Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Pesawat Nomad P-837 milik TNI AL Jatuh di Kaltim
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Fresh News
OhYesOhNo
Source: detiknews.com Senin, 07/09/2009 22:35 WIB
Moksa Hutasoit - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/09/07/2...wat-nomad-p-837

Pesawat TNI AL Jatuh
Kronologi Jatuhnya Pesawat Nomad P-837




QUOTE
Jakarta - Pesawat Nomad P-837 milik TNI AL yang jatuh di Kalimantan Timur menewaskan 4 orang warga sipil yang kebetulan ada di dalamnya. Berikut kronologi jatuhnya pesawat yang dibuat tahun 1982.

Pesawat tersebut terbang dari Tarakan, Kaltim pada pukul 11.00 WITA. Tugasnya untuk mengumpulkan data intelejen maritim di Bandara Long Apung.

"Dalam rangka patroli maritim sekitar 3 jam," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (7/9/2009).

Setelah dianggap cukup, pesawat ini pun bersiap-siap untuk kembali terbang. Namun beberapa warga sipil meminta agar diikutsertakan dalam penerbangan tersebut.

"Ada penumpang sipil yang minta menumpang karena kesulitan transportasi," jelas Iskandar.

Setelah terbang selama 45 menit, pukul 13.00 WITA tower di Tarakan menerima laporan dari Pilot Lettu Laut (P) Erwin. "Pilot P-837 melaporkan mengalami gangguan mesin dan kemudian hilang kontak," tambahnya.

Pesawat tersebut mengangkut 9 orang. Berikut daftar nama-nama korban Nomad:

4 korban meninggal:

1. Yakup Kayan
2. Srihardi
3. Belum diketahui
4. Belum diketahui

5 Korban Luka-luka:


1. Pilot Lettu Erwin
2. Co Pilot Lettu Saiful
3. Serma Sadikin
4. Uhip
5. Muhamir

Pesawat Nomad P-837 adalah buatan Australia. Untuk jenis ini, TNI AL memiliki dua unit. Sedangkan untuk keseluruhan pesawat Nomad yang dimiliki TNI AL sebanyak 42 unit, 23 unit telah didispose, sedangkan 19 unit lainnya masih dapat dioperasionalkan.

Pesawat Nomad terbagi dalam 4 jenis, yakni N-22S, N-22B, N-22MK 1 dan N-24. Pesawat ini memiliki panjang 14,34 m, lebar/wing span 5,53 m, kecepatan maksimum 166 knot, jarak jelajah 900 mil laut, kemampuan lama terbang 5 jam dengan mesin turbo pop.

(mok/did)


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 7 September 2009 | 17:15 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/0....death.air.ship

Nomad, "The Death Air Ship"




QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Pesawat jenis Nomad memang dikenal angker. Betapa tidak, dari 170 unit yang diproduksi Government Aircraft Factories (GAF) Australia sejak 1975 sampai dihentikan tahun 1985, sudah 100 unit yang jatuh, belum termasuk milik TNI AL yang baru saja jatuh di Nunukan, Kalimantan Timur, Senin (7/9). Dari sekian banyak kecelakaan, 24 jatuh (total loss) dan 76 kecelakaan sedang dan ringan. Pantas kalau ada yang menyebut Nomad sebagai The Death Air Ship.

Meski demikian, pesawat Nomad yang terdiri seri N-22 dan N-24 sebenarnya merupakan pesawat serbaguna. Nomad juga dibuat beragam versi, seperti transpor, medis, pengintai darat, dan patroli maritim. Kemampuan taktis Nomad juga bagus untuk berbagai misi. Ia dirancang bisa melakukan short take off landing (STOL) yang hanya membutuhkan landasan pacu pendek sepanjang 400 meter dan yang tidak standar sekalipun, seperti tanah dan rumput. Pesawat Nomad dapat terbang rendah untuk memantau obyek dari dekat. Di kawasan Asia Pasifik, hanya Nomad yang memiliki kemampuan demikian. Meski banyak dipakai untuk misi patroli, Nomad tidak dilengkapi persenjataan.

