http://olahraga.kompas.com/read/xml/2009/0...s.beli.brawn.gp
Mercedes Beli Brawn GP?

QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Masa depan tim Brawn GP di arena Formula 1 tampaknya semakin cerah. Pasalnya, tim yang saat ini memimpin klasemen sementara bakal mendapat sokongan dana karena pabrik mobil asal Jerman, Mercedes-Benz, akan membeli sahamnya.
The Daily Telegraph yang lebih dulu melaporkan rencana ini. Kemudian, beberapa sumber memberikan konfirmasi kepada Autosport bahwa pembicaraan tentang hal tersebut sedang berlangsung dan menunjukkan tanda-tanda positif.
Jika terwujud maka Mercedes-Benz semakin mencengkeram "kukunya" di F1 sebagai pemasok mesin sejak dulu. Sebelumnya, mereka sudah memasok mesin untuk McLaren, Force India, Brawn, dan mungkin juga Red Bull Racing pada tahun 2010.
Namun, di sisi lain rencana tersebut bisa membuat McLaren khawatir karena Brawn yang merupakan rival mereka akan mendapat mesin serupa. Meskipun demikian, juru bicara McLaren mengaku tidak keberatan dengan rencana Mercedes-Benz tersebut.
"Kontrak suplai mesin Mercedes-Benz dengan McLaren sangat panjang—15 tahun berturut-turut—dan masih akan terus berlanjut sampai beberapa tahun ke depan," ungkap sang juru bicara.
"Meskipun demikian, pada intinya kami mendukung rencana partner kami untuk menyuplai mesin bagi tim-tim lain di Formula 1 dan kami senang pada awal tahun ini sudah ada deal suplai mesin Mercedes-Benz dengan Brawn sehingga dengan demikian bisa menyelamatkan tim itu dari kehancuran."
Force India, juga, semakin berkembang sebagai akibat dari adanya suplai mesin/kolaborasi konsultasi tentang mesin dengan Mercedes-Benz dan McLaren. Buktinya, Giancarlo Fisichella tampil impresif di GP Belgia akhir bulan lalu di mana dia menjadi runner-up.
Baik McLaren maupun Mercedes-Benz masih menikmati kerja sama di F1, yang mana telah membawa dua pebalap menjadi juara dunia dan satu konstruktor juara dunia, serta berlusin-lusin kemenangan grand prix.
Sementara itu, Mercedes-Benz membantah bahwa rencana tersebut merupakan langkah untuk membeli semua saham Brawn.
"Itu kebijakan kami, tidak mengomentari rumor-rumor dan kami ingin menegaskan, kami memiliki kontrak yang panjang dengan McLaren," demikian pernyataan juru bicara perusahaan kepada The Daily Telegraph.
Meskipun deal tampaknya sudah terjadi dalam beberapa pekan ini, ada juga beberapa sumber yang mengatakan bahwa kontrak belum ditandatangani.
LOU
The Daily Telegraph yang lebih dulu melaporkan rencana ini. Kemudian, beberapa sumber memberikan konfirmasi kepada Autosport bahwa pembicaraan tentang hal tersebut sedang berlangsung dan menunjukkan tanda-tanda positif.
Jika terwujud maka Mercedes-Benz semakin mencengkeram "kukunya" di F1 sebagai pemasok mesin sejak dulu. Sebelumnya, mereka sudah memasok mesin untuk McLaren, Force India, Brawn, dan mungkin juga Red Bull Racing pada tahun 2010.
Namun, di sisi lain rencana tersebut bisa membuat McLaren khawatir karena Brawn yang merupakan rival mereka akan mendapat mesin serupa. Meskipun demikian, juru bicara McLaren mengaku tidak keberatan dengan rencana Mercedes-Benz tersebut.
"Kontrak suplai mesin Mercedes-Benz dengan McLaren sangat panjang—15 tahun berturut-turut—dan masih akan terus berlanjut sampai beberapa tahun ke depan," ungkap sang juru bicara.
"Meskipun demikian, pada intinya kami mendukung rencana partner kami untuk menyuplai mesin bagi tim-tim lain di Formula 1 dan kami senang pada awal tahun ini sudah ada deal suplai mesin Mercedes-Benz dengan Brawn sehingga dengan demikian bisa menyelamatkan tim itu dari kehancuran."
Force India, juga, semakin berkembang sebagai akibat dari adanya suplai mesin/kolaborasi konsultasi tentang mesin dengan Mercedes-Benz dan McLaren. Buktinya, Giancarlo Fisichella tampil impresif di GP Belgia akhir bulan lalu di mana dia menjadi runner-up.
Baik McLaren maupun Mercedes-Benz masih menikmati kerja sama di F1, yang mana telah membawa dua pebalap menjadi juara dunia dan satu konstruktor juara dunia, serta berlusin-lusin kemenangan grand prix.
Sementara itu, Mercedes-Benz membantah bahwa rencana tersebut merupakan langkah untuk membeli semua saham Brawn.
"Itu kebijakan kami, tidak mengomentari rumor-rumor dan kami ingin menegaskan, kami memiliki kontrak yang panjang dengan McLaren," demikian pernyataan juru bicara perusahaan kepada The Daily Telegraph.
Meskipun deal tampaknya sudah terjadi dalam beberapa pekan ini, ada juga beberapa sumber yang mengatakan bahwa kontrak belum ditandatangani.
LOU
