Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Sejarah yang sengaja ditutupi
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Sejarah
aizen
APABILA TOPIK INI PERNAH DIBAHAS (REPOST) / TIDAK BERKENAN .. SILAHKAN DIHAPUS

Penuturan sejarah oleh beberapa orang yang terlibat langsung dalam kejadiannya


Sumber : Ferona

12 Mei 1998,...
Jam 10 pagi digelar mimbar bebas yang merupakan aksi damai Mahasiswa Trisakti. Dihadiri oleh ribuan mahasiswa Trisakti juga para pejabat kampus dan dosen. Hari ini kuliah diliburkan. Dan seperti aksi demonstrasi mahasiswa lainnya, massa menuntut untuk turun ke jalan.Senat Mahasiswa Universitas Trisakti yang merupakan penanggung jawab kegiatan tidak mengizinkan, bahkan cenderung bermaksud membubarkan massa yang sudah tumpah ke jalan S.Parman.

awalnya aksi damai didalam kampus ...

Sampai sekitar jam 16.00, sebagian besar mahasiswa sudah membubarkan diri dan meninggalkan kampus, sehingga tinggal sekitar 500-an mahasiswa yang enggan meninggalkan tempat.

Pukul 17.15, mahasiswa yang duduk-duduk di jalan S.Parman disuruh masuk oleh aparat keamanan.
Dan mahasiswa membandel. Yang terdengar kemudian adalah suara tembakan peringatan dan beberapa detik kemudian tembakan tersebut diarahkan kepada kerumunan mahasiswa yang berada di jalan.

Aparat bersenjata api dengan peluru sungguhan (bukan peluru karet) mengambil tempat di atas jembatan layang dan menembakkan senjata mereka kepada mahasiswa. Mahasiswa sontak berhamburan. Gas airmata diarahkan kedalam kampus. Kampus diliputi kabut gas airmata. Mahasiswa lari ke dalam kampus menyelamatkan diri dari tembakan aparat.Ketua Senat Mahasiswa Universitas Trisakti yang berada di depan terkena tembakan peluru di perutnya. Seorang Satgas dari Senat berhasil menariknya ke dalam kampus sebelum sempat dipukuli oleh aparat. Dan yang terjadi selanjutnya mirip dengan perjuangan intifadah rakyat Palestina. Dimana mahasiswa berusaha mempertahankan diri dengan melemparkan batu, botol aqua dan apa saja yang bisa dipungut di jalan kepada aparat yang bersenjata api. Yang lebih mengerikan, di atas gedung yang sedang dibangun terdapat aparat bersenjata yang menembaki mahasiswa yang berlarian di bawah.Kalau ada yang pernah nonton Schlinder's List mungkin bisa membayangkan bagaimana kejadiannya. Aparat memburu mahasiswa sampai ke dalam kampus. Korban berjatuhan. Yang diketahui meninggal sampai jam 11 malam ini tercatat berjumlah 6 orang. Identitas yang sudah diketahui, dua orang mahasiswa Ekonomi, satu org mhs jurusan Mesin dan satu org mhs jurusan Teknik Sipil. Belum lagi korban luka2 terkena peluru yang masih dirawat di RS.Sumber Waras. Mahasiswa yang berada didalam kampus tidak diizinkan pulang oleh aparat. Sampai akhirnya para pejabat kampus, dan komnas HAM datang, barulah mereka diizinkan pulang.

Saya tidak bisa mengerti mengapa para mahasiswa harus ditembaki?! Apakah karena mereka membandel tidak mau masuk ke kampus? Kalau hanya untuk membubarkan sekitar 500-an mahasiswa, kenapa harus menembak dengan peluru ? Bukankah pasukan yang didatangkan dengan sekitar 15 truk itu bisa mendesak mahasiswa dengan cara digebuki atau dilempar dengan gas airmata (Seperti yang biasa mereka lakukan untuk membubarkan aksi demonstrasi) ?!!

Mengapa mereka ditembaki seakan-akan mereka adalah penjahat yang
berbahaya ? Mereka hanya mahasiswa yang sedang berjuang menuntut diperbaikinya kehidupan rakyat di Indonesia ! Mereka berjuang bahkan untuk kehidupan APARAT yang menembaki mereka !!

