http://www.inilah.com/berita/politik/2009/...-jakarta-panas/
Kenapa Akhir-akhir ini Jakarta Panas?

QUOTE
INILAH.COM, Jakarta – Bagi Anda yang tinggal ataupun beraktivitas di Ibu Kota tentu mengalami cuaca yang sangat panas dalam beberapa hari terakhir ini. Kondisi seperti ini pun diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Ada apa sebenarnya?
Cuaca panas yang melanda Jakarta beberapa hari terakhir ini ternyata disebabkan sulitnya pembentukkan awan. Kasubid Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Hari Tirtodjatmiko mengatakan hal ini karena kekeringan yang terjadi di ketinggian 10 ribu kaki di atas permukaan tanah atau di lapisan 700 milibar seluas 40%.
“Hal tersebut terjadi karena adanya bibit badai di belahan bumi utara sekitar laut China Selatan dan di Samudera Pasifik atau sebelah timur Filipina. Hal ini menarik massa udara yang sedianya terbentuk di Jakarta. Ini biasa terjadi pada bulan September," jelas Hari di Jakarta, Rabu (9/9).
Penyebab kemarau, kata dia, adalah akibat angin yang berhembus cukup kencang dengan kecepatan di atas 10-15 knot atau sekitar 8 km per jam. Sehingga awan lembab sulit terbentuk. Kondisi ini, kata Hari, diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. "Cuaca jadi sangat terik dan kering, apalagi sekarang sedang kemarau," katanya.
BMKG memprediksi, cuaca kemarau untuk Jakarta bagian Selatan seperti Depok, Bogor, dan Jakarta Selatan akan berakhir pada Oktober-November 2009. sedangkan untuk Jakarta bagian Utara, kemarau diprediksikan berakhir pada November-Desember.
Meski masih musim kemarau, namun panas yang terjadi di Jakarta masih terbilang normal antara 32-34 derajat celcius. Dia menyarankan masyarakat Jakarta banyak mengonsumsi air putih agar terhindar dari gejala dehidrasi. "Untuk nelayan dengan cuaca seperti ini tidak ada masalah," tambahnya. [*/nuz]
Cuaca panas yang melanda Jakarta beberapa hari terakhir ini ternyata disebabkan sulitnya pembentukkan awan. Kasubid Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Hari Tirtodjatmiko mengatakan hal ini karena kekeringan yang terjadi di ketinggian 10 ribu kaki di atas permukaan tanah atau di lapisan 700 milibar seluas 40%.
“Hal tersebut terjadi karena adanya bibit badai di belahan bumi utara sekitar laut China Selatan dan di Samudera Pasifik atau sebelah timur Filipina. Hal ini menarik massa udara yang sedianya terbentuk di Jakarta. Ini biasa terjadi pada bulan September," jelas Hari di Jakarta, Rabu (9/9).
Penyebab kemarau, kata dia, adalah akibat angin yang berhembus cukup kencang dengan kecepatan di atas 10-15 knot atau sekitar 8 km per jam. Sehingga awan lembab sulit terbentuk. Kondisi ini, kata Hari, diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. "Cuaca jadi sangat terik dan kering, apalagi sekarang sedang kemarau," katanya.
BMKG memprediksi, cuaca kemarau untuk Jakarta bagian Selatan seperti Depok, Bogor, dan Jakarta Selatan akan berakhir pada Oktober-November 2009. sedangkan untuk Jakarta bagian Utara, kemarau diprediksikan berakhir pada November-Desember.
Meski masih musim kemarau, namun panas yang terjadi di Jakarta masih terbilang normal antara 32-34 derajat celcius. Dia menyarankan masyarakat Jakarta banyak mengonsumsi air putih agar terhindar dari gejala dehidrasi. "Untuk nelayan dengan cuaca seperti ini tidak ada masalah," tambahnya. [*/nuz]