TNI AL termasuk pengguna terbesar jenis pesawat ini karena mengoperasikan 42 pesawat Nomad sejak 1975. Dari jumlah itu, kecelakaan Nomad yang fatal hanya terjadi dua kali, yaitu di perairan Pulau Bintan tahun 1987 dan perairan Sabang tahun 2007 sebelum peristiwa di Nunukan. Maka dari itu, Australia pun memuji TNI AL sebagai operator Nomad paling efektif di dunia dan pada tahun 1997 menghibahkan sisa pesawat Nomad ke Indonesia termasuk dukungan teknis.

Meski demikian, TNI AL terus mengurangi jam terbang pesawat-pesawat Nomad, bahkan sempat dilarang terbang sejak kecelakaan fatal tahun 2007. TNI AL juga berupaya mendapatkan armada penggantinya. Pilihannya Skytruck/Bryza buatan Polandia, Foker 50 MPA, CN-235 MPA, dan CN212-MPA.

Spesifikasi umum Nomad

Kru: satu atau dua
Kapasitas: 12-13 penumpang
Panjang: 12,56 meter
Bentangan sayap: 16,52 meter
Tinggi: 5,52 meter
Luas sayap: 31,28 meter persegi
Berat kosong: 2.150 kilogram
Berat maksimum terbang: 3.855 kilogram
Mesin: 2× Allison 250-B17B turboprop engines, masing-masing 298 kW
Kecepatan maksimum: 311 kilometer/jam
Daya jelajah: 1.074 kilometer
Ketinggian operasi: 6,400 meter (21,000 feet)
Daya angkat: 7,4 meter/detik (1,460 feet/menit)

WAH
Sumber : Website TNI AL


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 7 September 2009 | 22:40 WIB
http://regional.kompas.com/read/xml/2009/0...i.rs.al.tarakan

Korban Selamat Nomad Dirawat di RS AL Tarakan



Tribun Batam/Iman Suryanto
Dua Pesawat Nomad melakukan patroli rutin melintas di sisi Barat Pulau Nipah yang berbatasan dengan Negara Singapore, Jumat (2/5).


QUOTE
BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Korban selamat dalam kecelakaan pesawat Nomad milik TNI Angkatan Laut (AL) yang jatuh di Bulungan, Kalimantan Timur, Senin (7/9) malam, dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Tarakan. "Lima korban yang selamat itu termasuk pilot dan kopilot pesawat tersebut," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltim Kombes Pol Rudi Pranoto di Balikpapan.

Kelima korban selamat yang dirawat di RS AL Tarakan yakni Lettu Erwin (pilot), Lettu Syaiful (kopilot), Serma Sadikin (teknisi), Uhip, dan Muhamir. "Mereka tiba di pelabuhan Tarakan pada pukul 19.45 Wita dan saat ini dirawat di rumah sakit," katanya.

Menurut dia, Erwin, Syaiful, dan Sadikin mengalami luka parah, sedangkan Uhip dan Muhamir luka ringan. "Sedangkan korban yang tewas yaitu Yakob Kayang, dan Sri Hardi, serta dua korban lainnya belum diketahui identitasnya," kata Rudi Pranoto.

Pesawat Nomad itu jatuh di Sekatak Bengara Sungai Sukun Mentadau RT 03 Kabupaten Bulungan. "Pesawat naas ini jatuh dengan posisi terbalik," katanya.

Pesawat intai Maritim Nomad TNI Angkatan Laut itu jatuh dalam perjalanan dari Long Bawan di Kabupaten Nunukan ke Bandara Juwata, Tarakan, pada pukul 11.11 Wita.

Pesawat jenis Nomad tipe N.24 dengan nomor registrasi P.837 tersebut seharusnya sudah mendarat di Kota Tarakan sekitar pukul 14.30 Wita, tetapi kehilangan kontak pada pukul 14.24 Wita. Pesawat ini menerbangi rute Tarakan-Long Apung. "Polda Kaltim menerjunkan sejumlah personel termasuk melibatkan jajaran Polres Bulungan untuk mengamankan lokasi jatuhnya pesawat itu," katanya.