Mereka tidak melakukan kerusuhan, mereka tidak merampok harta benda orang lain, mereka tidak membakar rumah ibadah, mereka tidak membunuh satu pun APARAT KEAMANAN!!!

Saya kira semua orang harus mengetahui kejadian yang sebenarnya. Berita yang dikeluarkan oleh pihak keamanan belum tentu sama dengan kejadian sebenarnya. Banyak yang menjadi saksi mata, bahkan menjadi korban.Hari ini merupakan aksi paling berdarah sepanjang sejarah Indonesia Merdeka. ABRI yang seharusnya membela rakyat, hari ini ternyata MEMBANTAI rakyat.

Saya menundukkan kepala, berdukacita yang sedalam-dalamnya atas
kematian rekan-rekan yang telah menjadi korban kebuasan Aparat Keamanan yang seharusnya melindungi kita semua. Semoga kematian rekan-rekan membuka mata hati mereka yang tertutup rapat atas penderitaan yang dialami oleh bangsa Indonesia.

Amin.


Sumber : Kukuh Tw, Alumni Arsitektur Trisakti Angkatan 1991

Seperti telah kita ketahui bersama atas insiden hari Selasa, sore 12 May 1998, saya pribadi selaku alumnus mahasiswa arsitektur trisakti angk. 1991 mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya 6 mahasiswa trisakti. Saya sendiri kebetulan berada di tengah-tengah peristiwa selasa sore kemarin tepatnya dari jam 14:00. Sekitar jam 17.30. Pada saat rombongan demonstran sedang membubarkan diri satu persatu tiba-tiba terdengar tembakan keras disertai bau mesiu di mana-mana.
Hal ini mengakibatkan kepanikan sejumlah besar mahasiswa dan warga yang berada di sekitar kejadian. Serentak terjadi arus massa yang datang dari arah depan Gd. Wali Kota dan berlari ke arah kampus trisakti di jalan S.Parman. Pada saat itu saya berada di bawah jembatan penyeberangan jalan S.Parman. Dalam keadaan menegangkan itu massa mahasiswa membantu rekan-rekannya yang terjatuh dalam kepanikan. Letusan tembakan terus saja terdengar. Benar-benar sadis !!!! ternyata benar sekali berita-berita yang sering saya dengar dari media massa asing dan lokal tentang perlakuan aparat keamanan ini terhadap mahasiswa dan masyarakat. Massa berlari dan berteriak-teriak histeris, sejumlah pedagang
yang biasa berkumpul di depan pintu masuk lari menyelamatkan diri ke dalam. Barisan polisi terus mengejar mahasiswa dan menyusun barikade di fly over dan mengarahkan tembakan ke dalam kampus trisakti. Mahasiswa berusaha menutup pintu depan masuk universitas trisakti, karena ngeri melihat sejumlah polisi sudah siap di fly over maka saya terus berlari masuk ke dalam lingkungan kampus. Kejadian penembakan dan perlawanan mahasiswa ini berlangsung cukup lama (kira-kira dari jam 17:30 sampai dengan 19:00),dan pelurunya sampai menembus ke kaca jendela Gd. M (Syarif Thayib). Beberapa mahasiswa tiba-tiba terjatuh berbarengan dengan letusan peluru yang terdengar keras. Masya Allah, setelah mahasiswa ada di dalam kampus, polisi-polisi justru semakin bersemangat menembaki mereka yang sudah ada di dalam. Bagaimana mungkin??? kita sudah ada di dalam tapi masih aja terus ditembaki. Apakah tentara itu merasa terancam jiwanya oleh mahasiswa yang sudah ada di dalam kampus ???????. Kita bukan anjing, bukan kriminal berbahaya, bukan sangsak,
