Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Haji Muhammad Misbach
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Sejarah
aikbj
H. M. MISBACH (1879-1926)


Oleh: A. Qahar Mudzakkir


Pengantar Biografi dan Perjalanan Gerakan
Haji Mohammad Misbach dilahirkan pada tahun 1879 di Kauman Surakarta, letaknya di sisi alun-alun utara. Achmad merupakan nama panggilan semasa kecilnya yang kemudian berganti nama menjadi Darmodiprono setelah ia menikah. Nama Mohammad Misbach merupakan nama setelah ia naik haji[2]. Orang tua Misbach tidak memiliki dasar keagamaan yang kuat[3], sedangkan Husni Hidayat berpendapat bahwa orang tua Misbach merupakan pejabat keagamaan kraton Surakarta[4]. Meskipun demikian, orang tuanya menyekolahkannya dalam pendidikan pesantren. Misbach juga sempat masuk sekolah Bumi Putera kelas dua selama 2 bulan.

Setelah dewasa, ia mengikuti jejak bapaknya, berdagang batik. Pada tahun 1914, Misbach meninggalkan usaha batiknya dan menggeluti dunia intelektual dan organisatoris dengan masuk menjadi anggota Indiansche Journalisten Bond (IJB) yang didirikan oleh Mas Marco Kartodikromo[5]. Mas Marco menggambarkan pertemuannya dengan Misbach dalam tulisan berjudul Korban Pergerakan Rakjat: H. M. Misbach, dengan menggambarkan sosok Misbah bukanlah muslim yang terjebak pada simbol-simbol keagamaan, ia tak segan pula bergaul dengan yang lebih muda karena dimata Misbach tiada perbedaan antara manusia apalagi status kelas. Misbach tak segan pula mengkritik mereka yang mengaku Islam namun enngan untuk berjuang bersama rakyat dan hanya sibuk mengumpulkan harta benda.

Misbach merupakan seorang muslim ortodoks yang saleh, namun bergerak “setjara djaman sekarang” dengan menerbitkan Medan Moeslimin pada tahun 1915 dan Islam Bergerak pada 1917 yang pada mulanya merupakan respon terhadap diterbitkannya surat kabar Ksristen Mardi Rahardjo.; mendirikan Hotel Islam, toko buku dan sekolah agama modern[6]. Pada tahun 1918, kelompok Islam di Surakarta terpecah. Ini terjadi, karena artikel Marto Dharsono’dalam Djawi Hiswara, yang dituduh melecehkan Islam. Walaupun Tjokro Aminoto telah melakukan pembelaan terhadap Islam, melalui counter atas tulisan itu, namun kaum muda Surakarta tetap bangkit. Akhirnya Tjokroaminoto membentuk TKNM (Tentara Kanjeng Nabi Muhammad) pada awal 1918, yang mencuatkan nama Haji Misbach sebagai mubalighnya. Mengiringi terbentuknya TKNM, lahirlah perkumpulan tabligh reformis pimpinan Misbach, SATV (Sidik, Amanat, Tableg, Vatonah)[7].

Pada tanggal 20 April 1919, Misbach menggambar kartun di Islam Bergerak yang isinya menyinggung kapitalis Belanda dan Pakubuwono X, yang menghisap para petani dan mempekerja-paksakan mereka. Akibatnya ia ditangkap pada tanggal 7 Mei 1919. Namun, ia dibebaskan pada 22 Oktober 1919[8]. Misbach merupakan tokoh pergerakan Insulinde yang didirikan pada 16 Februari 1919 di kelurahan Nglungge. Misbach selalu mengutip ayat-ayat al-Qur’an sebagai basis propagandanya selama berada di insulinde. Hal ini menjadi ciri khas Misbach, sehingga ia tidak hanya dikenal sebagai aktivis pergerakan namun juga seorang mubaligh[9]. Insulinde afdeling sepanjang pergerakan tahun 1918-1920 berhasil memobilisir petani, meskipun memicu radikalisasi petani yang ternyata diluar kendali sehingga insulinde mendapat tekanan dari pemerintah. Meskipun demikian, insulinde menjadi pergerakan perkumpulan bumi putera terbesar meskipun pimpinan pusat tetap dipegang oleh orang indo[10].

Selama perjuangannya atas mobilisasi petani yang dilakukan oleh insulinde, Misbach dipenjara di Pekalongan yang kemudian dibebaskan pada 22 Agustus 1922. Koesen dalam Islam Bergerak menuliskan bahwasanya Misbach dan rekan-rekannya dipenjara bukan karena merampok, mencuri, menodong atau membunuh, tetapi justru karena mereka melawan pihak yang bertindak sewenang-wenang[11]. Hal ini ditulis Koesen sebagai pembelaan terhadap apa yang telah diperjuangkan oleh Misbach dan rekan-rekannya. Pada tahun 1922 itu pula Misbach keluar dari Muhammadiyah, karena melihat Muhammadiyah dan SI yang mandul dan bersikap kooperatif dengan pemerintah. Penjara tidak kemudian membuat Misbach jera untuk memperjuangkan nasib rakyat, pada bulan Mei 1923 ia muncul sebagai propagandis SI Merah/ PKI[12] dan berbicara tentang pertalian yang mendasar antara Islam dan Komunisme[13].

Pada tanggal 20 Oktober 1923, Misbach kembali dijebloskan ke penjara dengan tuduhan terlibat dalam aksi-aksi revolusioner yaitu pembakaran bangsal, penggulingan kereta api, pemboman dan lain-lain. Meski kemudian Misbach tidak terbukti terlibat dalam aksi-aksi tersebut, tetapi pemerintah Belanda tetap memutuskan Misbach untuk dibuang. Dalam pembuangan itulah istrinya meninggal karena penyakit Malaria. Dan Misbach meninggal pada 24 Mei 1926 di usia 47 tahun. Tjipto Mangunkusuma dalam surat kabar Panggoegah, 12 Mei 1919 melukiskan keberanian Misbach dalam melawan kolonialisme Belanda sebagai “seorang ksatria sejati” yang mengorbankan seluruh hidupnya untuk pergerakan[14].

Sketsa dan Pokok Pemikiran
1. Sketsa Perjalanan Pemikiran Misbach
a. Misbach kecil hingga dewasa: Pertemuan dengan Gerakan (1879-1914: 35 tahun)
Sebagaimana telah dipaparkan diatas, Misbach disekolahkan oleh orang tunya di pesantren. Hal ini menempatkannya memiliki kemampuan bahasa Arab. Dibanding tokoh-tokoh pergerakan sezamannya, Misbach tidak memiliki kemampuan lebih dalam bahasa Belanda. Basis pesantren serta lingkungan kraton Surakarta inilah yang kemudian mempengaruhi sosok Misbach nantinya menjadi seorang Mubaligh. Meski orang tunya menjabat sebagai pejabat keagamaan kraton, hal tersebut tidak membuat Misbach jauh dari persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat.

