Laporan wartawan Persda Network Ade Mayasanto
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/0....gantikan.kalla
Ical Siap Gantikan Kalla

QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat yang juga Anggota Dewan Penasihat Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan kesiapan diri untuk menjadi pengganti Jusuf Kalla di Partai Golkar.
Kesiapan memimpin partai berlambang pohon beringin ini dikemukakan Aburizal Bakrie sebelum mengikuti rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (14/7).
"Siap saja, Insya Allah," kata pria yang disapa Ical ini. Menurut Ical, keikutsertaan untuk mengisi posisi Ketua Umum Partai Golkar tak terlepas dari keinginan dirinya melepas diri di kabinet. "Kalau saya kan sudah bilang tidak mau di pemerintah lagi," ujarnya.
Meski demikian, dia mengemukakan, Golkar di masa mendatang mempunyai dua pendapat. "Bisa mendukung kebijakan pemerintah atau suatu saat memberikan kritik dan evaluasi kebijakan," ungkapnya.
Pria terkaya versi majalah Forbes ini mempersilakan kader-kader Golkar menjadi anggota kabinet. "Ini tergantung kemampuan kader-kader Golkar, dipilih secara kemampuan kan bagus," ungkapnya.
Ketua Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto yang juga Menteri Perindustrian, Fahmi Idris, menegaskan, Partai Golkar tetap akan menjadi partai penyokong pemerintah hingga 20 Oktober 2009. "Kalau nanti tergantung munas," paparnya.
Fahmi mengatakan, kebijakan menjadi partai oposisi diserahkan sepenuhnya kepada pimpinan baru Partai Golkar. "Oposisi tergantung pimpinan yang baru. Tapi kalau Pak Aburizal, ya sudah tahu kan arahnya ke mana kan," katanya.
Menyangkut posisi Jusuf Kalla di Partai Golkar, Fahmi mengaku tidak terlalu kepincut untuk berkompetisi bersama Ical. "Aku enggak punya duit dan enggak mau menyogok," kata Fahmi.
Fahmi menuturkan, dirinya akan lebih melakoni tiga hobi yang selama ini tertunda. "Saya akan menyalurkan hobi saya, tahu enggak hobi saya, motor gede, dan menyelesaikan S-3 saya di Unpad dan kembali ke habitat saya sebagai businessman," paparnya.
Kesiapan memimpin partai berlambang pohon beringin ini dikemukakan Aburizal Bakrie sebelum mengikuti rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (14/7).
"Siap saja, Insya Allah," kata pria yang disapa Ical ini. Menurut Ical, keikutsertaan untuk mengisi posisi Ketua Umum Partai Golkar tak terlepas dari keinginan dirinya melepas diri di kabinet. "Kalau saya kan sudah bilang tidak mau di pemerintah lagi," ujarnya.
Meski demikian, dia mengemukakan, Golkar di masa mendatang mempunyai dua pendapat. "Bisa mendukung kebijakan pemerintah atau suatu saat memberikan kritik dan evaluasi kebijakan," ungkapnya.
Pria terkaya versi majalah Forbes ini mempersilakan kader-kader Golkar menjadi anggota kabinet. "Ini tergantung kemampuan kader-kader Golkar, dipilih secara kemampuan kan bagus," ungkapnya.
Ketua Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto yang juga Menteri Perindustrian, Fahmi Idris, menegaskan, Partai Golkar tetap akan menjadi partai penyokong pemerintah hingga 20 Oktober 2009. "Kalau nanti tergantung munas," paparnya.
Fahmi mengatakan, kebijakan menjadi partai oposisi diserahkan sepenuhnya kepada pimpinan baru Partai Golkar. "Oposisi tergantung pimpinan yang baru. Tapi kalau Pak Aburizal, ya sudah tahu kan arahnya ke mana kan," katanya.
Menyangkut posisi Jusuf Kalla di Partai Golkar, Fahmi mengaku tidak terlalu kepincut untuk berkompetisi bersama Ical. "Aku enggak punya duit dan enggak mau menyogok," kata Fahmi.
Fahmi menuturkan, dirinya akan lebih melakoni tiga hobi yang selama ini tertunda. "Saya akan menyalurkan hobi saya, tahu enggak hobi saya, motor gede, dan menyelesaikan S-3 saya di Unpad dan kembali ke habitat saya sebagai businessman," paparnya.
Wedew
nyalonin sih nyalonin, cuman itu urusan lapindo bijimane
orang kek gini mau jadi pemimpin, ke laut aja deh , ingat azab kubur bang