kita bayar pajak untuk pembangunan. mahasiswa sedang perjuangkan nasib rakyat dan aparat itu sendiri sebagai rakyat biasa juga sedang diperjuangkan nasib dan kesejahteraannya. Balasan yang 'sangat amat baik sekali' dari aparat keamanan. Tiap kali terdengar letusan senapan yang keras dan menggetarkan kaca-kaca di Gedung M, Massa mahasiswa spontan berteriak 'Allahu Akbar'. Kejadian ini memancing emosi sejumlah mahasiswa, perlawanan dilakukan dengan melempar batu dan botol. sejumlah mahasiswa yang terluka sempat dibawa ke koridor di Gd. P dan ruang himpunan mahasiswa arsitektur. Darah berceceran di lantai Gd. P (Gd.Arsitek). Korban yang tertembak di bagian pinggang tampkanya tidak kuat menahan sakit dan berteriak-teriak. Mahasiswa yang tidak kuat menahan emosi berteriak-teriak istiqfar
dan mengutuk perbuatan aparat bermoral binatang. Karena bantuan alat-alat medis yang kurang, korban dibawa ke MS-Tri FM gedung I lt.1. Di tengah kepanikan dan kekalutan massa sebagian mahasiswa memberikan informasi ada mahasiwa yang meninggal di Gd. Syarif Thayib, Untuk membuktikan informasi tersebut beberapa berlarian ke gedung M. Tampak seorang mahasiswa yang dibaringkan di lantai dan beberapa rekannya mencoba menggerakkan tubuh mahasiswa tersebut untuk mengetahui reaksinya. Tidak ada reaksi sama sekali. Sebagian mahasiswa belum yakin kalau mahasiswa ini sudah meninggal Seorang rekan menempelkan telunjuknya ke hidung mahasiswayang luka-luka tersebut. Inna Lillahi Wa Ina Lillahi Roji'un, mahasiwa yang sedang berbaring ini sudah tidak bernyawa. tidak ada nafasnya seru seorang rekan ketika tidak merasakan aliran nafas dari hidungnya. Tidak kuat menahan emosi yang sedang terjadi, beberapa mahasiswa beristiqfar menyebut nama Allah Swt, dan lainnya menyerukan untuk mengadakan pembalasan sebagian lagi berusaha menahan emosi rekannya. "Tidak ada gunanya dilawan", " jangan ada korban lagi", semuanya mundur, rekan kita sudah ada
yang meninggal, Mundur semua !!!! jerit beberapa rekan mahasiwa. Mahasiswa-mahasiwa yang berada di barisan depan terus melempari petugas dan berteriak-teriak histeris. Kabar kematian rekan mahasiswa tampaknya malah membakar emosi mahasiswa barisan depan ini. Seorang rekan mahasiswa di tengah-tengah kekacauan sempat membakar foto tokoh nasional yang sangat tidak dihormati oleh sebagian besar mahasiswa. Setelah jam 19:00 lewat tampaknya aksi perlawanan dari mahasiswa berhenti dan sebagian besar mahasiswa berkumpul di depan Gd. I di depan Ruangan Radio MS-Tri FM. Mahasiwa yang luka-luka dirawat di MS-Tri FM. Ada yang mengalami luka di jari-jari tangan, kaki dan pinggang. Pada saat itu terdengar kabar 2 mahasiswa meninggal dunia. Barang bukti berupa sejumlah selongsong peluru dikumpulkan oleh mahasiswa. Sekitar jam 19:15 saya pulang melalui jalan Kyai Tapa. Di depan pintu masuk jl. kyai tampak beberapa mahasiswa sedang berbicara dengan 2 orang wartawan. Sejumlah polisi masih berkumpul mengepung kampus universitas trisakti dari jalan s.parman dan jalan. kyai tapa. ketika sampai di rumah terdengar khabar bertambah korban jiwa
menjadi 6 orang. Inna Lillahi wa Inna Lillahi Roji'un. Perjuangan 6 rekan kita tidak akan pernah sia-sia. Reformasi yang datang dari arus bawah tidak akan pernah bisa dihentikan. Demikianlah peristiwa yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang hidup saya. Disusun berdasarkan kebenaran dan kenyataan yang saya alami.