Meskipun tidak terdapat bukti literatur yang memperkuat keterlibatan Misbach dalam Serikat Dagang Islam dan Serikat Islam; namun terdapat akar persentuhan historis yang kuat mengingat pada tahun tahun 1991 dibentuk cabang SDI Bogor di Surakarta, sebagai reaksi terhadap menguatnya perdagangan Tionghoa[15]. Sebagai pengusaha batik, tentunya besar kemungkinan Misbach telah bersentuhan dengan wacana mengenai perselisihan serta garis perjuangan keberadaan Rekso Reomekso, SDI dan SI. Serta tidak terlepas dari kondisi sosial politik yang mengalami kemajuan intensitas perlawanan terhadap penjajah Belanda melalui bentuk strategi baru seperti terbitan-terbitan, rapat akbar, aksi/ demonstrasi dan juga organissi sebagai alat perlawanan[16].

Maka dalam masa perkenalannya dengan dunia aktivis pergerakan ini, mendorong Misbach untuk kemudian melibatkan diri secara penuh dengan bergabung dalam Indiansche Journalisten Bond (IJB) pada tahun 1914. Meskipun demikian, Misbach tetap tidak meninggalkan corak pemikirannya akan Islam yang banyak dipengaruhi oleh
sikapnya yang mudah bergaul dan diterima oleh lapisan masyarakat yang berbeda.

b. Gerakan Perjuangan Islam (1914-1919: 35-40)
Selama rentang 1914-1919 atau 5 tahun periode kedua perjalanannya sebagai aktivis gerakan, tercatat bahwa Misbach pernah bergabung dalam Indiansche Journalisten Bond (1914), mendirikan Medan Moeslimin (1915( dan Islam Bergerak (1917), bergabung dalam Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (1918), pemimpin redaksi Medan Moeslimin menggantikan ketua TKNM pada saat itu yaitu Hisamzaijnie sekaligus membentuk Sidik Amanat Tableg Vatonah (SATV) pada 10 Juli 1918[17].

Pada masa ini, Misbach banyak bergelut dalam perjuangan anti-Kristen. Ia berpandangan bahwasanya pemerintah berupaya untuk netral dalam hal agama, tetapi melindungi kapitalis belanda; sedangkan kapitalis belanda membantu misionaris Kristen. Dalam upaya misionaris Kristen tersebut, Misbach melihat bahwasanya terdapat banyak kecurangan serta upaya menjelekkan Islam oleh Kristen. Namun dilain sisi, Misbach juga mengkritik umat muslim kaya yang tidak membantu rakyat miskin dengan hartanya. Tidak pula membantu perjuangan yang dilakukan oleh rakyat baik secara organisatoris ataupun dalam upaya membendung kristenisasi[18].

Kritikan Misbach terhadap muslim tersebut sangat kental dalam kritikannya terhadap kebijakan Tjokroaminoto yang menetapkan disiplin partai, bahwa anggota SI tidak boleh terlibat dalam organisasi lain. Kemunculan disiplin partai terkait adanya tarik menarik pengaruh antara Tjokroaminoto dengan Semaoen pada Konggres SI ketiga pada 29 Oktober 1918[19]. Sehingga dikalangan SI, bermunculan berbagai tafsiran atas hubungan antara Islam dan Komunisme.

Misbach menyadari bahwasanya terdapat kaitan erat antara keberadaan misionaris kristen dengan pemerintah dan kapitalis belanda. Sehingga perjuangan hak-hak rakyat, tidak dapat dilepaskan dari perjuangan Islam sebagai agama yang menolak adanya penindasan. Akhirnya pada tanggal 20 April 1919, Misbach menggambar kartun di Islam Bergerak yang isinya menyinggung kapitalis Belanda dan Pakubuwono X, yang menghisap para petani dan mempekerja-paksakan mereka. Akibatnya ia ditangkap dan dipenjara untuk pertam akali pada tanggal 7 Mei 1919.

c. Perjuangan dan Gerakan Islam Revolusioner (1919-1926: 40-47)
Misbach aktif dalam gerakan-gerakan mobilisir rakyat, terutama petani dan buruh. Keterlibatannya memberikan nuansa tersendiri, karena ia dikenal sebagai orang yang tetap teguh menyampaikan dalil-dalil al-Qur’an dalam ranah perjuangannya. Misbach lebih memilih organisasi tempat dimana ia berjuang, berdasar pada pola geraknya. Itulah sebabnya ia tidak lagi aktif di Muhamamdiyah serta SI yang dipandangnya terlalu kooperatif dan lunak terhadap pemerintah, dan memilih untuk bergabung dengan PKI yang lebih revolusioner dalam memperjuangkan hak rakyat. Meski pada awalnya, terdapat pula pertentangan mengenai Muhamamdiyah sebagai Islam Kapitalis dan SI sebagai Islam sama rata sama rasa[20]. Dan saat Misbach dipenjara, pada Maret-Juli 1922 terdapat pertikaian antara Islam Bergerak dan Muhammadiyah.

Misbach dibebaskan dari penjara di Pekalongan pada 22 Agustus 1922, setelah dipenjara selama dua tahun tiga bulan[21]. Pada konggres PKI tanggal 4 Maret 1923 yang dihadiri 16 cabang PKI, 14 cabang SI Merah dan beberapa perkumpulan serikat komunis, Misbach memberikan uraian mengenai relevansi Islam dan komunisme dengan menunjukkan ayat-ayat al-Qur’an serta mengkritik pimpinan SI Putih yang munafik dan menjadikan Islam sebagai selimut untuk memperkaya diri sendiri. Pada tahun 1923 pula Misbach menulis kritikannya terhadap Tjokroaminoto di Medan Moeslimin dengan judul “Semprong Wasiat: Disiplin Organsisi Tjokroaminoto Menjadi Racun Pergerakan Rakyat Hindia”.

Misbach muncul sebagai pimpinan PKI di Surakarta, yang kemudian merubah Islam Bergerak menjadi Ra’jat Bergerak dan penyatuan secara de fakto organ PKI Yogyakarta berbahasa Melayu, Doenia Baroe, ke dalam Ra’jat Bergerak pada September 1923[22]. Pada tanggal 20 Oktober 1923, Misbach kembali dijebloskan ke penjara dengan tuduhan terlibat dalam aksi-aksi revolusioner yaitu pembakaran bangsal, penggulingan kereta api, pemboman dan lain-lain. Dan meninggal pada 24 Mei 1926 selama di pengasingan.

