Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Kualifikasi Piala Dunia 2010
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Entertainment > Olahraga > Sepakbola
Pages: 1, 2, 3, 4
reza_keren


BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Argentina, Diego Maradona, mengerti, timnya harus menang saat bertemu Brasil dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia Afrika Selatan, Zona Amerika Selatan, di Rosario, Minggu (6/9) WIB. Ia pun mengandalkan pemain sayap Barcelona, Lionel Messi untuk memimpin rekan-rekannya menyukseskan misi itu.

Di level klub, Messi memang sudah terbukti mampu memikul tanggung jawab besar. Ketika membela Barcelona menghadapi Shakhtar Donetsk di Piala Super Eropa, ia berhasil menjaga konsentrasi setelah bermain hampir 120 menit. Itu dibuktikan dengan satu assist yang menentukan kemenangan 1-0 untuk timnya.

Meski begitu, banyak orang di dalam dan luar Argentina meragukan Messi mampu berbuat sama di level internasional. Terpuruknya Argentina di peringkat keempat klasemen kualifikasi Piala Dunia Zona Amerika Selatan menjadi salah satu dasarnya.

Selain itu, kondisi dan tekanan duel Argentina versus Brasil kali ini, jelas lebih besar ketimbang sekadar Piala Super Eropa. Pertarungan kali ini menentukan nasib Argentina di putaran final Piala Dunia 2010 nanti. Banyak yang menilai, kali ini, Messi akan sangat tertekan sehingga sulit menginspirasi permainan timnya.

Maradona tidak menyangkal, tanggung jawab ini relatif sangat berat dibanding yang pernah dialami Messi sebelumnya. Namun, ia yakin, Messi punya kekuatan lebih besar dari yang selama ini terlihat dan itu akan muncul dalam duel hidup-mati melawan Brasil. Ia yakin, Messi tak akan mengecewakannya dan, terutama, Argentina.

"Messi harus segera menjadi dewasa. Ia tak lagi sekadar menjadi anak yang menjanjikan dan ia sedang menunjukkan itu. Ia cepat, berkonsentrasi, berkomitmen total, dan tahu kesempatan yang ia miliki," ungkap Maradona.

"Kami telah menumpuk tanggung jawab kepadanya. Sejak saya melatih dan melihatnya (latihan), ini adalah pekan terbaiknya," lanjutnya.

Mengacu pada klasemen, posisi Argetina cukup aman. Peringkat keempat adalah posisi minimal untuk lolos langsung ke Afrika Selatan. Namun, melihat tipisnya selisih poin dengan tim di bawah mereka dan lawan-lawan berat yang menunggu di empat pertandingan tersisa, Argentina masih berpotensi tergusur.

Kemenangan atas Brasil akan memudahkan langkah Argentina selanjutnya. Hal sebaliknya akan terjadi, bila pasukan Maradona gagal meraih poin penuh dari pasukan Carlos Dunga. (SKY)





reza_keren



GLASGOW, KOMPAS.com - Skotlandia mencatatkan kemenangan 2-0 atas Makedonia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2010 di Zona Kualifikasi Eropa Grup-9. Mereka pun bertahan di posisi runner-up klasemen, sekaligus menjaga peluang lolos ke putaran final melalui play-off.

Sebelum pertandingan, Skotlandia dan Makedonia sama-sama mengantongi tujuh poin. Skotlandia berhak berada di peringkat kedua karena unggul selisih gol. Dengan dua laga tersisa, Skotlandia tahu mereka harus terus menang untuk menjaga peluang lolos di putaran final.

Karenanya, mereka pun tak membuang peluang main di kandang. Begitu peluit tanda laga dimulai berbunyi, mereka langsung menggebrak lawan dengan permainan cepat. Sayang, taktik mereka tak berjalan lancar. Makedonia yang juga membutuhkan poin penuh, tak ragu meladeni permainan terbuka tuan rumah.

Respons ofensif Makedonia memaksa Skotlandia menarik serangannya dan mengatur pertahanan. Keputusan ini tepat. Pasalnya, hanya dalam beberapa saat saja, Skotlandia dipaksa bertahan oleh Makedonia. Dengan pertahanan disiplin, meski terdesak, mereka berhasil menggagalkan usaha lawan mencetak gol.

Setidaknya, selama 20 menit pertama, Skotlandia nyaris tanpa peluang maju. Mereka malah direpotkan oleh serangan Makedonioa yang nyaris merobek jala Craig Gordon. Pada menit ke-11, misalnya, Goran Popov melepaskan tembakan keras ke gawang Skotlandia. Untung saja, Gordon berhasil mengandaskan ancaman itu.

Skotlandia juga belum menyerang ketika Makedonia kembali menciptakan peluang pada menit ke-19 melalui Filip Despotovski. Lagi-lagi, Gordon berhasil menyelamatkan gawangnya.

Menit-menit selanjutnya, Skotlandia juga kesulitan mengembangkan permainan. Meski beberapa kali mampu menguasai bola dan maju menyerang, upaya mereka kandas sebelum sempat mengeksekusi.

Sebaliknya, Makedonia yang berhasil menebar ancaman juga tak kunjung mendapat gol. Penyelesaian yang terburu-buru membuat banyak kesempatan terbuang percuma.

Tawar-menawar berjalan begitu alot. Secara umum, kedua tim masih saling menjajaki. Hasil 0-0 kiranya cukup adil bagi keduanya menutup babak pertama.

Memasuki babak kedua, Skotlandia membenahi taktik mereka. Bila sebelumnya mereka terlihat sangat bernafsu menang, kali ini mereka bermain lebih tenang. Memainkan penguasaan bola, mereka memainkan tempo sedang dan memanfaatkan lebar lapangan untuk merusak konsentrasi dan memecah barisan pertahanan lawan.

Setelah beberapa saat melakukan ekseperimen, Skotlandia melihat Makedonia agak lemah menghadapi umpan-umpan silang. Skotlandia pun mulai melakukan variasi umpan silang dari sektor kiri dan kanan lapangan.

Ketekunan Skotlandia akhirnya membuahkan gol yang dicetak oleh Scott Brown pada menit ke-56. Gol bermula dari umpan silang Steven Fletcher. Brown yang berada di tengah kotak penalti berhasil melepaskan diri dari pengawalan dan menanduk bola masuk ke sudut kiti bawah gawang Jane Nikoloski.

Seakan mengerti taktik lawan, Makedonia pun memperbaiki pertahanan mereka. Hal ini berdampak pada menurunnya daya gempur Makedonia. Hal ini dimanfaatkan Skotlandia untuk terus menekan lawan.

Namun, tekanan Skotlandia hanya mempertahankan keunggulan. Mereka nyaris tak melakukan penetrasi dan cenderung hanya membatasi ruang gerak musuh supaya tak lagi menyebar ancaman.

Ternyata, taktik ini malah membuahkan gol kedua yang dicetak James McFadden pada menit ke-81. Saat itu, ia berada di kotak penalti. Melihat musuh yang menutup ruang untuk mengumpan, ia memutuskan langsung menembakkan bola. Ternyata, tendangan jarak jauhnya gagal dihalau Nikoloski dan masuk ke gawang Makedonia.

Gol itu tak mengubah jalannya permainan. Skotlandia tetap pada taktiknya mendesak lawan di wilayah pertahanan mereka. Dan meski Makedonia mencoba, mereka kesulitan melepaskan diri dari kurungan lawan.

Permainan alot ini bertahan hingga akhir pertandingan. Papan skor pun tetap menunjukkan angka 2-0 untuk tuan rumah ketika peluit berbunyi panjang.

Dengan tambahan tiga angka, Skotlandia semakin kokoh di peringkat kedua dengan sepuluh poin atau unggul tiga angka dari Makedonia di tempat ketiga. Dengan satu laga tersisa, Skotlandia berpeluang besar mengakhiri penyisihan fase grup sebagai runner-up.

Untuk masuk babak play-off, Skotland bergantung kepada hasil grup lain. Pasalnya, dari sembilan grup, hanya akan dipilih delapan runner-up terbaik untuk masuk play-off.

Susunan pemain
Skotlandia: Gordon; Alexander, Weir, Davidson (Whittaker 14), Hutton; McManus; D Fletcher, Brown (Hartley 73); McFadden, Miller, S Fletcher (Maloney 68).
Makedonia: Nikoloski; Mitreski, Sedloski, Noveski, Popov; Sumulikoski, Georgievski (Grozdanovski 69), Despotovski; Naumoski (Tasevski 74), Stojkov (Ibraimi 79), Pandev





reza_keren



Tbilisi - Italia berhasil menekuk Georgia 2-0 di lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2010. Namun sepasang gol Azzurri di laga itu merupakan 'pemberian' Kakha Kaladze yang melakukan dua kali bunuh diri.

Dalam laga yang digelar di Lokomotiv Stadium, Minggu (6/9/09) pagi WIB itu Italia yang mengandalkan permainan melebar dari dua winger Mauro Camoranesi dan Marco Marchionni bermain tidak begitu menggigit.

Terlepas dari hal itu, raihan tiga angka ini memantapkan posisi Italia di puncak klasemen Grup 8 Kualifikasi Piala Dunia dengan poin 17.

Jalannya pertandingan
Menghadapi Georgia yang di atas kertas bukan lawan sebanding, Italia mencoba mengambil inisiatif sejak awal. Fabio Cannavaro dan kawan-kawan mendominasi awal laga dan mengurung tuan rumah di daerah pertahanannya sendiri.

Namun duet Andrea Pirlo dan Angelo Palombo di pusat permainan Azzurri kurang luwes dalam mengembangkan permainan. Alhasil bola lebih banyak berkutat di lapangan tengah.

Italia mendapat peluang di menit 14 melalui tandukan Camoranessi di depan gawang tuan rumah. Namun bola hasil sundulan gelandang Juventus itu masih belum menemui sasaran.

Tujuh menit kemudian Giorgio Chiellini hampir membuat tim tamu unggul jika saja tandukannya tidak melebar. Meski mendominasi permainan Italia tampak kesulitan melakukan tusukan langsung ke jantung pertahanan Georgia yang dikoordinir oleh Kaladze.

Sedangkan tuan rumah yang lebih banyak menumpuk pemainnya di belakang cenderung mengandalkan serangan balik. Di menit 32 Amiran Sanaia melepaskan tembakan jarak jauh namun masih dapat diamankan oleh Gianluigi Buffon. Skor imbang tanpa gol ini bertahan sampai berakhirnya babak pertama.

Keadaan tidak berubah banyak di awal babak kedua. Georgia yang sebelumnya bermain lugas mulai sedikit berani menahan bola lama.

Berulang kali serangannya dimentahkan Italia berhasil unggul di menit 56 melalui gol bunuh diri Kaladze. Pemain asal AC Milan itu salah mengantisipasi bola jauh dari Palombo dan malah tanpa sengaja menyundul bola ke gawangnya sendiri.

Mimpi buruk Kaladze rupanya belum berakhir. Ia kembali mengoyak jala timnya sendiri di menit 67.

JIka di gol pertama Kaladze melakukan keteledoran dengan kepala, kali ini ia menggunakan kakinya. Pemain berusia 31 tahun itu hendak membuang umpan silang yang masuk ke kotak penalti Georgia namun bola sepakan kaki kanannya malah melintir tajam ke gawangnya sendiri.

Unggul 2-0, Italia tampak sedikit mengendurkan tekanan. Pirlo yang merupakan pengatur serangan tim tamu lebih banyak membagi bola ke sisi lapangan daripada langsung mengirim umpan ke depan.

Fabio Quagliarella hampir menambah angka di menit 90 ketika tandukan jarak dekatnya membentur mistar gawang dan sempat menyentuh tubuh badan Bediashvili.

Hasil 2-0 untuk keunggulan Italia bertahan sampai wasit Marcin Borski meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.


Susunan pemain :
Georgia: Bediashvili, Khizanishvili, Kaladze, Sanaia, Lobzhanidze, Kobiasvili, Khmaladze, Kenia, Razamadze (Tskitshvili '73), Ananidze, Dvalishivili

Italia: Buffon, Cannvaro, Zambrotta, Chiellini, Criscito, Marchionni, Pirlo, Camoranesi (Santon '73), Palombo (D'Agostino '62), Iaquinta, Rossi (Quagliarella'59). ( a2s / arp )








reza_keren



Kopenhagen - Liedson, striker kelahiran Brasil yang baru pertama kali membela Portugal menyelamatkan negara barunya. Gol Liedson di penghujung laga membawa Seleccao mengimbangi Denmark 1-1.

Nicklas Bendtner membawa Denmark unggul lebih dulu dalam pertandingan yang digelar di Parken Stadion, Kopenhagen, Minggu (6/9/2009) dinihari WIB, sebelum Liedson mencetak gol penyama di menit 86.

Meski terhindar dari kekalahan, hasil ini tetap merugikan Portugal karena peringkat tim asuhan Carlos Queiroz itu melorot ke posisi empat Grup 1 kualifikasi Piala Dunia 2010 dengan nilai 10 dari tujuh laga.