Sumber : Afrizal Malna

Date: Tue, 12 May 1998 23:27:44 +0700
Subject: [Fwd: requiem untuk mahasiswa korban]


Teman-teman, siapapun anda yang masih sudi memelihara nurani, detik ini (ketika anda membaca mail ini) marilah kita bersama mendoakan arwah para 'mahasiswa' korban keberingasan gerombolan tentara pengawal kekuasaan rejim psikopat.
Dari sejak maghrib sampai detik ini Tim Relawan untuk Kemanusiaan terus menerus mendapat laporan keadaan di Kampus Trisakti, Jakarta. Mahasiswa, Sumber kontak Relawan terakhir (20.30 wib) menjelaskan ada 11 mahasiswa yang meninggal, diinjak-injak sepatu lars dan terkena peluru timah panas. Sekitar 500 mahasiswa, termasuk yang meninggal dan luka, sampai detik tulisan ini dibuat tidak bisa keluar. Sementara teman-teman mereka yang diluar, berupaya masuk untuk memberikan bantuan, kesulitan menembus blokade. Tim Relawan sangat mengharapkan kepedulian anda untuk membantu para korban, entah dalam bentuk apapun.

salam
relawan


Sumber : "Nova Dharma Putra" <1874@mailexcite.com>

To: apakabar@clark.net
Date: Tue, 12 May 1998 09:44:04 -0700
Subject: Kejadian Trisakti berdarah


Pada hari ini Selasa (12 Mei 1998) telah terjadi peristiwa berdarah di Universitas Trisakti. Kejadian ini melibatkan aparat yang telah menggunakan arogansinya untuk membabat mahasiswa di Universitas tersebut dengan granat & peluru. Dalam kejadian ini di kabarkan 6 orang meninggal dunia karena ledakan tersebut dan 7 orang dalam kondisi koma,salah satunya ketua senat mahasiswa telah meninggal dunia dan saya memohon dan berharap kepada rekan - rekan yang menerima mail dari saya untuk mengheningkan diri sejenak u/ mendoakan mereka agar dapat diterima disisi-Nya.


Sumber : "ros ros"

Cc: apakabar@clark.net
Subject: TEWAS DITERJANG PELURU
Date: Tue, 12 May 1998 15:35:14 PDT
EMPAT MAHASISWA USAKTI TEWAS DITERJANG PELURU TAJAM


Empat mahasiswa Universitas Trisakti (Usakti) tewas diterjang peluru tajam yang ditembakkan aparat keamanan di Kampus Usakti Jakarta Barat,Selasa sore (12/5). Menurut Adi Andojo selaku Ketua Crisis Center Usakti yang ditemui diKamar Mayat Rumah Sakit Sumber Waras, keempat mahasiswa Usakti itu adalah:

1. Elang Mulia Lesmana (Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil &
Perencanaan/FTSP Jurusan Arsitektur Angkatan '96) tewas tertembak di punggung
2. Heri Hertanto (Mahasiswa Fakultas Teknik Industri/FTI Jurusan TEknik Mesin Angkatan '95) tewas tertembak
3. Hafidhin Royan (Mahasiswa Fakultas Ekonomi/FE Angkatan '94) tewas tertembak peluru menembus batok kepalanya
4. Hendriawan (Mahasiswa FE Angkatan '96) tewas tertembak di pinggang.

Menurut Adi Andojo, satu lagi mahasiswa yang dikabarkan tewas masih sedang dikonfirmasi. Kemungkinan mahasiswa tersebut adalah Vero Prasetyo yang tertembak bagian kepalanya dan malam itu masih koma. Selain itu, belasan mahasiswa menderita luka tembak, terkena pukulan serta gas air mata. Dalam konferensi pers Selasa malam Adi menjelaskan, penembakan terjadi ketika mahasiswa sudah kembali ke kampus. Dia mengaku melihat sendiri darah di depan Gedung M (Gedung Syarif Tajeb yang menghadap Jl. S.Parman, yang berarti penembakan terjadi sewaktu mahasiswa sudah berada di dalam kampus. "Lha kok sudah di kampus ditembak dengan peluru tajam. Itu kan ada prosedurnya. Ini kok 'ujuk-ujuk' (tiba-tiba) pakai peluru tajam dan itu sudah ada di dalam kampus," tutur mantan Jaksa Agung Muda itu. Menurut saksi mata, tambah Adi, penembakan dilakukan aparat keamanan dari jalan layang (fly over) yang membentang di depan Jl. S. Parman depan kampus Usakti. Hal itu dibuktikan dengan adanya sejumlah kaca Gedung M yang pecah terkena peluru.
Adi menegaskan, "Kami akan mengakukan protes keras kepada yang berwajib khususnya Kapolri dan Menhankam. Kami juga akan berkonsultasi dengan Komnas HAM." Malam itu juga dua anggota Komnas HAM, Marzuki Darusman dan Clementino dos Reis Amaral turun ke Kampus Usakti. Marzuki menyesalkan saat ini tengah terjadinya eskalasi kekerasasan.