2. Pokok Pemikiran Misbach
a. Islam sebagai Petunjuk dan Keselamatan
Misbach mendefinisikan agama sebagai petunjuk Tuhan yang bersifat kuasa untuk seluruh umat manusia. Islam berarti keselamatan dan menjadi agama Islam merupakan penunjuk jalan yang menuntut keselamatan (Misbach, 1924:35)[23]. Bahkan lebih jauh lagi, seorang muslim tidak mungkin hidup terbelah antara aqidah, hati nurani dan imannya dalam satu segi, dengan kehidupan dalam praktek sosialnya disegi lainnya. Dan untuk mencapai penyebaran Islam tersebut, Misbach tidak ragu-ragu untuk mengajak orang-orang mukmin melakukan perang[24].

Sesuai dengan nama jurnalnya Islam Bergerak, Misbach berpandangan bahwa diperlukan bersatunya kata dengan perbuatan. Bahkan Misbach mengidentikkan perjuangan muslim progresif sebagai Islam Sejati[25]. Karena didalam Islam terdapat anjuran untuk menegakkan keadilan, kebenaran, kemanusiaan dan sebagainya yang harus diterapkan melalui politik dan sosial. Misbach memperjuangkan semangat religius untuk membebaskan rakyat dari ketertindasan.

Perbedaan dalam agama menurut Misbach hanya dalam namanya saja, karena setiap agama diturunkan melalui rasul yang berbeda-beda. Seperti Nabi Adam, agamanya disebut agama Adam (Misbach, 1925: 34-35)[26].

b. Komunisme sebagai Gerakan
Komunisme menurut Misbach merupakan gerakan mewujudkan masyarakat tanpa kelas, masyarakat “sama rata sama rata”[27]. Menurut Misbach, yang dia kutip dari Marx, kemiskinan itu disebabkan adanya penghisapan dari kapitalisme. Mesin penggerak kapitalisme, atau spirit kapitalisme, adalah ketamakan. Tetapi, pengisapan dan penggerak kapitalisme adalah uang. Bahkan dalam menyerang Tjokroaminoto dan SI Putih umumnya, Misbach menyebutkan bahwa uang telah membutakan mereka untuk berjuang sebagai muslim sejati[28].

Apa yang Misbach pelajari dari komunis, terutama tulisan Semaoen, tidak sekedar memahami bahwa pelaku kejahatan adalah kapitalisme. Ia juga mendapatkan bagaimana dan mengapa kapitalisme secara bersama-sama menghancurkan manusia baik fisik maupun mental

Daftar Pustaka

Hidayat, Husni. 2005. Haji Misbach; “Kyai Merah” dari Surakarta. Edisi XXIII: http://afkar.numesir.org.
Shiraishi, Takashi. 1997. Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa, 1912-1926. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Hiqmah, Nor. 2000. H. M. Misbach: Sosok dan Kontroversi Pemikirannya. Yogyakarta: Litera.
Tauhid, Abdi. 2000. Islam, Sesungguhnya Kiri. Dari: apakabar@saltmine.radix.net
Rio, Adde. 2006. Adakah Perbedaan Akaran Komunis dan Islam?. Dari: indo-marxist@yahoogroups.com.
Soerojo, Soegiarso. 1988. Siapa Menabur Angin akan Menuai Badai.. Jakarta: Intermasa.

Endnote
1 Penulis adalah Ketua IMM Kom. Muh. Abduh. Disampaikan dalam diskusi pada Ahad, 7 Januari 2007 pukul 14.00 WIB, menyambut kelahiran ‘putra’ IMM Sukoharjo yaitu IMM Kom. H. M. Misbach.
2 Nor Hiqmah. 2000. H. M. Misbach: Sosok dan Kontroversi Pemikirannya. Yogyakarta: Litera, hlm. 1.
3 Nor Hiqmah, Ibid., hlm. 1 dan Takashi Shiraishi. 1997. Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa, 1912-1926. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti hlm. 173.
4 Husni Hidayat. 2005. H. M. Misbach: “Kyai Merah” dari Surakarta. http://afkar.numesir.org
5 Nor Hiqmah, Op.Cit., hlm. 2. Husni Hidayat mengemukakan bahwa Misbach telah aktif dalam organisasi pada tahun 1912 ketika SI berdiri, kemudian aktif dalam JIB yang dibentuk oleh SI pada 1914.
6 Takashi Shiraishi, Op.Cit., hlm. 175.
7 Husni Hidayat, Op.Cit.
8 Ibid.
9 Zohroh, 1997:29-30 dalam Nor Hiqmah, Op.Cit., hlm. 4.
10 Takashi Shiraishi, Op.Cit., hlm. 186-187.
11 Koesen, 20 Juni 1919. Sebabnja ditahan pendjara. Surakarta: Islam Bergerak dalam Takashi Shiraishi, Op.Cit., hlm. 226.
12 ISDV (Indische Sociaal Demokratische Vereeniging) merupakan suatu organisasi Marxist pertama di Asia Tenggara yang didirikan Mei 1914 di Semarang, yang kemudian pada 23 Mei 1920 mengubah nama menjadi PKI (Perserikatan Komunis India) di bawah pimpinan Semaun. Pada saat itu, Semaun juga merangkap sebagai ketua SI cabang Semarang. Lebih lanjut baca Soegiarso Soerojo, 1988, Siapa Menabur Angin akan Menuai Badai, Jakarta: Intermasa, hlm. 33-35. Menurut Takashi, Op.Cit., hlm. 115, ISDV didirikan oleh Henk Sneevlit pada Mei 1915.
13 Nor Hiqmah, Op.Cit., hlm. 4.
14 Ibid., hlm. 5. dan Takashi Shiraishi, Op.Cit., hlm. 384
15 Takashi Shiraishi, Op.Cit., hlm. 56-57. Terdapat kerancuan penanggalan dalam beberapa literature baik dalam tulisan Takashi maupun Nor Hiqmah, mengenai keberadaan dan latar belakang hadirnya SDI dan SI di Surakarta. Takashi menyebutkan bahwa SDI di surakarta merupakan cabang dari SDI Bogor, yang sebenarnya dalih dari Rekso Roemekso kepada pemerintah yang didirikan oleh Haji Saman Hudi awal 1912, ketika terdapat perkelahian antara orang-orang Jawa dari Roemekso dengan Tionghoa pada akhir bulan 1911 dan awal 1912.
16 Nor Hiqmah, Op.Cit., hlm. 11.
17 Takashi, Op.Cit., hlm. 184.
18 Ibid.
19 Nor Hiqmah, Ibid., hlm. 17-18.
20 Ibid., hlm. 22-23.
21 Takashi, Op.Cit., hlm. 343.
22 Ibid., hlm. 374.
23 Nor Hiqmah, Op.Cit., hlm. 27.
24 Ibid. hlm. 29.
25 Abdi Tauhid, 2000, Islam, Sesungguhnya Kiri, didapatkan dari: apakabar@saltmine.radix.net
26 Nor Hiqmah, Op.Cit., hlm. 50.
27 Nor Hiqmah, Op.Cit., hlm. 25..
28 Takashi Shiraishi, Op.Cit., hlm. 365.

dikutip dari sini
aikbj
H.M. Misbach salah seorang tokoh pergerakan nasional
terkemuka, sebaya Mas Marco Kartodikromo, Cipto
Mangunkusumo dan seangkatannya. Mula-mula giat di
dalam S.I., dan kemudian di dalam P.K.I.

