http://olahraga.kompas.com/read/xml/2009/0...an.indoor.games
Indonesia Siapkan 111 Atlet ke Asian Indoor Games

Djoko Pramono
QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Sport and Development KOI Djoko Pramono mengatakan, kontingen Indonesia berkekuatan 111 atlet akan berlaga di ajang pesta lahraga Asian Indoor Games yang akan berlangsung di Vietnam, 30 Oktober hingga 8 November mendatang.
Meski dengan dana yang pas-pasan, namun Djoko mengatakan pihaknya sangat salut dengan semangat para atlet dan pengurus induk organisasi olahraga yang dikirim ke Asian Indoor Games. Pasalnya, mereka menggunakan biaya sendiri untuk keberangkatan para atletnya, demi perjuangan membawa nama bangsa dan negara Indonesia.
"Kita salut dengan para atlet dan pengurus cabang olahraga, mereka sebagian besar diberangkatkan atas biaya sendiri," ungkapnya di Gedung KONI/KOI, Rabu (30/9).
Mantan Danjen Marini ini mengatakan, dari 111 yang dikirim, para atlet ini akan didampingi 28 pelatih dan 12 manajer, ditambah dengan ofisial, kemungkinan jumlah total yang akan dikirim sebanyak 160 orang. Mereka ditargetkan bisa meraih paling kurang empat emas.
Dijelaskannya, di kegiatan multi even ketiga yang menjadi agenda resmi Olimpic Concil Asia tersebut pemerintah tidak menjadikan even ini sebagai target utama. Oleh karenanya even ini hanya dijadikan try out menuju ke SEA Games Laos.
"Pemerintah hanya menyediakan anggaran sebesar Rp 2 milyar saja, jadi dari 32 cabang kita hanya mengikuti 13 cabang," jelasnya.
Atlet-atlet yang dibiayai pemerintah adalah panahan, biliar, fim wwimming, karate dan sepak takraw, yang masing-masing menngirim empat atlet. Hanya sepak takraw yang lebih banyak, karena mengirimkan enam atlet. Sisanya mereka mengirim atlet pakai biaya sendiri, tuturnya.
Selain itu cabang yang murni dengan biaya sendiri yang sebagian besar besar cabang yang belum dikenal. cabang olahraga tersebut terdiri dari wushu yang mengirim 36 atlet, boling 10 atlet, chess dan xiang qi (11), dance sport (11), dragon dance (35), dan sport aerobics (10).
Sementara itu, kontingen Indonesia juga mengikutsertakan cabang yang dibiayai pemerintah Vietnam. Cabang itu adalah vovinam atau bela diri tradisional Vietnam. Tuan rumah, diakui Djoko, sengaja membiayai negara-negara peserta karena ingin memopulerkan bela diri mereka. Atlet yang dikirim delapan orang dari Bali.
Mengenai peluang meraih medali, Djoko mengatakan bahwa meski atas biaya sendiri, atlet yang dikirim bukanlah atlet kelas dua. Sebagian besar atlet sanggup menyumbangkan medali di ajang Asian Indoor Games, tandasnya.
Seluruh atlet yang akan masuk dalam kontingen Indonesia ke ajang Asian Indoor Games termasuk atlet yang melakukan pelatnas sendiri itu sudah berada di Jakarta pada tanggal 23 Oktober mendatang. Setelah itu, tanggal 24 Oktober akan ada pengarahan. Menurut rencana, pada 26 Oktober diresmikan oleh Ketua Umum KON/KOI Rita Subowo dan diberangkatkan ke Vietnam.
ORO
Sumber : Persda Network
Meski dengan dana yang pas-pasan, namun Djoko mengatakan pihaknya sangat salut dengan semangat para atlet dan pengurus induk organisasi olahraga yang dikirim ke Asian Indoor Games. Pasalnya, mereka menggunakan biaya sendiri untuk keberangkatan para atletnya, demi perjuangan membawa nama bangsa dan negara Indonesia.
"Kita salut dengan para atlet dan pengurus cabang olahraga, mereka sebagian besar diberangkatkan atas biaya sendiri," ungkapnya di Gedung KONI/KOI, Rabu (30/9).
Mantan Danjen Marini ini mengatakan, dari 111 yang dikirim, para atlet ini akan didampingi 28 pelatih dan 12 manajer, ditambah dengan ofisial, kemungkinan jumlah total yang akan dikirim sebanyak 160 orang. Mereka ditargetkan bisa meraih paling kurang empat emas.
Dijelaskannya, di kegiatan multi even ketiga yang menjadi agenda resmi Olimpic Concil Asia tersebut pemerintah tidak menjadikan even ini sebagai target utama. Oleh karenanya even ini hanya dijadikan try out menuju ke SEA Games Laos.
"Pemerintah hanya menyediakan anggaran sebesar Rp 2 milyar saja, jadi dari 32 cabang kita hanya mengikuti 13 cabang," jelasnya.
Atlet-atlet yang dibiayai pemerintah adalah panahan, biliar, fim wwimming, karate dan sepak takraw, yang masing-masing menngirim empat atlet. Hanya sepak takraw yang lebih banyak, karena mengirimkan enam atlet. Sisanya mereka mengirim atlet pakai biaya sendiri, tuturnya.
Selain itu cabang yang murni dengan biaya sendiri yang sebagian besar besar cabang yang belum dikenal. cabang olahraga tersebut terdiri dari wushu yang mengirim 36 atlet, boling 10 atlet, chess dan xiang qi (11), dance sport (11), dragon dance (35), dan sport aerobics (10).
Sementara itu, kontingen Indonesia juga mengikutsertakan cabang yang dibiayai pemerintah Vietnam. Cabang itu adalah vovinam atau bela diri tradisional Vietnam. Tuan rumah, diakui Djoko, sengaja membiayai negara-negara peserta karena ingin memopulerkan bela diri mereka. Atlet yang dikirim delapan orang dari Bali.
Mengenai peluang meraih medali, Djoko mengatakan bahwa meski atas biaya sendiri, atlet yang dikirim bukanlah atlet kelas dua. Sebagian besar atlet sanggup menyumbangkan medali di ajang Asian Indoor Games, tandasnya.
Seluruh atlet yang akan masuk dalam kontingen Indonesia ke ajang Asian Indoor Games termasuk atlet yang melakukan pelatnas sendiri itu sudah berada di Jakarta pada tanggal 23 Oktober mendatang. Setelah itu, tanggal 24 Oktober akan ada pengarahan. Menurut rencana, pada 26 Oktober diresmikan oleh Ketua Umum KON/KOI Rita Subowo dan diberangkatkan ke Vietnam.
ORO
Sumber : Persda Network