Sumber : "andy janarko"
To: apakabar@clark.net
Subject: Trisakti
Date: Tue, 12 May 1998 17:11:14 PDT



saya kuliah di Untar (Universitas Tarumanegara-red), sekitar pukul 10.00 WIB saya melihat banyak anak Trisakti berdemonstrasi didalam kampus mereka, tetapi setelah beberapa jam mereka langsung menuju ke Walikota yang katanya mau jalan ke gedung MPR tetapi mereka di pagar betis oleh 8-10 lapisan anti huru-hara. Saya melihat semua dari kampus A Untar (sebelah CL) (CL Citra Land-red). sekitar pukul 17.00 WIB keadaan memanas dan terdengar suara tambakan dan asap gas air mata dimana-mana, kami semua berhamburan untuk menyelamatkan diri sampai ada teman saya yang terjatuh dan luka. para demonstrans masuk ke Untar II. Mata sampai pedih semua . Mereka malarikan diri lawat kampus B dan keluar ke tanjung duren. Ternyata tembakan tersebut mengenai beberapa anak Trisakti (6 orang ). Mereka menembak dari atas jembatan. Anti huru-hara ini kesal karena mobil dan motor merek dibakar. Tetapi apa ini yang dinamakan Kemanusiaan?????? Tidak ada lagi penegakan hukum... ada seorang anak Trisakti yang masuk Got, seseorang ingin menolong perempuan ini akhirnya malah ditembak, Ada juga yang dikejar sampai ke gang-gang di tawakal...
6 orang tewas dan 41 orang hilang entah kemana...


Sumber : Heri purnomo

Date: Wed, 13 May 1998 17:03:01 +0000
To: apakabar@clark.net
Subject: Trisakti Berdarah


Saya, mahasiswa universitas Trisakti, ingin meluruskan pemberitaan di media massa bahwa seakan-akan mahasiswa memaksa untuk keluar kampus, yang sebenarnya ialah pada waktu itu, sekitar pukul 17.15, semua aksi sudah dihentikan, dan mahasiswa sudah bersiap- siap akan pulang, rencananya,mahasiswa akan memberi bunga kepada para petugas, tapi ternyata petugas berprasangka lain dan langsung memberondongkan tembakan, saya yang waktu itu, baru melangkahkan kaki ke gerbang kampus lari, begitu juga teman-teman saya, terdengar suara tembakan-tembakan, dan di kiri kanan saya lihat teman-teman saya sudah bergelimpangan berlumuran darah, suasana sangat kacau, dan saya melihat dengan mata kepala sendiri, para petugas tersebut, dengan tanpa ampun, seperti gaya Rambo memberondong ke arah mahasiswa, wajah mereka seperti benci dan dendam sekali pada para mahasiswa, saya tidak sanggup meneruskan....kabar terakhir yang saya dengar 6 mahasiswa tewas di tempat, 8 mahasiswa tewas di rumah sakit dan ratusan lainnya luka luka, saya sendiri untung hanya memar di punggung karena terjengkang di selokan.jauh hari sebelumnya ketika melewati dekat para petugas tersebut, saya memang sudah mendengar pembicaraan-pembicaraan penuh kebencian kepada mahasiswa, seperti "tak pateni mahasiswa-mahasiswa kuwi (saya bunuh mahasiswa-mahasiswa tadi)" dan lain sebagainya tapi saya hanya menganggapnya angin lalu saja, sekarang....