Posisi Portugal tergusur oleh Swedia yang pada saat bersamaan menelikung tuan rumah Hongaria 2-1 dan koleksi nilainya menjadi 12. Dua posisi teratas dikuasi Denmark dan Hongaria dengan 17 dan 13 angka.

Jalannya pertandingan
Menerjunkan Simao dan Cristiano Ronaldo sebagai ujung tombak di lini depan, Portugal bertekad untuk tidak kalah karena kekalahan akan membuat kans mereka lolos ke Afrika Selatan tanpa play-off jadi tertutup.

Kans pertama dalam pertandingan dipetik Portugal saat laga baru berusia 10 menit. Serangan balik Portugal coba diselesaikan Ronaldo dengan tendangannya, tetapi kiper Stephan Andersen dengan sigap menghadang bola dengan kakinya.

Portugal yang menguasai permainan mencoba lagi di menit 20. Simao berhasil melewati bek-bek Denmark sebelum menembak, namun Andersen melompat ke kanan untuk menepis bola.

Kerjasama Ronaldo dengan Deco menciptakan peluang lanjutan bagi Portugal. Dengan tumitnya, Ronaldo mengumpan kepada Deco yang lantas menendang, tetapi arahnya tepat di tangkapan Andersen.

Andersen benar-benar menyebalkan untuk Portugal. Menit 34, sebuah tendangan bebas yang dieksekusi oleh Duda gagal menjadi gol karena Andersen meninjunya keluar lapangan.

Empat menit sebelum babak pertama usai, Denmark langsung memetik gol di peluang pertamanya. Bendtner menahan umpan Michael Silberbauer dengan dada sebelum tendangannya menembus gawang kiper Eduardo.

Menit 56, Denmark nyaris menyudahi perlawanan Portugal dengan mencetak gol kedua. Dari jarak dekat, Dennis Rommedahl melepas tembakan yang menghajar jaring sebelah luar gawang tim tamu.

Peluang emas hadir bagi Portugal di menit 62. Liedson yang baru masuk di babak kedua berhasil menaklukkan Andersen tetapi tendangannya bisa diblok Silberbauer tepat di garis gawang.

Ronaldo yang menyangka bola sudah masuk memegang bola dengan tangan sehingga dianggap pelanggaran. Sial bagi Denmark karena SIlberbauer mengalami cedera sehingga harus ditarik.

Saat Portugal mulai terlihat putus asa untuk mengejar, pertolongan datang hanya empat menit sebelum laga usai. Liedson dengan sempurna menanduk bola tendangan sudut untuk jadi gol penyama.

Portugal hampir saja memetik kemenangan di menit terakhir laga. Dua buah peluang, satu melalui tendangan Nani dan yang kedua lewat tandukan Nuno Gomes sukses ditepis dan ditangkap Andersen.

Hingga peluit panjang berbunyi, tak ada gol tambahan dan kedua tim harus puas dengan hasil imbang 1-1.





reza_keren



Glasgow - Skotlandia membuka peluang paling tidak untuk finish sebagai runner up Grup 9 setelah memetik kemenangan 2-0 atas Macedonia. Kesempatan itu menguat karena salah satu rivalnya, Norwegia, hanya bermain seri.

Menghadapi Macedonia di Hampden Park, Glasgow, Sabtu (5/9/2009) malam WIB, Skotlandia mendapat perlawanan ketat oleh tamunya itu, yang memang juga tengah berjuang mengincar posisi dua besar di grup ini.

Setelah bermain relatif seimbang di 45 menit pertama, The Tartan Army mulai mendominasi permainan di babak kedua, dan itu ditandai dengan lahirnya gol pertama di menit 56 melalui sundulan Scott Brown dari dalam kotak penalti. Penyerang Birmingham City, James McFadden, menggandakan keunggulan Skotlandia di menit 80 lewat aksi individu yang menawan, menggocek beberapa bek lawan sebelum menaklukkan kiper Jane Nikoloski.

Dengan kemenangan ini Skotlandia sementara berada di urutan dua klasemen dengan nilai 10 dari tujuh pertandingan. Macedonia dan Norwegia tetap berjaga-jaga di bawahnya dengan tujuh poin, dan mereka tinggal menyisakan satu pertandingan.

Norwegia kehilangan dua angka yang penting saat melawat ke markas Islandia. Unggul lebih dulu berkat gol John Arne Riise di menit 10, Norwegia bisa dibalas oleh tuan rumah lewat gol kaptennya, Eidur Gudjohsen, di menit 29.

Meskipun Skotlandia dalam pole position untuk menjadi runner up grup, tapi mereka punya agenda sangat berat di laga terakhirnya hari Rabu mendatang. Lawan mereka adalah Belanda, sang juara grup yang sudah dipastikan lolos ke putaran final. Sementara itu Norwegia dan Macedonia akan melakukan partai hidup-mati di Oslo di hari yang sama.

Skotlandia hanya membutuhkan hasil seri untuk finish di bawah Belanda, dan bisa mengikuti playoff antartim runner up grup-grup. Jika kalah, mereka dan salah satu dari Norwegia atau Macedonia memetik kemenangan, maka mereka akan diadu selisih golnya.

Susunan pemain

Skotlandia: 1-Craig Gordon; 2-Alan Hutton, 4-Stephen McManus, 5-David Weir, 3-Callum Davidson (13-Steven Whittaker 14); 11-James McFadden, 7-Darren Fletcher, 8-Graham Alexander, 6-Scott Brown (15-Paul Hartley 73), 10-Steven Fletcher (14-Shaun Maloney 68), 9-Kenny Miller.

Macedonia: 1-Jane Nikoloski; 2-Nikolce Noveski, 5-Igor Mitreski, 4-Goce Sedloski, 3-Goran Popov; 8-Velice Shumulikoski, 16-Slavco Georgievski (7-Vlatko Grozdanoski 69), 13-Filip Despotovski, 17-Aco Stojkov (9-Besart Ibraimi 78); 11-Ilco Naumoski (6-Darko Tasevski 65), 10-Goran Pandev.



reza_keren


PARIS, KOMPAS.com - Perancis ditahan imbang Rumania 1-1 dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2010 Zona Eropa Grup-7, Sabtu (5/9). Langkah mereka pun tersendat di peringkat kedua klasemen dengan 14 poin atau kalah empat poin dari Serbia di puncak klasemen.

Hasil itu cukup mengecewakan mengingat Perancis tampil mendominasi permainan. Tampil di kandang sendiri dan didukung kekuatan penuh, mereka berhasil menekan kreativitas Rumania sekaligus menciptakan sejumlah peluang.

Pada menit keenam, misalnya, Thierry Henry mampu melepaskan tembakan ke tengah gawang Rumania. Namun, kiper Danut Dunitru Coman masih sanggup mengamankan bola dalam dekapannya.

Setelah itu, Perancis terus menggempur barisan pertahanan Rumania yang dikawal Cristian Chivu dkk. Meski sempat kerepotan, Perancis kembali berhasil menciptakan peluang gol, yang kali ini berasal dari kaki Nicolas Anelka pada menit ke-21. Lagi-lagi, Coman belum bisa dikecoh tendangan keras Anelka.

Tekanan itu membuat Rumania menunda keinginan untuk menyerang. Ketika lawan menurunkan tempo dan memancing barisan tengah mereka keluar sarang, Maximilian Nicu dkk tetap disiplin bertahan.

Tertutupnya permainan Rumania itu membuat Perancis perlahan kehilangan kreativitas. Memasuki menit ke-30, mereka sering tampak ragu-ragu dan bingung mengalirkan serangan begitu berada di wilayah musuh.

Permainan monoton itu terus berlangsung hingga turun minum. Skor 0-0 masih tertera di papan skor ketika para pemain kembali ke kamar ganti.

Memasuki babak kedua, Perancis menggebrak dengan serangan mendadak. Gol cepat yang mereka inginkan pun berhasil didapat. Memanfaatkan umpan Gourcuff, Henry berhasil menanduk bola masuk ke sudut kiri atas gawang Rumania.

Skor 1-0 itu ternyata berhasil memancing Rumania untuk bermain lebih terbuka. Hebatnya, Rumania mampu menyamakan kedudukan hanya dalam waktu tujuh menit melalui gelandang Iulian Apostol. GOl itu bermula dari kelengahan bek Perancis mengawasi pergerakan Apostol di luar kotak penalti. Setelah beberapa saat mencari-cari celah, Apostol berhasil mendapat ruang tembak dan lantas menembakkan bola ke sudutu kanan bawah gawang Hugo Lloris.

Melihat keadaan kembali menyudutkan timnya, pelatih Raymond Domenech memasukkan Franck Riberry dan Karim Benzema menggantikan Gourcuff dan Andre Pierre Gignac untuk menambah daya gedor.

Jehadiran Ribery memberi dampak positif. Kecepatan dan kelincahannya memberi kesegaran dalam serbuan-serbuan Perancis. Ketika mengalami kebuntuan serangan, keduanya mampu mengandalkan diri sendiri untuk menciptakan peluang gol.

Pada menit ke-76, keduanya bergantian melepaskan tembakan ke tengah gawang. Namun, tak satu pun kedua usaha itu membuahkan gol. Coman telah menjalankan tugas dengan beik Ia tak membiarkan bola bersarang di gawangnya untuk kedua kali.

Untuk mengurangi tekanan kepada lini belakang, barisan gelandang dan penyerang mencoba naik dan melayani pertempuran di tengah lapangan. Usaha ini berhasil mematikan pergerakan maju Perancis. Dan, meski tak mampu menambah gol, Rumania berhasil menghindari bencana kebobolan

Pertarungan terus berlanjut dengan lambat. Perancis mencoba mengatur serangan, memindah-mindahkan serangan dari sayap kanan ke kiri. Toh, kerja keras Perancis tak mampu menghadirkan peluang yang betul-betul bagus. Skor 1-1 pun menandai akhir hidup 1-1.

Perancis masih memiliki tiga pertandingan lagi untuk memperbaiki diri sekaligus merebut tiket tampil di putaran final. Kehilangan poin penuh sekali saja, bisa berarti kegagalan tampil di Afrika Selatan.

Susunan pemain:
Perancis: Lloris; Gallas, Escude, Evra, Sagna; Toulalan, Gourcuff (Benzema 73), Diarra; Henry, Anelka, Gignac (Ribery 57)
Rumania: Coman; Chivu, Radoi, Rat, Maftei; Mara (Roman 61), Ghioane, Apostol, Nicu (Bucur 77); Marica, Surdu.






reza_keren


Basel - Dua gol di enam menit terakhir memberi Swiss kemenangan penting atas Yunani. Kemenangan 2-0 di kandang sendiri itu membuat skuad Ottmar Hitzfeld memimpin Grup 2 sekaligus menggeser rival beratnya itu.

Mayoritas dari sekitar 38.500 penonton yang menyaksikan pertandingan itu di St Jakob-Park Stadium, Minggu (6/9/2009) dinihari WIB, merayakan kemenangan yang diraih Alexander Frei dkk ini. Meski masih jauh dari aman, tapi Swiss memperoleh tambahan modal besar untuk bisa lolos otomatis ke Afrika Selatan 2010 sebagai juara grup.

Di klasemen sementara mereka kini berada di puncak dengan 16 poin dari tujuh pertandingan, unggul tiga angka dari Yunani dan Latvia. Jika mampu menjaga posisi itu di tiga pertandingan terakhir, maka harapan untuk tampil di putaran final akan terbuka besar. Dalam 10 edisi terakhir Swiss hanya tampil dua kali di Piala Dunia.

Sukses Swiss menaklukkan Yunani terbantu oleh terusirnya seorang pemain lawan, Loukas Vyntra, di menit-menit akhir babak pertama. Unggul jumlah pemain sejak restart, tuan rumah akhirnya memperoleh momentum di menit 84 melalui gol Stephane Grichting. Empat meni kemudian kemenangan itu menjadi mantap setelah striker Sampdoria, Marco Padalino, mencetak gol kedua.

Sementara itu Latvia menjaga peluangnya setelah memungut kemenangan 1-0 di kandang Israel. Pahlawan Latvia adalah bek Kaspars Gorkss yang menyundul masuk bola di udara dari tendangan sudut di menit 59.

Catatan menarik tertorehkan untuk Israel karena baru kali ini lagi mereka menelan kekalahan di kandang sendiri di ajang kualifikasi Piala Dunia. Kali terakhir mereka kehilangan angka saat bermain di depan suporternya adalah di tahun 1993 saat menjamu Finlandia.

Susunan pemain

Swiss: 1-Diego Benaglio; 2-Alain Nef (18-Eren Derdiyok 61), 5-Steve von Bergen, 13-Stephane Grichting, 3-Ludovic Magnin; 6-Benjamin Huggel, 8-Gelson Fernandes (15-Hakan Yakin 68); 7-Tranquillo Barnetta, 11-Marco Padalino; 9-Alex Frei, 10-Blaise Nkufo (19-Johan Vonlanthen 81).

