Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Kelakuan Team Renault F1 yang Memalukan dunia F1
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Fresh News > Olahraga
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Minggu, 27 September 2009 | 15:37 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Tomy Trinugroho A.
http://olahraga.kompas.com/read/xml/2009/0...lt.di.singapura

"Nasib" Renault di Singapura




QUOTE
KOMPAS.com — SETAHUN lalu, tim Renault mendapat kegembiraan luar biasa di Singapura. Mereka berhasil memenangi lomba di sirkuit jalan raya negara kota tersebut. Ini merupakan satu-satunya kemenangan mereka sepanjang musim 2008.

Seusai menjadi tim juara dunia pada 2005-2006, Renault terseok-seok sejak 2007. Kemenangan di Singapura pada tahun lalu pun menjadi pemuas dahaga mereka akan kemenangan.

Persis setahun kemudian, di tempat yang sama, yakni di Singapura, Renault menjalani kisah yang sama sekali berbeda. Menjelang GP Singapura 2009, mereka dihukum percobaan selama dua tahun dicoret dari F1. Maksudnya, jika selama dua tahun ke depan berbuat curang, mereka bakal ditendang dari F1.

Dua mantan petinggi tim Renault dihukum berat. Mantan principal tim Flavio Briatore diasingkan dari semua kegiatan olahraga bermotor FIA untuk batas waktu yang tidak ditentukan. Mantan Engineering Director Pat Symonds juga diasingkan, tetapi dengan jangka waktu lima tahun.

Briatore terbukti memimpin persekongkolan yang mengatur agar Nelson Piquet Jr menabrakkan diri dalam lomba GP Singapura tahun lalu. Situasi ini membantu rekan satu timnya, Fernando Alonso, melejit ke posisi paling depan dan memenangi balapan.

"Nasib malang" yang menghampiri Renault tidak berhenti di situ. Sponsor utama ING menarik diri menjelang GP Singapura 2009. Perusahaan keuangan ING tidak mau citra mereka dikaitkan dengan citra Renault sebagai tim curang. Sebuah sponsor lain juga menarik diri dengan alasan serupa.

Tidak mengherankan, logo ING tidak tertera lagi di mobil Renault dalam GP Singapura. Kerja sama bisnis di antara Renault dan ING telah berakhir.

Sulit bagi Alonso untuk memenangi lomba GP Singapura 2009, jika tidak ada kejadian luar biasa seperti tahun lalu. Ia start di luar tiga besar. Peluang paling besar untuk menang dimiliki pebalap McLaren Lewis Hamilton karena ia menempati posisi pole.

Meski begitu, Hamilton harus menghadapi pebalap Red Bull Sebastian Vettel yang menempati posisi start kedua. Ia siap mengancam Hamilton. Belum lagi ada Nico Rosberg (Williams) yang berada di posisi start ketiga. Tahun lalu Rosberg finis kedua, di belakang Alonso.

Hamilton tampil tidak mengesankan dalam latihan Jumat (25/9). Namun, pada latihan Sabtu (26/9), ia tampil paling kencang. Krunya bekerja keras membangun ulang mobil sepanjang Jumat malam hingga Sabtu pagi sekitar pukul 10.00. Hasilnya, mobil Hamilton lebih seimbang dan enak dikendarai.

Namun, seperti dalam kasus Renault, "nasib" bisa sekonyong-konyong berubah. Balapan selama satu setengah jam di bawah guyuran sinar lampu dapat merubah apa pun. Dalam lomba pada Minggu (27/9) pukul 20.00 waktu setempat atau pukul 19.00 WIB, siapa pun sebenarnya bisa menjadi pemenang.


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Jumat, 25 September 2009 | 10:44 WIB
http://olahraga.kompas.com/read/xml/2009/0....dengan.renault

Buntut Skandal Pengaturan Lomba di GP Singapura 2008
ING Akhiri Kontrak "Sponsorship" dengan Renault



Renault
Logo ING akan segera dicabut dari mobil Renault F1. Bank raksasa Belanda ini mengakhiri kontrak sponsorship dengan Renault, karena tim ini terbukti melakukan skandal pengaturan lomba di GP Singapura 2008.


