Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Lulusan Dokter Diperketat!
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Fresh News
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Kamis, 13 Agustus 2009 | 22:20 WIB
http://www.kompas.com/read/xml/2009/08/13/...kter.Diperketat

Lulusan Dokter Diperketat!




QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Demi menjaga mutu dokter Indonesia, lulusan pendidikan kedokteran diperketat. Pada tahun 2012, ijazah dokter hanya bisa dikeluarkan oleh pendidikan kedokteran yang sudah terakreditasi.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Fasli Jalal dalam acara seminar dan lokakarya Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indoneisa (ARSPI) dan Teaching Hospital Expo III di Jakarta, Kamis (13/8), mengatakan, dari 69 pendidikan tinggi kedokteran, baru 53 yang terakreditasi. Untuk pendidikan kedokteran di perguruan tinggi negeri, sekitar 63 persen berakreditasi A, sedangkan di perguruan tinggi swasta umumnya berakreditasi B dan C.

"Yang belum terakreditasi itu karena pendidikan kedokterannya baru dibuka atau ada syarat-syarat untuk akreditasi yang belum bisa dipenuhi. Tetapi sesuai amanat PP No 19/2005 tentang standar nasional pendidikan, profesi dokter yang diakui yang program studinya sudah terakreditasi," jelas Fasli.

Untuk pendidikan kedokteran yang belum terakreditasi akan diberi masa transisi. Jika untuk bisa memenuhi syarat akreditasi hanya perlu sekitar satu tahun, program studi kedokteran yang belum terakreditasi itu mesti diampu oleh pendidikan kedokteran dari perguruan tinggi lain yang berakreditasi A.

"Adapun untuk pendidikan kedokteran yang masih berakreditasi C dibantu oleh perguruan tinggi lain untuk bisa meningkat kualitasnya. Itu untuk menjaga mutu lulusan dokter kita," ujar Fasli.

Farid M Husain, Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan, mengemukakan, persoalan tenaga dokter umum dan spesialis di Indonesia menghadapi masalah dalam hal jumlah dan distribusinya. Sebanyak 70,5 persen dokter spesialis masih berpraktik di Pulau Jawa. Demikian juga dokter umum, sebanyak 64 persen terkonsentrasi di Pulau Jawa.

"Pemerintah akan bantu dengan beasiswa untuk memperbanyak dokter spesialis, terutama untuk bisa memenuhi kebutuhan di daerah luar Jawa. Tahun 2010, diharapkan ada 6.000 dokter yang bisa jadi spesialis. Tetapi sayangnya, pendaftar yang ada masih belum memenuhi syarat untuk bisa mensukseskan program itu," kata Farid.

Dalam kaitan dengan RS pendidikan, diharapkan bisa jadi tempat pembelajaran yang ideal bagi calon-calon dokter dalam mengembangkan ilmu dan memberi pelayanan yang memuaskan pada masyarakat. Untuk itu, kualitas RS pendidikan pun mesti ditingkatkan supaya memenuhi standar-standar yang sudah ditetapkan.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Rumah ARSPI Sutoto mengatakan, RS pendidikan penting untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan kedokteran. RS pendidikan diharapkan punya keunggulan supaya bisa jadi benchmark pelayanan kedokteran di Indonesia.

ELN


Peace.gif peace Peace.gif
Donny Ariawan
bagus, biar ga salah diagnosa n malpraktek terus.....orang kok jadi percobaan............
jazz4all
yup! g stuju bgt ini. g jg mahasiswa FK, tp ngrasa emang masi banyak katrol nilai untuk meluluskan mhsswa. lebih baik banyak yg ngulang drpd banyak manusia yg jadi korban. akan tetapi, pada stiap pengobatan, ttp aj pasti ad persentase failednya... hal ini bs krn faktor luar.. jd klo memang sang dokter uda melakukan pengobatan sesuai prosedur dan ternyata gagal, ya brarti memang istilahnya "kena sial"...hal ini gak bisa dipungkiri jg...
macfamous
nha ini yang bener ..
jangan cuma asal terima lulusan kedokteran trus asal sumpah pula ..
mesti dilihat bener kualitasnya .. biar ga ada yan namanya malpraktek lagi ;)
shadow lady
hufff...biarpun lulusannya bagus klo udh urusan ama duit tetep aja....
CrystalMaiden
^^^
seengganya berkualitas dan bisa dipertanggung jawabkan gelar dokternya
hendra7986
dokter sekarang bejat semua moralnya
my-blue-saphire
klo di Bikin buku dgn juduk "gara2 malpraktek dokter" udah jd novel jilid ke brp ya skr?
roniaxel
Dokter sekarang kebanyakan mata duitan ya. mungkin alasannya kuliahnya mahal, jadi cari balik modal dulu.
Harus ditekankan lagi tentang Sumpah dokter nya. masak semangat pengabdiannya kalah dengan tabib. tabib juga jarang yang hidupnya mewah2an. (ada juga si)

Pemerintah kalau pingin kesehatan murah dan maju salah satu jalan yaitu subsidi biaya pendidikan kedokteran, biar semua orang bisa jadi dokter dan dokternya semakin banyak. Sehingga ketika dokter di Indonesia sudah berlimpah jumlahnya, meminimalisir dokter2 yang suka jual mahal. Dan perusahaan farmasi persaingannya juga semakin sehat.

