http://www.kontan.co.id/index.php/investas...AS-Melompat-135
Rupiah Kuat, Laba Bersih PGAS Melompat 135%


QUOTE
JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) tancap gas. Pada semester pertama 2009, PGAS meraih laba bersih Rp 3,18 triliun, naik 135,5% ketimbang periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 1,35 triliun.
Penguatan kurs rupiah selama semester pertama 2009 membawa berkah bagi PGAS. Penguatan mata uang rupiah ini menyebabkan PGAS mengantongi laba selisih kurs sebesar Rp 842,58 miliar, naik 11.489,82% dari laba kurs setahun sebelumnya yang cuma Rp 7,27 miliar. Jika mengabaikan laba kurs tersebut, laba bersih PGAS adalah sebesar Rp 2,34 triliun.
Namun secara keseluruhan, kinerja PGAS lumayan mantap pada enam bulan pertama 2009. Pendapatan perusahaan gas milik negara ini mencapai Rp 9,01 triliun, naik 54,54% ketimbang periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama PGAS Hendi Prio Santoso menyatakan, sumber utama kenaikan pendapatan PGAS adalah peningkatan volume penjualan gas kepada para pelanggan. "Volume penyaluran gas meningkat 37% menjadi 756 juta kaki kubik per hari," ujarnya, kemarin (31/8).
Enam bulan pertama tahun ini, jumlah pelanggan PGAS meningkat tipis 2% menjadi 85.930 pelanggan. PGAS mematok harga jual gas sebesar US$ 5,6 per million metric british thermal unit (mmbtu).
Hendi mengaku sudah bisa lebih optimistis mengarungi tahun ini. Sebab dia melihat permintaan gas dalam negeri telah kembali normal. Bahkan ia memproyeksikan, tahun ini ada lonjakan kenaikan permintaan gas nasional hingga 60%. "Tapi sayang suplai bahan baku gas masih kurang," kata Hendi.
Kepala Riset Recapital Securities Poltak Hotradero melihat, tidak ada yang spesial dengan kinerja PGAS saat ini. "Kenaikan terlihat signifikan karena tahun lalu mereka menderita rugi kurs," imbuhnya.
Poltak juga bilang persentase kenaikan penjualan gas PGAS masih lebih kecil ketimbang persentase kenaikan pendapatan mereka. "Kenaikan harga jual juga menyumbang pendapatan signifikan ke PGAS," tuturnya.
Tak jauh beda, Analis Danareksa Sekuritas Chandra Pasaribu menilai kenaikan volume penjualan gas PGAS bukan sesuatu yang istimewa. Bahkan menurut hitungannya, "Kemampuan distribusi mereka bisa mencapai 1.000 juta kaki kubik per hari," imbuhnya.
Meski begitu, Chandra masih merekomendasikan beli saham PGAS dengan target harga Rp 3.800 per saham. Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham PGAS berakhir di level Rp 3.475 per saham, naik 0,72% dari sehari sebelumnya.
Penguatan kurs rupiah selama semester pertama 2009 membawa berkah bagi PGAS. Penguatan mata uang rupiah ini menyebabkan PGAS mengantongi laba selisih kurs sebesar Rp 842,58 miliar, naik 11.489,82% dari laba kurs setahun sebelumnya yang cuma Rp 7,27 miliar. Jika mengabaikan laba kurs tersebut, laba bersih PGAS adalah sebesar Rp 2,34 triliun.
Namun secara keseluruhan, kinerja PGAS lumayan mantap pada enam bulan pertama 2009. Pendapatan perusahaan gas milik negara ini mencapai Rp 9,01 triliun, naik 54,54% ketimbang periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama PGAS Hendi Prio Santoso menyatakan, sumber utama kenaikan pendapatan PGAS adalah peningkatan volume penjualan gas kepada para pelanggan. "Volume penyaluran gas meningkat 37% menjadi 756 juta kaki kubik per hari," ujarnya, kemarin (31/8).
Enam bulan pertama tahun ini, jumlah pelanggan PGAS meningkat tipis 2% menjadi 85.930 pelanggan. PGAS mematok harga jual gas sebesar US$ 5,6 per million metric british thermal unit (mmbtu).
Hendi mengaku sudah bisa lebih optimistis mengarungi tahun ini. Sebab dia melihat permintaan gas dalam negeri telah kembali normal. Bahkan ia memproyeksikan, tahun ini ada lonjakan kenaikan permintaan gas nasional hingga 60%. "Tapi sayang suplai bahan baku gas masih kurang," kata Hendi.
Kepala Riset Recapital Securities Poltak Hotradero melihat, tidak ada yang spesial dengan kinerja PGAS saat ini. "Kenaikan terlihat signifikan karena tahun lalu mereka menderita rugi kurs," imbuhnya.
Poltak juga bilang persentase kenaikan penjualan gas PGAS masih lebih kecil ketimbang persentase kenaikan pendapatan mereka. "Kenaikan harga jual juga menyumbang pendapatan signifikan ke PGAS," tuturnya.
Tak jauh beda, Analis Danareksa Sekuritas Chandra Pasaribu menilai kenaikan volume penjualan gas PGAS bukan sesuatu yang istimewa. Bahkan menurut hitungannya, "Kemampuan distribusi mereka bisa mencapai 1.000 juta kaki kubik per hari," imbuhnya.
Meski begitu, Chandra masih merekomendasikan beli saham PGAS dengan target harga Rp 3.800 per saham. Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham PGAS berakhir di level Rp 3.475 per saham, naik 0,72% dari sehari sebelumnya.
demikian di sampaikan ..