Tulisan di bawah ini beberapa bahan tentang H.M.
Misbach, antara lain tulisan Rangsang dalam "Sinar
Hindia", 4 Juli 1924, tentang siapa H.M. Misbach dan
kegiatannya; surat H.M. Misbach dari penjara Semarang
6 Juli 1924, dan surat "pamitannya" ketika hendak
diasingkan ke Manokwari; juga alasan dan tuduhan
pemerintah kolonial untuk pengasingan tokoh ini.

Redaksi "Kreasi" menerbitkannya ulang tanpa
menyuntingnya. Hanya pada beberapa kata yang tidak
jelas pengertianya, Redaksi memberikan catatan kata
penjelas, ditulis di antara tanda "[-]" di belakang
kata yang bersangkutan. Teks ini tentu saja masih
tertulis dalam ejaan bahasa Melayu tahun belasan.
Untuk memudahkan membacanya, Redaksi memberikan
ejaan-ejaan padanannya, misalnya: oe - u; j - y; nj -
ny; dj - j; tj - c; a umlaut - a (kenyataan); ' [ain]
- k (ra'yat - rakyat).




H.M. MISBACH

Koran Hidoep, 1 September 1924, tahoen 1

Waktoe kami mengeloearken soerat kabar minggoean
Doenia Bergerak di Solo (1914), jalah officieel orgaan
dari Inlandsche Journalisten Bond, kami kenal dengen
H.M. Misbach, kerna dia anggota dan lengganan dari
persarekatan dan soerat kabar terseboet. Pada waktoe
itoe dia seorang Islam jang berniat menjiarken
keislaman setjara djaman sekarang: membikin soerat
kabar Islam; sekolahan Islam; berkoempoel-koempoel
meremboek Igama Islam dan hidoep bersama.
Dalem tahoen 1915 H.M. Misbach menerbitken soerat
kabar boelanan Medan Moeslimin, nomer satoe tahoen
pertama soerat kabar itoe tertanggal 15 Januari 1915.
Pada saat itoelah langkah jng permolaan H.M. Misbach
masoek kedalem pergerakan dan memegangi bendera Islam.
Dimana-mana tempat dia membikin propaganda Islam dan
soeka beramah-ramahan kepada semoea orang.
Dipemandangan Misbach, tidak ada bedanja diantara
seorang pentjoeri biasa dengen seorang jang dikata
berpangkat, begitoe djoega diantara rebana dan
klenengan diantara bok [mbok] Hadji jang bertoetoep
moeka dan orang perampoean jang mendjadi koepoe malem;
diantara orang-orang jang bersorban tjara Arab dan
berkain kepala tjara Djawa. Dari sebab itoe dia lebih
gemar memakai kain kepala dari pada memakai petjis
Toerki atau bersorban seperti pakaian kebanjaan
[kebanyakan] orang jang diseboet "Hadji". Tempo-tempo
kalau perloe Misbach berkeroemoen-keroemoen dengen
anak-anak moeda sama mendengerken klenengan jang
disertai soearanja tandak menembang jang amat merdoe.
Boeat memberi toentoenan gendja (bowo. Dj.) Misbach
beloem loepa. Dalem kalangannja anak-anak moeda, dia
mendjadi temennja melantjong, begitoe djoega didalem
kalangan wajang orang dia lebih dihormati dari pada
directeurnja [direkturnya]. Dari sebab itoe
dimana-mana golongan Rajat Misbach mempoenjai kawan
oentoek melakoeken pergerakannja. Tetapi didalem
kalangannja orang-orang jang mengakoe Islam dan lebih
mementingken mengoempoelken harta benda dari pada
menoelong kesoesahan Rajat, Misbach seperti harimau
didalem kalangannja binatang-binatang ketjil. Kerna
dia tidak takoet lagi menjela [mencela] kelakoeannja
orang-orang jang sama mengakoe Islam tetapi selaloe
mengisep darah temen hidoep bersama.
Dalem boelan Januari 1923, waktoe kami misih mendjalan
hoekoeman dipendjara Vrijmetselaarsweg, Weltevreden,
Misbach perloe dateng ketemoe kami dengen seorang
perempoean dan seorang poela lelaki.
"Kawan kita banjak jang melariken diri sebab takoet,
tetapi saja mesti bekerdja sampe mati oentoek
pergerakan". Begitoe kata kawan Misbach kepada saja.
Sekarang kami baik mengoetip keterangan dari
soerat-soerat kabar tentang keadaan H. Misbach.

