Source: Kompas - Jumat, September 11, 2009
http://id.news.yahoo.com/kmps/20090911/twl...00-70701a2.html

Israel Tahu Soal S-300



QUOTE
JERUSALEM, KOMPAS.com - Israel disebut-sebut terkait dengan pencegatan kapal kargo Arctic Sea yang hilang pada Juli lalu. Sumber yang dekat dengan intelijen Israel, Kamis (10/9), mengatakan, Israel tahu kapal itu diam-diam membawa sistem pertahanan udara S-300 dari Rusia untuk Iran.

Pada Rabu media Israel, Yediot Ahronot, melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diam-diam mengunjungi Moskwa pada Senin lalu terkait isu tersebut. Namun, Netanyahu membantah laporan media.

Kantor Perdana Menteri menyatakan, Netanyahu mengunjungi instalasi keamanan Israel saat tidak tampak dari hadapan publik sepanjang Senin. Namun, pernyataan itu tidak menyebutkan bantahan terhadap laporan media bahwa Netanyahu diam-diam pergi ke Moskwa.

Di Moskwa, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Andrei Nesterenko, memberi sinyal ambigu. ”Saya tidak mengatakan ya atau tidak, saya hanya mengatakan saya tidak punya informasi (tentang kunjungan Netanyahu),” katanya kepada wartawan.

Dmitry Peskov, juru bicara bagi Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, juga mengatakan bahwa dia tidak memiliki informasi apa pun tentang kunjungan Netanyahu.

Kapal Arctic Sea yang berbendera Malta dan diawaki 15 orang Rusia menghilang pada Juli, beberapa hari setelah meninggalkan Finlandia dengan muatan kayu menuju Aljazair. Kapal itu ditemukan pada 16 Agustus di perairan Afrika Barat.

Moskwa mengumumkan, Angkatan Laut Rusia telah menangkap pembajak kapal dan menyelamatkan awak kapal. Delapan orang didakwa dengan pembajakan dan perompakan.

Pembajakan di jalur pelayaran sibuk Eropa, upaya internasional besar-besaran untuk menemukan Arctic Sea, dan penangkapan awak kapal setelah kembali ke Rusia memicu spekulasi bahwa kapal itu mengangkut sistem rudal antipesawat S-300 ke Iran.

Selubung

Sumber intelijen Israel kepada BBC mengatakan, cerita pembajakan itu hanya selubung untuk menutupi peristiwa sebenarnya. Israel, menurut sumber tersebut, memberi waktu kepada Rusia untuk menghentikan pengiriman S-300 sebelum mengumumkan persoalan itu kepada publik.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov membantah spekulasi media dan menyebut tudingan itu tidak berdasar. Dia menjanjikan penyelidikan transparan atas lenyapnya kapal tersebut.

Selama bertahun-tahun, Israel berupaya meyakinkan Rusia untuk tidak menjual S-300 ke Iran. Beberapa tahun lalu, Rusia dilaporkan telah setuju untuk menjual S-300 kepada Iran.

Menyusul kunjungan ke Rusia pada 18 Agustus, Presiden Israel Shimon Peres mengatakan telah mendapat janji dari Presiden Rusia Dmitry Medvedev bahwa Rusia akan mempertimbangkan kembali keputusan untuk menjual sistem pertahanan rudal ke Iran.

Israel khawatir bahwa sistem pertahanan rudal itu bisa ditempatkan di sekitar fasilitas nuklir Iran. Hal itu akan menyulitkan jika Israel memutuskan untuk mengerahkan kekuatan militer ke Iran.

Israel menuding Iran mengembangkan senjata nuklir di balik program pengembangan nuklir secara damai. Tudingan itu dibantah Iran. Israel menganggap Iran sebagai musuh setelah Presiden Mahmoud Ahmadinejad menyatakan agar Israel dihapus dari peta dunia. (afp/reuters/bbc/fro)