Sumber : Heri purnomo

Date: Wed, 13 May 1998 17:03:01 +0000
To: apakabar@clark.net
Subject: Trisakti Berdarah


Saya, mahasiswa universitas Trisakti, ingin meluruskan pemberitaan di media massa bahwa seakan-akan mahasiswa memaksa untuk keluar kampus, yang sebenarnya ialah pada waktu itu, sekitar pukul 17.15, semua aksi sudah dihentikan, dan mahasiswa sudah bersiap- siap akan pulang, rencananya, mahasiswa akan memberi bunga kepada para petugas, tapi ternyata petugas berprasangka lain dan langsung memberondongkan tembakan, saya yang waktu itu, baru melangkahkan kaki ke gerbang kampus lari, begitu juga teman-teman saya, terdengar suara tembakan-tembakan, dan di kiri kanan saya lihat teman-teman saya sudah bergelimpangan berlumuran darah, suasana sangat kacau, dan saya melihat dengan mata kepala sendiri, para petugas tersebut, dengan tanpa ampun, seperti gaya Rambo memberondong ke arah mahasiswa, wajah mereka seperti benci dan dendam sekali pada para mahasiswa, saya tidak sanggup meneruskan....kabar terakhir yang saya dengar 6 mahasiswa tewas di tempat, 8 mahasiswa tewas di rumah sakit dan ratusan lainnya luka luka, saya sendiri untung hanya memar di punggung karena terjengkang di selokan.jauh hari sebelumnya ketika melewati dekat para petugas tersebut, saya memang sudah mendengar pembicaraan-pembicaraan penuh kebencian kepada mahasiswa, seperti "tak pateni mahasiswa-mahasiswa kuwi" dan lain sebagainya tapi saya hanya menganggapnya angin lalu saja, sekarang...



sumber : http://adhisthana.tripod.com/12mei_saksi.htm



Dan sampai sekarang belum ada kepastian jelas, SIAPA DALANG SEMUA INI ? DIMANAKAH DAN BAGAIMANAKAH NASIB PARA MAHASISWA JUGA ORANG-ORANG YANG TIBA-TIBA HILANG (termasuk WIJI TUKUL) ? Mulai dari Komnas HAM sampai dengan KEJAGUNG belum juga mengkonfirmasikan hal ini, bahkan seolah-olah mengkaburkan realita dan bukti yang ada ..

yahh ... itulah sebagian sejarah hitam Indonesia tahun 1998 yang belum terungkap dan MUNGKIN tidak akan pernah terungkap ...


HIDUPLAH INDONESIA RAYA
GODStalker
Gitulah bro, susah untuk ngelawan orang yang berkuasa dan punya kuasa. Sangat-sangat banyak kasus besar seperti itu sengaja ditutupi.
Contoh laen kasus munir. Paling berapa orang sih penghuni pesawat waktu Munir dibunuh. Seharusnya mereka bisa dipress untuk mencari sapa dalangnya. But gak dapet2 juga mpe sekarang.
Begitu juga dengan kasus Mei '98. Logisnya aparat yang waktu itu menyerbu kampus pastilah menjadi pelaku dan pimpinan mereka jadi dalangnya.

Akhir kata..
Be Patience..Let the GOD punish them.
aizen
iya sih bro GODstalker ... tapi anehnya, "yang disinyalir kuat" sebagai dalang kerusuhan malah nyalonin diri sebagai presiden pas pemilu 2009 kemarin, untungnya gagal
maksturbation
sejarah bercerita.
Jurig
Kejadian yg ga pernah gw lupain, meskipun gw waktu itu mahasiswa di Bandung. Tapi salah satu korban yg tewas adalah tmn saya, sesama almuni SMA di Bandung.

Waktu itu saya punya rekaman kejadian ini yg ga ada di TV lokal, saya rekam dari CNN. Dalam rekaman itu terlihat bagaimana mencekamnya suasana dan beberapa polisi terekam menembakkan senjatanya ke dalam kampus, bukan posisi tembakan peringatan yg diarahkan ke atas, tp benar-benar menembak layaknya pemburu menembak sasarannya.

Mudah2an Allah memberikan balasan kepada mereka-mereka yg bertanggung jawab, baik didunia maupun diakhirat kelak.
just_shinobi
sejarah ada yang ditutupi itu bisa jadi karena kepentingan penguasa. iMHO, mengorek sejarah murni perjuangan di Indonesia itu seperti mencari permata di tumpukan sampah di TPA.
aizen
@ bos jurig

mungkin rekamannya bisa di aplot di yutup bro ... biar semua tahu kejadiannya
aizen
@ bos jurig

mungkin rekamannya bisa di aplot di yutup bro ... biar semua tahu kejadiannya











duuh jadi double post, gara2 pas submit post error crying_anim.gif
asmaramembara2
Hmm...sayangnya sampai sekarang lum jelas siapakah dalang dari aksi keji tersebut
Jurig
@Aizen
Itu dia, rekaman itu ntah kemana...tp sempet gw puter depan aktivis2 kampus, dan kalo ga salah juga rekaman itu gw kasihin ke mereka...

