai air dalam jumlah yang sangat banyak di permukaannya, demikian laporan harian The Times, Kamis (24/9).

Data dari pesawat antariksa Chandrayaan-1 juga menunjukkan air masih terbentuk di Bulan, kata surat kabar Inggris tersebut.

"Itu sangat memuaskan," kata harian tersebut, yang mengutip Mylswamy Annadurai, direktur proyek misi itu di Organisasi Penelitian Antariksa India di Bangalore.

Surat kabar tersebut melaporkan terobosan dijadwalkan diumumkan oleh Badan Antariksa dan Penerbangan AS, Kamis (24/9).

Laman NASA menyatakan lembaga itu berencana menyelenggarakan taklimat buat media pada pukul 14.40 waktu setempat pada 24 September guna "mengungkapkan temuan ilmiah baru mengenai Bulan" dari data yang dikumpulkan selama misi antariksa nasional dan internasional.

Pesawat antariksa tanpa awak milik India diperlengkapi dengan Moon Mineralogy Mapper, milik NASA. (Ant/OL-04)


Sumber: Media Indonesia.Com


Berita lama sih, september 2009. Mudah2an gak repost. Klo repost delete aja hehehe....


Regards,
Jojo8228
evan01
waaaah.. kalo di setip sayang skaliiii~~... ini info penting hlooo... bang jojo, gimana kalo boleh usul di jahit aja ke topic-nya bang OYON ttg Ekspedisi Bulan.

http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=218910

OhYesOhNo
ane merge ya smile.gif .... supaya ceritanya nyambung mengenai eksplorasi bulan smile.gif
one^neo
jadi logikanya aer d bulan gmana ni??
klo d permukaan kn ga mgkin..
chacoure
Enak juga tuh klo bisa punya koloni di bulan... ntar ada liburan ke bulan...
mattnewbie
Byur... 25 Galon Air Muncrat dari Permukaan Bulan




Senin, 16 November 2009 | 08:14 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Sungguh mengejutkan hasil eksperimen penembakan proyektil yang dilakukan badan antariksa AS (NASA) ke permukaan Bulan belum lama ini. Betapa tidak, meski hanya menghasilkan lubang kecil, tembakan tersebut menyebabkan sekitar 25 galon atau hampir 100 liter air muncrat dari permukaan Bulan dalam bentuk es dan uap air.

"Kami menemukan air. Dan kami tidak hanya menemukan dalam jumlah sedikit. Kami menemukan kandungan yang signifikan," ujar Anthony Colaprete, ilmuwan NASA saat mengumumkan hal tersebut, Jumat (13/11). Temuan ini semakin meyakinkan para ilmuwan bahwa Bulan makin cocok dijadikan tempat tinggal alternatif bagi manusia.

Kandungan air yang cukup besar akan memudahkan pembangunan fasilitas penelitian di Bulan seperti yang dicita-citakan selama ini. Selain untuk memenuhi kebutuhan air minum, air juga penting dalam pembuatan bahan bakar roket.

Untuk memperoleh bukti adanya air, NASA harus mengorbankan satelit Lunar Crater Observation and Sensing Satellite (LCROSS) yang diluncurkan bersama dengan misi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) pada 18 Juni 2009. LRO menempatkan diri di orbit Bulan, sedangkan LCROSS memisahkan diri dan melenting beberapa kali ke orbit Bulan dan Bumi untuk meningkatkan kecepatannya hingga melesat seperti peluru sebelum menumbuk Bulan.

Setelah melakukan perjalanan selama 113 hari dengan menempuh jarak 9 juta kilometer, LCROSS kemudian menghunjam ke permukaan Bulan. Sebelum menabrakkan diri, sebuah roket bernama Centaur lebih dulu dilepaskan untuk menghasilkan efek tabrakan ganda berselang empat menit. Tabrakan yang diarahkan ke sebuah kawah Cabeus dekat kutub selatan Bulan itu menghasilkan muncratan setinggi hampir dua kilometer.

Ini memang bukan kabar pertama penemuan air di Bulan. Pada misi-misi sebelumnya pernah terungkap adanya kemungkinan kandungan hidrogen yang merupakan unsur penting pembentuk air di kawah-kawah Bulan dekat kutubnya dalam bentuk padat. Pada September 2009, sebuah kajian ilmiah juga menyimpulkan bahwa tanah Bulan mengandung elemen air.

Sumber: kompas.com
Danu_Murphy
wah bagus lah ..
berarti selangkah lebih maju lagi perjalanan manusia menembus angkasa ...
tapi berapa banyak biaya yang harus dikeluarjan yach ... Thinking.gif ..
Crescent Moon
Setidaknya tinggal kembangin atmosfer buatan n oksigen untuk hidup disana.
che_aja
Ini room pengetahuan bro.. Bukan room humor dan canda!!
one^neo
^knpa lagi tu bro alelujah?salah apa tu orang..pnasaran HeHe.gif
wah gw blom dapet ni logikanya bisa2na ada aer d bulan...
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.