Selama ini mayoritas pendidikan dokter hanya bisa di enyam orang2 berduit. Padahal biasanya orang berduit biaya dan gaya hidupnya tinggi. Selain itu beberapa akan ada kesulitan oleh dokter yg asalnya dari orang2 mampu itu untuk ber-empati pada orang2 yang kurang mampu. akibatnya semangat pengabdiannya kurang.

Masyarakat sekarang banyak lari ke dukun2 atau tabib pengobatan alternatif salah satunya karena terdorong oleh biaya pengobatan yang tinggi. masyarakat sebenarnya sudah ter edukasi dengan baik bawa ke dokter itu bagus, namun karena terkenal dengan biaya tinggi dan dokter kurang merakyat akhirnya kenyataannya jadi lain.
roniaxel
Dokter sekarang kebanyakan mata duitan ya. mungkin alasannya kuliahnya mahal, jadi cari balik modal dulu.
Harus ditekankan lagi tentang Sumpah dokter nya. masak semangat pengabdiannya kalah dengan tabib. tabib juga jarang yang hidupnya mewah2an. (ada juga si)

Pemerintah kalau pingin kesehatan murah dan maju salah satu jalan yaitu subsidi biaya pendidikan kedokteran, biar semua orang bisa jadi dokter dan dokternya semakin banyak. Sehingga ketika dokter di Indonesia sudah berlimpah jumlahnya, meminimalisir dokter2 yang suka jual mahal. Dan perusahaan farmasi persaingannya juga semakin sehat.

Selama ini mayoritas pendidikan dokter hanya bisa di enyam orang2 berduit. Padahal biasanya orang berduit biaya dan gaya hidupnya tinggi. Selain itu beberapa akan ada kesulitan oleh dokter yg asalnya dari orang2 mampu itu untuk ber-empati pada orang2 yang kurang mampu. akibatnya semangat pengabdiannya kurang.

Masyarakat sekarang banyak lari ke dukun2 atau tabib pengobatan alternatif salah satunya karena terdorong oleh biaya pengobatan yang tinggi. masyarakat sebenarnya sudah ter edukasi dengan baik bawa ke dokter itu bagus, namun karena terkenal dengan biaya tinggi dan dokter kurang merakyat akhirnya kenyataannya jadi lain.
panas_dingin_tetep_cakep
secara ....percuma meskipun di perkerketat gak membuat perbedaan apapun ..... nota bene pendidikan kedokteran negeri yg sudah terakreditasi banyak yg ngawur.... asal ada duit gampang lulus axehead.png
jika pendidikan ilmu kedokteran sama murahnya dengan jurusan yg paling murah dan system masuknya murni karena otak ....barulah lulusan itu dapet di pertanggung jawabkan. sampai hare ini yg memjadi faktor utama seseorang bisa kuliah di kedokteran cuma duit , duit dan duit ....otak cyma di urutan ke sepuluh atau 12 .....abis lulus pikiran mereka cuma bagaimana caranya balik modal kalo bisa lebih. mo negeri mo swasta sama semua jurusan kedokteran adalah jurusan yg ngabis2in duit.
fakta di lapangan banyak perusahaan obat menguji obat barunya dengan bantuan dokter2 tapi banyak yg gak tau dengan masalah itu atau pura2 gak tau (banyak pasien yg jadi kelinci percobaan). lemahnya perlindungan hak konsumen di indonesia terhadap malpraktek dokter (justru seolah2 dokter mempunyai perlindungan yg kuat).
ada mata pelajaran yg "harusnya" menjadi pelajaran wajib selama 10 semester di jurusan kedokteran "perikemanusian dan hati nurani " barulah paling tidak 50% dare mereka benar2 menjadi dokter yg di butuhkan masyarakat.
yantth
malpraktek terhadap hewan bisa dituntut nggak sih?
ikanmarmot
orientasi dokter sekarang ma dokter dulu udh mulai bergeser,,
kalo dulu yg namanya dokter emang tujuannya buat nolong. tp skr cenderung komersial.. Thinking.gif
moga dengan diperketatnnya ini bs mengembalikan paradigma dokter ke dulu lg..
Vanilla Latte
wah jadi ketat gitu yach
tapi tetep aja buat biaya s1 kedokteran bisa sampe 100jt lebih
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.