http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/...tidak.akan.naik
Tarif Kereta Ekonomi dan Kapal Laut Tidak Akan Naik

KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Karena tidak mendapat tiket, sejumlah calon penumpang kereta api dengan tujuan kota-kota di Pulau Jawa terpaksa menginap di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (28/9) malam. Mereka menginap dengan harapan keesokan harinya bisa mendapat tiket.
QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menegaskan, pada Lebaran tahun ini tarif kereta api untuk kelas ekonomi dan angkutan laut tidak akan mengalami kenaikan. "Tidak ada kenaikan tarif kereta ekonomi," ujarnya seusai mengikuti Rapat Kerja Persiapan Lebaran, di Gedung Menteri Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (24/8).
Sementara angkutan udara, kata Jusman, diperkirakan akan mengalami kenaikan. Pasalnya, angkutan udara menggunakan tarif batas atas.
Selanjutnya Jusman menerangkan, jumlah pemudik pada tahun 2009 mengalami peningkatan. Tahun lalu jumlah pemudik tercatat sebanyak 15,3 juta, dan tahun ini diperkirakan jumlah pemudik mencapai angka 16,25 juta.
Ia memaparkan, pemudik yang menggunakan angkutan darat pada tahun 2009 sebanyak 9,78 juta, tahun ini mengalami kenaikan sebanyak 4,7 persen. "Jadi total pemudik yang menggunakan angkutan darat diperkirakan sebanyak 10,24 juta," kata dia.
Pemudik yang menggunakan transportasi sungai danau penyeberangan meningkat 7,4 persen, dari 3,4 juta di tahun 2008, menjadi sekarang 3,7 juta. Sedangkan pemudik yang menggunakan kereta api pada tahun ini diperkirakan sebanyak 3,3 juta angka tersebut meningkat dari 3,1 juta.
Pemudik yang menggunakan angkutan laut juga diperkirakan mengalami peningkatan dari 1 juta di tahun lalu menjadi 1,1 juta pada tahun ini. "Pemudik yang menggunakan angkutan udara pun meningkat, tahun lalu 1,4 juta, tahun ini 1,6 juta," terang dia.
Menurut Jusman, kenaikan tersebut disebabkan masyarakat masih memegang budaya mudik. "Selain itu, pemesanan terhadap bus pariwisata kurang karena jadinya pemudik memilih naik angkutan umum," ujarnya.
Sementara itu, Bayu Krisna Deputi Menko Perekonomian Pertanian dan Kelautan mengatakan, kenaikan pemudik pada tahun ini disebabkan kenaikan jumlah penduduk dan tingkat pendapatan masyarakat. "Ada peningkatan jumlah penduduk dan pendapatan, sehingga jumlah pemudik naik," ujarnya.
RDI
Sementara angkutan udara, kata Jusman, diperkirakan akan mengalami kenaikan. Pasalnya, angkutan udara menggunakan tarif batas atas.
Selanjutnya Jusman menerangkan, jumlah pemudik pada tahun 2009 mengalami peningkatan. Tahun lalu jumlah pemudik tercatat sebanyak 15,3 juta, dan tahun ini diperkirakan jumlah pemudik mencapai angka 16,25 juta.
Ia memaparkan, pemudik yang menggunakan angkutan darat pada tahun 2009 sebanyak 9,78 juta, tahun ini mengalami kenaikan sebanyak 4,7 persen. "Jadi total pemudik yang menggunakan angkutan darat diperkirakan sebanyak 10,24 juta," kata dia.
Pemudik yang menggunakan transportasi sungai danau penyeberangan meningkat 7,4 persen, dari 3,4 juta di tahun 2008, menjadi sekarang 3,7 juta. Sedangkan pemudik yang menggunakan kereta api pada tahun ini diperkirakan sebanyak 3,3 juta angka tersebut meningkat dari 3,1 juta.
Pemudik yang menggunakan angkutan laut juga diperkirakan mengalami peningkatan dari 1 juta di tahun lalu menjadi 1,1 juta pada tahun ini. "Pemudik yang menggunakan angkutan udara pun meningkat, tahun lalu 1,4 juta, tahun ini 1,6 juta," terang dia.
Menurut Jusman, kenaikan tersebut disebabkan masyarakat masih memegang budaya mudik. "Selain itu, pemesanan terhadap bus pariwisata kurang karena jadinya pemudik memilih naik angkutan umum," ujarnya.
Sementara itu, Bayu Krisna Deputi Menko Perekonomian Pertanian dan Kelautan mengatakan, kenaikan pemudik pada tahun ini disebabkan kenaikan jumlah penduduk dan tingkat pendapatan masyarakat. "Ada peningkatan jumlah penduduk dan pendapatan, sehingga jumlah pemudik naik," ujarnya.
RDI