Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Pengadilan Singapura: David Lakukan Bunuh Diri
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Fresh News > Internasional
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 29 Juli 2009 | 17:32 WIB
http://internasional.kompas.com/read/xml/2...ukan.bunuh.diri

Pengadilan Singapura: David Lakukan Bunuh Diri



TRIBUN BATAM
David Hartanto Widjaja


QUOTE
SINGAPURA, KOMPAS.com — Pengadilan Koroner Singapura akhirnya memutuskan bahwa kematian mahasiswa Indonesia yang belajar di Nanyang Technological University (NTU), David Hartanto Widjaja (21), adalah karena bunuh diri. Akibat dari keputusan Pengadilan Koroner ini, kasus kematian David berarti telah selesai dan dihentikan.

Seperti dilansir Strait Times, Rabu (29/7), Pengadilan Koroner membuat putusan tersebut setelah hasil penyelidikan yang dilakukan terhadap kematian David mengarah pada bukti kuat bahwa mahasiswa teknik itu memang telah merencanakan tindakan bunuh diri, sebuah kemungkinan yang berulang kali ditolak oleh pihak keluarganya.

Dari kesaksian di pengadilan terungkap, David yang tewas pada 2 Maret lalu akibat terjatuh dari lantai 4 kampus NTU terlihat meninggalkan kantor Profesor Chan Kap Luk, pengajar di universitas tersebut yang menuduh David berupaya menikamnya dengan sebilah pisau dapur.

Sejumlah saksi mata yang memberikan kesaksian di pangadilan menyatakan bahwa mereka melihat David menjatuhkan dirinya dari atap jembatan kampus. Hasil penyelidikan juga menunjukkan bahwa beberapa bulan sebelum ia jatuh dan meninggal, David Widjaja melakukan browsing di internet guna mencari tahu bagaimana cara melakukan bunuh diri.

Jejak kata yang terekam dan ditemukan pada laptop David juga menunjukkan mahasiswa teknik itu menggunakan search engine Google untuk mencari kata-kata a good way to commit suicide dan juga 10 metode paling sering digunakan untuk bunuh diri.

David juga mencari metode-metode pembunuhan dan menghabiskan waktu untuk membuka website How To Get Away With Murder.

Sersan Staf Senior Joe Ng Suan Teck, yang melakukan pemeriksaan forensik atas isi laptop Lenovo hitam milik David, menyatakan dalam sidang pengadilan bahwa jejak kata-kata yang diperolehnya termasuk pencarian internet link-link website memang berkaitan dengan bunuh diri dan pembunuhan.

Pemeriksaan laptop David juga memunculkan sesuatu yang mengindikasikan sebuah pesan bunuh diri. Ada sebuah catatan tanpa tanda tangan berjudul "Last Words" (kata-kata terakhir) yang dibuat pada 25 Januari.

Dalam catatan itu, yang dimulai dengan kalimat, "Jika e-mail ini terkirim, itu berarti saya tidak lagi berada di dunia ini." Penulis juga membuat gambar sebuah keluarga yang tidak bahagia. Pada gambar itu dikatakan, ia menjadi 'keras' dan berhenti menangis setelah usia 16. Penulis juga mengatakan, dirinya menemukan hidup yang lebih sulit dan rumit setelah memasuki universitas.

AC
Sumber : Straits Times


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: vivanews.com Jum'at, 31 Juli 2009, 18:27 WIB
http://nasional.vivanews.com/news/read/794...engan_singapura

Keluarga: Mengapa RI Takut dengan Singapura
Keluarga mempertanyakan, mengapa pemerintah Indonesia terkesan takut dengan Singapura.



Jasad David Hartanto Widjaja di samping keluarga (Facebook Christov Wiloto)


QUOTE
VIVAnews - Keluarga almarhum David Hartanto Wijaya menyayangkan pernyataan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda, soal tidak ada koordinasi antara keluarga dengan pemerintah. Keluarga mempertanyakan, mengapa pemerintah Indonesia terkesan takut dengan Singapura.

"Kami harapkan pemerintah RI serius. Kalau itu dilakukan, pemerintah kita sangat luar biasa hasilnya. Apa sih alasannya pemerintah kita takut sama Singapura," kata ketua tim advokasi kasus David, Christovito Wiloto bersama OC Kaligis, di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2009.

Tim advokasi juga menyesalkan adanya pernyataan Menlu yang menilai keluarga David berjalan sendiri. Menurut Christov, tidak mungkin keluarga dan tim advokasi belajar sendiri tanpa koordinasi pemerintah.

"Ketika kontrak pertama, kami lakukan di Kedubes RI di Singapura. Bukti-buktinya ada. Setiap kami kesana, tidak pernah bertemu Dubes RI," ujar dia.

Tim advokasi dan keluarga lebih sering berinteraksi dengan fungsi bidang penerangan dan sosial budaya KBRI Singapura, Yayan GH Mulyana. Pak Yayan hanya bantu di lingkup wewenangnya dia. Karena kami membentur tembok disana," kata dia lagi.


Peace.gif peace Peace.gif
sat_main
Wahai Indonesian Government ..... dimana harga dirimu , Putra bangsa di sikat di Negri orang koq gak bekoar ???.... , jgn cuma nganguk2 aje dong Pak mentri .....
cornellius
gini nih jadi nya kalo "orang dalem" nya pada jadi budak duit...
gak punya harga diri jadi nya.
kenapa gak ngelacurin anak ato istri nya aja kalo buat duit ampe gak ada malu gitu?
(beneran jengkel nih!!!)
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.