* *


TJATETAN SINGKAT TENTANG
KAWAN HADJI MISBACH


Kawan Misbach, ialah seorang Djawa kira-kira soedah
oesia 48 tahoen. Ia dilahirken di Solo. Sedjak masih
kanak-kanak sehingga hampir baleg ia menerima didikan
jang terbanjak dari pesantren. Sebagai kebiasaan
orang-orang di Solo, ketika soedah dateng masanja
mentjahari nafakah, kawan Misbach itoe djoega laloe
berniaga. Ia berdagang kain batik. Meskipoen soedah
sementara lama di Solo terbit pergerakan jang dipimpin
oleh H. Samanhoedi, tetapi pada waktoe itoe kawan
Misbach baharoelah soeka menoendjoekken
kesetoedjoeannja sadja kepada pergerakan itoe.
Sesoedah S.I. dalem tahoen 1914 menampakken
tanda-tanda aken mendjadi petjah...... Sebab terbit
perselisihan antara pemimpin Tjokro jang pada waktoe
itoe mendjadi vice president, dengen kehendak
Samanhoedi, president C.S.I. serta temen-temennja di
Solo.... Sedjak itoelah kawan Misbach toeroet tjampoer
bener-bener dalem pergerakan S.I.
H. Misbach jang dasarnja memang revolutionnair,
memandang Islam itoe tidak lain hanjalah maksoed
moelia jang menghendaki perdamaian didoenia dengen
djalan memoengsoehi dan membasmi sekalian kedoestaan,
kedjahatan, pengisepan dan penindesan. Tidak mengenal
soesah dan pajah, ta' [tak] berhentinjalah ia
menjiarken pendapetannja itoe sambil menggasak dan
mentjamboek siapa sadja jang mengakoe Islam tetapi
tidak berboeat sebagai pendapetannja atau berboeat
menjalahi kejakinan itoe. Dalem tahoen 1914 itoe
djoega H. Misbach menerbitken soerat kabar boelanan
jang diberi nama Medan Moeslimin. Dalem soerat kabar
ini ia menjiarken kefahamannja Islam dan membitjaraken
hal hal jang bersangkoetan dengen politiek. Ia
dibantoe oleh journalist-journalist jang faham isi
agama dan jang mengenal oeroesan politiek. Diantara
jang terseboet terachir ialah saudara Marco. Beloem
sampai setahoen oemoernja Medan Moeslimin itoe, maka
riboetlah soedah orang-orang [.] toesoek penanja.
Beberapa orang kiai-kiai jang [.] karangan kepada
Medan Moeslimin itoe tahoe mana [.] karena mereka
takoet mengikoeti haloean kawan Misbach jang
revolutionair itoe. Tidak antara lama poela [.] dengen
Sorsokoerneo [Sosrokurneo], secretaris S.I. Solo.
Dengen temen baroe ini kawan Misbach melandjoetken
propagandanja jang keras itoe dalem kalangan S.I.
Teroetama sekali jang diadjoeken olehnja jaitoe
soal-soal ekonomie, soal-soal tentang penghidoepan. Ia
mengedjar hilangnja tindesan-tindesan jang diderita
oleh Ra'jat dari pehak bangsawan dan dari pehak
paberik-paberik. Setelah Sosrokoerneo meninggal dalem
tahoen 1918, kawan Misbach laloe berhoeboengan dengen
saudara Tijptomangoenkoesoemo, jang pada waktoe itoe
tinggal di Solo. Misbach masoek dalem N.I.P. sebab
partai inilah jang pada waktoe itoe paling
revolutionair. Berhoeboeng dengen petjahnja pemogokan
dalem paberik-paberik goela dalem daerah Klaten, maka
kawan Misbach dengen beberapa kawan-kawannja
ditangkep, dan ia dimasoekken dalem pendjara hingga
doea tahoen.
Keloear ia dari pendjara, moelailah lagi ia bergerak.
Tetapi oleh karena kawan-kawannja dalem kalangan
N.I.P, banjak jang tidak berani bergerak keras poela,
sedeng saudara Tjipto soedah dilaloeken dari Solo,
kawan Misbach laloe mentjari perhoeboengan dengen
P.K.I. Tidak lama lagi ia mendapet kejakinan, bahwa
hanja partai ini sadjalah jang soenggoeh-soenggoeh
bekerdja oentoek Ra'jat dan bener-bener revolutionair.
Segeralah ia bergerak keras dalem kalangan P.K.I. Ia
seranglah orang-orang Islam jang mendjelekken
Kommunisme, dan dengen ketetepan hati ia menjataken,
bahwa seharoesnjalah orang Islam jang sedjati
menjokong kepada maksoednja Kommunisme itoe. Kawan
Misbach selaloe menjerang kepada Mohamadiah dan C.S.I.
sebab Islam jang disiarken dalem kalangannja doea
perkoempoelan itoe, menoeroet kefahamannja, boekan
Islam jang sedjati.
Kawan Misbach tidak merasa sajang mengosongken
kantongnja, apabila ini perloe goena pergerakan
Ra'jat.
Dengen oesahanja dan dengen bantoean temen-temennja,
di terbitken soerat kabar minggoean Islam Bergerak
jang pada masa jang terachir dipersatoeken dengen
Doenia Baroe dan dipindah nama Ra'jat Bergerak.
Disebabken oleh tangkepan-tangkepan jang dikenaken
kepada H. Misbach dan kawan-kawannja, maka Ra'jat
Bergerak itoe matilah.
Kawan Misbach memang seorang pemberani jang djarang
terdapet. Apabila perloe goena kepentingan Ra'jat dan
oentoek kebeneran, tidak pernahlah ia meoendoerken
diri selangkah. Ia tidak takoet mengorbanken harta dan
tenaganja bagi pergerakan revolutionair. Doeloe ia
hidoep ada sedikit kaja, tetapi tidak perdoeliken
itoe, hingga kini ia mendjadi melarat.
Tahoen 1925 adalah tahoen jang penting dalem riwajat
pergerakan Ra'jat di Indonesia. Setelah pemogokan
spoor [kereta api] tertindes sehingga hantjoer, maka
laloe terdjadilah perkara-perkara sebagai: pelemparan
bom kepada goepernoer djendral, pelemparan bom dalem
pesta djoebilem, pembakaran-pembakaran di Solo dan
lain-lain. Dalem hal ini berpoeloeh-poeloeh Kommunist
poen kawan Misbach sama ditangkep dan ditoetoep.
Mereka itoe ditoedoeh tjampoer dalem perboeatan
terseboet diatas. Aken tetapi ternjatalah tidak
terdapet boekti soeatoe apapoen. Oleh karena itoe
dilepaskenlah mereka itoe walaupoen setelah
berboelan-boelan trampas kemerdekaannja.... ketjoeali
kawan Misbach.
Sehingga 9 boelanlah kawan Misbach itoe doedoek
meringkoek dalem pendjara ta' dengen ketentoean
kesalahannja.
Tiba-tiba sekarang ia haroes meninggalken poelau Djawa
boeat tinggal di Manokwari.
Reactie kira bahwa dengen perboeatan ini riwajatnja
kawan Misbach aken dapet dikoentjiken.
Tetapi kita jakin, bahwa Hawa Misbach [Semangat
Misbach] jang revolutionair itoe aken masih tinggal
tetep dalem kalangan Ra'jat.