Sayang yah dah ilang, tp kalo mau usaha sih pasti CNN masih punya dokumentasinya.
aizen
@ bos jurig

wah sayang banget ya ilang, soalnya pas kejadian, saya liat dari media elektronik, dan banyak yang mengekspos peristiwa tersebut, termasuk ketika salah seorang mahasiswa mencoba menabrak "pagar manusia" polisi .. setelah saya cari (gugling sana sini) gak juga ketemu
Jurig
Ia sayang, nyesel jg ga gw simpen waktu itu....tp jaman itu mana kepikiran bakal ada yg namanya Youtube atau Facebook hahah.
aizen
iya juga sih, lom lahir kayaknya situs2 begituan pada saat itu hehe
ridwanx
sayang sekali.... mahasiswa memang sudah siap akan terjadi hal buruk pada mereka.

tapi efek domino yg dari demo mereka berujung pada banyaknya korban kerusuhan mei 1998 yg kental berbau SARA.

sampe sekarang belum jelas siapa2 korbannya dan pelakunya,yg jelas bukan dari mahasiswa atopun aparat,melainkan

sekelompok org yg tidak punya pekerjaan dan biadab prilakunya.
aizen
QUOTE
sayang sekali.... mahasiswa memang sudah siap akan terjadi hal buruk pada mereka.


memang para mahasiswa sudah memprediksikan hal buruk tapi bukan yang terburuk (mati ditembus peluru aparat)


beberapa hari lalu, saya sempat ngobok-ngobok yutup, dan nemuin beberapa wawancara dari orang tua / kerabat / saudara korban tragedi semanggi / trisakti, rata2 dari mereka mengatakan bahwa kerusuhan tersebut ditunggangi dan "sengaja dibuat"

sorry lupa link yutup-nya, entar saya post lagi, saya cari dulu linknya
fatmike
TNI/Polri fasis jawa..pembunuh..lebih sadis dari mossad,lebih binatang dari SS..pembunuh bangsa sendiri..
ridwanx
QUOTE (fatmike @ Sep 21 2009, 10:35 PM) *
TNI/Polri fasis jawa..pembunuh..lebih sadis dari mossad,lebih binatang dari SS..pembunuh bangsa sendiri..

hati2 komen bunk... bukan semuanya, justru threAD ini dibuat utk mencoba mengungkap kenapa sistem ini masih berkembang? Devil.gif
financebbs
Begitulah bos jika tirani minoritas berkuasa, mengaburkan kepentingan mayoritas
aizen
betul bro financebbs, seperti layaknya buah simalakama, mau berontak kalah, mau diam aja juga tetep kalah ...
omradsky
iya tuh brader sejarah kita emang kelam.peristiwa 98 juga nga ada data resmi atau nga ada yang tau berapa jumlah korban pastinya tapi menurut yg gw baca di buku2 dan kesaksian para petinggi intelijen disaat itu.mereka cenderung memberikan jawaban yang mengambang. tapi ya brader sejarah emang selalu berulang. Dan berulang terus
tapi terus terang ja ya bro gw rada kesel sama aktivis yang dolo teriak-teriak dan menurut pengakuannya sendiri ikut turut serta menjetuhkan suharto dan sekarang jadi anggota dewan malah kayanya amnesia dah enak ddapet duit banyak di DPR. tahun 66 juga gitu banyak aktivis yang jadi pejabat lato anggota dewan langsung amnesia semua.


padahal ya brader menurut gw mahasiswa emang prajurit terdepan dalam menyuarakan nurani rakyat. tapi jangan lupa tidak ada gerakan mahasiswa yang berhasil tanpa mendapat dukungan dari militer.kalo penguasa masih mengusai militer gerakan apapun pasti gagal( inget malari 1978 ato d luar negri yg parah tragedi Tianamen)

dan patut di pahami yang bisa mengkudeta adalah militer karena dia punya senjata.sipil nga akan bisa kudeta tanpa bantuan militer.