Yunani: 1-Konstantinos Chalkias; 15-Sokratis Papastathopoulos, 5-Evangelos Moras, 16-Sotirios Kyrgiakos, 4-Nikos Spyropoulos; 11-Loukas Vyntra, 8-Konstantinos Katsouranis, 3-Christos Patsatzoglou; 14-Dimitrios Salpingidis (7-Georgios Samaras 46), 9-Angelos Charisteas (18-Avraam Papadopoulos 73), 10-Ioannis Amanatidis (17-Theofanis Gekas 81).

Israel: 1-Dudu Aouate; 2-Yuval Shpungin, 5-Avi Strul, 13-Dekel Keinan, 6-Dedi Ben-Dayan; 7-Baram Kayal, 4-Gal Alberman (16-Tamir Cohen 46), 15-Yossi Benayoun (8-Aviram Baruchyan 66), 9-Yaniv Katan; 10-Elyaniv Barda, 12-Omer Golan (17-Ben Sahar 62).

Latvia: 12-Andris Vanins; 3-Vitalijs Astafjevs, 5-Oskars Klava, 6-Deniss Ivanovs, 7-Deniss Kacanovs, 8-Alexandrs Cauna (18-Jurijs Zigajevs 80), 9-Maris Verpakovskis (14-Andrejs Pereplotkins 90+1), 10-Andrejs Rubins (4-Dzintaris Zirnis 81), 11-Girts Karlsons, 13-Kaspars Gorkss, 16-Vladimirs Kolesnicenko.






reza_keren



ROSARIO - Timnas Brasil memastikan satu tiket lolos ke Piala Dunia 2010 mendatang. Prestasi diraih setelah Tim Samba mengalahkan Argentina dengan skor 3-1 di Rosario, Minggu (6/9/2009) pagi WIB.

Kemenangan ini, membuat Brasil memimpin klasemen dengan koleksi 30 nilai. Raihan itu mampu mengungguli Paraguay yang berada tepat di bawah dengan 27 poin klasemen Zona Amerika Selatan.

Dalam laga kali ini, pelatih Tim Argentina Diego Maradona memainkan duet Lionel Messi dan Carlos Tevez untuk mengisi lini depan. Sedangkan Tim Brasil mengandalkan top skorer Piala Konfederasi Luis Fabiano di posisi penyerang.

Luisao membuka gol buat Brasil pada menit ke-24. Gol tercipta setelah sundulan Luisao berhasil merobek gawang Argentina yang dikawal Mariano Andujar, setelah memanfaatkan tendangan bebas Elano. 1-0 Brasil memimpin.

Unggul 1-0 tidak membuat Tim Samba puas. Enam menit kemudian, tim besutan Carlos Dunga itu kembali berhasil menambah keunggulan. Fabiano membuka skor perdana pada laga ini ke gawang Andujar. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua Argentina mencoba bangkit mengejar ketertinggalan. Maradona memutuskan untuk menambah daya dobrak dengan memasukkan Sergio Aguero guna menggantikan Maxi Rodriguez.

Sebenarnya, Tim Tanggo sempat memperkecil ketinggalan pada menit ke-60 melalui gol yang dicetak pemain sayap Jesus Datolo. Tendangan keras Datolo tidak mampu dibendung kiper Julio Cesar. Skor berubah 2-1.

Akhirnya, Tim Samba memastikan satu tiket ke babak Piala Dunia Afrika Selatan. Adalah Fabiano yang menjadi momok menakutkan buat kiper Andujar setelah bomber Sevilla itu mencetak gol kedua pada menit ke-68. 3-1 Brasil unggul.

Susunan Pemain:
Argentina: Andujar; Heinze, Ottamendi, Dominguez, Zanetti; Datolo, Veron, Mascherano (Aguero 45); Tevez (Milito), Messi.

Brasil: Cesar; Santos, Luisao, Lucio, Maicon; Kaka, Silva, Elano (Ramirez 68), Melo; Robinho (Alves 68) Fabiano (Adriano 77). (hmr)




wisnu_bourne
ckckck
Bang Maradona
ente perbanyak belajar nih kayanya
dari bung Dunga
wisnu_bourne
Ane kuatir
perancis hampir sama nasibnya sama argentina
bisa-bisa ga lolos
aduh semoga pelatih mereka nemuin ramuan yang tepat..
kalo ga pengen di ganti
secara perancis sekarang susah banget ngegolin worried.gif
wisnu_bourne
Kaladze nyetak dua gol eui.. ko kegawang sendiri axehead.png

om lion gimana neh pemain binaan nya Tounge.gif
LionHeart
thread ini dibuat untuk mengumpulkan postingan2 mengenai kualifikasi PD 2010... silahkan digabung jadi 1 aja ya.... Peace.gif
LionHeart
hasil lengkap kualifikasi PD 2010

[size=4Kualifikasi Piala Dunia
Hasil Pertandingan Selengkapnya[/size]

London - Kualfikasi Piala Dunia Zona Eropa memainkan 25 pertandingan pada Kamis (10/9/2009) dinihari WIB. Dua tim memastikan lolos yakni Inggris dan Spanyol. Di Asia, Bahrain melaju ke play-off untuk menghadapi juara Oseania Selandia Baru.

Zona Eropa

Grup 1
Malta 0-1 Swedia (I.Azzopardi 81'--b.d)
Albania 1-1 Denmark (E. Bogdani 51'; N. Bendtner 40')
Hongaria 0-1 Portugal (Pepe 10')

Grup 2
Israel 7-0 Lukesemburg (E. Barda 9', 21', 44', A. Barochian 15', O. Golan 58', B. Sahar 63', 84')
Latvia 2-2 Swiss (A. Cauna 61', V. Astafjevs 75'; A. Frei 43', E. Derdiyok 80')
Moldova 1-1 Yunani (V. Andronic 90'; T. Gekas 33')

Grup 3
Rep Ceko 7-0 San Marino (M. Baros 28', 44', 45' (pen), 66', V. Sverkos 47', 90', T. Necid 86')
Irlandia Utara 0-2 Slovakia (S. Sestak 15' F. Holosko 67')
Slovenia 3-0 Polandia (Z. Dedic 13', M, Novakovic 45', V. Birsa 62')

Grup 4
Liehctenstein 1-1 Finlandia (M. Polverino 75'; J. Litmanen 74'-pen)
Jerman 4-0 Azerbaijan (M. Ballack 14'-pen, M, Klose 55', 65', L. Podolski 70')
Wales 1-3 Rusia (J. Collins 54'; I. Semshov 36', S. Ignashevich 71', R. Pavlyuchenko 90')

Grup 5
Armenia 2-1 Belgia (H. Goharyan 23, S. Hovsepyan 52'; I.d.Camargo 90')
Bosnia 1-1 Turki (S. Salihovic 25'; E. Belozoglu 4')
Spanyol 3-0 Estonia (C. Fabregas 32', S. Cazorla 82', J.M. Mata 90')

Grup 6
Belarusia 0-0 Ukraina
Andorra 1-3 Kazakhstan (O. Sonejee 69'; s. Khizhnichenko 15', 34', R. Baltiyev 28')
Inggris 5-1 Kroasia (F. Lampard 7'-pen, 59' S. Gerrard 17', 67', W. Rooney 78'; Eduardo 72')

Grup 7
Kep. Faeroe 2-1 Lithuania (S. Olsen 15, A. Hansen 35; T. Danilevicus 23')
Rumania 1-1 Austria (G. Bucur 54'; F. Schiemer 82')
Serbia 1-1 Prancis (N. Milijas 13'-pen; T. Henry 31')

Grup 8
Montenegro 1-1 Cyprus (M. Vucinic 59' pen; Y. Okkas 65')
Italia 2-0 Bulgaria (F. Grosso 11', V. Iaquinta 40')

Grup 9
Norwegia 2-1 Makedonia (T. Helstad 2', J.A. Riise 25'; B. Grncarov 79')
Skotlandia 0-1 Belanda (E. Elia 82')


Play-off Zona Asia
Arab Saudi 2-2 Bahrain (N.Al Shamrani 15', H. Al Montashari 90'; Jaycee John 42, Abdullatif 90')
LionHeart
argentina kalah lagi????

Kualifikasi Piala Dunia
Suka Paraguay, Duka Argentina

Asuncion - Paraguay pantas berbahagia karena sudah lolos ke Piala Dunia 2010. Bagi Argentina, kekalahan 0-1 dari Paraguay berarti duka mendalam karena langkah Abiceleste untuk tampil di Afrika Selatan kian berat.

Dalam laga yang dilangsungkan di Defensores del Chaco, Asuncion, Kamis (10/9/2009) pagi WIB, Argentina yang butuh kemenangan untuk menjaga peluangnya lolos ke Piala Dunia harus menderita kekalahan kedua kali secara beruntun usai kalah dari Brasil akhir pekan lalu.

Gol Nelson Haedo Valdez di babak pertama menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan itu. Bahkan duka Argentina semakin bertambah karena harus bermain dengan sepuluh orang karena Juan Sebastian Veron terkena kartu merah di pertengahan babak kedua.

Dengan tiga poin ini, Paraguay kokoh berdiri di posisi kedua dengan 30 poin, sama dengan pemuncak klasemen Brasil, namun kalah selisih gol. Sementara itu tim asuhan Diego Maradona itu kin tertahan di urutan kelima dengan 22 poin dari 16 laga dan itu adalah slot untuk mengikuti playoff melawan peringkat keempat Zona CONCACAF.

Namun, dengan menyisakan dua laga lagi, posisi Argentina rawan digusur oleh Uruguay, Kolombia dan bahkan Venezuela, karena keempat tim itu hanya berselisih empat poin saja.

Jalannya pertandingan

Sebelas menit babak pertama dimulai, Valdez membuat peluang pertama lewat sebuah sepakan keras dari jarak jauh yang masih melebar di sisi kiri gawang Argentina. Tiga menit berselang, giliran Lionel Messi yang mencoba mengancam lewat sebuah free kick namun masih belum menemui sasaran.

Pada menit ke-28, Paraguay berhasil unggul lebih dulu lewat Valdez yang melepaskan sepakan terukur lewat kaki kanan meneruskan umpan Salvador Cabanas, 1-0 untuk tuan rumah.

Juan Veron pada menit ke-34 hampir saja menjebol gawang Paraguay, namun kiper Justo Villar dengan sigap mengamankan bola itu. Hingga turun minum, skor 1-0 tetap bertahan untuk Paraguay.

Memasuki menit ke-53, bencana bagi Argentina datang setelah Veron diusir wasit akibat menerima kartu kuning keduanya. Peringatan itu diberikan kepada Veron karena ia terlihat menendang salah seorang pemain Paraguay.

Valdez nyaris mencetak gol keduanya di menit ke-61 dari sebuah situasi sepak pojok. Untung sundulannya masih melenceng dan amanlah gawang Sergio Romero.

Melihat lini serangnya tak berjalan dengan baik, Maradona pun melakukan beberapa pergantian dengan memasukkan penyerang veteran yang sudah 9 tahun absen membela Argentina, Martin Palermo, menggantikan sang menantu, Sergio Aguero. Sebelumnya di awal babak kedua, Ezequiel Lavezzi masuk untuk mensubtitusi Jesus Datolo.

Meski begitu, Argentina tampak kesulitan menembus lini pertahanan Paraguay yang bermain sangat disiplin. Hadirnya Messi pun tak banyak membantu karena ia tak punya partner seimbang untuk mendukung aksinya di lapangan.

Rolando Schiavi hampir saja membuat gol penyama kedudukan di menit ke-93 andai ia mampu memanfaatkan umpan tarik dari Martin Palermo di dalam kotak penalti. Skor 1-0 pun menjadi hasil laga itu dan Paraguay berhak mendampingi Brasil sebagai wakil dari Amerika Selatan untuk Piala Dunia 2010.

Ekuador dan Uruguay Menang

Ekuador menjaga peluangnya untuk lolos ke Piala Dunia 2010 setelah menaklukkan tuan rumah Bolivia 3-1. Tiga poin menempatkan La Tri -julukan Ekuador- di posisi keempat alias batas akhir tim yang meraih tiket otomatis. Poin mereka adalah 23 dari 16 laga yang dijalani.

Tiga gol berhasil disarangkan Ekuador terlebih dulu melalui Edison Mendez, Antoni Valencia dan Christian Benitez, masing-masing menit ke 4, 46 dan 56. Gerard Yecerotte mencetak gol hiburan bagi Bolivia pada menit 85.

Sementara itu, Uruguay pun dengan setia menunggu untuk mencuri kesempatan lolos lewat jalur playoff maupun lolos otomatis setelah La Celeste mengalahkan Kolombia dengan di kandangnya. Posisi Diego Forlan dkk adalah di tangga ke-6 dengan 21 poin.

Tiga gol Juara Dunia dua kali itu dihasilkan oleh Luis Suarez di menit ke-16, sebelum dibalas oleh Jackson Martinez di menit ke-66. Pada akhirnya gol Andres Scotti di menit ke-77 dan dua menit jelang bubaran lewat Sebastien Eguren memastikan kemenangan 3-1 bagi Uruguay.

Susunan pemain :

Paraguay : Villar, Dario Veron, Torres, Cacer, Cabanas, Santana (Ledesma 67'), Vera, Da Silva, Riveroz, Valdez (Benitez 80').

