http://olahraga.kompas.com/read/xml/2009/0...tih.asal.jepang
Persiapan SEA Games, Karateka Datangkan Pelatih Asal Jepang

Madju Dharyanto

Madju Dharyanto
QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Guna mendapatkan hasil yang diinginkan dalam SEA Games Laos bulan Desember mendatang, tim karateka Indonesia akan mendatangkan pelatih khusus dari Jepang. Ini untuk mematangkan persiapan Umar Syarif dan kawan-kawan selama sebulan penuh pada November mendatang.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Forki Madju Dharyanto mengatakan, pelatih asal Jepang tersebut sengaja didatangkan untuk mengasah persiapan akhir. Meskipun demikian, Forki belum mengantongi nama pelatih itu.
"Mudah-mudahan pascakejuaraan AKF pada September," ungkapnya, ditemui di Gedung KONI Pusat, Kamis (27/8).
Dikatakannya, pelatih asal Jepang itu nantinya dilibatkan dalam memonitor proses seleksi karateka yang akan diberangkatkan ke Laos. Seperti diketahui, sesuai dengan kuota, Indonesia mendapat jatah 10 karateka putra dan putri.
"Kami tidak akan memberangkatkan ke-22 karateka yang ada di pelatnas. Proses seleksi berjalan selama mengikuti try-out hingga memenuhi kuota yang diberikan panpel SEA Games," jelasnya.
Mengenai persiapan tim karateka Indonesia menghadapi Kejuaraan AKF di Guangzhou, China, tanggal 25 hingga 27 September, Madju mengatakan, sejauh ini Umar Syarif dkk dalam kondisi yang prima.
"Kami memang tak memberikan target muluk-muluk di AKF nanti. Paling tidak, kesempatan ini kami gunakan untuk mengintip persiapan karateka negara peserta SEA Games," jelasnya.
Selain mengikuti AKF, para karateka Indonesia juga akan menggelar sejumlah try-out di kawasan Eropa, seperti Jerman, Swiss, serta mengikuti kejuaraan WKF di Maroko medio November. Menurut Madju, tampilnya para karateka pelatnas mengikuti kompetisi di Eropa karena persaingannya cukup kompetitif.
"Iklim kompetisi di Eropa memang sangat ketat. Hal ini sangat bagus untuk mematangkan mental para karateka sebelum berlaga di Laos. Selain itu, kami enggak perlu repot-repot lagi mengurus visa para karateka jika mereka mengikuti kompetisi di kawasan Eropa," paparnya.
ORO
Sumber : Persda Network
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Forki Madju Dharyanto mengatakan, pelatih asal Jepang tersebut sengaja didatangkan untuk mengasah persiapan akhir. Meskipun demikian, Forki belum mengantongi nama pelatih itu.
"Mudah-mudahan pascakejuaraan AKF pada September," ungkapnya, ditemui di Gedung KONI Pusat, Kamis (27/8).
Dikatakannya, pelatih asal Jepang itu nantinya dilibatkan dalam memonitor proses seleksi karateka yang akan diberangkatkan ke Laos. Seperti diketahui, sesuai dengan kuota, Indonesia mendapat jatah 10 karateka putra dan putri.
"Kami tidak akan memberangkatkan ke-22 karateka yang ada di pelatnas. Proses seleksi berjalan selama mengikuti try-out hingga memenuhi kuota yang diberikan panpel SEA Games," jelasnya.
Mengenai persiapan tim karateka Indonesia menghadapi Kejuaraan AKF di Guangzhou, China, tanggal 25 hingga 27 September, Madju mengatakan, sejauh ini Umar Syarif dkk dalam kondisi yang prima.
"Kami memang tak memberikan target muluk-muluk di AKF nanti. Paling tidak, kesempatan ini kami gunakan untuk mengintip persiapan karateka negara peserta SEA Games," jelasnya.
Selain mengikuti AKF, para karateka Indonesia juga akan menggelar sejumlah try-out di kawasan Eropa, seperti Jerman, Swiss, serta mengikuti kejuaraan WKF di Maroko medio November. Menurut Madju, tampilnya para karateka pelatnas mengikuti kompetisi di Eropa karena persaingannya cukup kompetitif.
"Iklim kompetisi di Eropa memang sangat ketat. Hal ini sangat bagus untuk mematangkan mental para karateka sebelum berlaga di Laos. Selain itu, kami enggak perlu repot-repot lagi mengurus visa para karateka jika mereka mengikuti kompetisi di kawasan Eropa," paparnya.
ORO
Sumber : Persda Network