Rangsang

(Sinar Hindia 4 Juli 1924)

* *

KETOEA H.M. MISBACH WAKTOE DALEM BOEI

Soedah biasanja orang dalem boei tida bisa
berhoeboengan dengen orang jang diloear boei.
Ketoea H.M. Misbach dalem boei jang achir ini
kira-kira 9 boelan sebagai penahanan, orang ditahan
beda dengen orang dalem boei jang soedah mendjalani
poetoesannja dari Landraad atau Landgerecht.
Orang ditahan dalem boei sebab dari kekoewatirannja si
penahan kepada jang ditahan djangan sampai lari
menjemboenjiken diri atau dapet berhoeboengan
lain-lain orang, dan lain sebagainja, sebab begitoe
moesti sadja orang ditahan dalem boei tjoekoep
dimasoekken kamar dalem boei dengen keadaan jang tida
berdjaoehan dari keadaan diloear boei karena beloem
terang mendjalani kedjahatan.
Aken tetapi bagi ketoea H.M. Misbach loear biasa,
tentang itoe nanti saudara-saudara mengetahoei soerat
dari ketoea kita jang menerangkennja.
Selama dalem tahanan kira-kira 9 boelan dalem boei
Semarang tida bolih orang ketemoe melainken anak
bininja dengen minta izin kepada assistant-resident
Solo lebih doeloe, sesoedah mendapet soerat izin baroe
bolih berangkat ke Semarang dengen di ikoeti seorang
rechercir [reserse]. Apabila soedah dateng di Semarang
tida boleh teroes menoedjoe ke pintoe boei laloe
dengen lekas ketemoe soewaminja, aken tetapi lebih
doeloe mereka dateng ke hoofdbureau politie [kantor
besar] Semarang perloe minta izin poela. Sesoedah dari
sitoe baroe bolih teroes masoek boei dengen dapet
izinnja Cipir [sipir] boei.
Ketoea H.M. Misbach dalem boei (tahanan) bolih
menerima kiriman makanan, rokok dan sebagainja dari
loear dan soerat-soerat dari famili tetapi semoea itoe
lebih doeloe diperiksa olih politie lebih doeloe dan
diambil toeroenannja.
Dalem boei ketoea kita tida bolih membatja
soerat-soerat chabar atau kitab lain-lainnja ketjoeali
kitab soetji Al-Queran.
Saja sering menerima soerat dari ketoea kita H.M.
Misbach jang menerangken bagaimana keadaannja dalem
boei dan lain sebagainja. Antara soerat-soerat jang
saja terima dari ketoea kita waktoe beliau dalem boei
sebagai berikoet:

* *

Semarang, 6 Juli 1924

Wa'alaikoem moessalam.

Bales anak henda [anakda] ampoenja soerat, hal anakda
mengirim soerat dengen aangeteekend [tercatat], sama
sekali tiada berhalangan atau tida mendjadiken sebab
oentoek diri ramanda, hanja ada sedikit menimboelken
fikiran. Adapoen sebabnja, selama ramanda dalem boei,
beloem sekali ramanda trima soerat aangeteekend, hanja
baroe satoe kali menerima, lama tertahan di kantoor
a.r. sedeng ramanda beloem bisa dapet tahoe dari siapa
dan apa isinja, itoelah djadi ramanda ada timboel
fikiran.

Ramanda di boei Central memang bertempat di kamar
blok, jaitoe kamar strappan [setrapan], pintoe
berlapis doea, pintoe di dalem besi lantas ditoetoep
sama papan, pintoe diloear hanja dari papan sadja,
toetoep moeloet dan tida tahoe orang, ketjoeali
masoeknja rangsoem dan bikin bersih slokan, dan saja
moesti boeang pot kotoran sendiri, itoelah tida apa,
asal doenia mendjadi baik hidoep dan hak bersama, kita
dapet keslametan bagi oemoem.

Selama manoesia takloek kepada harta doenia mesti
mendjadi kaloet, sebab teranglah harta berfikiran
saitan, atau harta tempat pengaroeh setan, dari itoe
kita kaoem moeslimin wadjib mengoeboer kapitalisme
(baldi harta), sehingga sampai harta takloek kepada
kita manoesia.

timboellah rasa kemanoesiaan,

tjinta kasilah pada sesama hidoep,

koeboerlah boedi setan jang boesoek itoe.


Lain tida dari saja ramanda

Jang amat tjinta,

Anakda

MISBACH

H. Haroenrasjid

Gevangenis Centraal
Di Kaoeman Solo
Semarang


* *

Begitoelah loear biasa jang saja seboetken diatas,
atas dirinja ketoea kita H.M. Misbach.
(Medan Moeslimin Juli 1924)

* *

H.M. MISBACH DIBOEANG

Dengen singkat sebab ta'ada temponja sebagaimana
soedah saja terangken diatas ketoea H.M. Misbach
waktoe maoe berangkat memesen begini:
PAMITAN SAJA
Harep diketahoei olih toean-toean pembatja
Medan-Moeslimin teroetama toean-toean aboner
[pelanggan], jang sekarang saja kedjadian di boeang
olih pemerintah dari tanah toempah saja ke
"Manokwari".
Dari itoe salam dan hormat saja, saja kirimken kepada
toean-toean semeannja [semuanya] teroetama toean-toean
aboner.
Saja diboeang djangan sekali-kali mengetjilken hati
kawan-kawan kita kaoem pergerakan atau pembatja
Medan-Moeslimin.
Oempama ada tempo jang tjoekoep, saja misi perloe
banjak membentengken fikiran saja dalem madjallah M.M.
sini, aken tetapi oleh karena ta' bertempo sama
sekali, nanti sadja kalau saja soedah dateng di tempat
tinggal saja jang baroe, saja aken memboeka apa-apa
jang mendjadi tjita-tjita saja.
Sesoedah saja dateng di Manoekwari, nanti adres saja
aken saja oemoemken dalem "Medan-Moeslimin" sini. Dan
saja djandjiken, nanti saja aken mengarang Islamisme
dan Communisme sampai sedjelas-djelasnja, agar
mendjadi penerangan toean2 kaum Moeslimin dan pehak
Communist, dan karangan itoe moestinja nanti termoeat
dalem madjalah kita "Medan-Moeslimin".
Moedah-moedahan dikaboeken oleh Toehan Rohmanoerrohim.
Saja harep toean-toean pembatja mendoaken kepada
Toehan ghofoeroerrohim, agar saja diberi selamet
perdjalanan saja moelai ditanah toempah saja sampai
tempat saja jang baroe, dan djoega selamanja saja
hidoep dengen anak bini.

Maaflah:

H.M. MISBACH
(Medan Moeslimin Juli 1924)

