http://entertainment.kompas.com/read/xml/2...r.bunglon.tewas
Mobil Terjun ke Jurang, Drummer Bunglon Tewas

KOMPAS ENTERTAINMENT/IRFAN MAULLANA
Andrey Chilink
QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com - Minggu (30/8), sekitar pukul 19.00 WIB, sebuah kecelakaan maut di daerah Dago Pakar, Bandung telah merenggut tiga nyawa yang di antaranya adalah drummer band Bunglon, Andrey Fahreza Bachtiar.
Kecelakaan tragis yang merenggut nyawa pria yang akrab disapa Chilink itu, terjadi usai ia berbuka puasa bersama dua rekannya di Cafe Calista, Bandung. Mobil Daihatsu Taruna yang ditumpanginya masuk ke dalam jurang dengan kedalaman 200 meter.
"Pada kejadian itu dia mau naik ke atas Dago Pakar arah pulang, yang nyetir si bule itu dan kecelakaan itu terjadi. Jadi, pas tanjakan dia sepertinya tidak tahu ada jurang," ungkap paman Andrey, Lukman Arifin, ditemui di rumah duka Andrey, Jl. MPR 1 No. 9, Cipete, Jakarta Selatan, Senin (31/8).
Sementara itu menurut produser, Bens Leo yang kebetulan memiliki kenalan sesama musisi yang tinggal tak jauh dari tempat kejadian perkara, menilai jika jalan di sekitar Dago Pakar memang berliku.
"Saya yakin temannya yang bule belum hapal medan. Dia mungkin mengira jalanan lurus, tapi ternyata di depannya justru jurang," kata Bens. "Dua orang meninggal di tempat dan almarhum salah satunya, kemudian satu menyusul setelah sempat koma saat dibawa ke Hasan Sadikin," sambung Bens.
Namun, apakah ada faktor kerusakan teknis pada kendaraan yang ditumpangi pria kelahiran Jakarta 15 Januari 1975 itu, hingga saat ini Lukman agak menyangsikannya. "Mobilnya bagus, tidak ada masalah dengan rem setahu saya," ujar Lukman.
"Ini murni kecelakaan, Tuhan sudah menghendaki ini. Tapi yang bikin terkejut dia musisi muda yang berbakat," tutup Bens.
Sesuai rencana, jenazah Chilink akan dikebumikan hari ini di Tempat Pemakaman Umum Jeruk Purut, Jakarta Selatan, usai shalat Dzuhur. (C7-09)
Kecelakaan tragis yang merenggut nyawa pria yang akrab disapa Chilink itu, terjadi usai ia berbuka puasa bersama dua rekannya di Cafe Calista, Bandung. Mobil Daihatsu Taruna yang ditumpanginya masuk ke dalam jurang dengan kedalaman 200 meter.
"Pada kejadian itu dia mau naik ke atas Dago Pakar arah pulang, yang nyetir si bule itu dan kecelakaan itu terjadi. Jadi, pas tanjakan dia sepertinya tidak tahu ada jurang," ungkap paman Andrey, Lukman Arifin, ditemui di rumah duka Andrey, Jl. MPR 1 No. 9, Cipete, Jakarta Selatan, Senin (31/8).
Sementara itu menurut produser, Bens Leo yang kebetulan memiliki kenalan sesama musisi yang tinggal tak jauh dari tempat kejadian perkara, menilai jika jalan di sekitar Dago Pakar memang berliku.
"Saya yakin temannya yang bule belum hapal medan. Dia mungkin mengira jalanan lurus, tapi ternyata di depannya justru jurang," kata Bens. "Dua orang meninggal di tempat dan almarhum salah satunya, kemudian satu menyusul setelah sempat koma saat dibawa ke Hasan Sadikin," sambung Bens.
Namun, apakah ada faktor kerusakan teknis pada kendaraan yang ditumpangi pria kelahiran Jakarta 15 Januari 1975 itu, hingga saat ini Lukman agak menyangsikannya. "Mobilnya bagus, tidak ada masalah dengan rem setahu saya," ujar Lukman.
"Ini murni kecelakaan, Tuhan sudah menghendaki ini. Tapi yang bikin terkejut dia musisi muda yang berbakat," tutup Bens.
Sesuai rencana, jenazah Chilink akan dikebumikan hari ini di Tempat Pemakaman Umum Jeruk Purut, Jakarta Selatan, usai shalat Dzuhur. (C7-09)