Argentina : Romero, Zanetti, Heinze, Dominguez, Papa, Gago, Veron, Datolo (Lavezzi 46'), Mascherano, Aguero (Palermo 59'), Messi.

---

Bolivia : Suarez, Ribeiro, Rodríguez, Rivero, Bejarano, Gutiérrez, Flores (Reyes 46'), García (Gutierrez 64'), Pachi, Moreno, Cabrera (Yecerotte 51').

Ekuador : Elizaga, Espinoza (Goagua 61'), Hurtado, Silveira, Mendez, Castillo, Valencia (Maldonado 81'), Ayovi, Noboa, Montero (Ambosio 75'), Benitez.

---

Uruguay : Silva, Caceres, Valdez, Rodriguez (Eguren 81'), Gargano, Pereira, Perez, Forlan, Suarez (Abreu 90'), Cavani (Scotti 31').

Kolombia : Julio, Yepes, Perea, Cordoba, Amero, Viafara (Martinez 57'), Ramos (Pabon 81'), Aguilar, Guarin, Moreno (Hernandez 57'), Gutierrez.
LionHeart
Fantastis, Inggris Calon Juara Dunia

London - Pelatih Kroasia Slaven Bilic menggambarkan permainan Inggris kala menumbangkan timnya 1-5 dengan satu kata; fantastis. Oleh karenanya tak heran jika The Three Lions jika menjadi juara dunia tahun depan.

Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Wembley, Kamis (9/9/2009) dinihari WIB, pasukan Bilic dihancurkan lewat dua gol Frank Lampard dan Steven Gerrard, serta satu gol dari Wayne Rooney. Atas kemenangan ini, Inggris pun mengantongi tiket ke Piala Dunia 2010.

Bilic mengaku dirinya tak mempredkisikan bisa kalah seperti ini, tidak di dalam mimpi buruk sekali pun. Ia menilai tim arahan Fabio Capello itu memang tampil sempurna sejak awal pertandingan.

"Kami tak membayangkan hal ini di dalam mimpi buruk kami sekali pun. Mereka benar-benar fantastis sejak awal. Mereka bermain dengan cara mereka sendiri dan mereka terlihat tajam, sebuah tim yang lebih agresif bahkan sebelum gol pertama terjadi," ujarnya di situs resmi FIFA.

"Kami senang karena di babak pertama hanya tertinggal 0-2 karena bisa saja kami kebobolan lima. Kiper kami (Vedran Runje) tampil bagus. Ketika kami kemasukan gol ketiga, kami sudah tak bisa mengejar lagi."

Ketika ditanya apakah Inggris bisa menjadi juara dunia tahun depan, pria yang semasa bermain berposisi sebagai bek ini mengatakan, "Melihat permainan mereka malam ini, tentu saja. Tetapi tak gampang bermain seperti malam ini di setiap pertandingan."

"Mereka baru gagal melakukan operan setelah setengah jam. Operan satu-dua mereka sempurna. Jika mereka bisa terus bermain seperti ini, tentu saja mereka bisa jadi juara," tukasnya.
LionHeart
Italia Bungkam Kritik Lewat Bulgaria

Turin - Ketika menang 2-0 atas Gerogia lewat dua gol bunuh diri, Italia dikritik. Kini kritikan itu dibungkam lewat kemenangan bagus atas Bulgaria, di mana dua golnya dicetak atas nama pemain sendiri.

Pada 5 September silam, Italia mendapatkan tiga poin di Grup 8 kualifikasi Piala Dunia 2010 setelah Kakha Kaladze mencetak dua gol ke gawang sendiri. Menang dengan cara demikian, wajar apabila Gli Azzurri kemudian dihujani kritikan.

Apalagi permainan Italia dalam beberapa bulan terakhir memang tak spektakuler. Padahal sebagai juara dunia ada ekspektasi yang mengharapkan Andrea Pirlo cs. menampilkan sepakbola memukau. Ujung-ujungnya mereka pun diragukan bisa mempertahankan gelar mereka di Afrika Selatan.

Tetapi kemenangan atas Bulgaria, Kamis (10/9/2009) dinihari WIB, dikatakan sang kapten, Fabio Cannavaro, membungkam kritik tersebut. Tampil menguasai pertandingan, Cannavaro menyebut bahwa Italia belum habis.

"Ini adalah langkah besar. Sangat penting untuk memberikan sinyal bahwa kami adalah tim dan telah bersatu lagi, dan inilah yang kami tunjukkan malam ini," ujarnya di Football Italia.

"Kami mengoper bola tanpa henti dan menghibur para penonton, terutama di babak pertama. Sementara di babak kedua kami menguasai tempo permainan."

"Jika kami adalah juara dunia, itu artinya kami telah melakukan sesuatu yang bagus. Sudah tiga tahun sejak saat itu dan orang-orang mulai mengatakan bahwa kami sudah tua, sudah lewat masanya dan sudah habis."

"Malam ini kamu menunjukkan bahwa kami berada dalam permainan terbaik dan kami masih sama bagusnya seperti biasanya," tandas Cannavaro.
LionHeart
Kualifikasi Piala Dunia
Matador Tembus Afsel 2010


Madrid - Spanyol jadi negara kesepuluh yang berhasil memastikan tempat di Piala Dunia 2010 usai menaklukkan lawannya, Estonia, dengan tiga gol tanpa balas, Kamis (10/9/2009) dinihari WIB.

Dalam laga yang berlangsung di Santiago Bernabeu itu, Cesc Fabregas, membuka keunggulan Spanyol pada menit ke-33. Mendapat ruang bebas sekitar 18 yard dari kotak penalti, Fabregas lantas menggenjot bola yang menusuk masuk ke sudut kiri bawah gawang Estonia.

Pemain pengganti Santi Cazorla turut mencatat namanya di papan skor pada menit ke-79 sekaligus menggandakan keunggulan timnya. Merangsek ke sisi kanan pertahanan lawan, Cazorla melepaskan sepakan kaki kanan yang membuat bola bersarang di pojok kanan atas jala tim lawan.

Tak mau kalah dengan Cazorla, Juan Manuel Mata yang masuk sebagai pemain pengganti pun ikut mencetak gol di penghujung pertandingan. Tendangan kaki kanan winger Valencia membuat skor menjadi 3-0 dan bertahan hingga laga usai.

Dengan hasil ini, Spanyol tak bergerak di puncak klasemen Grup 5 Zona Eropa dengan nilai 24 dari delapan laga yang telah dimainkan. Pasukan Vicente Del Bosque itu pun berhak melenggang ke putaran final Piala Dunia 2010, karena meski menyisakan dua laga, perolehan angka juara Eropa 2008 itu tak bisa dikejar oleh dua tim di bawahnya, yaitu Bosnia Herzegovina dan Turki, yang memiliki 16 dan 12 poin.

Kedua tim itu turut membantu La Furia Roja untuk lolos karena hasil imbang saat berduel beberapa jam sebelumnya. Spanyol juga jadi negara Eropa ketiga yang lolos setelah Belanda dan Inggris.

Susunan pemain :

Spanyol : Casillas, Marchena, Capdevilla, Albiol, Pique, Alonso, Senna, Fabregas, Silva (Mata 77'), Villa (Cazorla 66'), Torres (Guiza 54').

Estonia : Pareiko, Piiroja, Klavan, Rahn, Kruglov, Sisov, Vunk, Vassiljev, Oper, Kink (Lindpere 71'), Zenjov (Voskoboinikov 48').
Rota Kurivaim
zona eropa, yang udah pasti lolos keafsel, belanda, inggris, spanyol Tounge.gif

jerman ama italia semakin dekat Tounge.gif
Rota Kurivaim
Gol Elia Amankan Tiket Belanda

GLASGOW - Timnas Belanda memastikan satu tiket lolos ke Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Tiket diraih setelah The Oranje berhasil menumbangkan Skotlandia dengan skor 1-0 di Hampden Park, Kamis (10/9/2009) dini hari WIB.

Dalam laga kali ini, pelatih Belanda Bert van Marwijik mengandalkan Dirk Kuyt seorang diri di lini depan. Kuyt mendapatkan dukungan dari Robin van Persie, Wesley Sneijder dan Arjen Robben.

Kedua tim silih berganti melakukan serangan. Namun, ketatnya pertahanan dan kurang tenangnya penyelesaian akhir membuat Skotlandia dan Belanda gagal mencetak gol di babak pertama. Skor tanpa gol bertahan hingga turun minum.

Van Marwijik melakukan perubahan di babak kedua. Dia memasukkan pemain muda Eljero Elia untuk menggantikan posisi Arjen Robben. Masuknya penyerang yang memperkuat Hamburg itu menambah daya dobrak Belanda.

Akhirnya, Elia berhasil memecah kebuntuan Belanda pada menit ke-82. Penyerang muda itu berhasil memanfaatkan kesalahan yang dibuat pemain belakang Skotlandia guna menjebol gawang Marshall. Skor 1-0 untuk keunggulan Belanda.

Gol itu ternyata sudah cukup memastikan satu tiket di tangan Belanda. Giovanni van Bronckhorst dkk memastikan satu tiket setelah mengoleksi nilai sempurna 24 dari delapan pertandingan.

Susunan Pemain:
Skorlandia: Marshall; Whittaker, McManus, Weir, Hutton; Hartley (Commons 67), Naismith, Brown, Fletcher, Maloney (O'Connor 82); Miller.

Belanda: Vorm; Van Bronckhorst, Mathijsen, Ooijer, Van der Wiel; Robben (Elia), Sneijder (Van der Vaart 77), Van Persie (Huntelaar 85); Kuyt.
eddy
^^^
yang cetak gol sodaranya Elia Pical ya.... HeHe.gif
Pakdhe HM
Inggris.. Belanda .. Spanyol .. bentar lage Jerman .. Italia ..
siip deh .. ga ada yg ketinggalan
eddy
Perancis pakdhe...... posisinya rawan..........
Rota Kurivaim
Zona Europe Standing

Group 1
Team MP W D L GF GA Pts
Denmark 8 5 3 0 15 4 18
Sweden 8 4 3 1 9 3 15
Portugal 8 3 4 1 10 5 13
Hungary 8 4 1 3 9 5 13
Albania 9 1 4 4 5 9 7
Malta 9 0 1 8 0 22 1

Group 2
Team MP W D L GF GA Pts
Switzerlnd 8 5 2 1 15 8 17
Greece 8 4 2 2 13 7 14
Latvia 8 4 2 2 13 8 14
Israel 8 3 3 2 17 9 12
Luxembrg 8 1 2 5 3 20 5
Moldova 8 0 3 5 3 12 3

Group 3
Team MP W D L GF GA Pts
Slovakia 8 6 1 1 21 8 19
Slovenia 8 4 2 2 13 4 14
North Irlnd 9 4 2 3 13 9 14
Czech Rep 8 3 3 2 15 6 12
Poland 8 3 2 3 19 11 11
San Mrino 9 0 0 9 1 44 0

Group 4
Team MP W D L GF GA Pts
Germany 8 7 1 0 24 4 22
Russia 8 7 0 1 18 4 21
Finland 8 4 2 2 11 12 14
Wales 8 3 0 5 6 10 9
Liechtnstn 8 0 2 6 2 19 2
Azerbaijan 8 0 1 7 1 13 1

Group 5
Team MP W D L GF GA Pts
Spain * 8 8 0 0 21 2 24
Bosnia-Hrz 8 5 1 2 21 8 16
Turkey 8 3 3 2 11 8 12
Belgium 8 2 1 5 11 18 7
Estonia 8 1 2 5 7 22 5
Armenia 8 1 1 6 5 18 4

Group 6
Team MP W D L GF GA Pts
England * 8 8 0 0 31 5 24
Croatia 9 5 2 2 17 12 17
Ukraine 8 4 3 1 14 6 15
Belarus 8 3 1 4 15 11 10
Kazakhstn 8 2 0 6 10 23 6
Andorra 9 0 0 9 3 33 0

Group 7
Team MP W D L GF GA Pts
Serbia 8 6 1 1 16 6 19
France 8 4 3 1 10 8 15
Austria 8 3 2 3 11 11 11
Lithuania 8 3 0 5 7 8 9
Romania 8 2 3 3 9 12 9
Faroe Isld 8 1 1 6 4 12 4

Group 8
Team MP W D L GF GA Pts
Italy 8 6 2 0 13 3 20
Rep Irlnd 8 4 4 0 10 6 16
Bulgaria 8 2 5 1 10 7 11
Cyprus 8 1 3 4 8 12 6
Montengro 8 0 5 3 7 13 5
Georgia 8 0 3 5 4 11 3

Group 9
Team MP W D L GF GA Pts
Nthrlnds * 8 8 0 0 17 2 24
Norway 8 2 4 2 9 7 10
Scotland 8 3 1 4 6 11 10
Macedonia 8 2 1 5 5 11 7
Iceland 8 1 2 5 7 13 5

* Qualified for the 2010 FIFA World Cup™
Rota Kurivaim
South America Standing

Team MP W D L GF GA Pts
Brazil 15 8 6 1 28 7 30
Paraguay 16 9 3 4 22 13 30
Chile 15 8 3 4 25 16 27
Ecuador 16 6 5 5 21 23 23
Argentina 16 6 4 6 20 19 22
Uruguay 16 5 6 5 26 18 21
Colombia 16 5 5 6 10 14 20
Venezuela 15 5 3 7 19 26 18
Bolivia 16 3 3 10 20 34 12
Peru 15 2 4 9 8 29 10
Rota Kurivaim
eddy, elias pascal kali haha.gif

pakdhe argentina rank 5 HeHe.gif
LionHeart
@eddy. perancis mah pasti lolos, ga terlalu berat.

argentina tuh yang empot2an... gile aje, masa posisi 5. sama paraguay aja kalah 0-1.. Hmmmph.gif
wisnu_bourne
^^
HeHe.gif

LAGU buat argentina
guitar.gif
Kalah lagi kalah lagi
gara gara si dona lewat
guitar.gif

LAGU buat perancis
guitar.gif
Seri lagi seri lagi
gara-gara si dome lewat
guitar.gif

axehead.png axehead.png
eddy
@lion...
kayaknya kebalik deh....

argentina nomor 5 kan masih tanding lawan juara oceania.. kemungkinan Selandia Baru... axehead.png

lha Perancis... kalo nomor dua kan harus ikutan play off...
calon lawannya lumayan - lumayan lho... BigGrin.gif
ada >>> Sweden, Greece, Slovenia, Russia, Bosnia-Hrz, Croatia, Rep Irlnd, Norway

Portugal malah nomor tiga... CR07 kemana aja tuh.. axehead.png
Pakdhe HM
iye si CR7 ke laut ajah axehead.png

Prancis hampir lewat yak .. Thinking.gif bener ni playoff eropa mah lebih berat
kalo lawan juara oceania enteng dah


tetep fans PSIS Semarang haha.gif dance.gif dance.gif
eddy
infone salah pakdhe... axehead.png


nih yang betul...........