itu aja dah bro curht ane brader and sista semoga berkenan kalo nga mohon maaf
rendi
mau tanya bro, yang nembak polisi atau tentara??? karena kayaknya dari cerita di atas polisi tuh bukan tentara??? mana yang benar sementara yang dituduh pimpinan tentara ???? agak aneh bro... tks tlg komentnya ya
aizen
dulu waktu tahun 1998 (waktu saya ikut dalam aksi demo tapi lain daerah), ada email dari seorang temen di jakarta, intinya dia bilang pada saat itu mahasiswa sedang digebukin ama (gabungan) tentara + polisi, dan juga dibantu oleh RATIH untuk terus memukul mundur pergerakan mahasiswa ... gitu sih menurut penuturan temen saya bro
omradsky
QUOTE (aizen @ Sep 23 2009, 05:13 AM) *
dulu waktu tahun 1998 (waktu saya ikut dalam aksi demo tapi lain daerah), ada email dari seorang temen di jakarta, intinya dia bilang pada saat itu mahasiswa sedang digebukin ama (gabungan) tentara + polisi, dan juga dibantu oleh RATIH untuk terus memukul mundur pergerakan mahasiswa ... gitu sih menurut penuturan temen saya bro



yah itulah brader zaman dolo tuh tentara masih jadi alat penguasa, ya sekarang mayan dikit dah dah ada reformasi di tubuh tentara
aizen
QUOTE (omradsky @ Sep 23 2009, 08:27 PM) *
yah itulah brader zaman dolo tuh tentara masih jadi alat penguasa, ya sekarang mayan dikit dah dah ada reformasi di tubuh tentara


iya sih brader, tapi masih aja peninggalan2 (kebiasaan) jaman orba sampe sekarang, contohnya kalo ada apa2 dengan suatu instansi, tidak jarang ada orang yang "make" jasa para aparat itu untuk menyelesaikan masalah
omradsky
[
iya sih brader, tapi masih aja peninggalan2 (kebiasaan) jaman orba sampe sekarang, contohnya kalo ada apa2 dengan suatu instansi, tidak jarang ada orang yang "make" jasa para aparat itu untuk menyelesaikan masalah
[/quote]

selama ntu gaji tentara masih kecil pasti masih banyak yang cari objekkan. ya manusiawilah merekan punya kelaurga yang harus diberi makan, anak yang harus sekolah dan lain sebagainya . gaji prajurit TNI tuh hanya bisa sampe tanggal 10 doank abis itu lari ke koprasi. ini juga diakui oleh panglima TNI dari dulu
aizen
@ bro omradsky

ya bukan nyalahin para aparat sih (tentara khususnya), cuman sistemnya dan budayanya ...

ya budaya yang telah mengakar dari ordebaru

koq jadi ngomentari tentara ???

back to topic please
zeladin
Benar kenyataanya ya bro ?
Prabu Angling Dharma
Tidak bisa dipungkiri memang itu yang terjadi. Saya meskipun tidak terlibat, paling tidak senior-senior saya yang terlibat langsung pernah bercerita kepada saya bagaimana mereka menilai "tanda-tangan" (bekas peluru karet di tubuh) sebagai hiburan dalam kelamnya situasi dan kondisi saat itu.

Namun yang sangat disayangkan adalah ketika kebenaran menjadi susah untuk diungkap, sepertinya tugas penerus untuk memperjuangkannya.
arekturen
kenapa Indonesia seperti ini?yg jadi pemimpin bukan yg emang pinter, kompeten n amanah buat d pemimpin (wakil rakyat, pejabat, dll)...
tapi karena mereka ikut politik...ikut andil mensukseskan siapa yg menduduki kursi...

hiks...kenapa Indonesia ini?
chacoure
QUOTE (financebbs @ Sep 22 2009, 10:30 AM) *
Begitulah bos jika tirani minoritas berkuasa, mengaburkan kepentingan mayoritas


dan menggunakan yg mayoritas itu juga untuk menekan yg lebih minoritas lagi.. ^^
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.