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Sponsor utama Renault, ING, mengakhiri kontraknya dengan pabrik mobil Perancis tersebut. Ini terjadi sangat cepat menyusul skandal pengaturan lomba yang dilakukan tim tersebut pada GP Singapura tahun lalu.

Berdasarkan hasil hearing di Paris, awal pekan ini, Renault dinyatakan bersalah. Dua belas bulan lalu di Singapura, tim ini membuat skenario tabrakan yang dilakukan Nelson Piquet Jr untuk memenangkan Fernando Alonso. Karena itu, FIA menghukum Renault tak boleh balapan selama dua tahun.

Karena hukuman itulah, ING tak mau melanjutkan kerja samanya. Bahkan, mereka (ING) dengan tiba-tiba mengumumkan untuk mengakhiri kontrak itu pada Jumat dini hari.

"Hari ini ING mengumumkan bahwa berdasarkan keputusan World Motor Sport Council pada 21 September 2009 tentang kejadian di GP Singapura 2008, ING akan segera mengakhiri kontraknya dengan tim F1 Renault," demikian pernyataan ING.

"ING sangat kecewa dengan kejadian tersebut, khususnya dalam hubungan dengan kesuksesan menjadi sponsor. Seperti yang sudah diumumkan pada 16 Februari tahun ini, ING memutuskan untuk tidak memperbarui kontrak sponsor tiga tahun (2007-2009) dengan Renault F1 dan mengakhirinya setelah musim 2009."

Seorang juru bicara salah satu bank raksasa Belanda ini mengatakan kepada Autosport bahwa dengan keputusan tersebut, logo ING akan dihilangkan dari mobil Renault. Meskipun demikian, juru bicara itu menambahkan bahwa ING tetap berkomitmen untuk memasang iklan di trek balapan sampai akhir tahun ini.

Keputusan ING menarik diri ini terjadi hanya beberapa jam setelah perusahaan asuransi Spanyol, Mutua Madrilena, mengumumkan bahwa mereka juga mengakhiri kontrak sponsorship dengan Renault. Alasan asuransi itu mundur juga sama, karena Renault terbukti melakukan skandal memalukan tersebut.

LOU
Sumber : autosport


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Selasa, 22 September 2009 | 07:41 WIB
http://olahraga.kompas.com/read/xml/2009/0...klub.sepak.bola

Briatore Terancam Kehilangan Klub Sepak Bola



Flavio Briatore (tengah)


QUOTE
LONDON, KOMPAS.com — Setelah terkena hukuman tak boleh terlibat dalam kegiatan F1, mantan pimpinan tim F1 Renault, Flavio Briatore, terancam kehilangan posisinya sebagai salah satu pemilik klub sepakbola.

Briatore yang merupakan warga Italia merupakan salah satu pemilik klub Liga Inggris, Queen's Park Rangers. Klub QPR ini sementara menempati peringkat 12 Liga Championship.

Briatore dihukum karena dinyatakan bersalah memerintahkan pebalap mereka, Nelson Piquet Jr, untuk melakukan tabrakan terhadap pebalap lainnya di GP Singapura 2008. Tindakan ini diambil untuk memberi kesempatan pebalap Renault lainnya, Fernando Alonso untuk juara.

Ia terancam kehilangan posisi sebagai salah satu pemilik QPR karena adanya peraturan Liga yang menyebut individu yang menjalankan sebuah klub harus lolos uji kelayakan serta dinyatakan bersih dari sanksi dari lembaga negara di bidang olahraga.

Ketua Liga Brian Mawhinney disebut telah meminta kepada federasi otomotif internasional (FIA) untuk memberi penjelasan lebih rinci mengenai keputusan atas Briatore. "Setelah itu barulah pihak liga akan memberi tahu tentang posisi," lanjut Mawhinney.

Briatore memiliki klub QPR bersama pimpinan F1 Bernie Ecclestone dan taipan pengusaha baja dari India, Lakshmi Mittal.

CAY
Sumber : AP


Peace.gif peace Peace.gif
MataSiwa
weleh...welwh...terbongkar juga konspirasi nya...
Paling Kaya
ga sportif neh, kecurangan yang mestinya ga perlu dilakukan.
jadi pantes kalo hukumannya seumur hidup... BigGrin.gif
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.