QUOTE
32 teams will compete in the 2010 FIFA World Cup, with one place allocated for the hosts, South Africa. In the qualification process for the 2010 FIFA World Cup, the six FIFA confederations were allocated a share of the 31 remaining spots. The distribution is:[1]

* Europe (UEFA): 13 places
* Africa (CAF): 5 places (+ South Africa qualified automatically as host nation for a total of 6 places)
* South America (CONMEBOL): 4 or 5 places
* Asia (AFC): 4 or 5 places
* North, Central American and Caribbean (CONCACAF): 3 or 4 places
* Oceania (OFC): 0 or 1 place

UEFA and CAF have a guaranteed number of places, the number of qualifiers from other confederations is dependent on play-offs between the highest placed teams in the qualification tournaments not guaranteed a place in the finals:

* CONCACAF 4th place v CONMEBOL 5th place
* AFC 5th place v OFC winner
eddy
inpo lengkap......... dari wikipedia... HeHe.gif

Tim Yang Sudah Lolos.......


Zona Afrika........ (sisa 2 pertandingan)


Zona Asia....... (finish)


Zona Eropa...... (sisa 2 pertandingan kecuali Grup 9 sudah selesai)



Zona Concacaf / Amerika Utara ........... (sisa 2 pertandingan)


Zona Oceania .......... (finish)


Zona Amerika Selatan ............. (sisa 2 pertandingan)



Catatan : Argentina kalo tetep nomor lima ketemunya Honduras/Kostarika/ElSalvador... masak kalah juga HeHe.gif
Bahrain akan ketemu Selandia baru... BigGrin.gif
rheinhardt
ayo messi!
ga enak piala dunia kl ga ada argentina.


ane tetep pendukung inggris.
reza-keren



Buenos Aires - Kalah atas Paraguay membuat peluang Argentina untuk lolos ke Piala Dunia 2010 makin mengecil. Media di negara tersebut kemudian kompak menyerang Diego Maradona.

'Malam di mana Argentina hilang dalam sejarah', demikian ditulis suratkabar La Nacionale seperti dikutip dari AS.

Setelah tumbang saat menjamu Brasil, kemenangan merupakan harga yang sulit ditawar oleh Argentina saat melawat ke Paraguay. Sayangnya apa yang dicari tak juga datang, 'Tango' malah kembali kalah 0-1 dan berujung keluarnya mereka dari posisi empat besar, yang merupakan syarat untuk lolos langsung.

Peluang Argentina untuk bisa lolos ke putaran final Piala Dunia secara matematis memang belum tertutup. Namun dengan serangkaian hasil buruk dan performa yang tak kunjung meyakinkan, dua pertandingan tersisa bisa jadi tak akan banyak membantu Zavier Zanetti cs.

Publik Argentina pun dipaksa bersiap mengulang memori pahit 38 tahun lalu, saat Albiceleste terakhir kali gagal lolos ke Piala Dunia (1970). 'Tango' ketika cuma duduk di posisi tiga klasemen Grup 1 zona CONMEBOL, yang masih terbagi dalam tiga grup dan hanya pemuncak klasemen yang berhak lolos ke putaran final di Meksiko.

Media berpengaruh lainnya, Clarin, malah menyebut kalau peluang Argentina untuk lolos kini tergantung hasil pertandingan tim lain. "Sebuah kekecewaan lainnya, dan peluang untuk lolos langsung tidak lagi tergantung pada diri sendiri," demikian ditulis Clarin.

Harian olahraga Ole melontarkan kritikan keras dengan menyebut Argentina bermain sangat buruk di semua lini sekaligus mempertanyakan status Maradona yang masih dipertahankan sebagai pelatih.

"Kembali bermain buruk di hampir sepanjang babak kedua. Maradona bukan bagian dari tim, (dia) bukan jawaban yang dibutuhkan," tegas Ole.

Kegagalan Argentina meraih hasih bagus jelas mengherankan lantaran mereka punya banyak pemain kelas dunia, termasuk Lionel Messi yang disebut-sebut bakal jadi pemain terbaik dunia tahun ini. Inilah yang kemudian membuat tekanan pada 'Si Tangan Tuhan' makin deras mengalir.

"Messi seperti banyangan yang berkilau saat di Barcelona, (tapi) dia menjadi buta dan menderita saat mencoba berkontribusi. Pertahanan yang buruk, tanpa kekuatan, tak mampu bangkit. Argentina kembali mendapat pukulan telak," tulis stasiun televisi TyC Sports di situs resminya. ( din / krs )






reza-keren



MADRID, KOMPAS.com - Federasi Sepak Bola Spanyol, memperpanjang kontrak pelatih Vicente Del Bosque atas keberhasilan meloloskan "La Furia Roja" ke putaran final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Menurut Sky Sports, Vicente akan menjadi pelatih Spanyol hingga 2012.

Del Bosque diangkat menjadi pelatih Spanyol menggantikan Luiz Aragones, usai gelaran Piala Eropa 2008. Dalam bimbingan Del Bosque, Spanyol hanya sekali menderita kekalahan, yaitu ketika menyerah 0-2 dari Amerika Serikat pada Piala Konfederasi 2009.

Namun, Del Bosque sudah membayar tuntas kegagalan itu dengan meloloskan Spanyol ke putaran final Piala Dunia. Kemenangan 3-0 atas Estonia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia, membuat Spanyol kokoh di puncak klasemen kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa Grup 5 dengan 24 poin. Dengan dua laga tersisa, posisi Spanyol sudah tak mungkin tergeser.

Keberhasilan lolos dan kontrak baru ternyata tidak membuat Del Bosque besar kepala. Menurutnya, selama belum bisa memberi gelar kepada Spanyol, ia belum berkontribusi apa-apa. Ia pun berharap, tim dan publik Spanyol terus bekerja keras karena perjuangan belum selesai.

"Kami telah menyelesaikan target pertama, yaitu tampil di Afrika Selatan. Sekarang, yang diperlukan adalah kerja keras dan kondisi fisik prima untuk kompetisi itu," tandasnya. (SKY)




wisnu_bourne

PREVIEW Prakualifikasi Piala Dunia 2010 Zona CONMEBOL

Ekuador vs. Uruguay
Kick Off 11 Oktober 2009 06.00 WIB

Kedua tim akan bertanding dengan satu tekad; menang. Yang kalah harus mengakhiri mimpi berangkat ke Afrika Selatan. Jika seri, keduanya gigit jari.

Ekuador berpeluang memenangkan laga ini karena bertanding di habitatnya, di ketinggian 2.850 meter di atas permukaan laut (dpl). Namun Uruguay relatif telah mempersiapkan diri menghadapi laga di udara tipis.

Sixto Vizuete, pelatih Ekuador, pemain yang berlaga di Eropa, dengan Luis Antonio Valencia (Man United) sebagai komandan di lapangan tengah. Cristian Benitez (Birmingham) kemungkinan berduet di lini depan bersama Felipe Caicedo (Sporting Lisbon). Vizuete tidak akan bereksperimen, karena mambahayakan peluang membawa Ekuador ke Piala Dunia kali ketiga berturutan.

Pelatih Oscar Washington Tabarez tidak memberi tempat kepada pemain lokal. Seluruh dari 26 pemain yang dipanggilnya berasal dari klub-klub Eropa dan Amerika Latin.

Tabarez dibuat pusing oleh pilihan di lini depan. Diego Forlan mungkin masih akan menjadi starter, tapi Tabarez harus memilih antara Edinson Cavani dan Luis Suarez. Keduanya sedang naik diun bersama Palermo dan Ajax.


Argentina vs. Peru

Kick Off 11 Oktober 2009 06.00 WIB

Dua kali dalam 40 tahun Peru menyulitkan Argentina di kualifikasi Piala Dunia. Di tahun 1969, dalam laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 1970, Peru menahan Argentina 2-2 dan Albiceleste gagal berangkat ke Meksiko. Tahun 1985, di kualifikasi Piala Dunia 1986, Argentina -- yang saat itu diperkuat Diego Maradona -- susah payah memaksa Peru bermain 2-2 di Buenos Aires untuk bisa lolos ke Piala Dunia 1986 Meksiko.

Pekan ini, Peru berpotensi menjadi satu dari dua negara yang berpotensi menyulitkan, atau bahkan mengakhiri, langkah Argentina ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Peru di dasar klasemen zona Amerika Selatan, dan telah keluar dari persaingan, tapi mereka akan bertarung dengan motivasi demi harga diri.

Nolberto Solano berharap mengalahkan Argentina di Buenos Aires, sebelum mengakhiri karier internasionalnya. Carlos Zambrano, defender yang bermain di Schalke, berambisi membuat Argentina menangis dan Maradona kehilangan muka. Peru memanggil semua pemainnya di Eropa; Juan Vargas (Fiorentina), Hernan Rengifo (Lech Poznan), dan Alberto Rodriguez (Braga).

Argentina tanpa Diego Milito, yang cedera kejang otot betis. Javier Mascherano diragukan bisa bermain penuh di dua laga, sehingga Maradona merasa perlu memanggil Rodrigo Brana, gelandang Estudiantes. Ia juga mmanggil delapan pemain lokal lainnya untuk menjaga keseimbangan sentimen di dalam dan luar kamp latihan. Gonzalo Higuain, striker kelahiran Prancis, akan membuat debutnya di tim senior Albiceleste.


Kolombia vs. Cili
Kick Off 11 Oktober 2009 06.00 WIB

Kolombia masih berpeluang mengakhiri kualifikasi di peringkat lima, dan mencari tiket ke Afsel lewat playoff. Namun publik Kolombia tidak lagi antusias. Hanya 134 tiket yang terjual, padahal Atanasio Giradot di Medellin berkapasitas 40.661 kursi, dan tiket dicetak sebanyak itu. Kolombia memang butuh keajaiban untuk mencapai peringkat lima, dan publiknya tak percaya itu akan terwujud.

Cili hanya perlu satu angka untuk lolos ke Afsel, dengan catatan Argentina tidak menang dengan banyak gol di dua laga terakhir. Cili kini di peringkat tiga dengan 27 angka, dan selisih gol tujuh. Argentina di peringkat lima, dengan selisih gol satu.

Eduardo Lara membuka stadion agar publik menyaksikan timnya berlatih, tapi hanya 100 orang yang hadir. Publik sepakbola Kolombia seolah telah meninggalkan timnasnya. Sedangkan Cili akan datang dengan motivasi meraih angka, dan lolos ke Afsel.

Lara memanggil kembali penjaga gawang Oscar Cordoba, yang main di Piala Dunia 1994. Ia juga memanggil semua pemainnya yang berlaga di Eropa. Jackson Martinez akan berduet dengan Hugo Rodalega, atau Radamel Falcao di lini depan. Di belakang, Ivan Cordoba masih menjadi andalan meredam serangan lawan. Cili kehilangan Alexis Sanchez, yang terkena kartu merah saat melawan Brasil tapi Humberto Suazo untuk menjadi starter bersama Jean Beausejour.


Venezuela vs. Paraguay
Kick Off 11 Oktober 2009 06.00 WIB

Seperti Kolombia, Venezuela juga butuh keajaiban untuk mencapai peringkat lima, dan mencari tiket ke Afsel lewat babak playoff. Paraguay tak lagi butuh angka, tapi mereka dituntut tampil profesional agar tidak menimbulkan kontroversi.