* *

ALESAN-PEMERINTAH-MEMBOEANG KETOEA H.M. MISBACH

Dalem Gvts. Besluit [Keputusan Pemerintah] tanggal 27
Juni 1924 No. 12 disiarken segala toedoehan atas Hadji
Moehamad Misbach, terkoempoel dari pada soerat-soerat
"amat rahasia" dari segala fihak adviseur pemerintah
dalem perkara pemboeangan toean itoe, jaitoe pokroel
djendral dan adviseur Inlandsche zaken, directeur
Justitie dan resident Semarang. Daftar jang amat
pandjang itoe kita petik dibawah ini: kata H. B.
Sekeloearnja dari pendjara mendjalani hoekoeman
persdelict, maka Hadji Misbach segabai propagandist
Sarekat-Ra'jat menerangken dalem koempoelan [rapat]
partijnja (Kommunist) di roemahnja oentoek mendiriken
afdeeling Sarekat-Ra'jat di boelan October 1923, dan
dalem koempoelan mendiriken perboeatan jang diberi
nama informatie kantoor di Solo, demikian djoega dalem
koempoelan partij di Klaten di boelan Februari 1923,
bahwa Sarekat-Ra'jat menghendaki revolutie, melawan
penindes jang menimpa ra'jat, dan sebolehbolehnja aken
mengganggoe oesaha pemerintah dan kapitalisten.
Lagipoela ia telah menggerakken gerakan rahsia, jaitoe
menoeroet kata-katanja berniat melakoeken sabotage,
melempar bom, membakar, meroesaken kawat, segala itoe
aken persediaan [persiapan] revolutie.
Segala itoe ternjata dalem pertjakepannja di Solo tadi
dan Klaten dalem boelan April 1923. Malah dalem
pertengahan tahoen 1923 di Soerakarta didirikennja
"perkoempoelan sabotage" dan waktoe mendiriken itoe ia
mengataken, bahwa kapitalisten mesti menjerahken
hartanja kepada jang kaoem miskin, tapi karena ta'
moengkin Pemerintah dengen rela hati sendirinja aken
memperkenanken peroebahan atoeran doenia sematjem itoe
maka bermaksoedlah perhimpoenan "sabotage" aken
mengichtiarken roeboeh pemerintah dengen lakoe
membakar dan menjerang diri orang. Segala ini
dikoeatken dengen soeatoe karangannja dalem Islam
Bergerak December 1922 berkepala: "Pemandengan seorang
Pradjoerid Islam-Bergerak."
Oentoek mentjapai maksoednja itoe maka dalem boelan
Augustus 1923 ia bertemoean di Madioen dengen Somono
dan Djojodihardjo. Disitoe diperbintjangken
perlemparan bom, jang soedah dapet sepakat antara
Semarang dan dengen Soerakarta. Menoeroet tjerita doea
orang kawan-kawannja lebih doeloe ia telah memberi
pengadjaran memboeat bakal letoesan kepada Soemono.
Dalem tahoen 1923 di Semarang ia kerap kali
berhoeboengan dengen beberapa kawan-kawannja. Dalem
soeatoe pembitjaraan antara kawan-kawannja ada seorang
dari Solo mengataken ia dapet menjediaken bom, karena
Hadji Misbach soedah memberi tahoe siapa jang ada
memboeat bom.
Menoeroet keterangan doea orang kawan-kawannja itoe
dalem tahoen 1923 Soemono melemparken seboeah bom knal
kwik [peledak air rasa] ke soeatoe locomotief. Dan
deket 31 Augustus ia dengen seorang kawannja memboeat
bom sematjam itoe, oentoek dilemparken di tengah orang
ramai dalam peramaian jubileum. Dalem berboeat itoe
Soemono loeka sampai mati kena bom meletoes. Menoeroet
tjerita beberapa orang kawannja sebeloem poetoes
njawanja Soemono ia mengataken, bahwa kalau di tanja
hendaklah diterangken, bahwa Misbach jang menjoeroeh.
Setelah dalem boelan Mei 1923 ketika ada keramaian di
Djokja seorang kawan melempar bom ketengah orang
ramai, memboenoeh seorang perempoean panonton terdjadi
poela perboeatan itoe dalem pesta jubileum di Semarang
sampai meloekai 11 orang. Deket-deket waktoe itoe
didaerah Soerakarta kerap kali terdjadi terbakaran
beberapa bangsal.
Pada 22 October 1923 politie Klaten menangkep bakal
letoesan serta soemboe maka ketika itoe beberapa orang
kawan-kawannja menerangken, benda itoe dapet dari
seorang kawan jang di toedjoekken oleh kantor
informatie Misbach, sedeng kawan itoe mengataken
asalnja barang-barang itoe dari Hadji Misbach. Dalem
boelan October itoe djoega di Soerakarta diwaktoe
pasar malem terdjadi poela pelemparan bom.
Segala perboeatan djahat itoe berenti semendjak Hadji
Misbach serta beberapa kawannja ditahan dalem boelan
October 1923.
Maka ternjatalah Hadji Moehamad Misbach mendjalanken
soeatoe gerakan, jang mesti mengalangkaboetken orang
jang berdeketan dengen dia dan membahanjai
[membahayakan] njawa dan keamanan sesama manoesia oleh
bala bentjana jang mengoeatiri. Lain dari pada itoe
dibangkit poela toedoehan jang lama-lama, jaitoe bahwa
lebih doeloepoen ia soedah membangoenken kekaloetan
dan menjebabken ra'jat jang berdeketan dengen dia
bertaroengan dengen oendang-oendang hoekoeman.
Ia ta' segan-segan, kata Gvts. Besl. Itoe.
a. mengasoest [menghasut] ra'jat melawan perintah
memperbaiki roemah oentoek pentjegahan pest di
Soerakarta, dilakoekennja dalem vergadering ra'jat
Kartasoera, pada 31 Maart 1918 disoeroehnja ra'jat
djangan maoe mengembaliken voorschot [persekot]
perbaikan roemah itoe;
b. mengasoet ra'jat dangan [jangan] maoe-maoe
mendjalanken kewadjiban kerdja, jaitoe dalem boelan
Maart dan April 1919 di onderneming Tegalgondo
kepoenjaan Z. H. [S.P.] Soesoehoenan Soerakarta.
Kemoedian poela dalem boelan Mei 1920 dalem koempoelan
di roemah Hadji Sirat di Ampik, afdeeling Keboemen ia
mengataken melawan kewadjiban menjerahken padi.
c. mengasoet melawan pembesar dan lain sambil
mengadjak-adjak dengen kiasan aken memerdekaken Djawa
(dengen kekerasan dari tindesan dan isepan pertoeanan
asing (pidato di desa Taroekan, Delanggoe) Februari
1920, di kampoeng Keprabon, Solo (Maart 1920). Dalem
koempoelan (di desa Sawahan April 1920) ia mentjatji
dan menghina-hinaken atoeran pemerintah, seperti
pembelian padi, monopolie garem, denda, tambahan
politie dan keadaan roemah-roemah koeroengan di depan
2100 orang.
d. mendidik kerevolutionairan kepada ambtenaar,
politie dan legioen zelfbestuurder [legiun swapraja]
di Soerakarta, sehingga mereka ta' boleh dipertjaja
lagi dalem djabatannja;
Istimewa ditimbang perboeatannja membangoen moepakat
aken berboeat kedjahatan dan melakoeken bentjana,
jaitoe:
a. dalem koempoelan rahsia tg. 19 Maart 1920 dengen
Dr. Tjipto dan Partowinoto di kantor Panggoegah, ia
menjorong voorstel [menganjurkan] mendiriken
vak-vereeniging rahsia dengen maksoed hendak
meroesakken tertib keamanan. Boeat permoelaan, [.],
diroeboehken kantor post, gedong resident, Javasche
Bank, kepatihan dan roemah assistant-resident dengen
dynamiet. Dalem keriboetan itoe diboenoeh resident,
rijksbestuurder dan assistant-resident.
Dalem ia tekoeroeng di Klaten dalem boelan Mei 1920
diboeatnja propaganda bagi soeatoe kongsie pendjahat,
jang maksoednja aken merampok dan mengetjoe serta
membakar bangsal dan keboen teboe. Seorang temennja
dalem boei di soeroehnja memimpin perkoempoelan itoe
kalau soedah keloear.
Hawa panas pada golongan sebagian ra'jat di Solo
lenjap ketika ia ditahan karena spreekdelict di
Taroekan dalem boelan Mei 1920.
Hoekoeman pendjara 2 tahoen roepanja beloem tjoekoep
aken memboenoeh nafsoenja.
Hadji Misbach tidak mempertahanken diri ta'maoe
mendjawab pertanjaan resident Semarang dan ta'maoe
memboeat soerat perlawanan [bantahan].

