http://goal.com/id-ID/news/2398/gaya-hidup...h-hari-berpuasa
Striker Siena Pilih Hari Berpuasa
Beberapa pemain sepakbola mencoba menyikapi bulan suci Ramadan dengan cara masing-masing.
Beberapa pemain sepakbola mencoba menyikapi bulan suci Ramadan dengan cara masing-masing.
QUOTE
Oleh Agung Harsya
Pemain sepakbola Muslim selalu memiliki tantangan tersendiri saat bulan suci Ramadan tiba. Mereka harus memilih, terus berpuasa di tengah ketatnya kompetisi atau menggantinya dengan hari lain.
Striker Siena asal Aljazair, Abdelkader Ghezzal, memilih untuk berpuasa hanya pada hari-hari istirahatnya. Musim panas di Italia saat ini mencapai temperatur 40 derajat celcius. Apalagi kompetisi Serie A baru dimulai. Kekuatan fisik dan naluri kompetitif sangat dibutuhkan untuk awal musim seperti ini.
"Aku memilih berpuasa pada hari istirahat, saat tak ada pertandingan atau latihan," ujar Ghezzal kepada AFP.
"Aku selalu menjalankan ibadah Ramadan, tapi aku harus mengubah kebiasaan itu demi alasan kesehatan sejak tahun pertama menjadi pemain profesional."
"Aku pernah berpuasa saat membela Crotone, tapi setelah dua pekan, aku merasa sakit dan terpaksa menghentikannya."
Ghezzal mengungkapkan, tak semua pemain memilih cara yang sama seperti dirinya. Bekas rekan setim yang kini membela Genoa, Houssine Kharja, tetap berpuasa kecuali pada hari pertandingan.
"Kharja, rekan setimku di Siena musim lalu yang sekarang di Genoa, berpuasa secara penuh, kecuali pada hari pertandingan," ujarnya.
Pemain Muslim lain yang bermain di Inter Milan, Sulley Ali Muntari, harus digantikan pada pertandingan melawan Bari, Minggu (23/8) malam, karena pelatih Jose Mourinho melihatnya menghadapi kesulitan.
"Muntari punya masalah fisik karena berpuasa, mungkin cuaca panas ini tak memungkinannya berpuasa sambil bertanding," ujar Mourinho.
"Ramadan tidak datang pada saat yang tepat bagi seorang pemain untuk bertanding sepakbola."
Pemain sepakbola Muslim selalu memiliki tantangan tersendiri saat bulan suci Ramadan tiba. Mereka harus memilih, terus berpuasa di tengah ketatnya kompetisi atau menggantinya dengan hari lain.
Striker Siena asal Aljazair, Abdelkader Ghezzal, memilih untuk berpuasa hanya pada hari-hari istirahatnya. Musim panas di Italia saat ini mencapai temperatur 40 derajat celcius. Apalagi kompetisi Serie A baru dimulai. Kekuatan fisik dan naluri kompetitif sangat dibutuhkan untuk awal musim seperti ini.
"Aku memilih berpuasa pada hari istirahat, saat tak ada pertandingan atau latihan," ujar Ghezzal kepada AFP.
"Aku selalu menjalankan ibadah Ramadan, tapi aku harus mengubah kebiasaan itu demi alasan kesehatan sejak tahun pertama menjadi pemain profesional."
"Aku pernah berpuasa saat membela Crotone, tapi setelah dua pekan, aku merasa sakit dan terpaksa menghentikannya."
Ghezzal mengungkapkan, tak semua pemain memilih cara yang sama seperti dirinya. Bekas rekan setim yang kini membela Genoa, Houssine Kharja, tetap berpuasa kecuali pada hari pertandingan.
"Kharja, rekan setimku di Siena musim lalu yang sekarang di Genoa, berpuasa secara penuh, kecuali pada hari pertandingan," ujarnya.
Pemain Muslim lain yang bermain di Inter Milan, Sulley Ali Muntari, harus digantikan pada pertandingan melawan Bari, Minggu (23/8) malam, karena pelatih Jose Mourinho melihatnya menghadapi kesulitan.
"Muntari punya masalah fisik karena berpuasa, mungkin cuaca panas ini tak memungkinannya berpuasa sambil bertanding," ujar Mourinho.
"Ramadan tidak datang pada saat yang tepat bagi seorang pemain untuk bertanding sepakbola."