Venezuela diprediksi masih akan mendapat dukungan publiknya. Mereka juga diprediksi masih akan menurunkan skuad yang sama, seperti ketika mengalahkan Peru 3-1 di Puerto La Cruz, 10 September lalu. Trio Nicolás Fedor, Alejandro Moreno, dan Ronald Vargas diharapkan lebih produktif. Sedangkan Juan Arango mengomandani lini tengah.

Paraguay diperkirakan akan mengistirahatkan sejumlah pemain seniornya, dan memberi kesempatan pemain muda mengalami laga penuh tekanan jauh dari kandang.


Bolivia vs. Brasil
Kick Off 12 Oktober 2009 04.00 WIB

Bagi kedua tim, kualifikasi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan zona Amerika Selatan telah selesai. Brasil telah memperoleh tiketnya ke Afsel. Bolivia telah menghapus harapannya, setelah gagal meraih kemenangan di empat laga terakhir.

Brasil mungkin tidak butuh kemenangan ketika bertanding di ketinggian La Paz, ibu kota Bolivia, tapi mereka tidak ingin bernasib seperti Argentina. Bolivia membantai Argentina 6-1 di depan publiknya.

Namun Pelatih Carlos Dunga juga tidak ingin menempuh cara yang dilakukan Venezuela, dengan datang jauh lebih awal untuk aklimatisasi. Semua itu hanya akan membuat biaya perjalanan membengkak.

Cara yang akan ditempuh Dunga adalah dengan mengoplos kualitas teknik dan fisik prima. Ia akan mengistirahatkan seluruh pemain yang tidak benar-benar fit, dan menurunkan pemain muda. Bolivia akan mencoba meladeninya seperti ketika mengalahkan Argentina.
LionHeart
argentina nih yang patut ditunggu lolos ato ga.... Peace.gif
wbudhi
berunntung banget argentina menit last minute, kalo ngak pasti ngak ikut 2010...
dastorm
Masih belum pasti juga bro.....

ada duel terakhir hidup mati juga......lawan Uruguay di kandang Uruguay......kalah atau seri juga ga menjamin karena selisih dua poin juga dengan Ekuador........Doh.gif
Rob Farell
Source: www.Goal.com 11 Okt 2009 02:16:23
http://goal.com/id-ID/news/1369/piala-duni...raina-hangatkan

Grup 6 Zona Eropa: Rusak Rekor Inggris, Ukraina Hangatkan Persaingan
Ukraina berhasil merusak rekor sempurna Inggris, sedangkan Belarus menang telak atas Kazakhstan.



QUOTE
Oleh Agung Harsya

Belarus 4-0 Kazakhstan

Dalam laga kualifikasi yang sudah tak lagi menentukan, tuan rumah Belarus mampu melibas Kazakhstan dengan empat gol tanpa balas.

Tuan rumah harus menanti 23 menit sebelum membuka keunggulan melalui Maksim Bordachev. Belarus baru bisa menambah koleksi gol-gol pada babak kedua.

Timofei mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-69 dan injury time babak kedua. Satu gol lain dicetak striker pengganti Leonid Kovel, empat menit sebelum usai pertandingan.


Ukraina 1-0 Inggris

Rekor sempurna Inggris pada babak kualifikasi Piala Dunia zona Eropa tercoreng di kandang Ukraina. Gol tunggal Serhiy Nazarenko pada menit ke-29 sudah cukup membenamkan ambisi Inggris mempertahankan rekor gemilang tersebut.

Inggris harus tampil dengan sepuluh pemain sejak menit ke-14 setelah kiper Robert Green mendapat kartu merah akibat menjatuhkan Artem Milevsky di kotak penalti. Fabio Capello mengorbankan Aaron Lennon dan memasukkan David James. Untungnya, kiper veteran itu mampu mementahkan eksekusi Andriy Shevchenko.

Nazarenko mencetak gol 15 menit setelahnya setelah kesalahan penguasaan bola oleh Ashley Cole. Bola diserobot Vasili Kobin dan umpannya diselesaikan pada kesempatan pertama oleh Nazarenko.

Meski kalah jumlah pemain, Inggris terus berjuang mencari gol penyeimbang kedudukan. Sayang, kerja sama Frank Lampard dan Wayne Rooney, serta upaya Glen Johnson dan pemain pengganti Carlton Cole gagal memberikan gol yang dicari.

Kemenangan ini membuka peluang Ukraina untuk meraih satu tiket babak play-off bersaing dengan Kroasia. Untuk sementara Ukraina bertengger di posisi kedua berkat keunggulan satu poin dengan Kroasia.
wisnu_bourne
QUOTE
Argentina & Maradona Diselamatkan Anak Baru dan Orang Lama
Andi Abdullah Sururi - detiksport


(REUTERS)
Buenos Aires - Bukan Lionel Messi, Sergio Aguero, atau Pablo Aimar. Figur yang menjaga harapan Argentina sekaligus menyelamatkan Diego Maradona adalah seorang pemain debutan dan bintang lokal veteran.

Kemenangan dramatis 2-1 atas Peru, Minggu (11/10/2009), bak sebuah mukjizat buat Argentina. Kalau saja mereka tak mencetak gol di menit keempat masa injury time, dan skor tetap 1-1, maka Tim Tango akan mengucap "adios" pada Piala Dunia 2010 – dan Maradona hampir bisa dipastikan out, entah mundur atau dipecat.

Tapi Gonzalo Higuain membuka asa itu dan Martin Palermo memastikannya. Higuain adalah pencetak gol pertama di menit 47 dan Palermo adalah si pendulang gol di masa injury time tersebut, setelah Peru sempat menyamakan kedudukan di menit 90.

Asal tahu saja, Higuain baru kali itu turun ke lapangan dengan seragam Albiceleste. Striker Real Madrid itu bahkan langsung dijadikan starter, berduet dengan Messi. Dan di debut internasionalnya itu Higuain langsung mencetak sebuah gol krusial.

Palermo lebih istimewa. Selain karena golnya yang menyelamatkan itu, ia juga "semestinya" sudah out of date. Ketika Argentina sedang booming penyerang muda yang hebat, ia masih bisa bertahan.

Setelah menghilang dari kancah internasional sekitar 10 tahun, Maradona memangilnya lagi menjelang pertandingan melawan Paraguay bulan lalu. Dan Palermo baru saja menjadi pahlawan. Masuk di babak kedua menggantikan Enzo Perez, pemain 35 tahun itu menciptakan gol yang mempertahankan kehidupan Argentina.

"Ya, tadinya saya pikir kami sudah terlempar dari Piala Dunia. Tapi saya melupakan Palermo, 'Santo' Palermo," demikian apresiasi tinggi Maradona pada Palermo dengan menambahkan label 'santo' alias orang suci, seperti dikutip Reuters. ( a2s / a2s )


ZONA EROPA

Grup 1

QUOTE
Grup 1 Zona Eropa: Portugal Naik Ke Posisi Dua
http://i.media.goal.com/g/58014_news.jpg
Oleh Ivena Kasatyo

Denmark 1-0 Swedia
Denmark sudah memastikan lolos ke putaran final Piala Dunia. Namun, mereka tetap tampil dengan semangat tinggi dan tidak memberi kesempatan bagi Swedia.

Tim tamu yang tetap menurunkan striker veteran Henrik Larsson berharap bisa membobol gawang lawan. Namun, serangan mereka selalu kandas.

Larsson sesungguhnya berhasil membobol gawang tuan rumah di menit ke-70. Hanya, golnya dianulir karena dia sudah berada dalam posisi offside saat Zlatan Ibrahimovic hendak memberikan umpan.

Satu-satunya gol Denmark dihasilkan gelandang Jakob Poulsen pada menit ke-78. Ia mendapat umpan dari dari Bendtner.

Portugal 3-0 Hongaria
Portugal tampil dengan semangat tinggi setelah mengetahui Swedia yang menjadi pesaing mereka menelan kekalahan. Portugal yang tampil di hadapan pendukungnya berpeluang naik ke peringkat dua bila mengalahkan Hongaria.

Terbukti, mereka menunjukkan permainan terbaik. Meski Hongaria tetap merepotkan pertahanan Portugal, namun tim asuhan Carlos Queiroz mampu mengatasi serangan tersebut.

Bahkan Portugal berhasil unggul melalui Simao menit ke-17. Gol itu berawal dari umpan silang Cristiano Ronaldo.

Hanya, setelah memberi assist kepada Simao, Ronaldo terpaksa ditarik keluar akibat cedera engkel. Ia kemudian digantikan Nani. Ditariknya Ronaldo membuat serangan Portugal sedikit menurun.

Tuan rumah akhirnya berhasil memperbesar keunggulannya di babak kedua. Kali ini, Liedson yang membobol gawang Hongaria di menit ke-74. Sedangkan Simao mencetak gol kedua sekaligus memantapkan kemenangan Portugal.

Sukses itu menjadikan Portugal naik ke peringkat dua. Mereka berpeluang mengikuti babak play-off karena tiket otomatis sudah diambil Denmark.


GRUP 7

QUOTE
Grup 7 Zona Eropa: Serbia Tinggalkan Prancis
Sama-sama menang besar, tapi Serbia mendahului Prancis untuk lolos ke Piala Dunia.

Oleh Agung Harsya

Austria 2-1 Lithuania
Austria berhasil merengkuh kemenangan keempat sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Eropa, tapi dipastikan gagal meraih tiket play-off.

Pertandingan dimulai dengan tempo lamban, sebelum akhirnya Marc Janko memecah kebuntuan dengan memanfaatkan umpan panjang timnya.

Gagal meraih hasil dari peluang Edgaras Cesnauskis sebelum jeda, Lithuania mampu menyamakan kedudukan melalui tendangan Marius Stankevicius setelah sejam pertandingan.

Kemenangan tuan rumah akhirnya dipastikan oleh Roman Wallner melalui eksekusi penalti, setelah Franz Schiemer dijatuhkan Vidas Alunderis di kotak terlarang.

Austria berada satu tingkat di bawah runner-up Prancis dengan selisih empat poin dan satu pertandingan sisa.

Serbia 5-0 Rumania
Serbia sukses memastikan satu tiket ke Piala Dunia berkat kemenangan besar atas Rumania, yang sudah tak berpeluang lagi.

Tekad untuk lolos sudah ditunjukkan Serbia sejak awal pertandingan. Setelah Nemanja Vidic nyaris menjebol gawang tim tamu, akhirnya Serbia unggul melalui gol Nikola Zigic pada menit ke-37.

Babak kedua menjadi milik Serbia sepenuhnya. Lima menit usai jeda, Marko Pantelic menggandakan keunggulan tuan rumah melalui tendangan terukur ke pojok gawang.

Serbia mengamuk dan menambah tiga gol tambahan, yakni melalui Zdravko Kuzmanovic dan dua gol Milan Jovanovic pada pengujung pertandingan.

Serbia tak tergoyahkan di puncak klasemen berkat keunggulan empat poin di atas Prancis.

Prancis 5-0 Kepulauan Faroe
Kemenangan besar atas Kepulauan Faroe memang gagal menjaga peluang Prancis lolos langsung ke Piala Dunia tahun depan, tapi setidaknya Les Bleus mampu mengamankan satu tiket play-off.

Dominasi, seperti sudah diperkirakan, digenggam tuan rumah sejak menit pertama pertandingan. Namun, Prancis baru bisa unggul setelah setengah jam. Menit ke-35, Andre-Pierre Gignac beraksi dengan meneruskan sodoran Nicolas Anelka untuk menaklukkan Jakup Mikkelsen. Empat menit kemudian, Gignac menggandakan keunggulan Prancis melalui tendangan terukur dari sisi kotak penalti.

Sundulan William Gallas pada awal babak kedua kian meneguhkan dominasi Prancis. Sayangnya, Gignac gagal melengkapi koleksi golnya menjadi hattrick setelah digantikan Karim Benzema, 20 menit sebelum pertandingan usai. Dua gol tambahan Prancis disumbangkan Anelka dan Benzema.

Prancis pun kini menjadi lawan yang paling ingin dihindari tim-tim peserta play-off lainnya.
Rob Farell
Source: www.Goal.com 11 Okt 2009 04:18:05
http://goal.com/id-ID/news/1369/piala-duni...rpaksa-play-off

Grup 8 Zona Eropa: Italia Lolos, Irlandia Terpaksa Play-Off
Italia merebut tiket otomatis, sedangkan Irlandia menjalani play-off.



QUOTE
Oleh Ivena Kasatyo

Irlandia 2-2 Italia

Alberto Gilardino mengantarkan Italia ke Afrika Selatan. Keberhasilan tim Azzurri lolos dari hadangan Irlandia memang cukup dramatis.

Gol Gilardino yang menyamakan kedudukan tercipta di menit terakhir sudah cukup bagi Italia untuk merebut tiket otomatis ke Piala Dunia.

Pasalnya, Italia memang hanya butuh hasil imbang untuk mempertahankan posisinya di puncak klasemen. Sebaliknya, Irlandia harus melakoni play-off.