Petugas kepolisian juga melakukan evakuasi terhadap korban yang meninggal ataupun yang selamat.

IMA
Sumber : ANTARA


Peace.gif peace Peace.gif
febriansyah
lagi-lagi dan lagi..jadi takut naik penerbangan indonesia...
harusnya pesawat yg kayak gitu udah seharusnya dipensiunin ..
udah ngak layak...
jgnkan itu..kalau naik penerbangan lokal aja rasanya sering was-was terus.. Hypnotized.gif worried.gif
cend4n4
Kasian para korbannya.
Jadi korban kecelakaan sekaligus jadi korban pemerintah yang ga mau mengurus barang miliknya sendiri...
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Selasa, 8 September 2009 | 06:49 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/0....86.jam.umurnya

Nomad Naas Itu Tinggal 86 Jam Umurnya



Tribun Batam/Iman Suryanto
Pesawat Nomad melakukan patroli rutin melintas di sisi Barat Pulau Nipah yang berbatasan dengan Negara Singapore, Jumat (2/5).


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Pesawat intai dan patroli milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut jenis Nomad P-837 yang pada Senin (7/9) jatuh di sekitar perairan Kalimantan Timur ternyata telah "sekarat". Sebelum akhirnya menemui "ajalnya" di perairan Long Apung, pesawat tersebut terlebih dahulu menderita gangguan mesin.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul mengatakan, jam terbang pesawat buatan Australia sekitar tahun 1982 itu hanya tersisa 86 jam lagi. "Meski demikian, ketika beroperasi kemarin, pesawat tersebut masih laik jalan. Hal ini berdasarkan sertifikat kelaikan terbang dengan nomor SLU/44 V 2009 tanggal 28 Mei 2009," ujarnya kepada Kompas.com, Senin kemarin.

Akibat kecelakaan udara tersebut, Pilot Lettu Laut Erwin mengalami luka berat sedangkan Kopilot Lettu Laut Saeful dan Teknisi Serma SAA Sodikin mengalami luka ringan. Sementara itu, empat korban lainnya meninggal dunia dan dua orang selamat.

Dua orang tewas yang telah berhasil diidentifikasi Badan SAR Nasional (Basarnas) adalah Yakup Kayan dan Srihardi. Keduanya adalah warga sipil yang menumpang pesawat intai tersebut dari Bandara Long Apung karena kesulitan transportasi.

Sementara itu, dua penumpang selamat lagi adalah Uhip dan Muhamir. Data teknis resmi yang dilansir Dispen TNI-AL menyebutkan, Nomad tersebut memiliki panjang 14,34 meter, lebar atau wing span 5,53 meter, kecepatan maksimum 166 knot, jarak jelajah 900 mil laut, dan kemampuan terbang selama 5 jam dengan mesin turbo prop.

HIN


Peace.gif peace Peace.gif
adanta168
yaaa..ampun.....

smoga aj pemerintah kita bs bertindak cepat untuk memperbarui tuh pesawat2.....

negara kita begitu besar... bagaimana TNI bisa melindungi kalau fasilitasnya sangat tidak mendukung.... alias udh jadul
dcL
Stop belanja mobil dinas yg mewah. Pake duitnya buat beli alutsista.
Tieria Erde
Lagi lagi sad.gif Sudah harus di perbaharui semua alat tempur kita!!! Atau semua ini akan terus terjadi Hmmmph.gif
rheinhardt
QUOTE (dcL @ Sep 9 2009, 11:14 AM) *
Stop belanja mobil dinas yg mewah. Pake duitnya buat beli alutsista.


stuju banget bro,
drpd bwt pejabat atw aplg wakil rakyat, mending buat beli alutsista aja.
ga penting bngt dana bwt wakil rakyat.
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.