* *

Begitoelah da'wa-da'wa jang didjatoehken pada ketoea
kita H. M. Misbach jang sampai bisa memboeang ketoea
kita itoe.
Semoea keterangan2 itoe tentoe sadja dari sepioen2
pemerintah.
Kita ra'jat apakah pertjaja dan membenerken hal itoe?
Menilik bagaimana djalan sepioen-sepioen dan wakin
[wakil] pemerintah mengoeroes perkara jang
penting-penting sebagai perkaranja H. M. Misbach dan
kawan-kawannja seperti perslag dalem Panggoegah,
Sinar-Hindia dan dalem Medan-Moeslimin jang
soedah-soedah, jalah mereka ada jang sebagai orang
jang ingin pangkat, ingin bajar, ingin oewang,
ingin..... dan takoet karena antjaman, maka ra'jat
tentoe tida bisa moedah pertjaja.
Waktoe H.M. Misbach ditarik olih sesoeatoe wakil
pemerintah pada deket poetoesan pemboeangan itoe,
ketoea Misbach minta tempo diloear kira-kira 14 hari,
kalau di kaboelken sangoep menjaksiken djoestanja
da'waan-da'waan jang di djatoehken olih pemerintah
kepadanja jang sekarang oentoek alesan memboeang
padanja. Akentetapi permintaan jang perloe dan penting
itoe tida di kaboelken olih wakil Pemerintah.
Sebab itoe, maka ra'jat moedah sekali mengira-iraken
aken bener dan djoestanja semoea da'waan-da'waan itoe,
boekan?
Jaa-apabolih boeat. Hanja sadja kita jakin jang
pemboeangan pada pemimpin-pemimpin ra'jat itoe tida
mengamanken negeri, sebab jang mengamanken negeri itoe
hilangnja roepa-roepa tindesan, peresan, hinaan dan
l.l. sebagainja jang menjoesahken penghidoepan ra'jat
dan bergaoelan hidoep.
Semoea itoe bisa hilang dengen betoel-betoel apabila
kapitalisme soedah lenjap dari moeka boemi.
"Selametlah ketoe kita dengen anak bininja dalem
pemboeangan".
Begitoelah kita oetjapken.

Wassalam
HAROENRASJID

(Medan Moeslimin Augustus 1924)

* *

KAWAN HADJI MOEHAMAD MISBAH


Pada tanggal 22 Juli 1924, tibalah disini, soedara
Hadji Moehamad Misbah dengen istrinja dan tiga anaknja
jang masih ketjil (2 anaknja laki-laki jang kira-kira
oemoernja lebih 10 tahoen dan 1 anaknja perempoean
kira-kira lebih 13 tahoen). Soedara Hadji Moehamad
Misbah dengen anak bininja menoempang dengen kapal
Pijnacker Hordijk menoedjoe ke tempat pemboeangannja
di Manokwari.
Setibanja itoe kapal disini, soedara Hadji Moehamad
Misbach tida boleh naik ke darat; soedara itoe mesti
tinggal empat hari empat malem sampai pada hari
berangkatnja tanggal 26 Juli djam 8 pagi.
Kita bisa ketemoe dan kawan-kawan kita, dengen soedara
H. M. Misbah di kapal, aken tetapi tidak boleh bitjara
tentang hal pergerakan atau hal pembitjaraan politiek.
Istrinja dan anak-anaknja soedara H. M. Misbah ada
disamboet oleh kawan kita diroemahnja soedara Makki
dengen setjara orang miskin, sebab istri dan
anak-anaknja itoe diloeloesken naik ke darat.
Inilah riwajatnja soedara H. M. Misbah empat hari
empat malem dia disini. Kita ta' perloe commentaar,
melainken kita terima dengen senjoem sadja.
Hai, soedara Hadji Moehamad Misbah, selametlah soedara
anak beranak dalem pelajaran dan terimalah dari djaoeh
salam kami.
Pertjajalah soedara, kami ta' aken moendoer, sebeloem
zaman sekarang bertoekar dengen zaman setjara
kera'jatan. Satoe hilang, sepoeloeh gantinja.

(Pelita Ra'jat di Makassar, 5 Augustus 1924)

* *

ARTIKEL 47 REGEERINGS-REGLEMENT



Artikel jang terseboet diatas itoe, jalah jang bisa
memboeang H. M. Misbach ke Manokwari. Dibawah ini kami
salin dalem bahasa Melajoe boenjinja:

Gouverneur-Generaal dan bermoefakatan dengen Raad van
Nederlandsche-Indie bisa melaloeken [mengasingkan]
orang-orang jang terlahir di Nederlandsche-Indie, atau
ditempat jang ditentoeken bilangan Nederlandsche-Indie
oentoek tempat tinggalnja, kerna boeat keperloean
keamanan oemoem.

Gouverneur-Generaal bisa menentoeken didalem perentah
jang ditandai tangan, bahwa orang jang aken dilaloeken
itoe ditahan dalem pendjara, boeat menoenggoe waktoe
kepergiannja. Besluit pemboeangan dan penahanan itoe
diberi tahoeken oleh hakim kepada orang itoe....

SOURCE
chanamlain
makasih atas ilmu sejarah pergerakan RI pada periode 1900-1945, lainnya bro kita tunggu
financebbs
wow nice post bro, wa baru tau ternyata ada juga tokoh pergerakan yang ga begitu disorot seperti haji muhammad misbach, terus kira-kira ada hubungan dengan tafsir misbach-nya quraish shihab ga?
financebbs
Tadi malam di metro file, diangkat cerita H. Misbach ini, luar biasa....
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.