Pasalnya, mereka tetap menduduki peringkat dua. Posisi Irlandia sudah tidak mungkin dikejar oleh Bulgaria yang dibantai Siprus 4-1.

Hanya, Italia harus bekerja keras sebelum memetik hasil imbang. Mereka selalu tertinggal gol menghadapi Irlandia yang tampil dengan semangat tinggi.

Pertandingan baru berjalan delapan menit, kiper Gianluigi Buffon sudah harus memungut bola dari gawangnya setelah Glenn Whelan mencetak gol.

Namun, Italia tak butuh waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Berawal dari kerjasama Antonio Di Natale dengan Vincenzo Iaquinta yang kemudian mengirim bola kepada Andrea Pirlo.

Gelandang AC Milan ini kemudian mengirim bola kepada Mauro Camonaresi yang berhasil menyelesaikannya dengan sempurna. Gol yang mengubah kedudukan menjadi 1-1 itu tercipta pada menit ke-25.

Pertandingan makin menegangkan saat memasuki menit-menit akhir. Irlandia yang berusaha memetik kemenangan di kandang berhasil mencetak gol pada menit ke-87. Gol bermula dari tendangan bebas Stephen Hunt yang disambut oleh Sean St Ledger.

Sayangnya, kegembiraan kubu Irlandia hanya sebentar. Saat hampir memastikan bakal meraih kemenangan, Gilardino memupus harapan tuan rumah. Ia berhasil menyelesaikan umpan silang Iaquinta di menit terakhir.

Siprus 4-1 Bulgaria

Bulgaria ternyata tak berkutik menghadapi tim lemah Siprus yang tampil gemilang di kandang sendiri. Kekalahan tersebut sekaligus menutup peluang Bulgaria untuk bersaing dengan Irlandia memperebutkan posisi kedua.

Constantinos Charalambidis menjadi bintang kemenangan Siprus dengan mencetak dua gol. Charalambidis tidak hanya membuka kemenangan Siprus tapi juga menciptakan dua gol dalam tempo kurang dari sepuluh menit.

Gol pertama sekaligus mengawali kemenangan tuan rumah diciptakannya pada menit ke-11. Selang sembilan menit, tendangan voli Charalambidis di dalam kotak penalti mengubah kedudukan menjadi 2-0.

Bulgaria sempat memperkecil ketinggalannya melalui striker andalan Dimitar Berbatov menjelang berakhirnya babak pertama. Namun, Siprus sudah tak terbendung.

Mereka memperbesar keunggulannya melalui Michalis Konstantinou yang membobol gawang Bulgaria menit ke-58. Sedangkan Efstathios Aloneftis memantapkan kemenangan Siprus pada menit ke-78.

Montenegro 2-1 Georgia

Montenegro akhirnya mencetak kemenangan pertama di pertandingan kualifikasi. Tuan rumah pantas menang karena tampil lebih baik dibandingkan Georgia, terutama di babak pertama.

Kemenangan Montenegro dibuka oleh Radoslav Batak yang mencetak gol dari jarak dekat di menit ke-13. Georgia berhasil menyamakan kedudukan melalui Vladimir Dvalishvili menjelang berakhirnya babak pertama.

Sedangkan kemenangan Montenegro ditentukan oleh Andrija Delibasic. Ia memanfaatkan kesalahan bek Kakha Kaladze sebelum menaklukkan kiper Giorgi Lomaia pada menit ke-78.
Rob Farell
Source: www.Goal.com 11 Okt 2009 09:05:44
http://goal.com/id-ID/news/1369/piala-duni...alah-pengalaman

Mr Trap Akui Timnya Kalah Pengalaman
Pelatih Irlandia berdalih hasil imbang timnya dengan Italia tak lepas dari faktor pengalaman bertanding.



QUOTE
Oleh Taufik Bagus A.

Irlandia harus mengakui kelas Italia setelah hanya bisa meraih poin satu di kandang sendiri. Skor 2-2 menjadi hasil akhir laga tersebut.

Diakui Giovanni Trapattoni, hasil tersebut adalah hasil mengecewakan. Tapi ia mengakui jika memang timnya kalah pengalaman dari sang juara bertahan.

"Ya, saya akui saya kecewa. Italia mungkin pantas mendapat satu gol tersebut, tapi bukan itu inti permasalahannya. Saya kecewa, bukan karena ada kewajiban yang harus dituntaskan, tapi karena kami kecolongan di menit-menit akhir."

"Tujuan kami adalah kemenangan, tapi di tiga menit terakhir, yang kami butuhkan adalah pengalaman. Kami adalah tim yang masih muda dan pertandingan ini menjadi pelajaran penting bagi kami. Kami harus bisa mengambil hikmah dari semua ini, kata pelatih asal Italia itu di situs FIFA.
LionHeart
@dastorm.. gw bilang mah berat lawan uruguay. ada diego forlan tuh. top skorer la liga.. BigGrin.gif seru nih kalo argentina ampe ga lolos... Devil.gif paling maradona dimaki2 langsung tuh.. haha.gif

@rob.. thanks buat updateannya.. Peace.gif

oh ya, berarti udah ada berapa ya tim yang lolos???

Zona Eropa


grup 1 Denmark, playoff: Portugal atau Swedia.

grup 2 belon ada yang lolos, tapi kayaknya sih Swiss lolos tuh... playoff : Yunani (kemungkinan besar)

grup 3 juga belon ada. tapi kemungkinan antara Slovakia, Slovenia dan Ceko..

grup 4 Jerman... playoff : Rusia

grup 5 Spanyol, playoff : Bosnia

grup 6 Inggris, playoff : Ukraina atau Kroasia

grup 7 Serbia, playoff : Perancis (huehehe, mantan juara dunia mesti lewatin playoff.. HeHe.gif )

grup 8 Italia, playoff : Irlandia

grup 9 Belanda, playoff : Norwegia atau Skotlandia

Zona Concacaf

Amerika Serikat sama Meksiko udah memastikan diri lolos, tinggal nentuin peringkat 3nya doang nih antara Honduras sama Kostarika. peringkat 4nya akan playoff sama peringkat 5 Zona Amerika Selatan

Zona Amerika Selatan

Brasil, Paraguay dan Cile udah dipastikan lolos, peringkat ke 4 lagi diperebutkan sama Ekuador, Argentina, Uruguay, Venezuela, dan Kolombia. untuk peringkat 5 akan masuk playoff dan ngelawan peringkat 4 Zona Concacaf.

Zona Asia

Jepang, Australia, Korea Selatan, Korea Utara

Zona Afrika
Afrika Selatan (sebagai tuan rumah), Ghana

bener ga gw? kalo ada yang salah, mohon dikoreksi.. Peace.gif
Rob Farell
Source: www.Detik.com Senin, 12/10/2009 12:22 WIB


Jelang Uruguay vs Argentina
Uruguay Dituding Mainkan Sepakbola Negatif



QUOTE
Narayana Mahendra Prastya - detiksport

Montevideo -
Tuduhan miring diarahkan ke arah Uruguay. Anak buah Oscar Washington Tabarez dituding memainkan sepakbola negatif. Apakah pola yang sama bakal kembali diterapkan melawan Argentina?

Uruguay dan Argentina tengah berkejaran untuk meraih tiket langsung ke Piala Dunia 2010. Tengah pekan ini, kedua negara itu akan bertarung untuk memperebutkan jatah terakhir tiket langsung ke Afrika Selatan.

Bila ingin lolos otomatis, Diego Forlan dkk. wajib menundukkan Lionel Messi cs. Uruguay sedikit di atas angin, karena laga ini akan mentas di kandang sendiri.

Namun, menjelang partai krusial ini Uruguay mendapat tudingan miring. "Kami kalah dari tim yang memainkan pola anti-footbal dan wasit membiarkan saja mereka bermain seperti itu," keluh pelatih Ekuador Sixto Vizuete seperti dilansir dari Reuters. Akhir pekan lalu, anak buah Vizuete dikalahkan Uruguay 1-2.

Vizuete mengklaim bahwa tim berjuluk La Celeste Olimpica itu berusaha memperlambat tempo, membuang-buang waktu ketika mendapat hadiah tendangan bola mati, dan melakukan pelanggaran-pelanggaran yang tak perlu.

Ucapan pelatih Ekuador itu ternyata sejalan dengan hasil pertandingan yang dilakoni Uruguay sejauh ini. Dalam tiga laga terakhir di kualifikasi Piala Dunia, tim besutan Oscar Washington Tabarez itu hanya kebobolan tiga gol, masing-masing satu di setiap pertandingan. Ada pun hasil yang mereka petik dalam tiga partai terakhir adalah dua kali menang dan sekali kalah.

Apakah strategi permainan negatif Uruguay, setidaknya menurut pandangan Vizuete, akan kembali diterapkan melawan Argentina?

Bisa jadi. Pasalnya, strategi membuang waktu cukup efektif diterapkan ketika melawan tim yang cukup menemui kesulitan dalam mencetak gol seperti Albiceleste.

Dalam lima pertandingan terakhir di kualifikasi Piala Dunia 2010, tim besutan Diego Maradona dua kali gagal mencetak gol yakni ketika melawan Ekuador dan Paraguay. Ada pun total gol yang telah disunting dalam lima partai terakhir adalah empat.
Rob Farell
Source: www.Detik.com Senin, 12/10/2009 04:05 WIB
http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2...-masih-terbelah

Argentina Masih Terbelah



QUOTE
Arya Perdhana - detiksport

Buenos Aires -
Kemenangan 2-1 atas Peru menjaga nyala api harapan Argentina untuk lolos ke Piala Dunia 2010. Tapi hasil itu belum menjadikan perbedaan sikap di pendukung Tango jadi surut.

Argentina naik satu peringkat ke posisi empat berkat kemenangan alot atas Peru. Peluang Albicelestes untuk menyabet satu tiket otomatis ke Afrika Selatan jadi terbuka lagi.

Kemenangan itu sangat melegakan semua pihak, termasuk pelatih Diego Maradona. Pasalnya, Maradona adalah orang yang paling bertanggung jawab atas hitam-putihnya perjalanan Argentina.

Banyak pihak merasa bahwa Maradona tidak layak mengarsiteki Argentina, meski banyak orang yang berpendapat sebaliknya. Kemenangan atas Peru belum mampu menghilangkan segregasi sikap itu.

"Maradona adalah idola terhebat di sepakbola Argentina. Tapi bilan Anda bertanya kepada orang, 50 persen di antara mereka, termasuk saya, akan bilang kalau Maradona harusnya tak melatih," kata Carlos Andrade, sopir taksi di Buenos Aires, kepada Reuters.

"Dia tidak punya pengalaman. Itu hal yang senang kami lakukan di Argentina--dari Presiden sampai pelatih timnas. Semua orang harus berimprovisasi," keluh Andrade lagi.

"Saya ingin Argentina maju ke Piala Dunia dan menjuarainya. Namun mereka harus mengubah cara mereka bermain," cetus Maximiliano Reynosa, seorang pemuda pengantar pizza.

"Tak ada yang memungkiri, Maradona adalah pemain terhebat, tapi sebagai pelatih dia medioker. Kami harus bergantung pada gol di menit terakhir dari pemain berusia 35 tahun," keluh Reynosa.

Andrade dan Reynosa ada di kubu kontra, tapi masih banyak yang yakin pada kemampuan Maradona. Mereka percaya tim Tango akan lolos ke Afsel dengan cara mengalahkan Uruguay pada Rabu (14/10).

"Maradona yang terbaik. Dia adalah dewa. Di masa lalu, dia memberi kami kesialan, tapi dia menang hari ini dan dia akan melakukan yang terbaik dengan izin Tuhan," sambut Florencia Sassani, mahasiswi 21 tahun yang mengenakan seragam biru-putih khas Albicelestes.
Rob Farell
Source: www.Detik.com Senin, 12/10/2009 10:25 WIB
http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2...onaldo-portugal

Jelang Kualifikasi Piala Dunia
Belajar Tanpa Ronaldo, Portugal





QUOTE
Narayana Mahendra Prastya - detiksport

Porto -
Perjalanan Portugal menuju ke babak play-off terganggu dengan absennya Cristiano Ronaldo. CR memang pemain penting, namun lebih penting bagi Seleccao untuk belajar tampil tanpanya.

Kemenangan 3-0 atas Hongaria akhir pekan lalu membawa Portugal mendekati babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2010. Negeri yang terletak di Semenanjung Iberia ini berada di tangga kedua grup 1 dengan poin 16.

Namun kemenangan itu harus ditebus dengan harga mahal. Ronaldo harus ditarik di menit ke-27 akibat cedera. Dalam perkembangan selanjutnya, pemain milik klub Real Madrid itu harus beristirahat selama satu bulan.

Pelatih Portugal Carlos Queiroz mengakui bahwa CR merupakan sosok penting bagi Seleccao. "Ketika Ronaldo tidak ada, menurut saya kami tidak bermain lebih baik sebagai sebuah unit," ujar Queiroz seperti dikutip dari Daily Mail.

"Ronaldo selalu bisa memberikan perbedaan, Kehadirannya bisa menarik dua atau tiga pemain lawan, sehingga membuat pemain lain bisa melakukan tusukan," lanjut pria yang pernah menjadi pelatih Real Madrid itu.

Pentingnya Ronaldo juga diungkapkan oleh pelatih Hongaria Erwin Koeman. "Ketika Anda melihat nama Ronaldo di daftar pemain Portugal, maka Portugal bagaikan memiliki dua pemain dalam satu sosok saja," kata Koeman.

"Keharidan Ronaldo sangat penting bagi Portugal. Ketika ia ditarik keluar, itu merupakan waktu terbaik kami dalam laga tersebut, sebab mereka menjadi di bawah tekanan," imbuh pria asal Belanda itu.

Tengah pekan ini, Portugal akan melakoni laga penentuan untuk tiket play-off. Kemenangan harus direbut, pasalnya anak buah Queiroz cuma unggul satu poin dari peringkat ketiga Swedia.

Portugal beruntung lawan yang akan dihadapi adalah negara mini, Malta. Terlebih laga nanti akan digelar di kandang sendiri. Di perjumpaan pertama, Portugal menang 4-0 dan ketika itu Seleccao tampil tanpa Ronaldo.

Dengan catatan tersebut, maka peluang Portugal untuk menang terbuka lebar. Namun ada hal yang lebih penting yang harus dilakukan Portugal dari laga melawan Malta.

Semifinalis Piala Dunia 2006 itu harus belajar menjalani hari-harinya tanpa Ronaldo. Saat melawan Hongaria, Portugal mampu melesakkan dua gol ketika mantan pemain Manchester United itu sudah ditarik keluar. Berapa gol yang bakal dilesakkan Portugal ketika Ronaldo absen? ( nar / din )
Rob Farell
Source: www.Detik.com Senin, 12/10/2009 10:25 WIB
http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2...onaldo-portugal

Jelang Kualifikasi Piala Dunia
Belajar Tanpa Ronaldo, Portugal





QUOTE
Narayana Mahendra Prastya - detiksport

Porto -
Perjalanan Portugal menuju ke babak play-off terganggu dengan absennya Cristiano Ronaldo. CR memang pemain penting, namun lebih penting bagi Seleccao untuk belajar tampil tanpanya.

Kemenangan 3-0 atas Hongaria akhir pekan lalu membawa Portugal mendekati babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2010. Negeri yang terletak di Semenanjung Iberia ini berada di tangga kedua grup 1 dengan poin 16.

Namun kemenangan itu harus ditebus dengan harga mahal. Ronaldo harus ditarik di menit ke-27 akibat cedera. Dalam perkembangan selanjutnya, pemain milik klub Real Madrid itu harus beristirahat selama satu bulan.

Pelatih Portugal Carlos Queiroz mengakui bahwa CR merupakan sosok penting bagi Seleccao. "Ketika Ronaldo tidak ada, menurut saya kami tidak bermain lebih baik sebagai sebuah unit," ujar Queiroz seperti dikutip dari Daily Mail.

"Ronaldo selalu bisa memberikan perbedaan, Kehadirannya bisa menarik dua atau tiga pemain lawan, sehingga membuat pemain lain bisa melakukan tusukan," lanjut pria yang pernah menjadi pelatih Real Madrid itu.

Pentingnya Ronaldo juga diungkapkan oleh pelatih Hongaria Erwin Koeman. "Ketika Anda melihat nama Ronaldo di daftar pemain Portugal, maka Portugal bagaikan memiliki dua pemain dalam satu sosok saja," kata Koeman.

"Keharidan Ronaldo sangat penting bagi Portugal. Ketika ia ditarik keluar, itu merupakan waktu terbaik kami dalam laga tersebut, sebab mereka menjadi di bawah tekanan," imbuh pria asal Belanda itu.

Tengah pekan ini, Portugal akan melakoni laga penentuan untuk tiket play-off. Kemenangan harus direbut, pasalnya anak buah Queiroz cuma unggul satu poin dari peringkat ketiga Swedia.

Portugal beruntung lawan yang akan dihadapi adalah negara mini, Malta. Terlebih laga nanti akan digelar di kandang sendiri. Di perjumpaan pertama, Portugal menang 4-0 dan ketika itu Seleccao tampil tanpa Ronaldo.

Dengan catatan tersebut, maka peluang Portugal untuk menang terbuka lebar. Namun ada hal yang lebih penting yang harus dilakukan Portugal dari laga melawan Malta.

Semifinalis Piala Dunia 2006 itu harus belajar menjalani hari-harinya tanpa Ronaldo. Saat melawan Hongaria, Portugal mampu melesakkan dua gol ketika mantan pemain Manchester United itu sudah ditarik keluar. Berapa gol yang bakal dilesakkan Portugal ketika Ronaldo absen? ( nar / din )
Rob Farell
Source: www.Detik.com Senin, 12/10/2009 10:25 WIB
http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2...onaldo-portugal

Jelang Kualifikasi Piala Dunia
Belajar Tanpa Ronaldo, Portugal





QUOTE
Narayana Mahendra Prastya - detiksport

Porto -
Perjalanan Portugal menuju ke babak play-off terganggu dengan absennya Cristiano Ronaldo. CR memang pemain penting, namun lebih penting bagi Seleccao untuk belajar tampil tanpanya.

Kemenangan 3-0 atas Hongaria akhir pekan lalu membawa Portugal mendekati babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2010. Negeri yang terletak di Semenanjung Iberia ini berada di tangga kedua grup 1 dengan poin 16.

Namun kemenangan itu harus ditebus dengan harga mahal. Ronaldo harus ditarik di menit ke-27 akibat cedera. Dalam perkembangan selanjutnya, pemain milik klub Real Madrid itu harus beristirahat selama satu bulan.

Pelatih Portugal Carlos Queiroz mengakui bahwa CR merupakan sosok penting bagi Seleccao. "Ketika Ronaldo tidak ada, menurut saya kami tidak bermain lebih baik sebagai sebuah unit," ujar Queiroz seperti dikutip dari Daily Mail.

"Ronaldo selalu bisa memberikan perbedaan, Kehadirannya bisa menarik dua atau tiga pemain lawan, sehingga membuat pemain lain bisa melakukan tusukan," lanjut pria yang pernah menjadi pelatih Real Madrid itu.

Pentingnya Ronaldo juga diungkapkan oleh pelatih Hongaria Erwin Koeman. "Ketika Anda melihat nama Ronaldo di daftar pemain Portugal, maka Portugal bagaikan memiliki dua pemain dalam satu sosok saja," kata Koeman.

"Keharidan Ronaldo sangat penting bagi Portugal. Ketika ia ditarik keluar, itu merupakan waktu terbaik kami dalam laga tersebut, sebab mereka menjadi di bawah tekanan," imbuh pria asal Belanda itu.

Tengah pekan ini, Portugal akan melakoni laga penentuan untuk tiket play-off. Kemenangan harus direbut, pasalnya anak buah Queiroz cuma unggul satu poin dari peringkat ketiga Swedia.

Portugal beruntung lawan yang akan dihadapi adalah negara mini, Malta. Terlebih laga nanti akan digelar di kandang sendiri. Di perjumpaan pertama, Portugal menang 4-0 dan ketika itu Seleccao tampil tanpa Ronaldo.

Dengan catatan tersebut, maka peluang Portugal untuk menang terbuka lebar. Namun ada hal yang lebih penting yang harus dilakukan Portugal dari laga melawan Malta.

Semifinalis Piala Dunia 2006 itu harus belajar menjalani hari-harinya tanpa Ronaldo. Saat melawan Hongaria, Portugal mampu melesakkan dua gol ketika mantan pemain Manchester United itu sudah ditarik keluar. Berapa gol yang bakal dilesakkan Portugal ketika Ronaldo absen? ( nar / din )
Rob Farell
Source: www.Detik.com Senin, 12/10/2009 05:07 WIB
http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2...mbang-di-la-paz

Kualifikasi Piala Dunia
Brasil Tumbang di La Paz



QUOTE
Reky Herling Kalumata - detiksport

Jakarta -
Brasil menelan kekalahan setelah ditaklukkan oleh tuan rumah Bolivia 2-1. Namun hasil tersebut sudah tidak mempengaruhi langkah Brasil ke Afrika Selatan tahun depan.

Brasil merupakan negara pertama yang meraih tiket dari zona Conmebol. Sedangkan hasil pertandingan di La Paz, Senin (12/10/2009) dinihari WIB, juga tidak membuat Bolivia bisa lolos ke Afsel.

Bolivia sejak awal pertandingan beberapa kali mencoba mengancam gawang pertahanan Brasil. Sedangkan Brasil yang mengandalkan Adriano dan Nilmar di lini serangan belum mampu melakukan ancaman yang berarti

Bolvia akhirnya unggul lebih dulu di menit ke-10 lewat gol Edgar Olivares. Gelandang Bolivia ini menyambut sebuah sepak pojok dengan tandukan kepalanya memantulkan bola ke gawang kiper Brasil Julio Cesar.

Meski dalam tekanan namun Brasil masih mampu membuat peluang yaitu di menit ke-19. Namun sayang tendangan kaki kanan Diego Souza masih melenceng di samping gawang tuan rumah.

Sedangkan Adriano yang sudah berdiri bebas, tak mampu menjangkau bola dengan sundulannya di menit ke-23. Pada menit ke-25, gol Brasil dianulir karena lebih dulu terjadi pelanggaran kepada kiper Bolivia.

Sementara Bolivia lewat Wilder Zabala mencoba mengancam gawang Brasil lewat tendangan kerasnya dari jarak jauh. Namun kiper Julio Cesar cukup sigap untuk menahanan bla tersebut

Pada menit ke-30, Marcelo Moreno membuat Bolivia unggul 2-0 lewat tendangan bebas kaki kanannya yang cantik. Sedangkan kiper Julio Cesar hanya terperangah melihat bola melambung masuk gawangnya.

Brasil sempat memiliki peluang untuk membalasnya namun tendangan Dani Alves mengenai tiang gawang. Sedangkan Adriano gagal memanfaatkan bola pantul tersebut karena tembakannya melenceng.

Adriano sempat diboyong keluar setelah merasakan sakit pada kakinya. Namun dia dapat kembali masuk ke lapangan. Meski demikian hasil 2-0 bagi Bolivia bertahan hingga turun minum.

Di awal babak kedua sempat terjadi insiden dimana seorang penonton membawa poster masuk ke tengah lapangan. Namun petugas dengan sigap mengamankan suporter nakal yang bertumbuh gempal tersebut.

Pada menit ke-55, Olivares kembali mengancam gawang Brasil tapi sundulannya kali ini melenceng. Namun Brasil akhirnya mampu memperkecil ketertinggalanya menjadi 1-2 di menit ke-69.

Berawal dari sebuah serangan balik yang cepat bola akhirnya Maicon memberikan umpan crossing ke depan gawang. Nilmar lolos di sela-sela pemain lawan dan menyundul bola tersebut ke gawang lawan.

Pertandingan yang berlangsung di ketinggian 3.637 meter di atas permukaan laut itu berakhir dengan skor 2-1. Bagi Bolivia, kemenangan itu menjadi hiburan bagi pendukungnya karena mereka sudah tak dapat lolos ke Afsel. ( key / arp )
reza-keren
Demi Inggris, Heskey Siap Tinggalkan Villa





LONDON, Striker Inggris, Emile Heskey, siap meninggalkan Aston Villa demi mempertahankan posisinya di tim nasional. Namun, ia belum memikirkan klub mana yang akan ia pilih.

Meski sudah berumur 31 tahun, Heskey masih mendapat kepercayaan penuh dari pelatih Inggris, Fabio Capello. Ia sering ditempatkan di lini depan "The Three Lions" dengan bantuan juniornya, Wayne Rooney.

Posisi utama di timnas itu ternyata tak langsung berpengaruh terhadap penampilannya di klub. Pelatih Villa Martin O'Neill justru jarang menurunkannya. Padahal, sebelum Inggris berlaga di Afrika Selatan, Heskey perlu bermain secara reguler di tim utama.

"Aku senang bermain untuk Inggris dan, sebetulnya, tidak bermain di level klub adalah hal yang sangat sulit," kata mantan pemain Liverpool itu. "Itu hal yang akan aku pertimbangkan ketika aku kembali dan mempelajarinya."

Ketika ditanya mengenai kemungkinan pindah, Heskey mengiyakan. "Itulah yang kumaksud. Aku harus duduk dan memikirkan tentang kepindahanku berikutnya. Aku tak tahu, apakah aku dapat mencapai Piala Dunia jika aku tak bermain untuk Villa," tegasnya.

Di antara pemain-pemain depan Inggris, Heskey adalah striker paling berpengalaman. Ia mengalahkan bibit-bibit muda, seperti rekan satu timnya di Villa, Gabriel Agbonlahor, dan striker West Ham, Carlton Cole. Heskey mengalahkan mantan teman satu timnya di Liverpool, Michael Owen, yang kini juga mengincar posisi lini depan Inggris.
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.